Kitabisa! - Bantu Ayu, Penderita Diabetes, Gizi Buruk, Katarak

Bantu Ayu, Penderita Diabetes, Gizi Buruk, Katarak

Bantu Ayu, Penderita Diabetes, Gizi Buruk, Katarak
Ayu, gadis 17 tahun penderita diabetes, gizi buruk dan katarak. Hanya terbaring dirumah dan tidak mendapatkan penanganan medis karena keterbatasan biaya
Organisasi
Aksi Cepat Tanggap Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 275.510.539

terkumpul dari target Rp 350.000.000
79% terkumpul
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Bantu Ayu, Penderita Diabetes, Gizi Buruk, Katarak

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Baca update terbaru dari campaign ini!

"Sudah 3 tahun Ayu menderita diabetes melitus, gizi buruk dan katarak . Ayu hanya dirawat dirumah karena tidak ada biaya untuk berobat." -Relawan ACT

00cf1c57cecf4c0582a5b72110d00fb5ac5b2d2e


Ayu Paroji (17) adalah siswi Madrasah Tsanawiyah Cisewu. Namun 3 tahun belakangan ia tidak mampu pergi ke sekolah lagi karena menderita diabetes Mellitus tipe 1 dan gizi buruk. Karena penyakitnya ini pula, ia pun kehilangan penglihatannya (glaucoma).

Saat itu Ayu dibawa berobat ke RSUD. Pihak RS mengatakan bahwa Ayu harus disuntik insulin sebanyak 3 kali sehari. Namun karena keterbatasan biaya, Ayu hanya dirawat di rumah secara mandiri dan tidak mendapatkan suntik insulin.

Akibatnya, kadar gula darah Ayu tidak terkontrol dan naik hingga 500mg/dl, jauh diatas batas normal yaitu 180mg/dl.

Disaat kondisi kesehatannya semakin menurun, Ayu juga tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Ayahnya hanyalah seorang kuli panggul yang berpenghasilan sekitar 15ribu/hari. Alhasil tubuh Ayu sekarang sangat kurus dan lemas.

Keluarga ini tinggal di rumah seluas 3x5 meter yang terbuat dari bambu. Sarana MCK hanya terbuat dari kain yang diikatkan pada kayu seadanya. Tidak ada saluran air, mereka hanya menerima sumbangan air dari para tetangga.

7ae75e047e024436cbd6e23d508ed1082359a8ed

Kondisi sanitasi seperti ini tentunya memperparah keadaan Ayu. Ia membutuhkan penanganan segera. Lalu puskesmas merujuknya untuk dirawat di RSUD Garut.

Dokter mengatakan rencana awal adalah menurunkan kadar gula darah untuk memperbaiki metabolism didalam tubuh Ayu. Selain itu juga dilakukan diet nutrisi untuk menstabilkan kondisi Ayu. Setelah kondisi stabil barulah dilakukan terapi maksimal untuk mengembalikan penglihatannya.

Semua penanganan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih lagi perawatannya tidak di cover BPJS karena belum memiliki kartu BPJS. Meskipun demikian orang tua Ayu pun saat ini sedang mengurus asuransi agar kedepan biaya yang dikeluarkan dapat dibantu oleh asuransi baik BPJS atau asuransi lain.

Untuk itu Aksi Cepat Tanggap berinisiatif menggalang dana untuk biaya pengobatan Ayu.

Mari bantu Ayu untuk menjalani pengobatan diabetesnya agar kemudian Ayu dapat menjalani operasi katarak dan bisa melihat kembali. Salurkan donasi anda melalui Kitabisa

CARA BERDONASI:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)
addBaca selengkapnya

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 1140

  • Rp. 61.809.340
    Desy Kurnia / Aksi Cepat Tanggap
  • Rp. 5.000.636
    Anonim

    semoga lekas sehat kembali ya dek, amin.

  • Rp. 5.000.620
    Anonim
  • Rp. 3.000.513
    Kusnadi
  • Rp. 2.000.833
    Anonim
  • Rp. 2.000.614
    Yuli S
  • Rp. 2.000.186
    Putri oktavianda
  • Rp. 2.000.102
    Anonim

    Semoga lekas sembuh

  • Rp. 1.500.865
    Aderiyanti
  • Rp. 1.000.992
    Muhammad Luthfi

    Semoga cepat sembuh & diberikan kesabaran dalam menghadapi semua ini.

SHOW MORE
  • Rp. 65.973
    Anonim

    smg Allah Subhanahu Wata'Ala memberikan kesembuhan utk ayu...aamiin

  • Rp. 101.848
    Anonim

    Allahummasyfiik syifaan la yughaadiru saqaman. Aaminn

  • Rp. 200.820
    Anonim
  • Rp. 70.821
    Anonim
  • Rp. 100.700
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 100.000
    tommy tan
  • Rp. 100.796
    Anonim
  • Rp. 100.504
    Narsih
SHOW MORE
17 May 2018

Update 2 - Kabar Ayu Paroji

Ayu Paroji (17), remaja pengidap gizi buruk akibat penyakit diabetes melitus yang menyerangnya sejak tiga tahun lamanya. Sudah berbulan-bulan Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT melakukan pendampingan, merawat Ayu demi kesembuhannya. Namun, Ayu kini telah berpulang ke rahmatullah.

