Kitabisa! - Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa

Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa

Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa
Bersama, mari bantu saudara kita di Lombok untuk bangkit dari keterpurukan dan memulihkan kembali kehidupannya akibat gempa yang mengguncang 2 bulan lalu.

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser. Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa

Rp 11.128.561.082

terkumpul dari Rp 15.000.000.000
74% tercapai 19 hari lagi


Penggalangan dana dimulai 29 Jul 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Gempa Lombok meninggalkan duka mendalam untuk seluruh warga Indonesia. Selama satu bulan, mereka hidup ditemani 1.990 guncangan Gempa.

Tak hanya itu, gempa pun merenggut ratusan nyawa dan merusak infrastruktur disana. Tercatat sebanyak

585 orang meninggal dunia

38.919 orang mengalami luka-luka

445.343 orang harus mengungsi

149.715 unit rumah rusak

906 unit tempat ibadah rusak

1.154 sekolah rusak

Gempa telah melumpuhkan kehidupan Lombok. Kehilangan sanak saudara, tempat tinggal, dan mata pencaharian menjadi derita yang harus ditanggung saudara kita di Lombok. Mereka harus bertahan tinggal di pengungsian dengan segala keterbatasannya, dan tergantung pada bantuan pihak lain.

Untuk bertahan hidup dan kembali bangkit menata kehidupan. Saudara kita di Lombok sangat membutuhkan bantuan. Kedermawanan Masyarakat Indonesia akan menjadi energi bagi Saudara di Lombok untuk bertahan dan bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

Berikut Program Pemulihan Kehidupan Lombok Pasca Gempa

Dapur Kepedulian Lombok

    Rp. 2,4 Juta/ Hari/ Titik

    Ketersediaan makanan menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan makanan 417.529 orang pengungsi, ACT telah mendirikan 143 Dapur Umum yang sudah ada sejak tanggal 29 Juli 2018. 

    Sebagai komitmen memberikan bantuan dan pendampingan pengungsi, Dapur Kepedulian Lombok ACT akan hadir untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari pengungsi.

    Logistik Kebutuhan Keluarga

      Rp 800ribu/ keluarga

      Pemenuhan kebutuhan pangan bagi pengungsi yang tidak ter-cover aktivitas Dapur Kepedulian Lombok, namun masih memiliki peralatan rumah tangga yang dapat digunakan untuk mengolah bahan pangan. Sekitar  20.000 KK terdampak gempa menjadi sasaran program.

      Hunian Sementara Ramah Gempa (Shelter)

        Rp 22,5 Juta/Unit

        Pembangunan Hunian Ramah Gempa untuk pengungsi yang terdampak gempa, sehingga dapat kembali memulai kehidupan yang lebih baik. Sekitar 10.000 KK terdampak gempa menjadi sasaran program. Model Hunian Ramah Gempa yang dibangun yaitu 1) Tipe A: bahan kayu dan polywood;  dan 2) Tipe B: Knock Down Model.

        Masjid Sementara

          Rp 110 Juta/Unit (12x12 m2)
          Rp 180 Juta/Unit (15x15 m2)

          Pembangunan 100 masjid untuk masayarakat Lombok. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah bagi masyarakat Lombok, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama dan kehidupan sosial masyarakat.

          Sekolah Sementara

            Rp 120 Juta/Unit (3 ruang kelas)
            Rp 240 Juta/Unit (6 ruang kelas)

            Pembangunan 100 sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal, serta hak anak-anak Lombok untuk mendapatkan pendidikan yang layak terpenuhi.

            Sanitasi Bersih

              Rp 40 Juta/Unit (8 pintu)

              Pembangunan 100 Sanitasi Bersih Untuk Lombok yang berdampingan dengan shelter untuk memastikan kehidupan bersih dan sehat pengungsi yang terdampak gempa. 

              Paket Perlengkapan Sekolah

                Rp 500ribu/paket

                Penyediaan perlengkapan sekolah bagi anak-anak usia sekolah di Lombok. Sekitar 10.000 paket perlengkapan sekolah akan diberikan kepada anak-anak Lombok, sebagai penunjang proses pembelajaran di sekolah.


