Kitabisa! - Bersama Tukang Parkir Bantu Anak Dengan HIV/AIDS
Bersama Tukang Parkir Bantu Anak Dengan HIV/AIDS

Bersama Tukang Parkir Bantu Anak Dengan HIV/AIDS

Rp 386.853.313
terkumpul dari Rp 500.000.000
3268 Donasi 86 hari lagi
Yayasan Lentera Surakarta
Akun telah terverifikasi

Cerita

Halo, saya Puger Mulyono, tukang parkir di Solo yang jadi salah satu pendiri Rumah Singgah Lentera, rumah singgah khusus untuk anak-anak terlantar dengan HIV/AIDS (ADHA). 

Saya mendirikan rumah singgah ini bersama dengan teman saya, yaitu Pak Yunus dan Pak Kefas.

UDsPcV2hk16iNwIy57J3sUa-arkkU10s98d2rPsfmXXt04jDrq7BqbJZ0r7QMxf6xtGMB2J262U9jHjK5p58VhAwApgYR1dfcdwq_k1DcFNqeZHw03clqDeYmKx_65fnveb0e1FR

Kami bertiga dari tahun 2012, telah berjuang merawat anak-anak terlantar dengan HIV/AIDS (ADHA) yang datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Batam, Riau, Papua, Sumatera Utara, Jakarta dan daerah lainnya.

Anak-anak itu tidak hanya ditelantarkan di RS saja, tapi juga di hutan dan bahkan kandang ayam. Keluarga mereka malu merawat mereka. Sementara orangtua mereka sudah meninggal karena AIDS.

bbc66698-05f8-4d66-bd5e-babb5ba85698.jpg

Saya dan teman-teman sadar, bahwa kami memiliki keterbatasan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami sekaligus anak-anak ADHA, kami yang sama-sama bekerja di Yayasan Mitra Alam, berusaha menopang hidup dengan menambah kerja sampingan.

Kerja sampingan saya adalah tukang parkir. Sementara Pak Yunus bekerja sebagai makelar jual beli mobil dan Pak Kefas bekerja di bidang ternak hewan. Namun itu masih belum cukup untuk menutupi semua kebutuhan dan pengeluaran kami. 

Ya, kami memang hidup serba pas-pasan dan bahkan kurang. Tapi kami percaya, rejeki itu datang dari mana aja.

4b82e7e9-9e18-48e2-8d1b-c55f572f7ebf.jpg

(Sumber: BBC Indonesia)

Sepanjang perjalanan  bersama Rumah Singgah Lentera, kehidupan kami serta anak-anak ADHA, penuh perjuangan. Berpindah-pindah rumah merupakan hal yang biasa bagi kami karena diusir oleh masyarakat sekitar. Mereka tidak menerima kehadiran anak anak ADHA. Hinaan dan cacian sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kami, khususnya anak-anak.

Dibully…. Didemo.. Bahkan dikeluarkan dari sekolah, sudah sering ADHA alami. ADHA harus harus berhenti sekolah karena hal tersebut. Bukankah seharusnya ADHA punya hak yang sama untuk bersekolah?

81d1ef01-d415-49ad-a8eb-fbd69498f73e.jpg

Sekarang kami memutuskan untuk menyingkir dan belajar di rumah. Kami bertekad untuk mendirikan sekolah. Kami tahu bahwa kami belum punya biaya untuk itu, tapi kami tetap berusaha agar suatu saat dapat mendirikan sekolah untuk anak-anak ADHA.

cb092406-7dbb-4561-a143-09592e83d003.jpg

Namun sebelumnya, kami harus menemukan tanah baru untuk ditempati. Kami yang kini tinggal di area Taman Makam Pahlawan Surakarta, harus pindah ke tempat di mana anak-anak bisa tinggal lebih layak. Hanya dengan itu, kamu baru bisa membangun sekolah dan fasilitas pendukung lainnya bagi mereka.

Untuk itulah, apabila saudara-saudari terketuk hatinya untuk membantu anak-anak ADHA, dapat berdonasi dengan cara:

1. Klik "Donasi Sekarang".

2. Masukkan nominal donasi.

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).

4. Teman-teman akan mendapat laporan via email.

Berapapun donasi dari teman-teman akan sangat berarti untuk mereka.

Salam,

Puger, Yusuf, dan Kefas

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (3268)