Kitabisa! - Rumpun Anak Pesisir BERBAGI
Rumpun Anak Pesisir BERBAGI

Rumpun Anak Pesisir BERBAGI

Rp 31.034.178
terkumpul dari Rp 500.000.000
1518 Donasi 943 hari lagi

Cerita

b0e73a7d-19d5-4b1d-97fc-2508f74d82a9.jpg

Mahmud Hasibuan merupakan seorang perantauan dari Medan yang jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mengubah nasibnya. Awalnya hanya bekerja sebagai penjual koran dan pedagang kaki lima yang berjualan alat-alat tulis.

"Ibu saya meninggal ketika saya masih kelas V SD terus di SMP, ayah meninggal. Di kondisi ekonomi yang sulit saat itu memaksa saya harus meninggalkan kampung halaman saya dan merantau ke Jakarta," ujarnya. (Doc,Kompas TV, Sosok minggu ini SCTV)

Saat bermain ke kampung nelayan di Muara Angke dan melihat perkampungan kumuh, ia merasa sangat prihatin pada anak-anak yang tidak sekolah.

"Ada beberapa anak yang saya temui mereka buta huruf. Ada beberapa yang sekolah, tapi sekolahnya hanya sampai kelas II SD, kelas IV SD saja," kata Mahmud, dilansir dari Kompas TV.

85d86b55-baa2-427b-b9a8-fe7237a5751c.jpg

Ia pun mengatakan bahwa anak-anak di Muara Angke di usia SD sudah harus bekerja, membantu orang tua, dan menjadi tulang punggung keluarga.

Karena hal ini, Mahmud terinspirasi membuat sebuah kelompok belajar yang pada mulanya hanya ada 20 anak yang bergabung.

Ia mengatakan, "Saat itu, saya pikir bagaimana caranya agar diri saya berguna buat mereka. Kalau saya nggak bisa atau kalau hanya saya yang sekolah, banyak anak-anak ini yang tidak diperhatikan." (Doc:Sudut Pandang Metro TV)

Bahkan, saat itu ia mengajar anak-anak di kandang ayam karena keterbatasan tempat. Dari kandang ayam inilah lahir Yayasan Rumpun Anak Pesisir dan saat ini (April 2019) sudah genap 16 tahun kehadiran Rumpun Anak Pesisir membantu pendidikan anak-anak marginal.

Pada tahun 2017 Yayasan Rumpun Anak Pesisir terpilih menjadi Yayasan TELADAN tingkat Jakarta Utara dalam ajang "Pilar-pilar sosial berprestasi 2017"

42a07740-989a-451a-813b-ad47683147a0.jpg

Rutin berkunjung ke rumah anak-anak, mengajak anak-anak buta huruf dan putus sekolah untuk ikut belajar

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Tepat memasuki usia 16 tahun, Rumpun Anak Pesisir mengajak semua Orang Baik untuk bergandengan tangan membantu pendidikan anak-anak kurang beruntung melalui program "Rumpun Anak Pesisir BERBAGI" 


Siapa saja yang akan kita bantu? 

Kita akan membantu anak-anak dari keluarga miskin yang putus sekolah karena tidak punya biaya, anak-anak usia sekolah tetapi belum sekolah serta anak-anak yang punya semangat tinggi untuk sekolah tetapi sangat rentan untuk putus sekolah.

Beberapa adik-adik kita yang sangat urgent untuk kita bantu:

68ad02c7-ed5d-40cc-838d-1d0e8734e19d.jpg

Perkenalkan namanya Atikah. Anak ke 7 dari 8 bersaudara ini harus berhenti sekolah di kelas 4 Madrasah karena sebagian besar waktunya harus dipakai untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Dalam satu hari kadang Atikah bisa membantu membeli beras satu liter untuk menambah penghasilan ayahnya yang bekerja sebagai tukang rebus kerang dengan upah berkisar Rp.30.000 sampai Rp.50.000 sehari.

"Saya ingin bisa sekolah lagi agar nanti bisa jadi Dokter", Ujar Atikah

2958d68f-3775-4f5c-b69a-2fcfb3189cbe.jpg

Cinta setiap hari bekerja mengupas kerang mulai pukul 11 sampai pukul 16 . Cinta yang terpaksa DO dikelas 3 Madrasah masih ingin bisa terus sekolah tetapi waktunya habis dipakai untuk bekerja. Ayah cinta hanya pekerja serabutan yang kadang dapat kerja dan seringkali menganggur. Cinta terpaksa ikut membantu ibunya bekerja mengupas kerang untuk membantu biaya hidup mereka sehari-hari.

694dd0ec-e941-4a9b-b1bd-128305eccea7.jpg

Perkenalkan namanya Umay. Umay hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ayahnya meninggalkan mereka semenjak umay masih di dalam kandungan ibunya. ketika Rumpun Anak Pesisir bertemu dengan Umay beberapa hari lalu ternyata dia belum sekolah dan masih buta huruf. Ibunya tidak punya biaya sama sekali untuk membeli kebutuhan sekolah Umay karena untuk biaya sehari-hari saja sangat sulit. Umay sangat rentan menjadi korban pelecehan karena seringkali ia meminta-minta uang kepada orang lain untuk jajan.

Umay dan beberapa temannya yang lain hanya sebagian kecil dari anak-anak yang perlu kita bantu bersama. ada ratusan anak-anak di pesisir yang se nasib dengan Umay,Cinta dan Atikah.

0a67cd42-1490-4cc7-a94a-dd9a70a7d1bf.jpg

Ayo Pastikan mereka bisa sekolah dengan Donasi terbaikmu. Bila berkenan ingin bertemu langsung dengan mereka bisa hub Yayasan Rumpun Anak Pesisir ya

Untuk teman-teman yang ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:


1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi Rumpun Anak Pesisir di 081290631737 / 081298389590 (WA)
Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #OrangBaik.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1518)