                Sahabat, mari bantu pulihkan kehidupan saudara kita di Lombok dengan cara:

                1. Klik "DONASI SEKARANG"
                2. Masukan nominal donasi
                3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)
                4. Dapat laporan via email

                Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

                Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

                DONASI SEKARANG

                Donatur 51501

                • Rp. 429.997.000
                  Ridwan Kamil

                  Donasi dari Netizen, masyarakat Bandung & Jawa Barat

                • Rp. 420.000.000
                  Jonatan Christie
                • Rp. 160.000.293
                  agus jaka Prasaja
                • Rp. 76.960.000
                  Taqy Malik

                  Semoga Lombok segera bangkit kembali

                • Rp. 58.000.943
                  Kevin Tan
                • Rp. 50.000.596
                  Anonim

                  hei, Lombok. my first movie was taken on your lovely Island. I still remember when I played with Lombok's childrens. Love you️

                • Rp. 50.000.226
                  Anonim
                • Rp. 44.207.102
                  PT SENG FONG MOULDING PERKASA

                  Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Lombok. Dari seluruh karyawan dan Manajemen PT. SFMP.

                • Rp. 25.000.000
                  Jonathan Susanto

                  Titip ya vin, thanks

                • Rp. 24.500.739
                  Rheza Samara
                SHOW MORE
                • Rp. 300.176
                  Anonim
                • Rp. 50.389
                  Novia Kemala Puri
                • Rp. 11.000
                  Anonim
                • Rp. 50.000
                  Archie Wirija

                  Bismillah. Semoga Allah ridho.

                • Rp. 10.000
                  Anonim

                  강다니엘

                • Rp. 200.968
                  Anonim
                • Rp. 100.283
                  Anonim

                  Semoga bermanfaat

                • Rp. 2.000.330
                  Nina Kusumawardani

                  Lombok bangkit

                • Rp. 50.000
                  Anonim
                • Rp. 100.840
                  Anonim

                  Semoga bermanfaat untuk korban bencana gempa bumi Lombok..

                SHOW MORE
                16 Nov 2018

                Pencairan Dana Rp 18.703.737

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                12 Nov 2018

                Pencairan Dana Rp 13.015.500

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                6 Nov 2018

                Pencairan Dana Rp 31.776.791

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                2 Nov 2018

                Update 42 - Kampung Orang Baik Ada di Lombok

                Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan hunian bongkar pasang (knockdown shelter) bagi warga Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Saat ini, hunian yang telah berdiri mencapai 38 unit dari 145 yang ditargetkan.

                Gempa 5 Agustus lalu membuat sebagian besar rumah masyarakat di sana roboh, rata dengan tanah. Ratusan keluarga hingga saat ini masih berada di tenda pengungsian. Dusun Teluk Kombal, di mana hunian hasil sumbangsih masyarakat Indonesia bersama ACT dan Kitabisa itu berada, akan menjadi salah satu kampung binaan ACT.

                Kampung binaan tersebut dijuluki sebagai Kampung Orang Baik. Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, pemberian nama Kampung Orang Baik terinspirasi dari sapaan untuk donatur Kitabisa. “Baik masyarakat Indonesia yang berdonasi dan penerima manfaatnya insya Allah menjadi orang baik. Pada intinya ini adalah doa. Ini juga kesepakatan antara ACT dan Kitabisa.com sebagai penggalang dana,” jelas Alfian, Ahad (28/10).

                Alfian menambahkan, Kampung Orang Baik juga akan mendapatkan pendampingan oleh ACT untuk memulihkan kembali perekonomian warganya. “Bukan hanya sekedar hunian saja yang akan dibangun, namun juga bagaimana sistem kehidupan mereka yang sempat lumpuh. Terutama di bidang ekonomi mereka. Jadi bukan hanya namanya saja yang baik, tapi insya Allah kehidupannya juga baik,” paparnya.

                Sementara itu, koordinator pembangunan hunian model knockdown, Badan Purwanto menjelaskan, hunian yang dibangun di Kampung Orang Baik ini merupakan salah satu hunian unggulan ACT.

                “Dari kekuatannya, shelter ini cukup kuat. Semua rangkanya menggunakan besi. Meski begitu tidak terlalu berat, sehingga tahan terhadap guncangan gempa,” jelas Badan saat memantau pemasangan di dusun Teluk Kombal, Ahad (28/10). Menurut Badan, enam pekerja ACT dapat menyelesaikan enam sampai tujuh unit rumah per hari.

                Rohani, salah satu penerima manfaat sekaligus warga Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, berterima kasih  kepada masyarakat Indonesia melalui ACT dan Kitabisa.com yang telah membangunkan hunian untuk keluarganya.

