Kitabisa! - Mualaf Perbatasan Timor Leste Terancam Murtad!
Mualaf Perbatasan Timor Leste Terancam Murtad!

Mualaf Perbatasan Timor Leste Terancam Murtad!

Rp 10.716.516
terkumpul dari Rp 300.000.000
97 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Bila Tak Dibina, Para Mualaf Perbatasan Timor Leste Terancam Murtad

Seorang ibu muda mengantar anaknya shalat dan mengaji di masjid Kampung Ali, Desa Mauleum. Meski tidak sedang datang bulan, perempuan usia 45 tahun tersebut tidak turut ke dalam. Sejak masuk waktu magrib hingga usai shalat isya berjamaah, dia tetap menunggu di serambi.

Ketika ditanyakan, ternyata wanita yang bernama Dortia Mauboi tersebut masih beragama Kristen Protestan. Sejak kedua anaknya masuk Islam hampir setahun lalu, dengan senang hati dirinya mengantar shalat dan mengaji.

“Semua anak saya masuk Islam duluan, nanti mereka sudah bisa baru ajari saya,” ujar ibu dua anak usia 10 dan 11 tahun itu, pada suatu malam di bulan Mei 2017, di serambi Masjid Kampung Ali, Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Mitra Lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Pimpinan Ponpes Ikhwanul Mukminin Adonara NTT Ustadz Arifuddin Anwar mengatakan kasus seperti keluarga Dortia Mauboi ---anak lebih dahulu masuk Islam--- hampir berlangsung setiap tahun sejak tokoh setempat masuk Islam.

Di daerah yang kering, bebatuan dengan infrastruktur yang masih sangat terbatas ini dahulunya tidak dijumpai kaum Muslimin. Namun sejak masuk Islamnya Raja Seo Isu/Gabriel Isu di tahun 1967 ---yang kemudian mendeklarasikan ke-Islamannya di tahun 1968---maka perlahan tapi pasti ada saja penduduk Pulau Timor, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Negara Timor Leste tersebut yang masuk Islam.

Arifuddin juga menegaskan bila tidak dibina, para mualaf perbatasan Timor Leste tersebut terancam murtad. “Sayang kalau para mualaf ini tidak diperhatikan. Maka jika tanpa pembinaan Al-Qur’an bisa dibayangkan mereka bisa terlepas lagi atau tidak berkembang karena merasa sama saja dengan keberadaannya sebelum Islam,” ungkapnya.

Pasalnya, di daerah minoritas Islam ini, Al-Qur’an sangat sulit dijumpai di pasar walaupun dibeli. Pendapatan umat setempat juga sangat minim sekali. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja amat terbatas apalagi membeli Al-Qur’an yang harus mencari ke kota yang jauh yang tidak tahu pasti keberadaannya. Di samping itu, jumlah dai ---SDM yang membina mereka--- sangat minim dan sangat membutuhkan peningkatan kualitas.

Melalui Program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP), BWA mengagendakan mendistribusikan sekitar 3000 Al-Qur’an wakaf ke 33 kampung dengan 10.336 jiwa di Timor Tengah Selatan ini, dalam bulan Oktober tahun ini dengan harapan setiap keluarga Muslim di sana bisa memiliki mushaf Al-Qur’an.

Di samping itu, BWAberencana mengembangkan program baca Al-Qur’an untuk para Muallaf dan Dhuafa dengan metode 6 jam bisa baca Al-Qur’an yang akan disosialisasikan dan dilaksanakan pelatihan kader pengajarnya di Pesantren Ikhwatul Mukminin. Selanjutnya, para kader tersebut akan ditugaskan membina TPA di Desa Mauleum dan sekitarnya sekalian memberikan pelatihan bagi guru-guru ngaji di Timor Tengah Selatan yang kemudian mereka bisa mengembangkan sendiri di kampungnya masing-masing.

Mari dukung dan sukseskan proyek wakaf Al-Qur’an dan pembinaan para mualaf di Timor Tengah Selatan ini dengan doa maupun dana. Sehingga kita semua memperoleh pahala yang terus mengalir setiap mereka membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Aamiin.[]


Disclaimer:

Kelebihan dana dari kampanye ini akan dialihkan untuk project wakaf lain sesuai kebijakan management BWA

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (97)