Kitabisa! - #LetsHelpSyria - Donasi Peduli Suriah

#LetsHelpSyria - Donasi Peduli Suriah

#LetsHelpSyria - Donasi Peduli Suriah
7 Tahun Perang di Suriah Berlangsung, Lebih dari 500 Ribu Nyawa menjadi Korban dan 11 Juta Warga Terlantar

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser. Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke #LetsHelpSyria - Donasi Peduli Suriah

Rp 8.365.415.807

terkumpul dari Rp 10.000.000.000
84% tercapai


Penggalangan dana dimulai 3 May 2016 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

7 Tahun Hidup dalam Kepungan Kejam Peperangan

551a9f3dd840a07d5b7f8a73422e4a0d737c7cde.jpeg

Konflik Suriah. Dianggap sebagai konflik kemanusiaan terburuk yang terjadi pada abad ini. Bermula di tahun 2011 setengah dari jumlah seluruh populasi sebelum konflik berlangsung - lebih dari 11 juta warga - telah terbunuh atau terpaksa pergi dari rumahnya.

Peperangan Konflik Suriah telah mengakibatkan: banyaknya korban nyawa, infrastruktur hancur, dan ekonomi Suriah yang menjadi kacau. Perang pun menjadi sangat berbahaya karena para pihak terlibat menyerang pemukiman warga, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas-fasilitas umum lain, sehingga membuat masyarakat sipil menjadi korban.

3dc8d08ccb305fa684d86ddef064824eb85b930f.jpeg

Pada tahun 2017, setiap harinya lebih dari 10.000 ribu warga Suriah harus meninggalkan rumahnya akibat peperangan yang terus terjadi. Kebanyakan dari mereka mengungsi ke negara-negara tetangga, namun tidak sedikit pula yang mengambil resiko untuk pergi ke Eropa demi mencari kehidupan yang baru.

Berdasarkan data PBB, diperkirakan 6,1 juta warga Suriah mengungsi di dalam negaranya sendiri, berjuang untuk dapat tetap bertahan hidup di Suriah. Sementara 5,3 juta warga Suriah terpaksa mencari perlindungan dan tempat tinggal baru di negara tetangga, seperti Lebanon, Yordania, Iraq, atau Turki.

38983e520c4934e2bba1011193baaec2a6c75996.jpeg

Bagi warga yang mengungsi di Suriah, mereka tinggal di pemukiman tidak resmi, berdesak-desakan dengan keluarga besar mereka atau tinggal di bangunan yang telah rusak atau ditinggalkan. Bahkan diantara mereka harus menghadapi berbagai macam kengerian terhadap pengepungan, kelaparan demi mencari daerah yang mereka anggap aman.

Sementara bagi para warga yang mengungsi di negara tetangga, sebagian dari mereka harus tinggal di tenda-tenda pengungsian dan sebagian lainnya memilih untuk tinggal dengan kerabat yang mereka miliki. Tidak sedikit pula para warga Suriah yang mengungsi di negara tetangga harus mencari kerja supaya dapat menyewa rumah untuk ditinggali oleh keluarganya, namun dengan izin kerja yang tidak legal, hal tersebut menjadi tidak mudah.

Mewakili Bangsa Indonesia, Komitmen ACT Bagi Para Penduduk Suriah

674b39f4d85804dc5a5ce15decb842fbbf44f927.jpeg

Dimulai dari tahun 2012, ACT telah mengirimkan belasan tim kemanusiaan Global SOS for Syria demi menyampaikan amanah kepedulian rakyat Indonesia untuk Suriah. Selain melalui pengiriman tim kemanusiaan, penyaluran bantuan kemanusiaan juga dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra lokal.

Tahun 2017 kemarin, ACT membuat Dapur Umum Indonesia untuk Aleppo yang setiap harinya menyajikan 1000 porsi makanan bagi para pengungsi Suriah.

542234916eca8fbea567a0e9ee71c62dc890ccfa.jpeg

Namun, pemberian bantuan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada logistik pangan saja, tetapi juga pada kebutuhan penduduk Suriah yang bersifat momentum, seperti pemberian pakaian hangat guna menghadapi musim dingin, dan hal-hal lain yang sifatnya krusial bagi para penduduk Suriah. Bekerja sama dengan mitra lokal, membuat tim ACT dapat lebih mudah mengetahui bantuan seperti apa yang memang diperlukan penduduk Suriah.

d261b8514163b21088105aa7c54ba3cd06e64325.jpeg

Sadar bahwa peperangan akan memiliki dampak yang bersifat jangka panjang, terutama bagi anak-anak, tim ACT juga berfokus memberikan bantuan kepada anak-anak di Suriah. Sesederhana memberikan anak-anak pakaian baru atau mainan baru ternyata mampu sejenak menghadirkan kembali senyum di wajah mereka yang sudah lama hilang.

Selain itu, pemberian trauma healing juga menjadi salah satu agenda tim ACT guna menghapus memori kesedihan dari konflik berkepanjangan, konflik yang terpaksa mereka rasakan meski masih berusia belia.

99acb746ea4366b447e77693a57a77bbbf4ad282.jpeg

ACT selalu berusaha memberikan bantuan terbaik atas nama Bangsa Indonesia bagi para penduduk Suriah yang memerlukan. Amanah ini dilakukan bukan hanya tentang memberikan bantuan, namun atas nama kemanusiaan.

Mari berikan bantuan terbaik kita dengan berdonasi melalui laman ini.

Cara Berdonasi:

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit

3. Dapat laporan via email

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan yang terkumpul.

Semoga kekejaman konflik Suriah dapat secepatnya berakhir.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Donatur 24252

SHOW MORE
  • Rp. 200.852
    Anonim
  • Rp. 50.282
    Anonim

    Yang kuat ya kalian

  • Rp. 50.465
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 300.452
    Anonim
  • Rp. 10.899
    Anonim
  • Rp. 10.554
    Anonim
  • Rp. 500.642
    Anonim

    Tetaplah bersemangat meski dunia terasa kejam

  • Rp. 100.760
    Fatma
  • Rp. 50.659
    Rani
SHOW MORE
26 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 5.147.097

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

16 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 4.572.935

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

9 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 5.033.594

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

6 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 19.265.803

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

30 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 33.382.090

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

27 Sep 2018

Pencairan Dana Rp 52.522.750

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

10 Aug 2018

Update 32 - Tenangkan Hati, Ayo Tunaikan Qurban Sekarang

Mari ramaikan euforia kebahagiaan Hari Raya Kurban di daerah-daerah pra sejahtera di 34 Provinsi di Indonesia dan 46 negara yang dilanda bencana kemanusiaan bersama Global Qurban ACT.

Mulai dari harga Rp 1,7 Juta untuk 1 ekor kambing atau 1/7 Sapi dan Rp 11,9 Juta untuk 1 ekor sapi.

Sahabat dapat menunaikan kurban untuk Saudara kita di Lombok dengan klik:

#IndonesiaBerqurban

3 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 9.786.182

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

23 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 40.039.501

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program pangan, dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

17 Jul 2018

Update 29 - Aksi Tim Medis ACT di Perbatasan Daraa

Di Perbatasan Daraa, Tim Medis ACT Melanjutkan Aksi

Di Perbatasan Daraa, Tim Medis ACT Melanjutkan Aksi

ACTNews, TAL SHIHAB, Suriah – Langit tak pernah tenang di Daraa. Bising sebenar-benarnya bising telah menjadi latar yang begitu menakutkan. Sejak 16 Juni sebulan lalu, serangan demi serangan menghantam sebagian besar Kota Daraa. Tidak ada lagi tempat aman untuk berlindung. Pilihan yang ada tinggal kenekatan untuk Lari. Menghindar sejauh mungkin dari bising suara jet tempur, lari dari bising ledakan mengentak-entak yang bersumber dari bom barrel dan rudal jet tempur rezim.

Hingga laporan ini diunggah, Tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap (ACT) merangkum, sudah lebih dari 350.000 warga sipil lari mengungsi keluar Daraa. Meninggalkan rumah, membawa harta seadanya, sekadar melanjutkan hidup. Akan tetapi, pelarian itu tak jauh. Hanya 13 kilometer ke arah Barat Daya kota Daraa, arus pengungsian itu terhenti, terhalang batas negara yang memisahkan Suriah dan Yordania.

Salah satu area perbatasan itu adalah wilayah bernama Tal Shihab, Barat Daya Daraa, sekitar 13 kilometer jaraknya dari tengah Kota Daraa. Di sini, titik pengungsian itu menghampar. Ratusan tenda-tenda darurat dibuat di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Yordania. Jumlahnya terus berubah sepanjang hari sebab pergerakan pengungsi dinamis di sepanjang perbatasan.

Yang mereka tunggu hanya satu, gerbang Yordania terbuka untuk menampung pelarian. Sementara menunggu gerbang dibuka, ribuan pengungsi yang lari dari Daraa tetap bertahan dengan segala keterbatasan.

Mitra ACT di Daraa melaporkan, ribuan keluarga pengungsi di area Tal Shihab berisiko tinggi terpapar penyakit. Pasalnya tantangan mereka kini adalah temperatur suhu musim panas yang tinggi, terik tanpa hujan. Sebaliknya, di malam hari, temperatur anjlok hingga membuat menggigil.

ACT Siapkan Mobil Medis untuk Pengungsi Daraa

Pekan kedua Juli 2018, berarti sudah hampir sebulan sejak pertama kali gempuran rezim membuat Daraa lumpuh. Durasi yang sama, berpekan-pekan sudah ratusan ribu warga sipil Daraa mengungsi di sepanjang perbatasan Yordania dan Suriah.

“Hampir sebulan berada di tenda darurat, mitra ACT di Suriah mengatakan, para pengungsi mulai terserang penyakit karena kondisi tenda darurat yang tidak higienis dan minim air bersih,” ujar Rahadiansyah dari GHR – ACT.

Apalagi, Rahadiansyah menambahkan, masih banyak para pengungsi yang tidur hanya beralaskan tikar atau selimut yang digelar begitu saja di atas tanah.

“Merespons ancaman kesehatan pengungsi Daraa di Tal Shihab, ACT memberikan layanan medis dan kesehatan serta memberikan paket obat-obatan kepada para pengungsi di tenda darurat mereka,” ujar Rahadiansyah.

Laporan tertulis mitra ACT di Daraa menuliskan, tim medis ACT di Tal Shihab bergerak menggunakan mobil medis. Mobil yang berisi obat-obatan dan sejumlah dokter.

“Sekitar 3.000 penerima manfaat seluruhnya adalah pengungsi asal Daraa mendapat kesempatan mengecek kondisi kesehatan mereka, dan menerima obat-obatan gratis yang paling mereka butuhkan,” tulis mitra ACT dalam laporannya, di pekan kedua Juli 2018. []

12 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 51.681.985

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Peduli Suriah. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah . Di antaranya akan diwujudkan dalam bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

2 Jul 2018

Update 27 - Daraa Digempur,Darah Kembali Tumpah di Suriah

Daraa Digempur,Darah Kembali Tumpah di Suriah

Daraa Digempur, Darah Kembali Tumpah di Suriah

ACTNews, DARAA – Satu pekan terakhir, tidak ada lagi gelap malam di wilayah Selatan Suriah. Gelap berubah jadi terang, tapi bukan terang karena purnama. Nyala datang dengan teror dan kekalutan. Terang datang dengan suara desingan dan ledakan yang merontokkan nyali.

Sekali lagi, serangan udara berupa bom dan rudal diluncurkan dari jet tempur, meledak di tengah pemukiman penduduk sipil di Suriah bagian selatan. Darah warga sipil kembali tumpah di Suriah.

Dimulai sejak Sabtu (23/6) malam, rezim Suriah menggunakan jet tempur berbendera Rusia melakukan serangan ke wilayah Daraa, sebelah Selatan Suriah. Serangan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan ke Daraa sejak gencatan senjata tahun 2017 silam.

Melansir Kantor Berita Reuters, serangan pertama kalinya rezim ke Daraa terjadi pada Sabtu (23/6) pukul 22.30 malam waktu Suriah. Serangan datang bertubi-tubi hingga lewat tengah malam. Lebih lanjut, Al-Harir seorang narasumber lokal Reuters menuliskan, serangan menyasar telak ke wilayah pemukiman sipil di Daraa.

“Warga mendengar suara pesawat jet tempur melintas dekat. Mereka segera berlindung ke ruang bawah tanah,” tulis Al-Harir.

Kondisi pemukiman sipil di Daraa, pun serupa dengan sebagian besar wilayah pemukiman sipil di Ghouta Timur, banyak bungker untuk berlindung. Warga Daraa telah menyiapkan bungker bawah tanah di dasar rumah mereka.

Tak berhenti Sabtu malam itu saja. Sampai laporan ini dituliskan – hampir sepekan pascaserangan pertama – puluhan kali serangan bom udara jatuh di pemukiman penduduk sekitar Daraa. Melansir laman BBCNews, serangan rezim Assad Selasa (26/6) kemarin, telah menewaskan 47 orang warga sipil.

Pemukiman sipil ditarget, begitu juga dengan rumah sakit sipil. Organisasi Pengamat Hak Asasi Manusia di Suriah (Syrian Observatory for Human Rights) melaporkan, tindakan brutal terhadap Daraa dilakukan Selasa (26/6) kemarin. Jet tempur rezim menjatuhkan senjatanya di sekitar lingkungan rumah sakit.

“Tiga rumah sakit terpaksa berhenti beroperasi. Tak terhitung jumlah serangan dijatuhkan di sekitar Rumah Sakit Saida, Al-Mseifra, dan Al-Jiza. Gedung rumah sakit sebagiannya hancur. Rumah sakit terpaksa ditutup,” tulis Rami Abdel Rahman perwakilan SOHR.

Puluhan ribu warga Suriah mengungsi keluar Daraa

Sepanjang hari dikepung dalam serangan udara mematikan, sejumlah aktivis kemanusiaan di Suriah melaporkan, arus pengungsian sedang membeludak di pintu keluar Daraa.

Jumlahnya pun tak main-main. Imbas serangan fatal di pemukiman sipil sepanjang Daraa, arus pengungsian sekitar 50 ribu jiwa berjejalan menunggu di pintu keluar Daraa.

Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan melaporkan data, paling tidak satu pekan terakhir sudah ada 50.000 warga Daraa bergerak mengungsi ke arah selatan. Mereka mencoba menembus perbatasan Suriah dan Yordania.

Tetapi lari dari amukan serangan udara di Daraa, tak berarti nasib menjadi lebih baik. Kota Daraa berada di bagian paling selatan Suriah, batasnya bersinggungan langsung dengan Yordania. Kalau perang tak membuat kacau, dari Daraa ke Ibukota Amman Yordania hanya 109 kilometer, atau sekira dua jam berkendara.