                “Kami berharap dapat secepatnya pindah dari tenda ini karena di sini panas kalau siang. Dan kalau malam sangat dingin. Terlebih angin kencang datang,” ungkap Rohani.

                Dia berharap, musibah yang selama ini menimpa dirinya dan seluruh masyarakat Lombok bisa menjadi pelajaran berharga. Terutama untuk selalu mendekatkan diri dengan Allah dan kembali menjalankan kehidupan seperti biasanya. 

                30 Oct 2018

                Pencairan Dana Rp 17.059.118

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                26 Oct 2018

                Update 40 - Pemulihan Lombok: Warga Harapkan Hunian Layak

                Kehidupan masyarakat terdampak gempa di Lombok perlahan mulai pulih. Sebagian masyarakat yang berada di Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Ada yang sudah menggarap sawahnya, bekerja ke kantor, dan mengajar. Ada pula yang mulai membersihkan puing-puing runtuhan rumahnya.

                Koordinator ICS Pendi Fathurrahman menjelaskan, warga yang mengungsi di ICS sebagian besarnya sudah mulai membersihkan bekas rumahnya. Bahkan, sebagian sudah mulai membangun kembali rumah mereka.

                Di ICS warga hanya gunakan sebagai tempat istirahat saja. Tak terlalu banyak aktivitas di siang hari. Hal ini mengingat sebagian besar dari mereka sudah mulai bekerja.

                Menurut Pendi, hal tersebut sangat baik. Warga yang tinggal di ICS tidak merasa pasrah dengan keadaan, namun bergerak melakukan rutinitas seperti sediakala. Hal ini akan lebih membantu warga melupakan trauma atas bencana yang mereka alami hampir tiga bulan silam.

                “Lalu di pinggir jalan saat ini warga sudah banyak yang mulai berjualan. Tidak seperti beberapa hari setelah gempa. Tak ada satu pun warung yang buka toko atau dagangannya,” papar Pendi.

                Sementara itu, Sapurah (39), salah satu warga yang tinggal di ICS, mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya hunian dari ACT. Dirinya amat bersyukur, mengingat masih banyak warga di kampung halamannya yang masih tinggal di tenda darurat.

                “Kami sangat berterima kasih. Anak-anak kami tidak kedinginan lagi, seperti saat masih tidur di tenda. Kami orang tua hanya melihat anak-anak saja. Semoga tetangga-tetangga saya yang rumahnya juga hancur, kelak juga mendapat shelter,” papar Sapurah, warga yang berasal dari Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

                “Kalau suami belum bekerja karena belum berani melaut. Alhamdulillah karena ada ACT, kebutuhan pangan kami bisa terpenuhi. Kita bisa masak sendiri di dapur umum,” kata Saprunah.

                Saat ditemui Kamis (18/10) lalu, Sapurah hendak kembali dari bekas rumahnya. Ia menceritakan kondisi rumahnya, yang berada tak jauh dari pantai, sudah rata dengan tanah. Ketika gempa, keluarganya dan semua tetangganya berlari menjauhi pantai karena adanya isu tsunami.

                Hal inilah yang membuat sebagian besar warga sekitar pantai, belum mulai membangun rumahnya. “Kita hanya membersihkan saja. Kalau saya sama suami ingin bangun rumah kami segera. Kalau tetangga lain, masih ada yang takut,” ujarnya.

                Sementara itu, Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, ACT saat ini sudah membangun lebih dari 1.000 hunian. Meski jumlah ini jauh dari kebutuhan masyarakat, ACT akan terus mengupayakan agar warga terdampak gempa dapat memperolah hunian.

                “Jadi tak hanya ICS saja yang kita bangun. Ada juga model family shelter, di mana kami melibatkan partisipasi warga untuk membangun hunian mereka dengan bahan bangunan yang sudah kami sediakan,” ujar Alfian.

                Selebihnya, warga sendiri yang membangun rumah menurut desain dan ketersediaan bahan yang ada. Sebagian besar bahan bangunan dalam bentuk kayu sebagai rangka rumah. Hal ini sangat membantu warga yang ingin segera memiliki hunian yang lebih baik.

                Namun demikian, diakui Alfian bahwa masih banyak warga yang membutuhkan hunian. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bahu membahu membangun Lombok. Meski saat ini dampak bencana yang lebih besar tengah dialami warga Palu, namun pihaknya akan terus mendampingi masyarakat Lombok hingga benar-benar pulih.

