Kitabisa! - #Gerakan2020, Light Up Sumba!

#Gerakan2020, Light Up Sumba!

Mari bantu adik-adik kita di SD Prailangina, Desa Kadahang, Sumba Timur, NTT, bisa belajar tanpa hambatan dengan memberikan mereka listrik melalui panel surya.
Campaigner
Dea Sihotang Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 38.002.406

terkumpul dari target Rp 48.000.000
79% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke #Gerakan2020, Light Up Sumba!

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 1 - Update 1 - Ucapan Terima kasih

Dear para donatur yang telah berbaik hati memberikan donasi untuk adik-adik kita di SDI Prailangina, Sumba Timur,


Saya dan team dari #Gerakan2020 sangat berterima kasih atas kepedulian teman-teman semua, sehingga target #Gerakan2020 di Page Kita Bisa ini bisa tercapai 79% dengan donasi yang terkumpul sebesar Rp. 38.002.406. Hal tersebut merupakan titik awal dari kerja keras yang penuh harapan untuk adik-adik kita agar mereka bisa belajar dengan menggunakan listrik berbasiskan solar panel.


Untuk pelaksanaan kegiatan pembuatan solar panel di SDI Prailangina, akan dilakukan oleh Winrock International dan Yayasan Rumah Energi, salah satu NGO Lokal di Sumba, yang disupervisi oleh Hivos International pada bulan Desember 2015.


Setiap update kegiatan program akan kami sampaikan di page ini. Pertanyaan dan masukan dapat disampaikan langsung kepada kami melalui page ini, serta dapat dilihat di www.supportsumba.org untuk perkembangan program energi baru terbarukan di Sumba.

92f562dc224ce50d394834648a49e34227b53a38



#Gerakan2020, Light up Sumba!

Elektrifikasi SDI Prailangina dengan menggunakan Panel Surya.

cc78df3aa8b6023ccb5257e31962f2de46733b79

Setiap tahunnya, Hivos, salah satu organisasi nirlaba di Indonesia, membuat program Ekspedisi Sumba, sejalan dengan program besar mereka Sumba Iconic Island, sebuah mimpi besar Hivos dan pemerintah Indonesia untuk bisa menjadikan Sumba sebagai sebuah pulau ikonik di Indonesia yang menggunakan 100% listrik dari energi baru terbarukan pada tahun 2020.

Pada tahun ini, Hivos menyeleksi kami, 4 orang dari ratusan aplikan asal Indonesia serta 4 orang lainnya dari Belanda sebagai tim Ekspedisi Sumba 2015. Kami bertugas untuk mengampanyekan tentang Sumba Iconic Island, serta memberikan laporan pengalaman kami selama di Sumba.

28184bfe0350edc088dbb77b74ad094f38b74caf

Tim Ekspedisi Sumba 2015 dari Indonesia dan Belanda.

 

Selama hampir 10 hari, kami bersentuhan langsung dengan masyarakat Sumba. Kami berkesempatan untuk merasakan kehidupan seperti masyarakat lokal, yaitu hidup tanpa listrik, memasak makanan dengan kayu, bekerja keras di ladang, membuat garam, membuat dam untuk penampungan air, membuat kompos, serta belajar tentang teknologi-teknologi energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mengubah kehidupan masyarakat Sumba menjadi lebih baik.

645f3d96c227736c4372cf70fc95e2125d2111fb

Walau cahaya sangat minim pada malam hari di tempat kami berada, kami berusaha menghibur dan berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di Sumba.

4626b93730cbf0a79a9b664936b962332db858b3

Belajar menanam sayuran dari masyarakat Sumba.