Meskipun Ayu sudah meninggal dunia, namun Tim MSR-ACT bersama relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Garut tetap meneruskan program-program pendampingan untuk almarhumah yang telah direncanakan sebelumnya. Serangkaian program pendampingan tersebut berjalan berkat donasi yang terkumpul dari para donatur Kitabisa.com

Ada 4 program yang kini sudah dan tengah dijalankan Tim MSR setelah pendampingan medis almarhumah. Pertama, pembelian tanah dan pembangunan rumah permanen untuk keluarga Ayu Paroji, yang kini sudah hampir rampung (90 persen). Kedua, pembangunan saluran air sepanjang 1500 meter untuk keluarga almarhumah dan penduduk sekitar (sudah selesai dan sudah digunakan). Ketiga, pembangunan sarana sanitasi air bersih untuk keluarga almarhumah dan penduduk sekitar (sudah selesai dan digunakan). Keempat, pemberdayaan ekonomi untuk keluarga almarhumah, yaitu pembangunan usaha cuci steam motor dan warung sembako, yang saat ini tengah dilakukan.

Sebenarnya, ada satu program lagi yang akan dijalankan Tim MSR, yaitu pendidikan Ayu Paroji setelah kesembuhannya. Namun program tersebut tak terlaksana karena Ayu Paroji telah meninggal dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga almarhumah merupakan keluarga pra-sejahtera. Almarhumah dan keluarganya tinggal di rumah semi permanen milik saudaranya. Keluarga ini tinggal di rumah yang hampir semuanya terbuat dari bambu, seluas 3x5 meter. Rumah tersebut dihuni oleh 6 orang, termasuk almarhumah. Di belakang rumah tidak terdapat sarana sanitasi yang layak, mereka memakai kayu yang ditutupi kain dan air dari tetangga.

Ayahnya bekerja serabutan menjadi kuli panggul yang hanya bekerja jika ada proyek pembangunan. Saat melakukan asesmen, Tim MSR-ACTbersama dengan pihak Puskesmas ikut serta menjenguk Ayu. Setelah melakukan musyawarah dengan tim Puskesmas, pihak Puskesmas siap membantu memfasilitasi perawatan di Puskesmas. Tim MSR lantas membawa dan merawat almarhumah ke RSUD Garut, hingga pendampingan almarhumah dilakukan secara paripurna.


Kini, Ayu Paroji telah tiada. Pada saat itu keadaan Ayu sempat membaik, sebelum ia meninggal. Keluarga, Tim MSR-ACT, dan relawan MRI Garut tak kalah kaget dengan kondisi Ayu yang tiba-tiba turun drastis saat pagi hari sebelum dia meninggal.

Menurut Nurjanatunnaim selaku Koordinator Tim MSR, setelah meninggalnya Ayu, pendampingan MSR terus dilanjutkan dengan pembangunan saluran air bersih sepanjang 1500 meter, pembangunan sarana sanitasi dan pembangunan rumah Ayu. Hal ini dilakukan karena kondisi penduduk sekitar almarhumah yang mengalami kesulitan air bersih, terlebih jika musim kemarau. Selain itu, pola hidup warga bisa dibilang tidak sehat. Mayoritas warga masih buang hajat (BAB) sembarangan ke sungai dan ke empang. Hal inilah yang menyebabkan kondisi air menjadi tercemar.

"Alhamdulillah, saluran air sepanjang 1500 meter dari sumber mata air di Pegunungan Sewu ke kampung Sewu telah selesai dibangun. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sarana sanitasi dan air bersih. Kami juga menggelar sosialisasi kepada penduduk sekitar tentang bagaimana perawatan dan penggunaan fasilitas umum ini,” terang Nurjanatunnaim.

Hingga sampai hari ini Kamis (30/11), pembangunan rumah keluarga Ayu Paroji sudah mencapai tahap 90 persen dan hampir rampung. Setelah selesai pembangunan rumah, Tim MSR akan segera melakukan implementasi pemberdayaan ekonomi keluarga Ayu Paroji.

“Kami akan bantu kakaknya Paroji untuk membuka usaha steam motor dan akan membantu orang tuanya almarhumah membuka usaha warung sembako. Dana dari para donatur telah kami siapkan. Kami berharap dengan dibantunya usahanya, keluarga almarhumah bisa lebih berdaya lagi,” tuturnya penuh harap.

Bantuan untuk keluarga almarhumah dari donatur kitabisa.com tidak langsung disalurkan berbentuk uang langsung semata, namun dilakukan melalui proses pendampingan, hingga keluarga almarhumah bisa berdaya dan mandiri.

“Ini salah satu program MSR yang penanganannya dilakukan secara komprehensif melalui pendampingan kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi,” pungkas Nurjanatunnaim.

Kondisi terakhir Ayu Paroji saat dirawat di RSUD Garut


Pembangunan Sarana Sanitasi dan Saluran Air untuk Masyarakat di Wilayah tempat tinggal Ayu


Pemberian Santunan Untuk Keluarga Alm Ayu Paroji


Pembangunan Rumah Untuk Keluarga Alm Ayu Paroji

addBaca selengkapnya
5 Jun 2017

Update 1 - Campaign Telah Berakhir

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Bantu Ayu, Penderita Diabetes, Gizi Buruk, Katarak!

Anda mendapatkan email ini karena campaign telah diakhiri oleh Aksi Cepat Tanggap.

Total donasi yang terkumpul hingga update ini sejumlah Rp 275.510.539 dari 1140 donatur.

Tunggu update berikutnya dari Aksi Cepat Tanggap terkait penggunaan dana.

Terima kasih!

addBaca selengkapnya

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Campaign Telah Berakhir
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign Bantu Ayu, Penderita Diabetes, Gizi Buruk, Katarak"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Aksi Cepat Tanggap"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke 'Aksi Cepat Tanggap'

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?