                “Kami akan terus bersama Lombok. Karena program kemanusiaan ini tidak akan pernah berhenti. Alhamdulillah, program pemulihan ACT di Lombok cukup banyak, mulai dari Warung Wakaf, ACT Humanity Store, ICS, pembangunan fasilitas umum, hingga pendistribusian Family Shelter, Knockdown Shelter,” kata Alfian.


                Alfian berharap, rangkaian program pemulihan yang ada dapat kembali membangkitkan ekonomi masyarakat Lombok. Khususnya warga Lombok yang terdampak gempa.

                23 Oct 2018

                Pencairan Dana Rp 35.926.494

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                19 Oct 2018

                Update 38 - Pemulihan Lombok Dua Bulan Pasca Gempa

                Lombok kini memasuki masa recovery. Ikhtiar untuk membangun kembali Lombok masih terus berlanjut.

                Saat ini, ACT telah menyediakan ribuan hunian dan fasilitas umum untuk masyarakat terdampak gempa di Lombok. Hunian pertama diwujudkan dalam kompleks ICS yang diresmikan 18 september lalu. ACT pun menyediakan family shelter dan knockdown shelter di Lombok Utara dan Lombok Timur.

                Aghny Fitriany selaku Koordinator Program Pemulihan ACT untuk Lombok melaporkan, pengerjaan lanjutan hunian terintegrasi di ICS Gondang sudah mencapai 90 persen. Pekerjaan kini pada tahap penyelesaian 80 unit terbaru. Begitu pun penyelesaian family shelter di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Slengen, Kayangan, dari 149 unit yang direncanakan, 130 di antaranya dalam pengerjaan. Sementara itu, pembangunan family shelter di dusun tetangganya, Dompo Indah, telah mencapai 70 persen dari total 152 unit.

                Namun, Ahgny menjelaskan, masih banyak masyarakat terdampak gempa di daerah tertentu yang membutuhkan shelter. “Salah satunya Dusun Ketapang, Desa Madayin, Sambelia, Lombok Timur yang terdampak gempa sejak 29 Juli lalu,” ujarnya.

                Selain hunian, pada tahap pemulihan, ACT juga melakukan pembangunan sejumlah masjid, sekolah, dan MCK. Masjid Nur Solihin di kompleks ICS menjadi masjid yang pertama kali diselesaikan. Pada Jumat (8/9) silam, masjid Nur Solihin digunakan untuk melaksanakan salat Jumat pertama kali. Tidak lama, menyusul masjid Al Amin di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Slengen, Kayangan.

                Per Rabu (17/10), ACT tengah membangun 12 masjid dan musala di Lombok Utara, sepuluh di antaranya sempurna dirampungkan. Dua lainnya masih sampai tahap 50 persen, yakni di Kecamatan Gangga, Masjid Haqqul Yaqin di Dusun Pandanan dan Masjid Islahul Ummah di Dusun Sebaro. Serupa, Masjid Darussalam di Dusun Medana, Desa Madayin, Sambelia juga masih di tahap 50 persen. 

                Fasilitas sanitasi pun turut dibangun dalam mendukung fase pemulihan. Sembilan dari sebelas titik pembangunan sudah diselesaikan, dua lainnya sedang disiapkan untuk mendukung MCK Masjid Al Ikhlas di Dusun Karang Jurang, Gangga, dan Masjid Baroq di Desa Samaguna, Tanjung.

                Melihat kembali dua bulan silam, para korban gempa Lombok melalui fase tanggap darurat dengan keterbatasan. Di tengah duka yang masih menyelimuti, para pengungsi Lombok pun merasakan luka yang dialami para korban gempa & tsunami di Palu dan Donggala.

                Lombok berangsur pulih, namun tidak layak menjadikan kita lalai dalam membantu sesama.

                Kini, Indonesia tetap harus fokus dan kembali bersama-sama merangkul Lombok, Palu juga wilayah sekitarnya terdampak gempa dan tsunami.