Namun, pelarian ke Yordania menjadi tak mungkin. Pasalnya, dalam perjalanan pelarian menuju ke perbatasan Yordania, puluhan ribu pengungsi yang mencari suaka untuk perlindungan mendapat kabar bahwa, gerbang Yordania ditutup.

Melansir laman Al-Arabiya, seorang Menteri di Yordania menegaskan jumlah pengungsi Suriah di Yordania sudah sangat membeludak.

“Jumlah besar pengungsian asal Daraa tak mungkin lagi kami tampung. Belum ada sumber daya keuangan untuk menampung gelombang baru pencari suaka dari Suriah,” tulis menteri tersebut kepada Al-Arabiya. []

14 Jun 2018

Rencana Penggunaan Dana Pencairan Rp 80.971.604

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n YAY AKSI CEPAT TANGGAP

Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Lets Help Syria. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Suriah dalam program dapur umum dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

9 Jun 2018

Update 25 - Distribusi Beras #KapalKemanusiaan Suriah, Dimulai!

Image may contain: 4 people, people smiling, people standing and outdoor

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah azza wa jalla. Jelang 10 hari terakhir Ramadhan, tepatnya pada 3 Juni 2018 kemarin, 500 ton beras yang dibawa Kapal Kemanusiaan ACT untuk Pengungsi Suriah telah mulai didistribusikan ke dalam wilayah Suriah.

Ialah Aleppo, Idlib, dan Hama, tiga kota/wilayah yang menjadi target pendistribusian beras persembahan bangsa Indonesia. Insyaallah selama dua minggu kedepan, 500 ton beras tersebut akan tuntas dibagikan bagi puluhan ribu keluarga sipil Suriah yang masih bertahan di tanah airnya.

Image may contain: one or more people, people standing and outdoor

Sahabat, insyaallah doa-doa mereka, para hamba Bumi Syam pilihan-Nya yang terdzalimi, akan menggaung di langit dan diaminkan malaikat-malaikat-Nya, terlebih di hari-hari terakhir bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini.

No automatic alt text available.

Bisa jadi, doa-doa mereka lah yang menjadikan kita sekeluarga diberikan kesehatan dan keselamatan.

Bisa jadi, doa-doa mereka lah yang menjadikan seluruh ikhtiar kita diridhai Allah azza wa jalla.

Bisa jadi, doa-doa mereka lah yang melancarkan dan melipatgandakan rezeki yang kita terima.

Maka mari kita terus dukung, bantu, dan juga doakan mereka pula di sisa Ramadhan tahun ini.


Tak lupa, kami ingin mengingatkan bahwa hanya 7 hari lagi tersisa di Bulan Ramadan. Sekarang adalah momentum terbaik untuk menunaikan kewajiban zakat.

Bagi Sahabat yang ingin membayar zakat, Sahabat dapat menyalurkan zakat melalui ACT dengan klik link berikut:

Terakhir, bersama update ini kami juga ingin mengucapkan:

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Minal Aa’idin Wal Faa’iziin.
Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Semoga Allah menerima semua amal dan ibadah kita.

Salam,

Aksi Cepat Tanggap.

24 May 2018

Update 24 - Paket Pangan Ramadan Masuk Hingga Suriah

Paket Pangan Ramadan Masuk Hingga Suriah

Paket Pangan Ramadan Masuk Hingga Suriah

ACTNews, REYHANLI – Setiap harinya, gerbang perbatasan itu selalu ada satu-dua hingga belasan truk yang masuk dan keluar untuk mengantar barang. Kontainer besar memang diizinkan untuk melintas batas, biasanya untuk mengirimkan barang dagangan, atau pasokan medis. Terkadang juga ambulans boleh melintas tanpa perlu diperiksa. Meski gerbang dibuka, namun gerbang ini sebenarnya adalah gerbang terbatas. Tak boleh sembarangan kendaraan melintas di gerbang ini.

Namanya adalah gerbang perbatasan Cilvegozu, gerbang yang memisahkan antara wilayah Reyhanli, di Provinsi Hatay di Turki, dengan wilayah Idlib di Suriah.

Awal Ramadan kemarin, sebuah truk dengan warna dasar kuning dengan trailer panjang sudah mengantre untuk melintas gerbang Cilvegozu. Dari jenis truknya memang tak berbeda dengan truk-truk lain yang biasa hilir mudik gerbang Cilvegozu. Namun, satu hal yang membuat berbeda adalah muatannya. Bukan lagi barang dagangan, tapi truk itu mengangkut ribuan kotak berisi barang bantuan.

Bentangan spanduk besar di sisi kanan dan kiri truk menjadi penegas, tulisannya Humanitarian Aid for Syria dengan warga dasar merah dan putih. Ya, satu truk besar dengan 18 roda itu mengangkut ribuan kotak yang dipasok dari gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC), Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kota Reyhanli, Turki.

Tepat di Ramadan hari pertama kemarin, Kamis (17/5), untuk pertama kalinya, bantuan dalam skala masif dikirimkan dari gudang IHC di Reyhanli sampai ke dalam Idlib, Suriah. Nama Idlib hingga kini dikenal sebagai lokasi internal untuk penampungan pengungsi Suriah terbesar. Lebih dari sejuta pengungsi internal (Internally Displaced Person) menetap di Idlib, termasuk pengungsi dari Aleppo, juga dari Ghouta Timur.

1.500 paket dibawa ke dalam Suriah

Sebelum tiba di gerbang perbatasan Cilvegozu, perjalanan truk kuning bertuliskan Humanitarian Aid for Syria itu sudah bermula sejak pagi hari. Puluhan relawan IHC – ACT berjibaku sejak subuh, mengangkat satu per satu kotak pangan ke dalam truk. Kotak disusun rapi bertumpuk berjajar. Targetnya satu truk harus muat sekira 1.500 paket sekali angkut.

“Alhamdulillah di awal Ramadan, 1.500 paket telah dimuat ke dalam truk. Di hari yang sama, truk itu berjalan memasuki gerbang Cilvegozu untuk menyapa langsung kamp-kamp pengungsian di dalam Suriah. Setiap paketnya terdiri dari 20 item yang berbeda, berupa bahan-bahan pangan dan kebutuhan sanitasi,” ujar Andi Noor Faradiba, dari Tim Global Humanity Response ACT.

Usai giliran truk kuning masuk ke dalam gerbang Cilvegozu, perjalanan berlanjut sampai ke Idlib. Mitra ACT yang berbasis di Idlib menerima amanah untuk mendistribusikan ribuan paket sampai ke komunitas-komunitas pengungsi.

“Ada tiga titik kota besar yang bakal menjadi target distribusi, meliputi Aleppo, Hama, dan yang paling besar di Idlib. Tiga titik ini mewakili lebih dari 100 komunitas pengungsi, baik itu pengungsi yang tinggal di kamp-kamp, maupun kumpulan pengungsi yang telah menetap di rumah-rumah flat sederhana di dalam Suriah," papar Faradiba.

Sementara itu, Senin (21/5) kemarin, Kapal Kemanusiaan Suriah resmi merapat di Pelabuhan Iskenderun, Turki. Jarak dari Pelabuhan Iskenderun ke gerbang perbatasan sekira dua jam perjalanan. Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT mengatakan, insya Allah 500 ton beras menyusul akan dikirimkan pula sampai ke dalam Suriah.

“Melintasi gerbang perbatasan lain, yakni di gerbang Bab Al Hawa, beras Kapal Kemanusiaan akan menyusul dikirimkan hingga ke dalam Suriah. Beras akan jadi menu pelengkap paket-paket pangan dari IHC yang telah kita kirimkan sebelumnya. Insya Allah mencukupi kebutuhan Ramadan para pengungsi,” pungkas Bambang. []

2 May 2018

Update 23 - Distribusi Roti

Distribusi Roti, Siapkan Ramadan Terbaik di Suriah

Distribusi Roti, Siapkan Ramadan Terbaik di Suriah

ACTNews, IDLIB – Krisis tampaknya belum akan segera berakhir bagi jutaan pengungsi Suriah. Konflik tak ada kabar membaik, arus pengungsi asal Ghouta Timur pun baru saja dipindahkan hingga ke Idlib. Meski telah ditetapkan sebagai zona deeskalasi, sebagian wilayah Idlib masih tidak luput dari target serangan.

Padahal, kurang dari dua pekan lagi, Muslim di seluruh dunia akan menyambut Ramadan, termasuk Muslim di Suriah. Kalau konflik belum juga membaik, berarti tahun ini menjadi Ramadan ke-7 bagi pengungsi Suriah di tengah kecamuk konflik dan kekacauan.

Jangankan untuk merayakan Ramadan nan khusyuk, para pengungsi Suriah bahkan pesimis dalam menjalani ibadah puasa di tengah kondisi mereka. Mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menetap di Idlib Suriah, Mohammed Hasan menyatakan, pengungsi Suriah membutuhkan berbagai macam bentuk bantuan.

“Orang-orang di sini sangat membutuhkan bantuan. Bukan hanya makanan saja, tapi semuanya,” kata Mohammed Hasan.

Hanya beberapa pekan sebelum Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus melanjutkan ikhtiar untuk menyiapkan kebutuhan pangan bagi pengungsi Suriah. Baik itu di sepanjang perbatasan Turki dan Suriah, maupun di dalam Idlib yang menjadi titik pengungsian internal terbesar.

Bahkan tidak hanya pangan. Mewakili Indonesia, ACT hadir untuk pengungsi Suriah melengkapi berbagai hal lain, meliputi bantuan medis, bantuan pendidikan untuk anak yatim Suriah, Indonesia Humanitarian Center (IHC), hingga menjalankan pabrik roti dengan daya produksi ribuan roti per hari.

Di dalam Idlib, ribuan roti gratis dari Indonesia

Siang hari, sebuah mobil bak berisi ribuan potong roti khobz terparkir di sebuah jalan di Hazano, sebuah perkampungan di wilayah Idlib, Suriah. Di sekitarnya terdapat puluhan orang tampak membuat barisan menuju sebuah gedung. Beberapa laki-laki dan anak-anak terlihat sedang memindahkan setumpuk khobz dari mobil ke dalam gedung.

Pertengahan April lalu, proses pendistribusian paket-paket khobz untuk para pengungsi Suriah dipadati para pengungsi yang mengantre tertib. Setiap hari, roti-roti ini menjadi santapan utama para pengungsi Suriah asal Ghouta Timur yang baru saja tiba menjadi pengungsi internal di Idlib.

“Tentu saja kami semua di sini punya kebutuhan besar, apalagi terhadap roti. Kebanyakan kami di sini adalah pengungsi, ada yang dari Ghouta, Idlib,” ujar Rashaad, salah seorang pengungsi Suriah.

Selain Hazano, pendistribusian bantuan pangan berupa roti juga dilakukan di Killi, sebuah desa yang hanya berjarak satu mil di sebelah timur laut Hazano. Dari lokasi pabrik roti di Reyhanli – kota dekat perbatasan Suriah – paket ribuan roti khobz dibawa masuk ke Idlib melalui gerbang Cilvegozu dengan mengantongi izin dari otoritas Turki.

Berkolaborasi dengan pabrik roti di wilayah Reyhanli, produksi dan distribusi roti secara gratis dijalankan setiap harinya. Selama sebulan tanpa henti, sekira 2.400 paket roti khobz dibagikan gratis untuk ribuan keluarga pengungsi Suriah.

“Setiap harinya, sebanyak 2.000 paket roti dibagikan untuk pengungsi Suriah di dalam wilayah Idlib, Killi, dan Hazano. Sisanya didistribusikan untuk pengungsi Suriah yang menetap di Reyhanli, perbatasan Turki dan Suriah,” kata Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) - ACT.

Ramadan datang, berbagi roti terus berlanjut

Ikhtiar belum boleh berhenti. Insya Allah, bulan Ramadan mendatang, program pabrik roti yang sudah dimulai sejak beberapa bulan silam ini akan terus mendistribusikan ribuan paket khobz untuk pengungsi Suriah. Nantinya, ribuan roti khobz dari pabrik roti ACT menjadi bagian dari santap sahur dan berbuka puasa ribuan keluarga pengungsi Suriah.

Aksi distribusi ribuan paket roti per hari di bulan Ramadan menjadi satu dari sekian banyak program dengan tajuk “Beri Ramadan Terbaik” yang diinisiasi oleh ACT.

Selain pabrik roti, ACT juga menggelar program Keluarga Yatim Pengungsi Suriah. Untuk program ini, berbagai bentuk bantuan kemanusiaan disalurkan untuk keluarga yatim Suriah yang tinggal di sembilan rumah yatim di perbatasan Turki dan Suriah.

“Program ini mencakup paket pangan IHC, Kafalah anak yatim, operasional rumah yatim, roti gratis setiap hari dan bantuan pendidikan,” jelas Faradiba. []

27 Apr 2018

Update 22 - 1.000 Ton Beras Kapal Kemanusiaan Suriah

1.000 Ton Beras Kapal Kemanusiaan Suriah Telah Dilayarkan

1.000 Ton Beras Kapal Kemanusiaan Suriah Telah Dilayarkan

ACTNews, MEDAN – Kapal Kemanusiaan Suriah (KKS) yang memuat 1000 ton beras untuk pengungsi Suriah resmi berlayar pada Sabtu (21/4), bertepatan dengan hari jadi ACT yang ke-13. Kapal yang membawa bantuan terbaik bangsa Indonesia ini lepas sauh dari Pelabuhan Belawan, Medan, menuju Pelabuhan Iskenderun, Turki.

Seremoni pelepasan keberangkatan Kapal Kemanusiaan Suriah tersebut dihadiri oleh Senior Vice President ACT N. Imam Akbari, Direktur PT Pelindo 1 Syahputra Sembiring, Direktur PT Samudera Indonesia Logistik Kargo Puspito Budi Winarko, Kepala BPBD Sumatera Utara H. Riadil Akhir Lubis, dan Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian Mat Syukur.

Pengiriman 1.000 ton beras melalui Kapal Kemanusiaan Suriah ini merespons krisis kemanusiaan yang masih melanda pengungsi Suriah hingga saat ini. Konflik yang terus berkecamuk di Suriah mengakibatkan sulitnya pemenuhan kebutuhan pokok oleh pengungsi, utamanya kebutuhan pangan.

Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT mengatakan, ikhtiar besar bangsa ini menjadi bukti keseriusan masyarakat Indonesia dalam membantu saudara-saudaranya yang menjadi korban krisis kemanusiaan di Suriah.

Konflik Suriah masih menjadi masalah kemanusiaan terbesar hingga detik ini, yang cukup melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat Suriah. Krisis pangan menjadi salah satu dampaknya.


“Kapal Kemanusiaan sudah lima kali berlayar, membawa ribuan ton beras kepada korban krisis kemanusiaan di dalam negeri dan luar negeri. Hari ini, beras terbaik dari Indonesia dikirimkan untuk Suriah melalui Turki. Ini menunjukkan betapa besarnya solidaritas sosial masyarakat indonesia, bangsa yang punya nilai kemanusiaan yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita bangsa tangan di atas," tutur Imam.

