Kitabisa! - Jembatan Baik Untuk Sikucur

Jembatan Baik Untuk Sikucur

Yuk Bantu Wujudkan Impian Arif, Mahasiswa Inspiratif, untuk Membangun Jembatan di desa Sikucur.
Campaigner (Social Media)
jembatan baik Campaigner Telah Terverifikasi

Rp. 100.056.555

terkumpul dari target Rp 300.000.000
33% terkumpul 43 hari lagi


Kode Embed
Salin dan sematkan kode di bawah ini


Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 1 - KEGIATAN TIM JEMABATAN BAIK UNTUK SIKUCUR

Dear donatur,

Tim jembatan baik terus bekerja untuk mewujudkan impian arif membangun jembatan bagi sikucur. Untuk mencapai tujuan tersebut, selama kurang lebih satu setengah bulan sebelumnya tim jembatan baik melakukan kunjungan ke sikucur untuk silaturrahmi dan sosialisasi dengan masyarakat dan pemerintah sekitar.

Rabu, 28 Juni 2017 arif dan tim jembatan baik mengunjungi daerah sikucur untuk silaturrahmi dan sosialisasi kembali dengan masyarakat tentang pembangunan jembatan di daerah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar kerjasama dan komunikasi antara tim jembatan baik dan setiap elemen masyarakat dapat terus terbangun dengan baik.

Pada hari Sabtu, 22 Juli 2017 tim jembatan baik kembali melakukan kunjungan untuk silaturrahmi dan sosialisasi dengan bapak camat V koto. Tim jembatan baik mendapat dukungan penuh secara moril dari pemerintah kecamatan, serta pemerintah bersedia bekerjasama dengan tim jembatan baik untuk melakukan pembangunan didaerah tersebut.

172eb94bd20ffcc9a4d8c62576a9dda2c3c053ff

Tim Jembatan Baik, Wali Korong, dan Camat V Koto Saat Diskusi Tentang Rencana Pembangunan Jembatan di Sikucur

Tim jembatan baik mengucapkan terima kasih kepada 265 orang baik yang telah peduli dan membantu hingga hari ini Senin 7 Agustus 2017 dengan total donasi sebesar Rp. 87.329.216. Kami yakin kamu orang-orang yang peduli dengan pembangunan di Indonesia, yuk kita sampaikan kisah ini kepada orang-orang disekitarmu untuk mewujudkan impian arif dan jembatan buat sikucur.

Perkenalkan saya Faris Budiman Annas, saya alumni pascasarjana Universitas Indonesia dan aktivis pada gerakan Jembatan Baik (www.jembatanbaik.id). Saya ingin menyampaikan surat dari seseorang bernama Arif Nurman, mahasiswa semester 6 Universitas Bung Hatta, yang peduli untuk membuka akses terhadap salah satu daerah terisolasi di Indonesia.



“ Hi orang baik, perkenalkan saya Arif, saat ini saya berdomisili di Kota Padang, Sumatera Barat. Saya merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Semester 6 Universitas Bung Hatta Padang. Tepat setahun yang lalu pada 2016, saya mengikuti suatu lomba perancangan jembatan yang diadakan salah satu perusahaan konsultan jembatan di Indonesia. Awalnya saya termotivasi mengikuti kompetisi ini untuk mengasah pengetahuan dan pengalaman saya dibidang konstruksi jembatan. Kompetisi ini merupakan kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai kampus ternama di Indonesia. Kemudian, saya pun membentuk tim untuk mengikuti kompetisi tersebut

.2017-07-07-PHOTO-00000019-1.jpg

Gambar 1. Saya (Arif) bersama anak-anak desa Sikucur di SD V Koto

Maka dimulailah petualangan saya bersama tim menelusuri berbagai Daerah Aliran Sungai di berbagai penjuru Sumater Barat, mulai dari Daerah Aliran Sungai yang terdekat dengan kota Padang hingga DAS yang terpencil sekalipun. Petualangan ini pun memakan waktu sekitar 1 bulan karena saya musti berpindah dari satu desa ke desa yang lain. Dan di setiap desa saya perlu menginap hingga beberapa hari karena saya harus mendalami masalah utama yang dihadapi warga desa diakibatkan oleh kondisi jembatan yang tidak memadai.

Dipenghujung petualangan ini, menghantarkan saya terhadap suatu tempat yang menurut saya memiliki kondisi yang sangat miris ditambah lagi tidak adanya jembatan yang memadai. Desa ini bernama desa Sikucur yang berlokasi di kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Singkat cerita, saya pun akhirnya memilih desa Sikucur ini menjadi desa yang akan saya rancang jembatannya untuk diperlombakan di kompetisi konstruksi jembatan. Desa Sikucur bisa dibilang desa terpencil, bayangkan saja, di daerah ini hampir tidak dijamah oleh sinyal telekomunikasi. Untuk mendapatkan sinyal, masyarakat di sini harus membuat antena sederhana, dan menempelkan telepon genggam mereka di dekat antena tersebut.

IMG_20170629_102524.jpg

Gambar 2. Topografi desa Sikucur, dikelilingi perbukitan dan aliran sungai

Kamu tahu kah? Desa Sikucur memiliki penduduk kurang lebih 55 Kepala Keluarga. Hampir seluruh dari penduduk di sini bermata mencaharian sebagai petani dan pekebun pada lahan yang mereka miliki di desa mereka. Sekeliling desa ini dikelilingi oleh perbukitan, sehingga menutup akses dunia luar untuk dapat masuk ke daerah ini. Ada satu lokasi yang tidak ditutupi bukit, namun sayangnya lokasi ini di pisahkan oleh alirang sungai. Jadi mau engga mau, jika warga ingin mengakses atau bepergian ke dunia luar, maka warga di desa Sikucur harus dapat menyebrangi sungai ini.