                Andapun dapat turut serta membantu saudara-saudara kita di Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya dengan klik

                17 Oct 2018

                Update 37 - Menolong Palu, Tetap Menyempurnakan Pemulihan Lombok


                Bencana gempa bumi tektonik bertubi-tubi kembali menguji Ibu Pertiwi. Belum sembuh betul lara Tanah Sasak pascagempa 6,4 dan 7,0 SR di akhir Juli dan awal Agustus lalu. Kini, ganti Sesar Palu Koro bergeliat di Tanah Celebes, memicu gempa 7,4 SR disusul tsunami hingga ketinggian ombak mencapai lebih dari enam meter.

                Indonesia kembali berduka.

                Tapi merespons darurat di Palu bukan berarti tak menyapa kembali Lombok, pulau seribu masjid yang kini sudah berangsur pulih. Satu bulan lebih fase pemulihan dijalankan. Bagaimana keadaannya kini? Mengingat dampak gempa yang begitu parah, akankah keadaan Lombok sudah jauh lebih baik?

                Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 564 orang meninggal dunia, 1.584 orang luka-luka, lebih dari 32 ribu rumah rusak, dan 390 ribu lebih orang pengungsi terkena dampak gempa Lombok. Daerah paling banyak terdampak gempa berada di Kabupaten Lombok Utara, dengan total pengungsi 134.235 jiwa.

                Kini, pascagempa Palu, berjalan beriringan dengan pemulihan Lombok, Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih mengikhtiarkan pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa Lombok. Terhitung sejak peresmian hunian terintegrasi (Integrated Community Shelter/ICS) di Kecamatan Gangga, Lombok Utara, 18 September lalu, ACT kini tengah menambah 80 unit hunian tambahan di kompleks tersebut.


                Tidak hanya ICS, per hari Jumat (5/10) ACT tengah merampungkan 191 unit family shelter di Dusun Sambik Jengkel Barat dan Dusun Dompo Indah, Desa Selengen, Kayangan, Lombok Utara.

                Dari gambar udara jelas terlihat, kontras antara runtuhan rumah di Sambik Jengkel dengan atap-atap family shelter yang berwarna merah, dan atap hijau masjid sementara yang juga dibangun di sebelah family shelter.

                "Targetnya Insya Allah di Dusun Sambik Jengkel Barat ada 149 unit family shelter, dan di Dusun Dompo Indah ada 152 unit family shelter. Total seluruhnya jika telah rampung mencapai 301 unit," jelas Dede Abdul Rohman, Koordinator pembangunan ICS.

                Pengerjaan family shelter di Dusun Sambik Jengkel Barat masih terus dikerjakan setiap hari oleh tenaga ahli, dengan target selesai di akhir Oktober. Untuk pengerjaan di Dusun Dompu Indah dilakukan bergotong royong dengan masyarakat.

                Tempat tinggal bagi masyarakat terdampak gempa Lombok juga direalisasikan ACT dalam bentuk hunian bongkar pasang (knock down shelter) di Dusun Dasan Gerisak, Desa Anyar dan Dusun Batu Jompang, Desa Baleq, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, juga di Dusun Lauk Rurung Barat, Desa Sembalun Bumbung,  Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

                Mendukung fasilitas hunian, sejumlah sarana MCK turut dibangun. Total sudah 11 MCK yang dirampungkan 100% pembangunannya. MCK antara lain didirkan untuk mendukung fasilitas hunian, posko pengungsi, sekolah, dan masjid.

                Sejalan dengan itu, sejumlah masjid juga dirampungkan ACT. Masjid Al Amin di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Selengen, Kayangan, Lombok Utara menjadi masjid sementara yang pertama dibangun kembali oleh ACT. Kini warga Dusun Sambik Jengkel Barat dapat melangsungkan ibadah berjamaah di masjid yang dulu dibangun secara swadaya oleh masyarakat itu.

                “Saya senang sekali, saya bahagia sekali, alhamdulillah masjidnya sudah jadi. Terima kasih atas bantuan ibu sama bapak. Di sini (Masjid Al Amin) ada pengajian setiap bulan, anak-anak mengaji di sini, kita juga salat berjamaah di sini,” tutur Mahni (35), warga Sambik Jengkel Barat kepada Tim ACT, Sabtu (10/9) lalu.

                Hingga Oktober ini, ACT tengah membangun 11 masjid tersebar di berbagai kecamatan di Lombok Utara dan Lombok Timur, empat di antaranya telah selesai sempurna.

                Lombok berangsur pulih, namun tidak layak menjadikan kita lalai dalam membantu sesama. Kini, Indonesia tetap harus fokus dan kembali bersama-sama merangkul Palu juga wilayah sekitarnya terdampak gempa dan tsunami.