Seribu ton beras terbaik Indonesia yang dikirim untuk pengungsi Suriah ini dipanen oleh petani Aceh saat panen raya pada awal Maret lalu. Bulir-bulir beras berkualitas tersebut dikemas dalam puluhan ribu karung beras yang selanjutnya dimuat ke dalam 40 kontainer.

Dari Aceh, ribuan ton beras tersebut dikirim menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Ahad (15/4), konvoi truk kontainer yang mengangkut bantuan beras ini dilepas oleh Presiden ACT Ahyudin beserta sejumlah ulama Aceh, Jakarta, dan Papua. Pelepasan iring-iringan konvoi dilakukan tak jauh dari Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, selepas acara Tablig Akbar.

Setibanya di Turki, bantuan beras ini insya Allah akan didistribusikan kepada para pengungsi Suriah yang tinggal di sepanjang perbatasan Turki-Suriah. Saat ini, di Turki sendiri ada sekitar 3,5 juta pengungsi Suriah dan banyak di antara mereka hidup di perbatasan. Selain itu, insya Allah, beras KKS ini akan disalurkan ke pengungsi Suriah yang ada di dalam Suriah.

“Sekepal demi sekepal beras ini, yang akhirnya menjadi sekapal beras, adalah bukti cinta bangsa ini. Inilah bukti cinta masyarakat Indonesia kepada saudara-saudaranya di Suriah yang dirundung krisis kemanusiaan,” ungkap Imam.

Keberangkatan Kapal Kemanusiaan Suriah yang membawa 1.000 ton beras Indonesia ini mendapat respons positif dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Mat Syukur selaku Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian, yang mewakili Mentan Amran pada seremoni pelepasan KKS, Sabtu (21/4)

“Kami mengucapkan selamat pada ACT atas pelepasan Kapal Kemanusiaan Suriah, di mana sebelumnya juga melakukan hal yang sama untuk masyarakat Somalia, Rohingya, Palestina, dan Papua,” papar Mat Syukur, mewakili Mentan Amran.

Menurutnya, Kapal Kemanusiaan tidak hanya berupaya untuk menyediakan pangan bagi para pengungsi Suriah. Program tersebut juga mampu menyejahterakan petani-petani di Indonesia.

Keberlanjutan misi kemanusiaan masyarakat Indonesia yang digalang ACT, imbuh Mat Syukur, memerlukan ketersediaan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian untuk menjadikan indonesia sebagai lumbung pangan dunia di momen 100 tahun Indonesia merdeka, yakni 2045.

“Dan kita tahu, beras-beras yang dikirim ini dari Aceh, yang tahun ini berhasil surplus beras sekitar 1,5 juta ton. Kami mengapresiasi ini, sekaligus mengapresiasi pemerintah, masyarakat, dan petani Aceh dalam pengumpulan 1000 ton beras untuk pengungsi Suriah,” ujar Mat Syukur.

Kapal Kemanusiaan Suriah menjadi Kapal Kemanusiaan kelima yang telah dikirimkan ACT dan segenap bangsa Indonesia. Bantuan ribuan ton beras ini menjadi penegas komitmen ACT dan bangsa Indonesia dalam memberikan solusi nyata untuk krisis pangan yang melanda pengungsi Suriah.

Sebelumnya, komitmen ini telah lebih dulu diwujudkan melalui program Pabrik Roti dan Indonesia Humanitarian Center (IHC), pusat penyediaan bantuan logistik untuk pengungsi Suriah. []

12 Apr 2018

Update 21 - Kapal Kemanusiaan Siap Berlayar untuk Suriah

Kapal Kemanusiaan Siap Berlayar untuk Suriah

Kapal Kemanusiaan Siap Berlayar untuk Suriah

ACTNews, MEDAN – Tinggal menghitung hari, segala urusan teknis sedang disiapkan. Berbagai syarat perizinan sedang dirapikan. Sekali lagi ikhtiar masyarakat Indonesia di kancah kemanusiaan global kembali bergerak.

Setelah Februari lalu empati masyarakat Indonesia berhasil melayarkan Kapal Kemanusiaan sampai ke Palestina, kini ikhtiar baru sedang dimulai. Insya Allah, Kapal Kemanusiaan untuk Suriah akan segera berlayar.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mewakili bangsa Indonesia khususnya masyarakat Aceh dan Medan punya agenda spesial. Berasnya orang Aceh, juga beras orang Sumatera Utara menjadi mayoritas yang dikumpulkan, disiapkan untuk dikirim sampai ke Suriah.

“Tak kurang ribuan petani di Aceh dan Sumatera Utara pun dilibatkan. Segenggam demi segenggam beras disatukan. Sebagian beras dibeli dari petani, sebagian lainnya dikumpulkan oleh masyarakat Sumatera Utara juga masyarakat Aceh, bahkan juga gabungan beras sumbangan masyarakat Indonesia,” kata Husaini Ismail selaku Kepala Cabang ACT wilayah Aceh, Rabu (11/4).

Total sebanyak 1.000 ton beras sudah dalam proses muat ke atas kontainer-kontainer dari sebuah gudang di pinggiran Banda Aceh. Husaini menjelaskan, dalam tiap karung beras yang dikirimkan untuk Suriah, ukurannya 25 kilogram.

“Artinya kalau 1.000 ton atau sejuta kilogram itu dihitung, berarti kurang lebih ada 40.000 karung beras yang dikumpulkan. Insya Allah, akan cukup dibagikan ke lebih dari 40.000 keluarga pengungsi Suriah,” paparnya.

Husaini pun memaparkan tentang kedekatan hati antara orang Aceh dan orang-orang Turki tempat berlabuhnya Kapal Kemanusiaan nanti.

"Aceh dan Turki selalu dekat. Kita mengulang sejarah yang dulu pernah ada, menghubungkan lagi hati orang Aceh dengan Turki. Kalau dulu, kakek-kakek kita mengirim rempah sebagai komoditas dagang. Insya Allah, kali ini kita buktikan empati orang Aceh. Kita kirim bantuan beras 1.000 ton untuk Suriah via Turki," katanya.

Berlayar ke perbatasan Suriah pada 21 April

Dua agenda besar seremoni pemberangkatan Kapal Kemanusiaan Suriah sedang disiapkan. Insya Allah di tahap pertama, sebanyak puluhan kontainer bakal berjalan konvoi dari depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

“Secara simbolis, berasnya orang Aceh bakal dilepas di depan Masjid Raya Baiturrahman pada Ahad, 15 April mendatang. Pelepasan puluhan kontainer beras orang Aceh juga bakal diisi dengan tablig akbar. Insya Allah, undangan telah disebar ke belasan ribu masyarakat Aceh, juga tokoh-tokoh Aceh lainnya,” ujar Husaini.

Selepas itu, ketika konvoi truk dari Banda Aceh telah memasuki wilayah Sumatera Utara, truk bakal langsung masuk ke area Pelabuhan Belawan. Kemudian puluhan kontainer yang telah siap, dimasukkan ke dalam lambung Kapal Kemanusiaan.

Pelabuhan Belawan dipilih menjadi titik bertolak, karena kapal besar yang bakal digunakan untuk pelayaran cukup untuk bersandar di dermaga Pelabuhan Belawan. "Serupa dengan Kapal Kemanusiaan episode sebelumnya. ACT kembali berkolaborasi dengan PT. Samudera Indonesia sebagai mitra pelayaran Kapal Kemanusiaan dari Pelabuhan Belawan," kata Ronio Romantika, Kepala Cabang ACT wilayah Sumatera Utara, Rabu (11/4) kemarin.

Di Belawan, selama beberapa hari sebelum keberangkatan, beras dari Aceh akan digabungkan dengan beras-beras yang sudah dikumpulkan oleh masyarakat Sumatera Utara dan masyarakat Indonesia dari wilayah lain.

“Pelayaran Kapal Kemanusiaan dari Pelabuhan Belawan akan diselenggarakan pada Sabtu, 21 April mendatang. Tanggal yang juga bertepatan dengan milad Aksi Cepat Tanggap ke-13 tahun,” ujar Ronio

Kemudian Kapal Kemanusiaan akan berlayar menuju salah satu pelabuhan di Turki, pelabuhan paling dekat dengan perbatasan Suriah. “Setelah itu, 1.000 ton beras akan diangkut melalui jalur darat, menuju ke gudang di perbatasan Turki dan Suriah,” jelas Ronio.

Untuk proses distribusi beras dari masyarakat Indonesia sampai ke pintu-pintu tenda pengungsian atau rumah pengungsi asal Suriah, bakal dilakukan dalam waktu paling cepat sebulan mendatang. Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response ACT mengatakan, perjalanan bantuan kemanusiaan ini membutuhkan waktu sekitar 25 hari sampai merapat di pelabuhan di Turki.

“Kapal Kemanusiaan untuk Suriah berangkat dari Belawan, 21 April, sebulan perjalanan. Artinya selama Ramadan hingga bulan Syawal nanti, proses distribusi beras akan dilakukan. Ratusan orang relawan ACT di Turki dan Suriah siap membantu merampungkan urusan distribusi beras. Insya Allah, beras dari Indonesia menjadi santap sahur dan berbuka para pengungsi Suriah,” tutur Bambang. []

11 Apr 2018

Update 20 - 85 Jiwa Meninggal akibat Serangan Gas Beracun

85 Jiwa Meninggal akibat Serangan Gas Beracun di Douma

85 Jiwa Meninggal akibat Serangan Gas Beracun di Douma

ACTNews, DOUMA - Perang yang masih intens di beberapa wilayah di Suriah kembali menuai korban jiwa. Setidaknya 85 sipil Suriah meninggal dunia akibat serangan gas beracun yang menyekap kota Douma, 10 km dari ibu kota Suriah, Damaskus. Staf medis dan tim penyelamat setempat mengatakan, banyak di antara korban jiwa tersebut adalah perempuan dan anak-anak.

Warga lokal mengatakan gas beracun tersebut dijatuhkan dari pesawat tempur dan helikopter, Sabtu (7/4). Saat gas mulai menyebar, banyak perempuan dan anak-anak yang masih berada di ruang bawah tanah dan tempat pengungsian lainnya mencoba menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut digambarkan oleh Khaled Abu Jaafar, salah satu warga Douma yang berhasil selamat dari dampak gas beracun. Menurut kisahnya kepada Al Jazeera, ia beserta anak dan tetangga-tetangganya sempat bergerak ke luar tempat pengungsian mereka untuk melihat bom gas beracun yang dijatuhkan pesawat tempur. Khaled menuturkan, gas tersebut berwarna hijau yang meruak dari tabung-tabung yang dijatuhkan dari langit.

“Kami yang melihat tabung gas itu langsung memberi tahu yang lainnya untuk segera evakuasi. Saya sendiri sampai tiga kali naik dan turun tangga untuk bantu mengevakuasi anak-anak dari dalam bangunan,” ungkap Khaled.

Meski sempat menyelamatkan diri bersama beberapa anak yang ia bawa, Khaled tak luput dari efek gas beracun yang sempat ia hirup dan mengenai kulitnya. Ia mengaku mengalami sesak nafas akut sebelum akhirnya pingsan. Setelah mendapatkan perawatan medis selama tiga puluh menit, ia berangsur siuman.

Cairan kuning masih keluar dari mulut Khaled ketika tim medis berusaha membuatnya memuntahkan apa pun dari dalam perutnya. Para ahli medis setempat menduga gas beracun tersebut berjenis klorin dan sarin, dilihat dari efek yang diderita korban.

Sementara itu, mereka yang telat menyadari adanya bom gas beracun yang dijatuhkan, meninggal di tempat. “Ada beberapa ruang bawah tanah di bangunan yang lain di mana para penghuninya telat melihat gas beracun dijatuhkan. Kami masuk ke sana untuk bantu evakuasi, namun terlambat. Mereka tergeletak di tangga-tangga dan lantai, meninggal ketika berusaha lari ke luar,” jelas Khaled.

Serangan gas beracun ini dinilai sebagai serangan lanjutan setelah gempuran darat yang dilancarkan pada Jumat (6/4). Akibatnya, pusat layanan serta fasilitas medis di Douma banyak yang mengalami kerusakan serius. Hal ini disampaikan oleh Komunitas Medis Suriah-Amerika (Syrian American Medical Society/SAMS) dan White Helmets.

Penggunaan gas beracun sepanjang perang Suriah telah dimulai sejak 2013. Gas beracun tersebut di antaranya klorin, sarin, fosfor putih, napalm, dan mustard. Serangan gas beracun di Douma dinilai sebagai serangan gas cukup masif yang diluncurkan di Suriah sejak April 2016. Tahun lalu, serangan gas sarin atau gas sejenis sarin diluncurkan di kota Khan Sheikhoun hingga menewaskan 85 sipil Suriah. []

6 Apr 2018

Update 19 - Antarkan Ribuan Khobz untuk Pengungsi Suriah

Program Pabrik Roti, Antarkan Ribuan Khobz untuk Pengungsi Suriah

Program Pabrik Roti, Antarkan Ribuan Khobz untuk Pengungsi Suriah

ACTNews, REYHANLI - Mesin berdengung, koki roti mulai mempersiapkan adonan, sementara pekerja lain bersiap di ujung mesin konveyor. Semua berbaur dalam ritme kesibukan pagi di dapur sebuah pabrik roti yang ada di Reyhanli, Turki. Sejak pukul 07:00 waktu setempat, produksi ribuan roti pipih berdiameter 25 cm ini mulai dilakukan. Warga lokal menyebut roti tersebut khobz. Roti-roti inilah yang diberikan secara gratis untuk para pengungsi Suriah, pada hari peluncuran Program Pabrik Roti, Rabu (4/3).

Program Pabrik Roti merupakan ikhtiar jangka panjang Aksi Cepat Tanggap dalam hal penyediaan pangan untuk pengungsi Suriah. Bekerja sama dengan pabrik roti lokal, sekitar 2.400 paket khobz diproduksi setiap harinya. Ribuan lembar khobz ini selanjutnya dibagikan kepada pengungsi Suriah, baik yang ada di perbatasan Turki-Suriah maupun di dalam Suriah.

Pada peluncuran Program Pabrik Roti di Reyhanli tersebut, ribuan lembar khobz diangkut menuju beberapa wilayah di Idlib, Suriah. Dari Reyhanli, roti-roti pipih ini dibawa masuk ke Idlib melalui gerbang perbatasan Cilvegozu dengan mengantongi izin baik dari Pemerintah Turki maupun Suriah. Ribuan khobz tidak hanya diberikan untuk pengungsi lama, namun juga untuk para warga Suriah yang umumnya baru mengungsi dari Ghouta Timur.

Sejak adanya gencatan senjata di Ghouta Timur pada akhir Maret lalu, Idlib dipenuhi gelombang pengungsi baru dari daerah tersebut. Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT mengatakan, mereka banyak berasal dari wilayah Saqba, Hammuriyah, Masraba, Kafr Batna, Zamalek, dan Arbin.

