Mari Wakaf Bersama Kami di Yayasan Darus-Sunnah
Mari Wakaf Bersama Kami di Yayasan Darus-Sunnah

Mari Wakaf Bersama Kami di Yayasan Darus-Sunnah

Rp 7.559.644
terkumpul dari Rp 500.000.000
93 Donasi 279 hari lagi


Cerita

YUK BERWAKAF, BANTU PESANTREN HADIS PERTAMA DI INDONESIA MEMBELI TANAH!

Hai, #OrangBaik!

Perkenalkan, kami Yayasan Wakaf Darus-Sunnah yang didirikan oleh alm. Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA (Imam Besar Masjid Istiqlal Periode 2005-2015) yang berkedudukan di wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten. Informasi lengkap tentang kami dapat dibaca di www.darussunnah.ponpes.id dan kegiatan para santri juga dapat dilihat di www.darussunnah.id serta beberapa platform media sosial berakun darussunnah_official.

Sudah 23 tahun ini Yayasan Wakaf Darus-Sunnah berkomitmen tinggi untuk mewujudkan visi mengader ulama yang unggul dalam bidang pengkajian hadis dan berkhidmah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melalui Pesantren Darus-Sunnah. Dengan visi ini, Darus-Sunnah berkomitmen tinggi untuk membantu pemerintah NKRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan keislaman yang moderat, progresif, berdedikasi, dan berintegritas luhur dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Saat ini, Pesantren Darus-Sunnah saat ini mengasuh sekitar 300 santri yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Papua. Sejak berdiri pada tahun 1997, Darus-Sunnah tidak memungut biaya sedikitpun kepada para santrinya. Namun, kondisi terus berkembang hingga pada 2014 para santri mulai dilatih untuk berdonasi membantu operasional pesantren.

Setiap tahun, peminat yang mendaftar di Pesantren Darus-Sunnah selalu lebih dari 300 calon santri, baik putera dan puteri. Namun sayangnya, karena keterbatasan tempat, Darus-Sunnah hanya mampu menampung paling banyak 80 orang santri baru saja. Itu artinya, ada lebih dari 220 santri yang terpaksa harus tertolak karena keterbatasan tempat tersebut.

Setelah 23 tahun berjalan, atas dorongan permintaan yang sangat kuat dari masyarakat agar Darus-Sunnah dapat menampung lebih banyak lagi santri dan lebih meningkatkan terus pendidikan keulamaan yang maju, khususnya dalam bidang hadis dan ilmu hadis serta akidah ahlussunnah wal jamaah.

Dari sini, Darus-Sunnah dengan bermodalkan bismillahirrahmanirrahim bertekad membeli tanah di samping pesantren yang sudah lama tidak terpakai agar menjadi tanah yang hidup dan berkah karena digunakan untuk wakaf di bidang pendidikan pesantren. Nantinya, tanah ini akan digunakan untuk perluasan area pesantren dan membangun fasilitas-fasilitas penting untuk santri, seperti ruang kelas belajar dan perpustakaan.

Tanah yang sedang dibeli pada Oktober 2019 dan saat ini masih dicicil untuk pelunasan itu, dibeli dengan harga Rp5.000.000,- (lima juta rupiah) per meter persegi. Sedangkan luas tanah yang dibeli adalah 500 m2. Itu artinya, Yayasan saat ini butuh uang senilai Rp2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah). Atas bantuan dari berbagai pihak, alhamdulillah Yayasan dapat membayar DP, yaitu senilai Rp1.000.000.000,- (satu milyar rupiah). Semoga menjadi berkah untuk para donatur yang telah mendukung pembelian tanah ini.

Kemudian, pada bulan April 2020 yang lalu, alhamdulillah atas dukungan dan kepercayaan masyarakat luas, Darus-Sunnah dapat membayar cicilan pertama senilai Rp400.000.000,- (empat ratus juta rupiah). Atas izin Allah, melalui bantuan para donatur tersebut, alhamdulillah tanggungan Yayasan berkurang, hingga menjadi Rp1.100.000.000,- (satu milyar seratus juta rupiah); Jumlah yang sangat banyak untuk ukuran Yayasan Wakaf yang bergerak di bidang pendidikan Pesantren.

Jadi, total dana yang dibutuhkan untuk pelunasan tanah tersebut adalah sejumlah Rp.1,1 milyar.

KENAPA BERWAKAF DI DARUS-SUNNAH ITU PENTING?

Saat ini, kondisi santri yang berjumlah 300 orang itu terbagi dalam 10 kamar. Itu artinya, dalam satu kamar dihuni oleh sekitar 30 orang santri. Di sinilah, Yayasan memandang perlu sekali untuk memperluas lokasi pesantren Darus-Sunnah.

Dengan terbelinya tanah ini, pastinya para santri yang sedang belajar di Pesantren Darus-Sunnah dapat merasakan fasilitas pendidikan yang maksimal dan memadai. Apalagi mereka adalah kader-kader ulama di negeri kita tercinta ini.

Atas dukungan dan amanah yang telah dipercayakan oleh masyarakat luas untuk membeli tanah tersebut, tentu amanah itu akan menjadi sempurna dan membanggakan masyarakat luas jika tanah tersebut dapat terbeli sampai lunas.

Jika tanah tersebut terbayar lunas, maka status tanah tersebut akan menjadi tanah wakaf pesantren. Dengan begitu, seluruh donasi yang kita berikan, seberapapun nominalnya, pasti akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, kekal abadi, meskipun tubuh kita telah berkalang tanah.

Namun, jika tanah tersebut tidak berhasil terbeli, tentu hal itu akan sangat membuat kecewa dan sedih para donatur sebelumnya yang telah berwakaf dan juga masyarakat luas yang menumpukan harapan besar lahirnya ulama-ulama hadis yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia yang mengimpikan kehidupan sejahtera, teratur, berperadaban tinggi nan luhur, serta damai.

KEPERCAYAAN YANG SANGAT TINGGI DARI MASYARAKAT

Kajian hadis saat ini telah tercoreng namanya atas perbuatan sebagian oknum di dunia nyata maupun di dunia maya yang seringkali menyuarakan radikalisme, eksklusifimes, dan tindakan kekerasan atas nama agama.

Tak jarang, orang menganggap bahwa pengkaji hadis itu identik dengan orang yang keras, radikal, tidak menghargai pendapat orang lain yang berbeda, bahkan kerap membidahkan atau mengafirkan sesama muslim. Tentu hal ini tidak baik untuk kemaslahan umat Islam sendiri maupun untuk bangsa negara Indonesia dan lebih luas lagi, untuk dunia umumnya.

Namun, tidak demikian halnya dengan Darus-Sunnah. Sejak awal berdirinya di bawah asuhan Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA, hingga saat ini di bawah asuhan putera beliau KH. Zia Ul Haramein, Lc, M.Si., Pesantren Darus-Sunnah berkomitmen untuk mengembalikan citra kajian hadis yang adem, lembut, menyenangkan, dan menenangkan, sebagaimana watak dasar kajian hadis pada masa Rasulullah saw, dan masa genarasi ulama salaf yang salih.

Karena itulah, masyarakat luas yang menginginkan kehidupan berbangsa dan beragama yang harmonis, damai, dan berkeadilan, mereka menaruh harapan yang sangat tinggi kepada pesantren Darus-Sunnah untuk terus mewujudkan visi dan misi luhurnya itu.

Demikianlah, Donasi Anda, jariyah Anda, maslahat untuk bangsa dan agama Anda.

Hormat kami,

Ketua Yayasan Wakaf Darus-Sunnah

Zia Ul Haramein

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (93)