Kitabisa! - donasi untuk saudara saudara kita di PALU.
info_outline Donasi pada campaign support fundraiser ini akan langsung masuk ke Campaign Induk

donasi untuk saudara saudara kita di PALU.

donasi untuk saudara saudara kita di PALU.
Rentetan gempa melanda Donggala dan Palu, Sulteng, Jumat (28/09/2018). Puncaknya, gempa sebesar 7,4 SR mengguncang Donggala hingga menyebabkan Tsunami di Palu.

Rp 1.702.110

terkumpul dari Rp 10.000.000
17% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 29 Sep 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!
17c5cd7f-a57d-49a3-b647-a85d201b5a8e.jpg
"Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

***

Sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (28/9), Kota Donggala yang berlokasi di Sulawesi Tengah mengalami rentetan gempa-gempa besar di atas 5 SR. Gempa terbesar terjadi pada pukul 17.02 WIB dengan kekuatan 7,7 SR. Bahkan, setelahnya pun terjadi gempa susulan dengan kekuatan 7,4 SR.

Hingga Jumat (28/9) malam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa secara total ada 58 gempa susulan.

Gempa susulan terdiri dari 31 gempa susulan pascagempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi pukul 17.02 WIB, dan 27 gempa susulan setelah gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

9ebbef23-8980-439b-9fa2-406cb5cdef08.jpg

Sumber: Youtube

Selain menghancurkan Kota Donggala, guncangan gempa yang besar juga membuat bencana tsunami menimpa Kota Palu. Ketinggian gelombang air di Pantai Palu berkisar antara 1,5 hingga 3 meter dan menerjang bangunan di pesisir pantai hingga masjid dan salah satu pusat perbelanjaan di kota Palu.

Guncangan gempa yang terjadi pun terasa di daerah-daerah sekitar Sulawesi Tengah, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan.

Bergerak memberikan respon cepat terhadap bencana, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT telah bergerak menuju lokasi terdampak gempa dan masih terus berusaha menghubungi pihak-pihak terkait atas bencana alam ini.

Selain tim DERM dari ACT Pusat yang berangkat, tim dari ACT Sulawesi Selatan beserta relawan dari MRI setempat pun tengah dipersiapkan untuk berangkat.

Mohon doa tertulus dari seluruh Sahabat Peduli untuk keselamatan bagi seluruh warga Donggala, Palu, dan sekitarnya, serta untuk keselamatan tim relawan yang bertugas di sana.

#BersamaHadapiBencana

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 5

  • Rp. 1.000.403
    Omah Djawa Batik

    mari gotong royong membantu saudara kita yg terkena musibah.

  • Rp. 400.608
    Anonim

    semoga tetap ikhlas

  • Rp. 150.617
    Y
  • Rp. 100.167
    Anonim

    Tabungan di akherat kelak...insya allah iklas... Semoga bs bermanfaat kepada para korban. Amiiinnnn

  • Rp. 50.315
    Trysni Malldina
  • Rp. 50.315
    Trysni Malldina
  • Rp. 100.167
    Anonim

    Tabungan di akherat kelak...insya allah iklas... Semoga bs bermanfaat kepada para korban. Amiiinnnn

  • Rp. 150.617
    Y
  • Rp. 400.608
    Anonim

    semoga tetap ikhlas

  • Rp. 1.000.403
    Omah Djawa Batik

    mari gotong royong membantu saudara kita yg terkena musibah.

Omah Djawa Batik 1 Oct 2018

Update 1 - Korban Meninggal Tsunami Palu-Donggala Jadi 832 Jiwa

1 Oct 2018 09:24

Korban Meninggal Tsunami Palu-Donggala

Korban Meninggal Tsunami Palu-Donggala Jadi 832 Jiwa

ACTNews, PALU – Hari kembali gelap, sudah lewat lebih dari 48 jam pascagempa tsunami menerjang Kota Palu dan Donggala. Tapi listrik belum menyala hingga Ahad (30/9). Artinya, ketika matahari mulai turun, saat itu pula Kota Palu benar-benar gelap. Hanya cahaya lampu dari kendaraan yang remang di antara runtuhan. Puing rumah akibat gempa dan tsunami masih berserak, Kota Palu sebagai pusat dari pemerintahan Sulawesi Tengah masih lumpuh total.