“Di masa tanggap darurat seperti ini, mereka tentu membutuhkan suplai pangan yang mencukupi. Insya Allah, roti-roti ini akan terus didistribusikan ke Idlib untuk pengungsi Suriah, baik yang baru datang dari Ghouta Timur maupun pengungsi lama,” jelas Bambang.

Kehadiran Program Pabrik Roti di Reyhanli menjadi penegas komitmen ACT untuk menyediakan suplai pangan dan logistik kepada pengungsi Suriah. Sebelumnya, Program Indonesia Humanitarian Center yang berfungsi sebagai pusat penyediaan bantuan logistik telah lebih dahulu beroperasi. Sebanyak 1.000 paket pangan dan kebutuhan pokok didistribusikan untuk pengungsi Suriah setiap bulannya. Paket pangan dan logistik ini juga menjangkau para pengungsi di perbatasan Turki-Suriah dan di dalam Suriah.

Perang sipil yang berkepanjangan di Suriah terus menambah jumlah pengungsi setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka amat membutuhkan pangan, di tengah kondisi yang serba terbatas. Oleh karena itu, ACT didukung oleh segenap rakyat Indonesia berkomitmen untuk menyediakan pangan dan logistik secara berkesinambungan. Sebab, ini menjadi kebutuhan pokok yang paling mereka butuhkan, apalagi untuk pengungsi baru.

“Melalui program IHC dan Pabrik Roti ini, Insya Allah secara berkelanjutan kami akan distribusikan bantuan pangan. Tidak hanya melalui program IHC dan Pabrik Roti, namun juga program Kapal Kemanusiaan Suriah yang akan membawa 1.000 ton beras dari Indonesia. Karena seperti yang kita tahu, selain roti, masyarakat Suriah juga mengonsumsi nasi sebagai panganan utama sehari-hari,” terang Bambang.

Muhammad, pengelola pabrik roti di Reyhanli yang bekerja sama dengan ACT mengaku senang bisa terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Ia berharap semoga roti-roti tersebut bisa membahagiakan para fakir dan pengungsi.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, semoga Allah membalas kebaikan kita semua,” doa Muhammad.

Program Pabrik Roti di Reyhanli ini menjadi lanjutan program serupa yang berjalan di Kilis, Turki, dan Idlib, Suriah pada awal 2017 lalu. Insya Allah, ribuan khobz akan senantiasa diantar ke kamp maupun flat pengungsi Suriah, seiring besarnya amanah kepedulian dari masyarakat Indonesia. []

29 Mar 2018

Update 18 - Idlib Tak Juga Berarti Aman

Idlib Tak Juga Berarti Aman Bagi Pengungsi Ghouta Timur

Idlib Tak Juga Berarti Aman Bagi Pengungsi Ghouta Timur

ACTNews, GHOUTA – Sepekan terakhir, laju pengungsi asal Ghouta ke Idlib menjadi babak baru krisis kemanusiaan Suriah. Jalur-jalur yang tadinya tertutup, blokade bahkan ranjau darat yang dipasang berderet mengelilingi Ghouta Timur satu persatu dilepas oleh militer rezim. Gencatan senjata dalam tempo tertentu telah membuka Jalan untuk evakuasi warga sipil dari dalam Ghouta.

Kabar terakhir melansir laman Al Jazeera, Ahad (25/3) kemarin, evakuasi lanjutan dilakukan dari Irbin, satu kota di selatan Harasta, wilayah Ghouta Timur, Damaskus, Suriah. Ketika koridor evakuasi terbuka, puluhan sampai ratusan bus pengangkut warga sipil asal Ghouta perlahan bergerak menuju ke Idlib.

Idlib menjadi tujuan evakuasi, nama Idlib pun kembali bergaung. Bukan dalam jumlah yang sedikit, diperkirakan sampai dengan beberapa hari ke depan, arus pengungsi asal Ghouta Timur akan terus melaju memasuki Idlib.

Sekali angkut, deretan mobil-mobil bus yang bergerak dari Ghouta bisa mengangkut ribuan jiwa. Artinya, dalam beberapa hari ke depan, arus pengungsi Ghouta Timur di Idlib bakal terus membeludak.

Pilihan yang dihadapkan kepada warga Ghouta Timur memang hanya dua, tersekap dalam gelap di bawah tanah, atau berpindah untuk mengungsi ke Idlib, meninggalkan semua harta tersisa di Ghouta Timur.

Lalu, ketika pilihan untuk mengungsi ke Idlib diambil, benarkah Idlib menjadi pilihan terbaik?

Tidak ada yang bisa menjamin aman

Idlib, satu provinsi besar di sebelah Utara Suriah, menjadi tapal batas langsung yang memisahkan Turki dan Suriah. Di antara rumit dan peliknya konflik di dalam Suriah, beberapa pihak yang berkonflik, sejak tahun 2017 lalu telah menetapkan Idlib sebagai zona de-eskalasi konflik. Artinya, Idlib pun harusnya menjadi tempat aman untuk warga sipil bernaung.

Tapi kenyataannya tak pernah berlaku demikian, Idlib tak juga lepas dari gempuran rezim. Melansir laman TRT World – sebuah media berbahasa Inggris yang berbasis di Istanbul – serangan atas Idlib menghujam lusinan kali selama beberapa bulan terakhir.

“Dari Rusia dan rezim, serangan udara di Idlib menyerang tepat di atas kamp pengungsian, membunuh ratusan jiwa warga sipil yang mengungsi di Idlib selama lusinan kali serangan,” tulis laman TRT World dalam sebuah laporannya.

Mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang beraktivitas di Idlib pun mengatakan, kini jumlah pengungsi internal di Idlib sudah sangat berdesakan. Lebih dari sejuta jiwa pengungsi tinggal di kamp-kamp pengungsian internal yang tersebar merata di wilayah Idlib.

“Asal mereka dari berbagai wilayah eskalasi konflik di luar Idlib seperti Aleppo, Homs, Hama, Damaskus, juga pengungsi asal Ghouta Timur yang baru saja tiba. Untuk bertahan hidup, jutaan pengungsi berpangku pada bantuan kemanusiaan dari pihak lain, termasuk mengharap bantuan dari Indonesia,” kata Abdullah (nama disamarkan) mitra ACT di dalam Idlib.

Melansir kembali Al Jazeera, seorang koresponden Al Jazeera di dalam Idlib pun mengatakan hal yang sama tentang Idlib. “Idlib bukan tempat yang aman. Kota itu pun menjadi target serangan dari udara selama beberapa bulan terakhir. Idlib juga over populasi. Kebanyakan pengungsi tanpa pekerjaan. Terluka parah atau sakit karena perang,” tulis seorang koresponden Al Jazeera di dalam Idlib.

Terlepas dari kondisi mencekam yang juga melingkupi Idlib. Arus pengungsi asal Ghouta terus bertambah banyak. Sementara itu, tak begitu jauh dari Idlib, tepatnya di Kota Reyhanli, kota perbatasan yang menjadi gerbang keluar dari Idlib menuju ke Turki, Aksi Cepat Tanggap sudah mengoperasikan sebuah bangunan permanen bertajuk Indonesia Humanitarian Center (IHC).

Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response ACT mengatakan, bangunan berupa gudang kemanusiaan ini dioperasikan ACT tepat di perbatasan, untuk menyuplai ribuan paket pangan tiap bulannya kepada pengungsi Suriah.

IHC menegaskan peran rakyat Indonesia sebagai bangsa yang terus menyalurkan kepeduliannya untuk pengungsi Suriah. Bambang mengatakan, IHC terbuka untuk warga Indonesia mana pun, baik individu maupun organisasi, yang ingin turut berpartisipasi dalam penyediaan logistik bagi pengungsi Suriah.

“Karena ini adalah ikhtiar bersama kita, rakyat Indonesia. Sebelumnya masyarakat Indonesia melalui ACT telah mendistribusikan bantuan pangan ke pengungsi Suriah di perbatasan (Turki-Suriah) serta di Ghouta Timur. Dan kini, melalui program IHC, kita bisa terus membantu pengungsi Suriah dalam jangka panjang, khususnya dalam penyediaan kebutuhan pokok mereka,” pungkas Bambang. []

sumber gambar: AFP, Reuters, Al Jazeera, Dokumentasi ACT di Reyhanli (2018)
28 Mar 2018

Update 17 - Evakuasi Ghouta Timur Berlanjut

Evakuasi Ghouta Timur Berlanjut, Ribuan Jiwa Menuju Hama dan Idlib

Evakuasi Ghouta Timur Berlanjut, Ribuan Jiwa Menuju Hama dan Idlib

ACTNews, GHOUTA – Tangis, teriakan selamat jalan, dan kerumunan orang yang saling menyebut nama saudara terdekatnya seketika pecah di sebuah tanah lapang. Di antara runtuhan bangunan penuh debu, di dalam Ghouta Timur, Damaskus, Suriah. Hari kemarin, Ahad (25/3) puluhan bus dan beberapa ambulans berjejer, evakuasi lanjutan ribuan warga Ghouta Timur kembali berlanjut.

Lewat beberapa tahap evakuasi, ribuan warga sipil diungsikan sejauh mungkin dari dalam Ghouta Timur. Arah evakuasi diperkirakan akan memenuhi wilayah de-eskalasi konflik seperti Hama, juga Idlib, di dekat perbatasan Suriah dan Turki.

Melansir laman Middleeasteye, evakuasi lanjutan dari dalam Ghouta Timur dilakukan sepanjang hari Ahad (25/3) kemarin. Setidaknya 7.000 warga sipil juga pihak oposisi menumpang bus, melaju dari dalam kota Arbin, Zamalka, dan Distrik Jobar. Belasan bus membawa ribuan warga sipil itu mengarah ke utara, ratusan kilometer dari Ghouta Timur menuju ke Idlib.

Awalnya, sejak Sabtu malam sebelumnya, rencana evakuasi sempat tertahan. Middleeasteye menuliskan, sepanjang malam Ahad itu, hanya sekitar 980 jiwa warga Ghouta di dalam 17 bus yang bisa keluar dievakuasi dari dalam Ghouta Timur. Sementara sisanya, ribuan jiwa lainnya harus menunggu belasan jam sampai Ahad pagi baru bisa terangkut.

Sejumlah media lokal di Ghouta menjadi saksi mata proses evakuasi lanjutan Ahad kemarin. Merangkum dari berbagai media, Ahad pagi kemarin (25/3), sejak pagi-pagi sekali, ribuan warga Ghouta Timur sudah memadati jalur utama di Arbin.

“Mereka mencangklong tas ransel kecil, ada pula yang menarik koper penuh isi sisa-sisa harta terakhir mereka. Dalam tangis dan kesedihan meninggalkan tanah kelahiran, mereka melintasi runtuhan sisa-sisa rumah dan bangunan yang hancur dihantam serangan udara selama beberapa pekan terakhir,” kata seorang koresponden, melansir Middleeasteye.

Jelang siang hari, 20 mobil bus dan ambulans mendekat ke jalan utama Arbin, tempat ribuan jiwa warga telah menunggu. Ucapan selamat tinggal bergema. Ribuan warga sipil Ghouta Timur memilih untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka, demi menjaga keselamatan diri dan keluarga.

Meski di Idlib, di tempat pengungsian, tak ada juga yang bisa menjamin mau makan apa? Tinggal di mana? Nyawa akan aman ataupun tidak.

“Orang-orang merasakan kesedihan luar biasa, meninggalkan rumah, meninggalkan tanah mereka. Meninggalkan memori mereka. Tempat terbaik menghabiskan masa kecil mereka, jauh sebelum perang datang, kata Hamza Abbas, salah seorang pengungsi warga sipil, mengutip kembali Middleeasteye.

Menuju Idlib, ACT siapkan bantuan untuk pengungsi asal Ghouta

Laju pengungsian asal Ghouta Timur menuju ke Idlib tak pernah diduga sebelumnya. Pasalnya, jarak antara Ghouta hingga ke Idlib cukup jauh. Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT mengatakan, perjalanan ke Idlib dari Ghouta lebih dari 300 kilometer. “Melewati banyak titik pusaran konflik, melintasi wilayah Homs. Di Idlib pun bukan berarti menjadi lokasi aman. Kami di Reyhanli baru beberapa hari kemarin mendengar letusan rudal yang dikirimkan rezim di Kota Harem, perbatasan Idlib dan Reyhanli,” kata Bambang.

Meski demikian, evakuasi pengungsi asal Ghouta Timur menuju Idlib menjadi babak baru pekerjaan rumah di ranah kemanusiaan ini. “Ribuan pengungsi yang baru datang tak memiliki harta apapun. Membawa pakaian apa adanya, tidak punya shelter untuk tinggal sementara, tidak ada makanan,” tambah Bambang.

Terkait kondisi darurat pengungsi asal Ghouta Timur di Idlib. Bambang mengatakan telah melakukan koordinasi dengan mitra ACT yang berbasis di Idlib.

“Di dalam Idlib, mitra ACT tengah menyambut gelombang-gelombang pengungsi baru asal Ghouta Timur. Dalam beberapa hari terakhir telah masuk ribuan pengungsi. Kebutuhan mendesak untuk pengungsi yang baru tiba meliputi bantuan makanan, shelter, juga bantuan medis," kata Bambang.

Di atas peta, Idlib menjadi kota perbatasan paling dekat yang memisahkan antara Turki dan Suriah. Sementara itu, di Reyhanli, kota di Turki paling dekat dengan Idlib, ACT tengah berikhtiar menjalankan Indonesia Humanitarian Center (IHC), sebuah pusat distribusi bantuan logistik. Setiap bulannya IHC memasok ribuan paket logistik untuk ribuan keluarga Suriah di sepanjang perbatasan Turki dan Suriah. []

12 Mar 2018

Update 16 - Ribuan Petani Aceh Siapkan 1000 Ton Beras

Ribuan Petani Aceh Siapkan 1000 Ton Beras untuk Pengungsi Suriah

Ribuan Petani Aceh Siapkan 1000 Ton Beras untuk Pengungsi Suriah

ACTNews, ACEH BESAR – Untuk sekian kalinya, Aceh bergerak dan beraksi nyata dalam menanggapi krisis kemanusiaan di beberapa negara yang terpapar konflik. Sejumlah masyarakat Aceh, utamanya para petani, menyiapkan ribuan ton beras kualitas terbaik di masa panen raya ini. Seribu ton beras yang tengah disiapkan tersebut akan dikirim untuk para pengungsi Suriah melalui program Kapal Kemanusiaan Suriah (KKS) yang digagas oleh Aksi Cepat Tanggap.

Seribu ton beras KKS dipanen dari lahan pertanian seluas 340 hektare dengan melibatkan sekitar 5000 petani lokal. Mereka tersebar di sembilan kabupaten yang ada di Aceh. Seluruh kabupaten tersebut di antaranya Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Timur, Meulaboh, Nagan Raya, dan Abdya.