 

Sumba termasuk sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia. Kondisi geografis alamnya yang landai dan kering membuat Sumba merupakan salah satu daerah savannah terbesar di Indonesia. Jarak antara satu rumah dengan rumah lain berjauhan di Sumba. Untuk mencapai Sekolah, anak-anak biasa harus berjalan kaki berkilo-kilo meter, sekitar 1 sampai 2 jam setiap harinya. Di sekolah, mereka tidak bisa belajar dengan maksimal dikarenakan tidak adanya listrik. Modul-modul IPA dan alat bantu belajar mengajar yang memerlukan listrik tidak bisa digunakan, walau sudah diberikan oleh pemerintah Indonesia. Di saat hampir seluruh sekolah di Indonesia sudah dipenuhi cahaya listrik bahkan teknologi modern lainnya, atap-atap bangunan sekolah di Sumba, masih terlihat polos tanpa adanya lampu bohlam dan kabel listrik apapun. Di saat cuaca mendung, terbayang gelapnya ruangan belajar, sehingga mereka tidak bisa belajar dengan maksimal. Padahal, Sumba memiliki potensi yang besar untuk energi baru terbarukan. Potensi tersebut bisa dilihat dari melimpahnya cahaya matahari, air, angin dan kotoran hewan ternak yang banyak terdapat di Sumba.

5b5afb79a8ea1ed14fee1dd00baf74fec866811a

Melihat kondisi tersebut, saya, Efrat, Epul dan Griksa, berinisiatif untuk membuat program #Gerakan2020. Ide program ini muncul dari keinginan untuk menyediakan listrik menggunakan panel surya kepada salah satu sekolah yang sempat kami kunjungi, yakni Sekolah Dasar Inpres (SDI) Prailangina di Dusun Prailangina, Desa Kadahang, Sumba Timur.

c1f3fde46ff7271e03b0f305bf49ee4f58f1c8ff

Sekolah Dasar Prailangina, tempat project #Gerakan2020 akan diaplikasikan.

 

eff98da3e8e9cd1cfd641a2e3abfc6203e32f3be

Mari kita buat senyum mereka lebih lebar lagi dengan memberikan listrik demi peningkatan pendidikan adik-adik kita di Sumba.

Rencana Penggunaan Dana

Disini kami bermaksud mengajak kamu untuk dapat bersama-sama menghadirkan listrik bagi SDI Prailangina. Dana yang terkumpul akan dibelikan 6 (enam) unit panel surya (masing-masing seharga USD 400) untuk kemudian diinstalasikan di sekolah tersebut. Dengan bantuan kita bersama, mereka akan memperoleh kesempatan untuk bisa belajar lebih lama, terutama di masa-masa ujian, dimana mereka harus belajar lebih keras untuk memperoleh kesempatan lulus bertanding dengan ribuan anak-anak sekolah lainnya di Indonesia.

Mengapa perlu dibuat solar panel di sekolah?

Sekolah merupakan tempat yang strategis untuk memulai peningkatan kehidupan masyarakat. Dengan adanya solar panel di sekolah, anak-anak dapat membawa lampu charging yang dimiliki oleh orang tua. Lampu charging ini kemudian bisa di bawa pulang dan dimanfaatkan untuk memberi penerangan di rumah saat malam hari. Para ayah dapat melakukan kegiatan mereka, ibu dapat menenun kain Sumba, memasak dan mengajarkan anak-anak di rumah, para anak dapat mengerjakan PR dan kegiatan lainnya. Ini pun di nilai secara tidak langsung akan memberikan efek kerajinan kepada anak-anak untuk masuk sekolah setiap harinya.

Dengan adanya solar panel di sekolah, para guru pun dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di sekolah, dapat mencharging battery lampu dan alat komunikasi mereka, serta menggunakan alat-alat listrik lainnya untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar. Solar panel yang ditaruh di sekolah pun keberadaannya akan dijaga bersama-sama oleh masyarakat, guru-guru serta anak-anak sekolah.

a00a0da2d1e589ff7fa30e022523f12f7889ff1e

Kami, bersama dengan adik-adik di Sekolah Dasar Prailangina.

 
Powered by Typeform

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 81

SHOW MORE
SHOW MORE
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "#Gerakan2020, Light Up Sumba!"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke "Dea Sihotang"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke Dea Sihotang

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?