Lebih dari dua hari dua malam pascagempa dan tsunami, reporter ACTNews yang berada di Kota Palu melaporkan kekacauan yang sebenar-benarnya sedang terjadi di antara ribuan jiwa pengungsi. Kekacauan terjadi ketika kebutuhan dasar seperti air minum, pangan, dan bahan bakar minyak (BBM) sangat sulit sekali didapat.

whatsapp_image_2018_09_30_at_19.29.48.jp

“Logistik lumpuh sepenuhnya. Sementara bantuan logistik belum merata. Bensin tidak ada, bahkan sekadar air minum kami tak menemukan sejak pagi. Kami Tim ACT yang bertugas di Palu baru sempat minum sedikit sekali sejak pagi hari. Kondisi pengungsi jauh lebih berduka lagi. Masih sangat banyak warga yang tidak menemukan makanan sejak dua hari lalu,” ujar Nimas Afridha, Reporter ACTNews mengabarkan dari tengah Kota Palu, Ahad malam (30/9).

Sementara itu, di waktu bersamaan angka korban meninggal akibat tertimbun runtuhan dan terhempas gempa terus bertambah. Sampai Ahad (30/9) siang, jumlah korban meninggal dunia telah diperbarui kembali menjadi 832 jiwa.

“Kami petang tadi menyisir sisi sebelah Timur Teluk, di sekitar Universitas Tadulako. Runtuhan rumah karena tsunami masih luarbiasa berserakan. Di dalam runtuhan-runtuhan itu diduga masih banyak jenazah tertimbun,” jelas Lukman Solehuddin, Koordinator Tim Emergency Response ACT di Palu.

Jenazah korban tsunami yang masih terdampar di pesisir sekitar Teluk Palu ini pun menjadi dilema baru. Pasalnya, jenazah terkena air laut akan mempercepat pembusukan dan menjadi ancaman kesehatan bagi pengungsi di sekitarnya.

"Tubuh meninggal dunia ada proses pembusukan, Kalau tenggelam di air laut dikhawatirkan bakteri pembusukan akan mencemari sumber air. Kalau terbuka baunya menyengat, lama-lama juga berbahaya untuk kesehatan pengungsi yang masih hidup di sekitarnya,” papar dr. Muhammad Riedha, Koordinator Tim Medis ACT.

whatsapp_image_2018_09_30_at_17.33.34.jp

Logistik nihil, penjarahan toko marak

Kekacauan sumber pangan dan air minum yang nihil di seluruh Kota Palu, nampak jelas dari maraknya “penjarahan” minimarket di seantero Kota. Bahkan minimarket yang diambil barang-barangnya oleh warga ini terjadi di depan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Ahad (30/9) siang tadi, ketika Wiranto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersiap menggelar rapat di kantor Komando Rayon Militer Tadulako, tampak warga bergantian mengambil seluruh barang-barang yang bisa dikonsumsi. Warga membobol minimarket di dekat Korem Tadulako, terpaksa demi mendapat makanan dan minuman.

whatsapp_image_2018_09_30_at_17.33.53.jp

Peristiwa pembobolan minimarket lainnya juga terjadi di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Sabtu (30/9) kemarin. Warga di sekitar bandara membobol sebuah minimarket di bandara untuk mengambil semua barang-barang yang bisa dimakan, seperti roti dan air minum.

Tim Emergency Response ACT di Kota Palu melaporkan, penyintas gempa dan tsunami Palu terpaksa melakukan tindakan pembobolan minimarket. Karena tak tahu lagi ke mana harus mencari bahan pangan dan air minum.

“Ada banyak sekali hambatan. Stok logistik masih sangat kurang. Listrik belum hidup, bahan bakar tidak ada dan relawan lokal yang terdampak gempa dan tsunami pun masih tersebar mengurus keluarga mereka terlebih dahulu. Distribusi bantuan akhirnya masih terhambat dan tidak merata,” tutur Nur Ali Akbar, anggota lain dari Tim Emergency Response ACT di Kota Palu .

whatsapp_image_2018_09_30_at_17.17.53.jp

Sampai Ahad (30/9) malam, ACTNews merangkum sejumlah kebutuhan logistik yang sangat mendesak untuk segera didistribusikan ke pengungsi di Palu, sebagai berikut:

  • Makanan siap saji
  • Air minum
  • Makanan bayi dan anak
  • Tenda, terpal, selimut
  • Tenaga medis
  • Obat-obatan
  • BBM
  • Water tank
  • Tenda pengungsi
  • Genset
  • Alat penerangan
  • Kantong mayat
  • Kain kafan

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?