Proses persiapan beras KKS yang bertepatan dengan puncak panen raya di Aceh amat membantu para petani. Hal ini disampaikan Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail dalam seremoni panen raya dan pengepakan beras KKS di Gampong Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar, Senin (12/3). Beras kualitas terbaik dibeli di atas Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, momen KKS ini sangat membantu petani untuk kestabilan harga. Biasanya saat panen, harga gabah turun. Program KKS turut menjaga harga jual gabah di kisaran yang cukup tinggi, sehingga menguntungkan petani,” ungkap Husaini, Senin (12/3).

Keikutsertaan para petani Aceh dalam program Kapal Kemanusiaan merupakan yang pertama kalinya. Menurut Husaini, mereka begitu antusias untuk membantu mengirimkan 1000 ton beras ke ke Turki, tempat Kapal Kemanusiaan Suriah berlabuh. Hal ini mengingat adanya hubungan diplomatis dan sosial yang erat antara masyarakat Aceh dan Turki bahkan sejak ratusan tahun silam.

“Ikatan sejarah antara Aceh dan Turki cukup kuat, baik dalam hal diplomasi maupun perdagangan dan sosial. Pengiriman beras KKS ini seperti mengulang sejarah. Kakek buyut orang Aceh dulu mengirim lada ke Turki pada zaman Turki Usmani. Generasi sekarang mengirim beras kepada para pengungsi Suriah, baik yang berada di perbatasan Turki-Suriah maupun di Suriah, via Turki,” tutur Husaini.

Bantuan 1000 ton beras yang akan dikirim KKS menjadi ikhtiar bersama bangsa Indonesia dalam merespons tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Suriah yang ada di Ghouta Timur. Sekitar 400 ribu penduduk sipil Ghouta Timur masih terperangkap dalam zona konflik, yang mana situasinya memanas sejak Ahad (18/2) lalu.

Sementara itu, korban jiwa akibat serangan udara yang intens selama beberapa pekan terakhir telah mencapai lebih dari 900 orang. Hal ini berdasarkan data yang dirilis oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Kamis (8/3).

N. Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT menekankan bagaimana saat ini, faktanya, tragedi kemanusiaan tengah berlangsung di Ghouta Timur. Manusia-manusia paling rentan, khususnya anak-anak, setiap saat harus meregang nyawa.

“Ini saatnya kita beraksi atas nama kemanusiaan. Tidak ada alasan bagi kita untuk membantu dalam konteks kemanusiaan, meskipun yang kita tolong berasal dari latar belakang yang berbeda. Kami Lembaga kemanusiaan, tugas kami beraksi menolong korban konflik dan mengajak banyak orang untuk peduli bersama. Kami, insya Allah berikhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai Suriah, bekerja sama dengan mitra-mitra kami,” terang Imam.

Kapal Kemanusiaan Suriah insya Allah akan lepas sauh di Pelabuhan Belawan, Medan, pada 21 April 2018. Menurut Insan Nurrohman selaku Vice President ACT sekaligus Penanggung Jawab Kapal Kemanusiaan Suriah, KKS rencananya akan berlabuh di Pelabuhan Mersin, Turki.

“Seribu ton beras akan diangkut oleh 40 kontainer yang ada di gudang beras kami di Aceh. Insya Allah, 40 kontainer ini akan kami lepas secara resmi pada 18 April mendatang, menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Insya Allah, pada 21 April nanti, seribu ton beras itu siap dilayarkan menuju Turki,” jelas Insan Nurrohman.

Selain menggagas Kapal Kemanusiaan Suriah untuk merespons krisis di Ghouta Timur, ACT juga telah mengirimkan Tim Sympathy of Solidarity (SOS) for Syria XIV (empat belas) pada akhir Februari lalu. Bantuan kemanusiaan berupa Dapur Umum dan bantuan musim dingin terus didistribusikan di perbatasan Turki dan Suriah hingga kini. Bantuan serupa juga menyapa pengungsi Suriah yang masih terperangkap dalam bungker-bungker dan rumah mereka di Ghouta Timur.

Selain menyediakan bantuan pada fase tanggap darurat, ACT tengah mempersiapkan program bantuan jangka panjang untuk pengungsi Suriah. Program tersebut bernama Indonesia Humanitarian Center (IHC). IHC rencananya akan fokus pada penyediaan bantuan dasar seperti pangan dan medis. Untuk tahap awal, bantuan logistik yang akan disediakan berjumlah 1000 ton pangan.

“Karena seperti yang kita tahu, perang saudara di Suriah sudah berjalan selama tujuh tahun dan kita tidak tahu kapan ini akan berakhir. Oleh karena itu, kami gulirkan program jangka panjang ini untuk bisa mensuplai kebutuhan logistik pengungsi Suriah yang serba terbatas. Program ini juga menjadi solusi atas krisis pangan yang kini dirasakan warga Ghouta akibat dampak blokade konflik,” pungkas Imam. []

9 Mar 2018

Update 15 - Hawla, Perempuan Suriah yang Lumpuh Total

Hawla, Perempuan Suriah yang Lumpuh Total akibat Bom

Hawla, Perempuan Suriah yang Lumpuh Total akibat Bom

ACTNews, SANLIURFA – Nasib menjadi pengungsi, menjadi pelarian perang di negeri orang, tak ada yang bisa menebak. Pilihan untuk menyeberang perbatasan, mencari perlindungan, mungkin memang menjadi pilihan terbaik di tengah konflik yang mencekam. Namun, apa jadinya ketika menjadi pengungsi, tapi dengan kondisi fisik yang tak lagi bisa melakukan apapun?

Bagaimana cerita berlanjut ketika menjadi pengungsi, tapi luka besar mengoyak tubuh karena ledakan bom? Bekas luka memang bisa mengering, tapi rasa sakit, dan kelumpuhan tentu bakal membekas sampai seumur hidup.

Cerita ini tentang Hawla, seorang perempuan berusia 26 tahun dan ibu dari satu orang anak. Hawla lari dari wilayah Deir az Zour, sebelah timur Suriah. Baru beberapa bulan terakhir, Hawla mengungsi dengan seorang anaknya. Namanya Khalil, tujuh tahun umurnya.

Hawla melintasi perbatasan Suriah menuju Kota Sanliurfa, sebuah kota di bagian selatan Turki. Ia hanya ditemani oleh anak semata wayangnya. Sementara suami Hawla, wafat syahid karena konflik di dalam Suriah.

Pilihan untuk lari dari konflik di dalam Suriah mau tak mau harus diambil oleh Hawla. Penyebabnya adalah sebuah kejadian fatal di dalam Suriah, dekat sekali rumahnya. Seketika kejadian itu merenggut masa depan Hawla.

Belum setengah tahun lalu berlangsung. Sebuah bom meledak di depan rumah Hawla. Mulai dari pinggang sampai kaki Hawla mengalami luka berat karena serpihan bom. Luka itu meluas, berderai di setengah bagian tubuhnya. Ia pun divonis lumpuh seumur hidup. Tulang pinggulnya hancur. Luka terkoyak memenuhi bagian bawah pinggang sampai kakinya.

Mulai hari itu, Hawla tak mampu berbuat apapun selain menahan rasa sakit luar biasa. Dengan ditandu oleh keluarganya dan dibawa oleh ambulans sampai ke tapal batas Suriah dan Turki, Hawla dan anaknya Khalil melintasi batas Suriah. Ia menyeberang ke Sanliurfa, memulai hidup baru sebagai pengungsian. Tapi dalam rasa sakit yang tak terkira.

Hawla: harta saya satu-satunya hanya Khalil

Kami, Tim SOS for Syria XIV, awalnya tak sengaja bertemu dengan Hawla. Jumat (2/3), kami menyusuri lorong-lorong kumuh di pinggiran kota Sanliurfa. Tujuan kami membawa paket-paket bantuan sekaligus menyambangi ratusan keluarga Suriah yang kini menetap di flat-flat sederhana.

“Walau tinggal di dalam flat, tapi sebenarnya flat mereka kosong. Hanya karpet tipis, satu atau dua bantal, dan selimut sebagai penghalau dingin,” tutur Rahadiansyah, Koordinator Tim SOS for Syria XIV.

Sampai akhirnya, kami mengetuk satu pintu flat terakhir, menjelang azan salat Jumat. Seorang perempuan, berusia sekira 28 tahun, membuka pintu.

“Assalamualaikum,” ucap kami berbarengan, disambut ramah oleh perempuan itu. Kami mengenalkan diri, perempuan yang menyambut itu rupanya kakak kandung Hawla. Namanya Sanaa dan menyilakan kami masuk.

Di dalam ruang flat sempit itu tak ada apapun selain karpet tipis, tungku pemanas ruangan. Hawla yang tergopoh mengubah posisinya, dari tidur menjadi duduk bersandar di dinding.

Cerita dari Hawla pun bergulir. Hawla mengisahkan semuanya kepada tim medis kami; dr. Muhammad Riedha,dan Bidan Linda. Bahkan, Hawla memperlihatkan kepada Bidan Linda, luka di pinggang hingga ke bawah kaki yang masih terkoyak.

“Luka ibu Hawla hancur semua. Dari pinggang, tulang pinggul, alat vital, paha, sampai ke kaki bawah semua mengalami luka berat karena serpihan bom. Masya Allah!” ucap Bidan Linda.

Kami semua terhenyak. Emosi tangis membubung di langit-langit flat sempit itu. Bidan Linda tak kuasa menahan tangisnya.

Tak lama, Khalil datang. Khalil anak semata wayang Hawla baru saja pulang bermain. Ia langsung memeluk ibunya yang terbaring tidak berdaya di atas kasur tipis.

Momen luar biasa itu, kasih sayang yang demikian paripurna antara Hawla dan Khalil terjadi tepat di depan mata. Saat sebagian mata masih sembap dengar cerita Hawla.

“Khalil adalah satu-satunya harta paling berharga yang saya miliki. Semoga Allah menjaga Khalil,” kata Hawla, suaranya lirih sembari mengusap-usap rambut Khalil. Senyum manis anak lelakinya menjadi latar doa yang diucap Hawla di depan kami.

Sambangi lagi keluarga Hawla, bawa paket makanan dan mainan

Pertemuan pertama dengan Hawla, cerita memang penuh dengan emosi. Kesedihan jelas terlihat dari gurat wajah Bidan Linda, satu-satunya perempuan dari tim kami yang diperlihatkan kondisi luka berat yang dialami Hawla.

“Kondisi luka Ibu Hawla melebihi apapun kondisi menakutkan yang biasa kami, tim medis alami di ruang operasi. Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit seperti apa yang dirasakan Ibu Hawla sampai hari ini. Walaupun sakit perih sekali, tapi saya melihat wajah Ibu Hawla sejuk, ketenangan dan ketabahan benar-benar nampak dari wajahnya,” kata Bidan Linda.

Tidak ingin membiarkan berlama-lama larut dalam sedih, sehari setelah bertemu Hawla, kami belanja barang-barang kebutuhan pokok. Semua untuk Keluarga Hawla.

Tak lupa, kami pun membeli mainan dan pakaian hangat untuk Khalil. Ketika pertama kami datang, Khalil terlihat menggenggam mainan yang ia miliki satu-satunya, sudah kumal dan patah.

Ahad (4/3), kesempatan kedua datang kembali. Kami menyambangi lagi keluarga Hawla. Kami bawa beberapa paket bahan pokok makanan dan mainan untuk Khalil. Pintu diketuk, keramahan kembali menyambut.

Ahad pagi itu, rupanya Khalil sedang berbaring hangat di sebelah bundanya. Khalil dipeluk, rambutnya diusap oleh Hawla.

Kami datang menyerahkan paket makanan, pakaian hangat, dan mainan untuk Khalil. Senyum simpul tercetak di wajah Khalil, manis sekali.

“Alhamdulillah kami bisa membawa kebahagiaan untuk Ibu Hawla. Meski sederhana tapi senyum Khalil saat dapat mainan luar biasa membekas di benak kami. Khalil sampai tak mau membuka bungkusnya. Mainannya didekap erat,” kata dr. Riedha.

Sebelum pamit, Ibu Hawla mengucap rasa terima kasih berkali-kali. Wajahnya yang teduh, seperti tanpa merasa sakit membuat Bidan Linda sekali lagi meneteskan air matanya.

“Terima kasih ya Rabb kalian telah membantu kami. Allah yang akan menggantikan kebaikan ini. Doakan saya bisa segera melakukan operasi untuk rekonstruksi tulang dan luka besar ini. Doakan juga untuk Khalil,” pungkas Hawla. []

5 Mar 2018

Update 14 - Menyapa Keluarga Pengungsi di Kamp Akcakale

Menyapa Keluarga Pengungsi Suriah di Kamp Akcakale

Menyapa Keluarga Pengungsi Suriah di Kamp Akcakale

Penulis Shulhan Syamsur Rijal

ACTNews, SANLIURFA – Lebih dari 50 kilometer jauhnya mobil kami melintasi jalan aspal yang lurus. Nyaris tak ada tikungan, namun kondisi jalan berbatu kerikil membuat seisi mobil bergetar tak karuan. Di jalan yang lurus inilah kami, Tim SOS for Syria XIV, melaju dari Kota Sanliurfa sampai ke tapal batas di ujung selatan, Akcakale, Jumat (2/3).

Kota Akcakale merupakan kota setingkat kecamatan seperti di Indonesia. Kota ini sebenarnya tak begitu besar. Jalur jalannya kecil, pusat kota hanya diisi oleh beberapa ruas jalan saja. Mobil-mobil yang berlalu lalang pun berupa mobil yang tetap bertahan selama satu atau dua dekade: kumal, reyot, dan klasik.

img_5546.JPG

Meski bukan menjadi kota besar, Akcakale punya peranan besar memulai tanggung jawab kemanusiaan. Utamanya setelah konflik Suriah pecah tujuh tahun silam.

Sampai awal tahun 2018 ini, lebih dari 80.000 pengungsi Suriah menyesak di kota kecil ini. Beberapa tinggal di flat yang mereka sewa. Sebagian lainnya ditempatkan di kamp pengungsi yang dirawat oleh Pemerintah Turki. Tak sedikit juga pengungsi yang baru saja tiba, tinggal di tenda terpal, beralas tanah, tanpa air, dan tak layak huni.

img_6202.JPG

Bahkan setiap kami berjalan melintasi masjid, warung makan, flat-flat kumuh di Akcakale, hanya warga Suriah yang kami temukan.

“Kota ini lebih kecil, tidak seramai Reyhanli (perbatasan Idlib - Suriah dan Hatay – Turki). Tapi statusnya kini sama dengan Reyhanli. Menampung puluhan ribu mungkin sampai ratusan ribu pengungsi Suriah,” kata Ibrahim (nama disamarkan), mitra lokal ACT asal Reyhanli.