Sewaktu saya ngobrol dengan warga di sana. Mereka bilang bahwa pembangunan fasilitas umum di desa ini sangat tertinggal. Desa sikucur tidak memiliki sekolah, puskesmas, maupun pasar untuk perputaran roda ekonomi. Anak-anak di sini harus menempuh +- 10 kilometer menuju desa V Koto, Kelurahan Kampung Dalam untuk bersekolah, berobat maupun menjual hasil pertanian.

IMG_7926.JPG

Gambar 3. Beberapa pelajar di desa Sikucur berkumpul sebelum berangkat sekolah



2017-05-28-PHOTO-00000267.jpg

Gambar 4. Anak-anak desa Sikucur berangkat ke sekolah

Salah satu warga bercerita kepada saya, bahwa kalau hujan deras hingga berminggu-minggu, debit air sungai bisa meluap, dan membuat masyarakat tidak dapat menyebrangi sungai untuk menjual hasil pertanian. Hal ini pun membuat hasil pertanian mereka seperti sayur-sayuran, rempah-rempah dan buah-buahan membusuk.

IMG_0340.JPG

Gambar 5. Beberapa petani di desa Sikucur sedang beristirahat

IMG_20170629_111955.jpg

Gambar 6. Petani Singkong di desa Sikucur


Cerita lainnya, setiap musim hujan tiba, ibu-ibu di sini selalu berpergian menuju sungai menjelang sore, karena menunggu anak-anak mereka yang pulang sekolah dan menyebrang bersama-sama melewati aliran sungai. Ibu-ibu ini takut anak mereka hanyut.

Kembali lagi mengenai cerita saya pada kompetisi konstruksi jembatan, saya pun membawa kasus desa sikucur untuk perlombaan tersebut. Namun sayangnya, tim saya kalah dan hanya masuk semi final. Tim dari universitas lainnya mungkin memiliki rancangan jembatan yang keren dan canggih namun bagi saya desa Sikucur memiliki kesan yang mendalam dari sisi permasalahan sosial di sana. Desa Sikucur meninggalkan bekas moral di hati saya untuk membangun jembatan di Desa ini. Saya sangat yakin bahwa masyarakat di desa Sikucur sangat butuh jembatan untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

Untungnya, pasca kompetisi itu, saya bertemu dengan Ka Faris, seorang aktivis Jembatan Baik pada suatu kegiatan di Padang. Saya berharap Jembatan Baik dapat memberitahukan ke dunia luar bahwa ada saudara-suadara kita di Padang Pariaman yang sangat membutuhkan pembangunan Jembatan. Saya yakin bahwa akses adalah hak setiap manusia, dan akses dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.




Jabat erat,

Arif Nurman

Mahasiswa Universitas Bung Hatta”

Membaca surat di atas, saya (Faris) sangat terkesan dengan semangat dari adik Arif ini, dia masih sangat muda namun telah memiliki kepedulian terhadap masalah pembangunan dan sosial.

Lalu? Apakah kita hanya terhenti sebatas membaca surat di atas, yuk kita langsung memberikan aksi nyata dengan memberikan dukungan terhadap impian Arif di atas. Dukungan ini dapat kamu berikan dalam bentuk donasi melalui tombol di bawah ini. Atau kamu juga dapat memberikan dukungan dengan membagikan kisah ini ke pada orang-orang di sekitar kamu. Kalau bukan kita yang beraksi, siapa lagi?




Ayo ulurkan tangan baikmu melalui TOMBOL DONASI DI BAWAH INI

---------------------------------------

Tentang Jembatan Baik

Jembatan Baik lahir sebagai solusi pembangunan di negeri ini. Jembatan Baik merupakan komunitas yang terdiri dari kumpulan orang baik dan penggiat jembatan. Kami percaya, bahwa bersama pemerintah dan masyarakat, kami dapat memacu pembangunan jembatan di Indonesia. Demi Indonesia yang lebih baik. Kunjungi kami di www.jembatanbaik.id

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

DONASI SEKARANG

Donatur 355

  • Rp. 10.000.695
    Anonim
  • Rp. 7.000.140
    Anonim

    Maratama Cipta Mandiri

  • Rp. 5.000.589
    Anonim
  • Rp. 5.000.410
    Anonim

    Mohon ada update pembangunan jembatan ke email donatur dan di FB KitaBisa

  • Rp. 5.000.394
    Anonim

    Lets do it!!!!

  • Rp. 2.300.332
    Anonim
  • Rp. 2.000.595
    Anonim
  • Rp. 2.000.245
    Anonim

    Insyaallah dimudahkan usahanya ya Dinda.

  • Rp. 2.000.216
    Silika Viendari
  • Rp. 2.000.197
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 100.556
    Anonim

    desa sikucur

  • Rp. 100.792
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 300.294
    Ida Komariah
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 100.263
    Paul Karanata

    semoga bermanfaat dan lekas dibangun

  • Rp. 500.525
    Anonim
SHOW MORE

Apa itu Fundraiser?

Fundraiser adalah status yang Anda dapat saat berhasil mengajak teman berdonasi

Ingin menjadi Fundraiser untuk campaign ini?


Silakan Masuk untuk mendapatkan link Fundraiser Anda
Pesan kamu akan langsung terkirim ke jembatan baik

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?