Tak sampai 20 menit melaju dari pintu masuk Akcakale, jalannya sudah habis, sampai ke titik paling selatan. Sebuah gerbang perbatasan, tapal batas, pintu untuk keluar dan masuk Suriah. Di seberang Akcakale, kota terdekat adalah Tal Abiad. Sementara itu, kota besar terdekat adalah Raqqa, tetangga sebelah timur Aleppo.

img_5884.JPG

Ratusan paket pangan dari Indonesia di Kamp Akcakale

Singgah ke Akcakale bukan tanpa alasan. Kami mendapati kenyataan, jumlah keluarga pengungsi Suriah yang baru saja menyeberang ke zona perbatasan tak bisa dibilang sedikit.

Muhammad Zayed (nama disamarkan), mitra lokal ACT berbasis di Akcakale mengatakan, beberapa bulan terakhir, gelombang pengungsi baru masuk ke Akcakale. Mereka belum terdaftar, mereka masih tinggal di tenda terpal yang kumuh.

img_5932.JPG

“Datang ke Akcakale tidak punya pekerjaan, beberapa masuk ke sini pun dalam kondisi sakit, terluka karena bom dan roket. Asal mereka dari Aleppo, Deir Az Zour, Hama, Homs, juga Ghouta di Damaskus,” papar Muhammad Zayed.

Pendataan awal pun kami lakukan, ada satu kamp di pinggiran Akcakale, di sebuah tanah lapang penuh debu. Sekira seratusan keluarga Suriah tinggal dalam tenda terpal kumal. Kebutuhan mendesak mereka berupa bahan-bahan pangan.

Selepas salat Jumat (2/3) kemarin, paket-paket pangan disiapkan. Dalam satu kotak berisi bermacam jenis bahan pokok, mulai beras bulgur, gula, selai, minyak goreng, pasta, kacang-kacangan, saus pasta, garam, dan beberapa jenis bahan lain.

img_5924.JPG

“Insya Allah, paket pangan yang disiapkan untuk pengungsi Suriah di Akcakale cukup untuk sebulan ke depan. Paling tidak, mereka tak lagi harus ke pasar membeli bahan pangan selama satu bulan,” kata Rahadiansyah, Koordinator Tim SOS Suriah ACT XIV.

Satu minibus besar berjalan perlahan di belakang mobil kami. Di dalam minibus, seratusan kotak mengisi penuh bagian belakang. Masing-masing berat kotak, bisa sampai 15 kilogram. Ban belakang si minibus sampai tampak amblas, imbas beban yang diangkut.

img_6058.JPG

Membelok ke arah barat, kami tiba di tanah lapang tempat seratusan keluarga Suriah tinggal di tenda-tenda terpal, beralas tanah, kadang dengan sehelai karpet tipis.

“Kami datang, senyum kami disambut hangat. Mereka ramah sekali. Mitra ACT di perbatasan Sanliurfa segera menurunkan kotak bantuan pangan dari masyarakat Indonesia itu satu persatu. Sejam setengah semua proses selesai,” cerita Rahadiansyah.

Hampir azan Asar, distribusi paket pangan untuk pengungsi di kamp Akcakale rampung. Kami pamit disisipkan doa dari banyak keluarga pengungsi. “Masya Allah, terima kasih Indonesia. Kebaikan ini semoga kembali ke kalian, Allah menjaga Indonesia dengan keberkahan. InsyaAllah,” ucap Umi Aisyah, seorang nenek selagi menggendong cucunya di samping kotak bantuan pangan dari ACT. []

img_6127.JPG

2 Mar 2018

Update 13 - Kabar Langsung Pengungsi dari Bungker

Kabar Langsung Pengungsi dari Bungker di Ghouta Timur

Kabar Langsung Pengungsi dari Bungker di Ghouta Timur

ACTNews, REYHANLI - Suhu di titik perbatasan antara Suriah dan Turki masih berkisar tujuh hingga sepuluh derajat Celsius. Udara yang cukup membuat kulit menggigil ini sudah menemani kami, Tim SOS for Syria XIV, sejak Ahad (25/2) di Reyhanli, titik perbatasan Idlib dan Hatay.

Di batas antara Suriah dan Turki ini, tim mengumpulkan berbagai macam informasi tentang arus pengungsi. Misalnya saja, tentang kamp pengungsian Suriah di wilayah Idlib serta kondisi terkini Ghouta Timur yang berdarah-darah.

Seorang mitra ACT mencoba mengabarkan kami melalui panggilan telepon langsung dari Ghouta. Tanpa berpikir lama, telepon pun dihubungkan, langsung dari Reyhanli ke Ghouta Timur.

Menurut mitra kami di Ghouta Timur, kini nyaris seluruh warga sipil yang masih bertahan berada di bawah tanah. Mereka menggali lubang bungker baru atau meminta pertolongan kepada keluarga yang sudah memiliki ruang perlindungan di dalam tanah.

“Tidak ada lagi bangunan yang bisa dihuni di atas tanah. Semua bersembunyi di dalam bungker. Gelap, tanpa listrik, tanpa penghangat. Suhu di Ghouta rata-rata masih 11 derajat Celsius,” kata Hamid, mitra ACT yang berada di dalam Ghouta.

Tak semua rumah di dalam Ghouta punya bungker atau sempat menggali tanah untuk membuat bungker darurat. Hamid bercerita, satu bungker sempit terpaksa dimuat oleh sembilan sampai belasan keluarga.

“Bungker digali di dalam rumah, satu lantai ke bawah. Belasan keluarga berdesakan di dalam bungker. Kami harus mencari celah, seperti mengendap untuk membawa bantuan logistik masuk ke dalam bungker di bawah tanah,” ujar Hamid lewat panggilan telepon dari Ghouta.

Di dalam bungker, kondisi cukup gelap, pengap, tanpa air, dan tanpa sanitasi. Di sana mereka bertahan sambal berharap ada pasokan makanan atau obat-obatan yang segera datang ke dalam bungker.

“Semua horor di dalam bungker setidaknya lebih baik dan lebih aman daripada bertahan di atas. Di luar bungker semua seperti neraka,” imbuh Hamid.

Kabar paling baru dari Ghouta Timur, beberapa warga sipil sedang berusaha menggali jalur penghubung antar bungker. “Kami menemukan beberapa terowongan sedang dibuat di bawah tanah. Persis seperti di Gaza. Jalur penghubung dari satu bungker ke bungker lain digunakan untuk membawa makanan dan logistik medis,” terang Hamid.

Lebih dari satu pekan bombardir rezim menghujani tanah Ghouta, kondisi bungker makin padat. Suara tangis anak-anak mengisi lorong-lorong gelap di dalam bungker.

“Anak-anak hanya diam di dalam bungker. Tapi ketika roket itu meledak, suara ledakan sampai ke dalam bungker dan anak-anak itu menjerit ketakutan,” cerita Hamid.

Meringkuk sakit dan terluka di dalam bungker

Ketika gencatan senjata diberlakukan dalam beberapa puluh jam terakhir, sejumlah pasien terluka pun diamankan masuk ke dalam bungker-bungker di bawah tanah.

“Sudah tak ada lagi rumah sakit yang beroperasi di atas tanah. Hingga Senin (27/2), kami tak menemukan rumah sakit yang utuh. Hanya fasilitas medis kecil yang dijalankan dari bawah tanah. Di dalam bungker yang menjadi tempat perlindungan kami, ada empat ibu yang baru saja melahirkan dalam kondisi pengap dan gelap,” pungkas Hamid sebelum akhirnya telepon berakhir.

Selagi menunggu di perbatasan, panggilan telepon dari mitra ACT di Ghouta Timur menjadi informasi penting yang terus kami tunggu. Kabar terkini dari Ghouta, jaringan internet tak bisa terhubung di bawah tanah. Perlu kenekatan untuk keluar dari bungker dan mencoba panggilan telepon sampai ke batas Suriah dan Turki.

Rahadiansyah selaku Koordinator Tim SOS for Syria XIV mengatakan, aksi implementasi bantuan pangan di Ghouta terus berlangsung. Mitra lokal ACT yang berada di Ghouta sudah membawa paket-paket pangan untuk ratusan keluarga di dalam bungker.

“Kami masih menunggu laporan dokumentasi foto dan video terkini dari Ghouta. Insya Allah kalau mitra lokal kami menemukan sinyal telepon satelit yang kuat, video dan foto akan segera dikirimkan. Kami mohon doa dari semua masyarakat Indonesia,” pungkas Rahadiansyah. []

Foto: Damascus Media Center, Anadolu, NBCNews

27 Feb 2018

Update 12 - Serangan Gas Sekap Anak-Anak Ghouta Timur

Serangan Gas Sekap Anak-Anak Ghouta Timur

ACTNews, GHOUTA TIMUR - Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang menuntut gencatan senjata di wilayah konflik Ghouta Timur, Sabtu (24/2). Resolusi tersebut dibuat demi membuka akses bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur. Namun demikian, keputusan tersebut berbuntut pada penyerangan susulan oleh rezim kepada oposisi di wilayah konflik itu.

Ahad (25/2), jet tempur rezim kembali menyasar beberapa distrik dan kota kecil di Ghouta Timur. Kali ini, serangan yang diluncurkan berupa gas beracun di Al-Shifoniyah, salah satu kota kecil di Ghouta Timur, serangan gas beracun itu justru mengenai perempuan dan anak-anak. Seketika itu juga mereka menderita sesak nafas.

Peristiwa ini dilaporkan oleh Pertahanan Sipil Suriah yang berada di Ghouta Timur. Gas yang digunakan dalam serangan tersebut diduga berjenis klorin. Hal ini dilihat dari gejala yang dialami para korban, seperti dyspnea, iritasi intensif pada selaput lendir, iritasi pada mata, dan pusing.

Beberapa korban dilarikan langsung ke sejumlah klinik di Al-Shifaniyah. “Delapan belas korban telah diberi penanganan medis seperti pemberian oksigen,” jelas menteri kesehatan setempat.

Selain serangan gas beracun, pesawat tempur rezim juga meluncurkan tembakan ke berbagai distrik dan dan kota kecil yang ada di wilayah rural Damaskus. Melansir dari Al Jazeera, serangan Ahad (25/2) lalu menewaskan 27 penduduk sipil di Ghouta Timur.

Hingga kini, lebih dari 500 penduduk sipil meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan rezim sejak Ahad (18/2). Sekitar 120 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu, 2.400 korban lainnya mengalami luka-luka.

Ghouta Timur telah dikepung pihak oposisi sejak 2013. Pasang surut perang berlanjut, melibatkan oposisi, rezim, dan juga beberapa negara lainnya yang terkait. Pengepungan selama lima tahun ini membuat bantuan kemanusiaan internasional sulit mengakses Ghouta Timur. Ditambah dengan kondisi konflik yang makin intens seminggu belakangan ini, akses masuk pun semakin dibatasi.

Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT menekankan bagaimana saat ini, faktanya, tragedi kemanusiaan tengah berlangsung di Ghouta Timur. Manusia-manusia paling rentan, khususnya anak-anak, setiap saat harus meregang nyawa.

“Ini saatnya kita beraksi atas nama kemanusiaan. Tidak ada alasan bagi kita untuk membantu dalam konteks kemanusiaan, meskipun yang kita tolong berasal dari latar belakang yang berbeda. Kami lembaga kemanusiaan, tugas kami beraksi menolong korban konflik dan mengajak banyak orang untuk peduli bersama,” terang Imam, Senin (26/2).

Insya Allah, ACT terus berikhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai Suriah, bekerja sama dengan mitra-mitra yang berlokasi dekat dengan area konflik. Sebagai tahap awal, ACT telah memberangkatkan Tim SOS for Syria XIV pada Jumat (23/2) dan Sabtu (24/2). Tim akan mendistribusikan bantuan pangan dan medis bagi para pengungsi Suriah yang mencoba menyelamatkan diri dari Ghouta Timur. []

Foto: Anadolu, AFP, Reuters
12 Apr 2017

Update 11 - Bantuan Pangan untuk Pengungsi Idlib

Idlib berada tak jauh dari perbatasan antara Suriah dan Turki. Seperti halnya Allepo, biasanya pasca serangan hebat, warga berbondong-bondong eksodus merangsek perbatasan dn melintas masuk ke kota terdekat di Turki.

Meneruskan simpati dan empati publik di Indonesia, termasuk para donatur di kampanye kitabisa.com, atas peristiwa terbaru di Suriah itu, Tim SOS Suriah XIII Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengonfirmasi hal ini ke Kota Reyhanli, kota di ujung selatan Turki yang kerap menjadi tujuan para pengungsi Suriah, Minggu (9/4).

Sejak berkontakan dengan mitra lokal, Tim banyak mendapat informasi seputar Khan Seikhoun ini. Kesimpulannya, pasca serangan pintu perbatasan Cilvegozu di Reyhanli lebih banyak dilintasi ambulans-ambulans yang membawa korban serangan di Khan Seikhoun itu. Ada lebih dari 400 orang korban sampai hari Minggu lalu yang diantar dan dirawat ke rumah sakit yang ada di Reyhanli dn sekitarnya.

Warga Khan Seikhoun dan sekitarnya yang selamat, hanya bisa mencapai satu lokasi di dekat Cilvegozu di sisi Suriah, belum banyak yang bisa mencapai perbatasan (Reyhanli - Turki).

Tim berhasil mendata ada 30 keluarga yang telah mukim sejak beberapa hari sebelumnya. Jangan bayangkan ini keluarga utuh. Kebanyakan keluarga yatim alias tak berkepala keluarga, sisanya anak-anak yatim yang berhasil menyeberang berkat bantuan orang-orang baik di perbatasan. Di Reyhanli, mereka masih menerima uluran kebaikan dari sesama Suriah atau kerabatnya yang sudah lebih dulu mukim d Reyhanli. Sisanya mengontrak ruang2 petak kecil kios tak terpakai atau bangunan rumah yg belum jadi. Uang kontraknya, 200 sampai 250 lira. Mengontrak? Ya, seharga itu pun tak mendapat listrik dan air.

Kondisi lain yang tampak dari para pengungsi di Reyhanli saat ini adalah belum banyaknya bantuan yang datang baik dari NGO lokal maupun internasional.

0020347eac53c32cb5f46d6c26fe127978fc6be0

857de2ed783002e315d9b96798c4dc060cb1a4c0

Bantuan pangan telah disalurkan sebagai bantuan tahap I untuk para pengungsi yang berada di Reyhanli ini, khususnya diberikan untuk para korban bom kimia Idlib. Selain memberikan bantuan pangan, tim ACT pun senantiasa menyempatkan diri untuk bermain dan menghibur para anak-anak yatim yang berada di Reyhanli. Senyum di wajah anak-anak pun mulai terkembang kembali seraya tidak mau melepaskan diri dari gendongan.

5e93e909037634a30311eb19d5ad2f10e82058d5

5 Apr 2017

Update 10 - Puluhan tewas akibat serangan kimia di Idlib

Perang telah berlangsung 6 tahun lamanya, namun bayangan kedamaian tampak masih jauh dari harapan.

Selasa lalu (4/4), serangan gas kimia diluncurkan ke kota Khan Syaikhun di Provinsi Idlib, Suriah. Serangan ini membunuh 58 jiwa, 11 di antaranya adalah anak-anak. Bisa dibilang, ini adalah serangan paling buruk selama konflik 6 tahun ini. Tubuh-tubuh tergeletak kaku tewas akibat serangan ini, sementara yang masih bisa terselamatkan harus di sterilisasi dulu dengan cara disiram air hingga tak jarang tubuh mereka mengejang kesakitan.

6026f6a3c95f3a3412cc6cd42c569e91d3f50494

(sumber dokumentasi: CNN)

Tak hanya selesai disitu, beberapa jam kemudian sebuah rumah sakit di distrik tersebut dikabarkan hancur diserang juga.

09c867a10c9039d91067c126e678b6595637d657

(sumber dokumentasi: Reuters)

Mari satukan hati, kirimkan doa dan dukungan terbaik kita.. bersama ketuk pintu langit dengan harapan untuk saudara-saudara muslim yang tengah di dera perang dan konflik.

Klik "Donasi Sekarang" atau melalui rekening:

Mandiri 127 000 7669607 an Aksi Cepat Tanggap

6 Jan 2017

Update 9 - Dingin Menusuk Berselimut Terpal dan Tikar

Telah lebih dari 2 minggu tim #SOSSyria XI (sebelas) ACT berada di Turki untuk menyalurkan amanah bantuan bangsa Indonesia untuk para pengungsi Suriah. Selain implementasi bantuan untuk program jangka panjang seperti pabrik roti dan shelter, ACT juga terus berikhtiar untuk menyalurkan bantuan yang paling urgent dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana.

6452974d901760f17235c60e25b4b5f51d69d90f Potret Pabrik Roti Bangsa Indonesia di Turki


Tim #SOSSyria ACT melaporkan, pengungsi Suriah yang berada Turki secara garis besar terbagi menjadi 3 (tiga) macam. Pertama, pengungsi yang tinggal di kamp-kamp resmi yang dikelola langsung oleh pemerintah Turki. Kedua, pengungsi yang tinggal di rumah dan apartemen sewaan yang ada di Turki. Ketiga, pengungsi yang tinggal di kamp-kamp darurat yang terbuat dari bahan dan material seadanya. Berdasarkan pengamatan langsung tim #SOSSyria ACT di sana, pengungsi Suriah jenis ketiga inilah yang saat ini paling membutuhkan kepedulian kita.

2f9187d730e0bfd5fe69f376ab9c4fa83910e925 Salah satu tenda di kamp darurat pengungsi Suriah


Bagaimana tidak, kamp-kamp pengungsi darurat yang mereka huni, berdinding dan beratapkan terpal plastik, serta beralaskan tikar yang bercampur lumpur. Perabotan sederhana untuk memenuhi kebutuhan dasar pun tidak mereka miliki. Hanya pakaian dan harta benda tak seberapa yang menempel di badan mereka lah yang berhasil mereka bawa dari kampung halamannya di Suriah.

d36c2dc4730a451fe41f2d918e8c214cea912e12


Sejak beberapa bulan terakhir dan untuk berbulan-bulan kedepan, wilayah Suriah dan sekitarnya (termasuk Turki) tengah mengalami musim dingin yang suhunya bisa mencapai -1 derajat celcius. Terbayangkah kondisi mereka di sana tanpa alas tidur, selimut, penghangat ruangan, dan tempat bernaung yang layak?


8bed5970ecc6861ef055e2aca53fcad965dc500c


Insya Allah, tim #SOSSyria XI ACT akan menyalurkan paket bantuan musim dingin dalam wujud matras(kasur), selimut, dan arang untuk penghangat ruangan. Mari salurkan kepedulian terbaik untuk mereka!

Sampai tulisan ini disusun, lebih dari 2,4 miliar rupiah telah tergalang di Kitabisa dari 6.925 donatur. ACT mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada donatur, sembari terus mengajak Anda untuk berpartisipasi dan berdonasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di sana.


8364ba3856defcf19c36a5aec60e4f5651c8d04a


Selain melalui tombol "DONASI SEKARANG" di halaman ini, Anda juga bisa berdonasi melalui rekening khusus kerjasama ACT dengan Kitabisa berikut ini:

Bank Mandiri

127 000 7669607

a.n. Aksi Cepat Tanggap

*Khusus donasi Suriah melalui rekening Mandiri diatas, mohon tambahkan Rp212 di nominal donasi Anda. Contoh: Rp500.212 ; Rp1.000.212 ; Rp5.000.212

Selain berdonasi dengan harta, Anda juga bisa berdonasi dengan membagikan atau menyebarluaskan informasi ini.

"Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya." (HR. Bukhari)

#LetsACTIndonesia, #LetsHelpSyria!

22 Dec 2016

Update 8 - Kolaborasi Kemanusiaan Turki dan Indonesia

Alhamdulillah, tim #SOSSyria XI (sebelas) ACT yang telah berada di Turki sejak Senin (19/12) kemarin, telah bertemu dan berkoordinasi dengan IHH, salah satu NGO terbesar di Turki. Pertemuan berlangsung antara team leader #SOSSyria XI sekaligus Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur, dengan dua Vice President IHH, Murat Yılmaz dan Yaşar Kutluay.


380257a268bcaf1692336262352f2d496c9f8dd8


Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya, salah satu bentuk implementasi amanah donasi bangsa Indonesia bagi warga Suriah, adalah dalam wujud pabrik roti. Alhamdulillah, salah satu hasil pertemuan ini ialah terjalinnya kerjasama pengadaan pabrik roti tersebut antara ACT dan IHH. Selain itu, kerjasama ACT dengan mitra strategis seperti IHH ini juga untuk memastikan bantuan yang tersalurkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi untuk jangka panjang.

1f259614c13bdb766a7025a4f4a262c0f0323eda


Selain bertemu dengan IHH, sebagian tim #SOSSyria XI ACT juga telah bertolak ke wilayah perbatasan. Sebelumnya di perbatasan dan di kota Aleppo bagian timur, relawan setempat ACT telah dan terus menyalurkan bantuan pangan (makanan siap santap + buah-buahan) bagi para warga Aleppo yang mengungsi, meski harus menghadapi dinginnya salju.

582ac4ac9ed768c688cb28cc38813b8ded218483

96c47dd2cf4ec6c3a338fa7af6571389c8594ea8

2b51ad31f8bc457d884a5503ee7c1ac31c6bda1f


Sampai tulisan ini disusun, lebih dari 1,9 miliar rupiah telah tergalang di Kitabisa dari 6.188 donatur. ACT mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada donatur, sembari terus mengajak Anda untuk berpartisipasi dan berdonasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di sana.

Selain melalui tombol "DONASI SEKARANG" di halaman ini, Anda juga bisa berdonasi melalui rekening khusus kerjasama ACT dengan Kitabisa berikut ini:

Bank Mandiri
127 000 7669607
a.n. Aksi Cepat Tanggap

*Khusus donasi Suriah melalui rekening Mandiri diatas, mohon tambahkan Rp212 di nominal donasi Anda. Contoh: Rp500.212 ; Rp1.000.212 ; Rp5.000.212


Selain berdonasi dengan harta, Anda juga bisa berdonasi dengan membagikan atau menyebarluaskan informasi ini. "Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya." (HR. Bukhari)

#LetsACTIndonesia, #LetsHelpSyria!

17 Dec 2016

Update 7 - Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Aleppo

Alhamdulillah, untuk menyambut para warga Aleppo, Suriah yang mengungsi, ACT melalui mitra setempat telah menyediakan makanan siap saji di daerah Al-Tareeb, rural (pinggiran) Aleppo.

8edf40bc78e97abbd1f0d20c3e1851fb54b05f42

9a4887e74d300d6521a9d5b6da7799a8ff17d4a2

Insya Allah, ACT akan terus menyalurkan amanah bantuan bangsa Indonesia untuk warga Suriah yang membutuhkan, dalam berbagai macam bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan atau urgensi di lapangan.

Apabila tidak ada hambatan, pada hari Ahad (18/12) ACT akan memberangkatkan Global ACTion Team #SOSSyria XI (sebelas) menuju titik-titik perbatasan Suriah. Salah satu misi atau target utama dari pemberangkatan tim kali ini ialah memfinalisasi pembangunan pabrik roti untuk para pengungsi Suriah.

Mohon doa tertulus dari segenap bangsa Indonesia agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar. ACT terus mengajak Anda untuk berpartisipasi dan berdonasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di sana.

Selain melalui tombol "DONASI SEKARANG" di halaman ini, Anda juga bisa berdonasi melalui rekening khusus kerjasama ACT dengan Kitabisa berikut ini:

Bank Mandiri
127 000 7669607
a.n. Aksi Cepat Tanggap

(Khusus donasi Suriah melalui rekening diatas, mohon sertakan kode unik 212 di nominal donasi Anda. Contoh: Rp500.212 ; Rp1.000.212 ; Rp5.000.212)

16 Dec 2016

Update 6 - Penduduk Aleppo di evakuasi, ACT kirim Tim

Menurut Syrian Observatory for Human Rights, konflik di Suriah sudah berlangsung selama 69 bulan, memakan

Memakan lebih dari 450 ribu korban meninggal, 2 juta orang luka-luka atau cacat, dan lebih dari 12 juta orang mengungsi baik di dalam Suriah atau Negara tetangga.

3c3ea4e65c2ff0a636aac622b721d7fc242910c9

Dalam pekan ini saja, PBB melaporkan bahwa setidaknya ada 82 warga sipil, termasuk 11 wanita dan 13 anak-anak tewas akibat serangan brutal yang dilancarkan ke Aleppo.

Setelah perundingan gencatan senjata yang disponsori Turki dan Rusia, disepakati bahwa sisa warga sipil yang masih ada di Aleppo boleh memilih untuk tetap bertahan atau diungsikan ke Idlib dan daerah lainnya di bawah kekuasaan oposisi. Banyak warga yang memilih untuk pergi, karena jika mereka memutuskan untuk bertahan, mereka akan berada di bawah kekuasaan rezim dan mereka khawatir akan terjadi pembantaian massal (atau pelecehan pada kaum wanita) oleh pihak rezim dan sekutunya.

439ebcd6e058047d8029fc8db4c29487d599875f

Sayangnya, proses evakuasi warga sipil yang masih tersisa di dalam kota Aleppo yang telah jatuh ke tangan rezim juga tidak berlangsung dengan mulus-mulus saja.

Kemarin (15/12), proses evakuasi sisa penduduk Aleppo mulai berjalan. Setelah sebelumnya sempat terkendala insiden penembakan dan juga campur tangan Iran yang berujung pada keputusan evakuasi yang sama juga dilakukan untuk militan syiah yang ditahan di daerah yang dikuasai oleh oposisi.

Dan dalam rombongan tersebut, setidaknya ada lebih dari 50 korban luka-luka yang butuh ditangani secepatnya.

6122e9cf3531c38d538a280d54b26dc42f84a78b

Aksi Cepat Tanggap siap mengirimkan tim Solidarity of Sympathy for Syria yang ke-XI untuk membantu para pengungsi dari Aleppo ini.

Mereka membutuhkan uluran tangan kita, apalagi musim dingin sedang berlangsung disana. Yang paling dibutuhkan saat ini adalah makanan, selimut dan baju hangat, serta tenda darurat.

14 Dec 2016

Update 5 - ​Aleppo Jatuh Ke Tangan Rezim

02a484776ced7672c9d5161b12437259f6c9b6bb

Beberapa hari terakhir, Aleppo memang menjadi titik utama pertempuran antar berbagai faksi di Suriah. Kini, kota tersebut telah jatuh sepenuhnya ke tangan rezim. Dan seperti kejadian-kejadian sebelumnya, korban yang jatuh tidak hanya berasal dari mereka yang memegang senjata, namun juga warga sipil termasuk wanita dan anak-anak yang tidak berdosa.

Kengerian yang terjadi di Aleppo, tercermin dari laporan-laporan yang menyatakan bahwa banyak wanita Suriah di sana yang memilih untuk mengakhiri hidupnya demi menjaga kehormatannya. Bagaimana tidak, entah sudah berapa jumlah wanita yang diperkosa oleh pasukan rezim, tidak sedikit pula yang kemudian dibunuh secara keji.

Kini di jalanan kota Aleppo, tidak ada pemandangan selain kehancuran dan mayat-mayat yang bergelimpangan. Warga yang masih hidup tidak lagi bisa memindahkan mayat-mayat tersebut akibat tidak henti-hentinya serangan bom dan desingan peluru yang mengelilingi mereka di 48 jam terakhir.

eaf69f517f5819bcae9cdd394a6e2772d2fc156c

Lebih dari 35.000 orang sudah meninggalkan Aleppo timur ke wilayah barat sementara 15.000 lainnya berlindung di shelter kolektif dan ribuan jiwa lainnya masih belum terdata keberadaannya.

ae9121549373100c3595833d3bf01376ca0478da

Seolah itu semua belum cukup, cuaca dingin juga menyiksa dan memakan korban jiwa. Dilaporkan ada banyak lansia yang tewas akibat dinginnya cuaca dan minimnya penghangat seperti selimut dan pakaian yang tebal.

Dan yang paling menderita, tentu para anak-anak Suriah. Masa kecil mereka 180 derajat berbeda dengan masa kecil kita di sini. Gambar yang mereka buat, bukanlah sawah dan gunung beserta matahari cerah yang dengan indah menyinari, melainkan langit yang dihiasi pesawat tempur dan rudal, serta jalanan yang dialiri sungai darah dan mayat-mayat di sekelilingnya.

Sungguh kondisi saudara-saudara kita di sana teramat sangat mengerikan dan membutuhkan aksi serta kepedulian nyata dari kita. Sungguh kita harus amat sangat bersyukur dengan kehidupan kita di Indonesia.

Mari bersama satukan langkah, hangatkan hati dan menolong sesama atas nama kemanusiaan.

18 Jul 2016

Update 4 - Bantuan Pangan untuk Pengungsi Syria

Selagi menunggu kesiapan bantuan unit ambulance yang akan diberikan pada warga Syria, ada amanah ratusan Paket Pangan Ramadhan dari donor dan beragam element Indonesia, salah satunya adalah dari para donors yang tergalang dari crowd funding platform kitabisa.com yang harus disampaikan kepada para pengugsi Syria. Tim Sympathy of Solidarity (SOS) for Syria VII – 2016 yang dibantu beberapa mitra dan rekan kerja lokal yang selalu bersemangat melayani para pengungsi, menjadi dorongan semangat sendiri bagi tim SOS – ACT ini.

Sejak kali pertama, tim diterjunkan dan menyapa para pengungsi Suriah pada 11 Mei 2016, distribusi paket pangan dikerjakan. Semua paket berisi berbagai macam bentuk bahan pangan yang memang dicukupkan untuk masa satu bulan lewat itu, telah terdistribusi hingga Jum’at (10/6) lalu. Paket-paket pangan itu dapat dinikmati oleh penerima hingga Ramadhan. Distribusi dilakukan di berbagai titik untuk para warga Suriah yang berada di negerinya maupun sebagai pengungsi di Kota Reyhanli dan sekitarnya.

651cd262b07abfc60a685d86189d8236e73d4a92

Puluhan Ribu Paket

Tak hanya bantuan pangan, amanah rakyat Indonesia itu juga mewujud kedalam bentuk bantuan yang beragam. “Ya kami tidak hanya siapkan (bantuan) pangan, tapi juga bantuan-bantuan yang sifatnya urgen atau memang dibutuhkan oleh pengungsi di saat itu,” tutur Yusnirsyah Sirin, Tim Leader implementasi. Tak hanya bantuan pangan, ada juga bantuan peralatan pendidikan hingga bantuan alat penyejuk udara untuk kamp, juga peralatan dapur hingga Al-Quran bahkan sekedar pesta kecil untuk menghibur anak-anak yatim Suriah. Semua itu telah tunai terdistribusikan ke wilayah-wilayah di Kota Aleppo dan sekitarnya, juga Kota Idlibs dan sekitarnya serta kamp-kamp pengungsian dan rumah-rumah yatim yang berada di sekitar kota-kota perbatasan Turki dan Suriah.

Pada 16 Mei 2016, akad pembelian 10 unit ambulans untuk keperluan emergensi di Suriah juga tertoreh di kantor mitra ACT di Kota Istanbul. Pertengahan bulan Ramadhan kesepuluh ambulans diupayakan akan masuk Turki dari Jerman sebagai negeri dimana ambulans full-furnished disiapkan. Salah satunya adalah dari para donors kitabisa.com

Tim SOS Syriah VII juga mendistribusikan paket pangan ke satu kamp pengungsi Suriah tak resmi di wilayah Anadalioglu, Kota Mersin, Turki. Di kota ini tidak ada satupun kamp pengungsian resmi, para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda di kamp ini secara administrasi dianggap sebagai kaum urban oleh pemerintah kota setempat. Secara umum, di kota pelabuhan ini terdapat 300 ribu pengungsi Suriah, baik yang tinggal di kamp-kamp tenda mandiri tadi bekerja sebagai buruh tani maupun mereka yang menyewa kios atau rumah sederhana di bagian kota. Kota Mersin menjadi kota dimana para pengungsi Suriah menuju Eropa. Tim mendistribusikan 15 paket pangan untuk keluarga di kamp ini.

b2677d93d87c2d7df4c44e584d1f5ef1781819aa

Jenis paket berisi gandum, beras, gula, adas halus, adas kasar, minyak nabati, minyak zaitun, beras bulgur, teh, bumbu za'tari itu masing-masing seberat 32 kg. Maka bantuan untuk warga Suriah di Kamp Mersin ini mencapai 5.600 kg atau 5,6 ton.

Pada 10 – 11 Juni 2016, Paket Pangan Ramadhan menghampiri para penerima manfaat langsung dari ‘pintu ke pintu’, demikian halnya juga terjadi di perbatasan Turki. Selama dua hari, sebanyak 614 Paket Ramadhan (untuk 614 kk) diantar langsung menemui para pengunngsi Suriah yang berada di kamp-kamp pengungsian (tenda) dan kediaman pengungsi di sekitar dan dalam Kota Reyhanli. Paket berisi 10 jenis bahan makanan termasuk minyak goreng itu ‘berkeliling’ ke utara, selatan, barat dan timur kota Reyhanli. Dua truk mengangkut paket total seberat 9.210 kg atau 9,2 ton itu tak henti menghampiri beberapa titik di kota yang menjadi pusat pemukiman para pengungsi Suriah, yang jika ditotal jumlahnya mencapai 92.000 jiwa.

12450d1bb7f8f84e85d1ad4fefc077db1dfc3c79


Selain mendistribusikan bantuan di atas, ACT juga terus berikhtiar mengajak rakyat Indonesia melanjutkan empatinya dengan menyiapkan program-program jangka panjang bagi warga Suriah. Program-program itu demi meneruskan kepedulian panjang kita bagi masa depan warga Suriah yang mengungsi di negerinya sendiri maupun di wilayah Turki.

fabb860d86cb7716fe1f1a83d262e6c3cd95c36c

Hal ini telah ACT mulai dengan mengadakan bantuan ambulans untuk dimanfaatkan di Kota Aleppo dan Idlibs sekitarnya, menyiapkan proyek pengadaan pabrik roti bagi warga Suriah yang berada perbatasan Turki – Suriah serta terlibat dalam penyiapan kompleks shelter terintegrasi – berfasilitas sekolah, masjid dan klinik—di atas lahan seluas 7,000 M2. Kompleks shelter yang berada di pinggiran Kota Reyhanli ini kelak dapat menampung sekitar 3,000 jiwa pengungsi Suriah yang berada Turki. Kedamaian masih terasa panjang untuk mereka. Mereka masih membutuhkan kepedulian dan uluran tangan kita

30 May 2016

Update 3 - Persiapan ambulans dari Indonesia untuk Syria

Setelah memberangkatkan Global ACTion Team SOS Syria gelombang kedua dan ketiga, alhamdulillah berbagai rintangan dan hambatan untuk menyalurkan bantuan bagi warga Suriah semakin mudah dilewati. Insya Allah, ikhtiar tim ACT untuk menyalurkan amanah donasi bangsa Indonesia, terutama dari donatur Kitabisa.com, akan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

Memasuki minggu keempat sejak tim SOS Syria gelombang pertama berangkat, ACT telah menyalurkan berbagai macam bentuk bantuan ke berbagai lokasi kamp pengungsian di Turki. Salah satunya ialah kamp Adanalioglu di Provinsi Mersin, kamp pengungsian "darurat" yang penghuninya belum diberikan status sebagai pengungsi. Tak hanya itu, ACT juga telah mengirimkan berton-ton bantuan ke dalam wilayah Suriah, tepatnya di kota Aleppo & A'zaz.

75c55114c2f7c5f0ae0f57214ae0de97d625e934

Potret keramaian Camp Adanalioglu (Turki) saat pendistribusian bantuan.


f1b4705bd51ed76784b0065751dfa95e8f481e6f

Proses packing paket bantuan untuk warga Suriah di Aleppo.


Selain di sektor pangan, ACT juga berkomitmen untuk menyalurkan bantuan di sektor kesehatan. Alhamdulillah, seperti yang telah disampaikan di update sebelumnya, dengan tercapainya target campaign di Kitabisa.com (yang sebelumnya berjumlah tiga ratus juta rupiah), ACT akan menyalurkannya dalam wujud ambulans.


6cc991d294fbcdb470722506b842b6744b6c71c7

Desain ambulans #SOSSyria ACT - Kitabisa.com

Untuk mewujudkan bantuan ambulans ini, ACT telah bekerjasama dengan sebuah konsorsium kemanusiaan untuk Suriah yang beranggotakan 30 NGO Turki, yang mempersiapkan dan memastikan operasionalisasi armada ambulans di wilayah Suriah. Mobil ambulans yang dipilih Insya Allah didatangkan dari Jerman, dengan jenis/merk terkemuka seperti Mercedes-Benz atau Volkswagen (VW).


52ee9c7fac94e847e9524ecd5af785f057ae9711

Contoh ambulans salah satu NGO Turki untuk membantu warga Suriah.


Selain dari para donatur Kitabisa.com, sejumlah unit ZIS dan Majelis Taklim mitra ACT juga berkomitmen untuk mendonasikan unit-unit ambulans untuk Suriah. Insya Allah nantinya seluruh ambulans tersebut akan menjadi amal jariyah bangsa Indonesia di Suriah. Namun, mengingat banyaknya persyaratan dan hal-hal teknis yang harus diselesaikan, diperkirakan proses pengadaan ambulans ini memerlukan waktu hingga 3 (tiga) bulan sampai akhirnya bisa dioperasikan di Suriah.

Dalam rentang 3 bulan tersebut, Insya Allah tim SOS Syria ACT akan terus melanjutkan distribusi bantuan kemanusiaan lainnya. Untuk itu, campaign "Help Syria" di laman ini diperpanjang sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Mari terus salurkan kepedulian bagi saudara-saudara kita di Suriah. Karena apabila hati kita tak tergerak untuk sekedar peduli, mungkin hati kita lah yang perlu diselamatkan..

13 May 2016

Update 2 - ACT distribusikan bantuan di perbatasan Syria

Sudah hampir sepekan, Tim SOS Syria - ACT menjejakkan kaki di Turki. Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, pilihan untuk transit di Turki dianggap jadi solusi terbaik sampai dengan hari ini. Apalagi, mengingat blokade rezim di Aleppo masih sulit untuk ditembus, bahkan banyak bantuan kemanusiaan yang dirilis oleh PBB tertahan di perbatasan Suriah, menunggu otorisasi dari rezim yang nampak sengaja menahan dan mempersulit kiriman logistik tersebut.

Selama sepekan di Turki, Tim SOS Syria - ACT berfokus di wilayah selatan Turki, dekat dengan garis perbatasan Suriah. Di lokasi ini, tim ACT menjalin kerjasama dengan lembaga kemanusiaan asal Turki dan Suriah, mencoba bergerak cepat membantu distribusi logistik dan pangan di banyak titik kamp pengungsian Suriah sepanjang perbatasan.

Kemarin, Rabu (11/5) Tim SOS Syria- ACT dipimpin langsung oleh Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President-ACT sukses mendistribusikan bantuan pangan untuk kamp pengungsian Suriah di daerah perbatasan Syria - Turki. Distribusi bahan pangan ini difokuskan untuk anak yatim dan janda korban perang Suriah yang kini menetap di kamp pengungsian.

 

 

Kamp pengungsi yang jadi sasaran adalah kompleks pengungsian cukup besar yang dikelola oleh sebuah NGO asal Suriah. Kompleks ini memiliki dapur umum, pusat pendidikan, pusat bermain anak, masjid dan ruang-ruang untuk tempat para penghuni komplek ini bertatapmuka dan bersilaturahim.

 

“Terimakasih, semoga dibalas kebaikan oleh Allah. Alhamdulillah, kebutuhan dapur dan logistik kami terpenuhi untuk dua pekan ke depan”, seru Abdul Hamid, kordinator logistik kompleks tersebut.

Hanya berjarak belasan Kilometer, kamp ini jadi pilihan utama puluhan ribu pengungsi Suriah untuk mencari perlindungan keamanan. Kamp ini pun berubah jadi “the Little Syria” saking banyaknya jumlah pengungsi Suriah di kamp ini.

 

 

Selain Bantuan Pangan, warga Suriah sangat membutuhkan unit-unit mobil Ambulance pasca pengeboman Rumah Sakit. Fasilitas kesehatan ini terasa sangat dibutuhkan untuk mengobati luka dan memberikan pertolongan pertama.

InsyaAllah dana Anda yang tergalang dari kampanye ini, akan disalurkan kepada masyarakat Suriah dalam bentuk 1 unit Ambulance. Mohon doakan kelancaran Tim SOS Syria - ACT yang saat ini masih berada di perbatasan, untuk dapat menyalurkan bantuan ke dalam Suriah dengan aman dan mudah. Tentunya doa yang lebih besar tetap terpanjat untuk Saudara-saudara kita di Suriah.

Bantu share campaign ini agar lebih banyak donasi untuk saudara kita di Syria.

5 May 2016

Update 1 - ACTION TEAM for SYRIA berangkat malam ini

Tepat dini hari ini, Jumat (6/5) Waktu Indonesia Barat, Tim Kemanusiaan ACT untuk Suriah akan bertolak menuju Suriah dengan sebelumnya transit terlebih dahulu di Istanbul, Turki. Tiga orang dalam tim Kemanusiaan ACT untuk Suriah ini terdiri dari Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur yang juga menjadi Team Leader, didampingi Yusnirsyah Sirin dan Andika Rachman.

f9907841c8da076f15f9a4c584523f5a323e15a7


Urusan transit di Istanbul bukannya tanpa alasan. Istanbul menjadi check-point untuk menyusun kembali strategi, membangun relasi apik dengan bermacam lembaga kemanusiaan serupa di Turki.

"Kami tidak bergerak sendiri. IHH, lembaga kemanusiaan global terbesar dan paling berpengaruh di Turki adalah mitra kami dalam menyampaikan bantuan kemanusiaan. IHH-pun dalam kiprah kemanusiaannya di Indonesia, bermitra dengan ACT. Menghubungkan relasi dan kerjasama kemanusiaan yang cerdas dan efektif dengan IHH di Istanbul menjadi satu strategi yang dijalankan tim Kemanusiaan ACT untuk Suriah,” jelas Syuhelmaidi

Mengingat medan konflik Suriah, terlebih di Kota Aleppo adalah pusat dari segala bombardir serangan mematikan, Tim Kemanusiaan ACT untuk Suriah ini takkan bergerak gegabah. Tim akan tetap berfokus memikirkan matang segala potensi dan resikonya sebelum benar-benar siap masuk ke Aleppo untuk mendistribusi bantuan kemanusiaan.

Komunikasi efektif dengan Kedutaan Besar Indonesia di Suriah dan Konsulat Jenderal Indonesia di Turki akan terus terhubung untuk mendiskusikan rencana dan gerak taktis di Aleppo ketika nantinya tim sudah berhasil menembus perbatasan Suriah. “Misi ini yang ingin kami teguhkan lagi adalah niatan utama untuk membangun kemitraan dengan banyak NGO serupa di Turki dan Suriah, sebab Kita tak bisa bekerja luarbiasa kecuali punya relasi dengan mitra yang luarbiasa,” tegas Syuhel.

db4e7d76ca37221c794a1da2e1e0931f71f639c1


Pada momen pelepasan Tim Kemanusiaan ACT untuk Suriah di Menara 165, Rabu (4/5), Ahyudin, selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan arahnya bagi tim yang akan bergerak ke Istanbul dan Aleppo membawa amanah bangsa Indonesia. Dua target yang ditekankan Ahyudin meliputi;

Pertama, tim ACT di Suriah akan memastikan bahwa amanah donasi bangsa Indonesia bisa betul-betul sampai dan tepat sasaran di Aleppo dan kota-kota pinggiran sekitarnya. Kedua, tim ACT di Suriah akan mencoba terlibat dengan lembaga kemanusiaan lain untuk mengirimkan bantuan medis dan pangan sebagai prioritas, terutama kebutuhan dokter bedah yang sangat mendesak.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung #LetsHelpSyria - Donasi Peduli Suriah :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?