                15 Oct 2018

                Pencairan Dana Rp 89.174.961

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                11 Oct 2018

                Pencairan Dana Rp 305.948.916

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                3 Oct 2018

                Pencairan Dana Rp 205.125.344

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                28 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 168.873.177

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                25 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 259.464.153

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                21 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 139.415.397

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                18 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 80.543.545

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                17 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 351.158.638

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                14 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 97.561.159

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                13 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 103.504.337

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                12 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 357.977.992

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                10 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 662.617.905

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan, shelter dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                7 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 425.221.679

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                6 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 176.799.235

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                5 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 270.846.450

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                3 Sep 2018

                Pencairan Dana Rp 600.098.141

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                31 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 143.435.839

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                30 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 94.309.023

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                30 Aug 2018

                Update 18 - Sebulan Pascagempa, Bagaimana Rupa Lombok Terkini?

                Sebulan Pascagempa, Bagaimana Rupa Lombok Terkini?

                ACTNews, LOMBOK - Genap sebulan bencana gempa bumi mengguncang Pulau Seribu Masjid. Jika memandang hamparan tanah Lombok dari rekaman aerial, terlihat jelas begitu besarnya dampak dari rentetan gempa bumi yang telah menghantam Lombok. Bukan puluhan gempa susulan, tapi ratusan kali.

                Tercatat sejak Ahad (29/7) silam, gempa mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rentetan gempa juga terus terjadi setelah itu, hingga paling besar terjadi tepat satu pekan setelahnya, Ahad (5/8) petang. Potensi tsunami dikeluarkan bagi penduduk yang berada di sepanjang pantai bagian utara Lombok. Hingga satu jam kemudian, peringatan tsunami dicabut dan warga dinyatakan aman dari gulungan air itu.

                Berduyung-duyung warga yang bertempat tinggal di tepi pantai dan sekitarnya menyelamatkan diri. Tanpa sempat membawa harta apapun, mereka memenuhi bukit yang memang memanjang sepanjang pesisir utara Lombok.

                “Saya enggak mikir apa-apa lagi, langsung selamatkan keluarga terus lari ke sini,” tutur Junaidi salah satu pengungsi di dusun Cupek, Sigar Penjalin, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (22/8).

                Junaidi bukanlah warga Dusun Cupek, tapi Lendang Berbrore yang letaknya di tepi pantai. Ketika gempa terjadi pada tanggal 5 Agustus lalu, bagian perut istrinya tertimpa reruntuhan rumah. Sang istri sempat dirawat di rumah sakit, tapi sekarang sudah kembali ke pengungsian walau rasa sakit masih terus dirasa.

                Di Dusun Cupek terdapat lahan yang ditanami pohon jati. Gesang dan berdebu sangat terasa di sini. Tuan tanahnya dari Jakarta, dan mengizinkan warga untuk menempati lahannya guna berlindung dari bahaya gempa atau tsunami yang tak bisa diprediksi. Lokasi ini dipilih Junaidi dan warga pengungsi lain karena lebih tinggi dari permukaan air laut walau jaraknya tak kurang satu kilometer dari bibir pantai.

                Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa parah. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) per tanggal 27 Agustus 2018, korban meninggal mencapai angka 417 jiwa. Bangunan rusak bertengger di angka 24.989 dengan jumlah pengungsi 134.235 jiwa.

                Angka itu belum diakumulasikan dengan wilayah lain yang tak kalah hancur akibat gempa yang bertubi-tubi menghantam Lombok beberapa pekan belakangan. Setelah gempa besar menghantam pada 5 Agustus, gempa kecil dengan magnitudo 5 SR pun terus dirasa. Hingga pada 19 Agustus kembali bergetar dengan magnitudo 7 SR kemudian dimutakhirkan dan mendapat angka 6,9 SR.

                Saat gempa bergetar, banyak warga yang panik akibat belum sembuh seluruhnya trauma yang dirasa dari gempa sebelumnya. Di jalan Bangau, Kota Mataram misalnya. Jalan yang berderet beberapa hotel dan rumah warga, mendadak ramai dengan orang yang mencari tempat aman jauh dari bangunan. Kabel listrik bergoyang dan bangunan bergetar berkali-kali. Ketakutan terus dirasa warga, hingga memilih untuk menutup jalan guna mendirikan tenda.

                DMII-ACT mencatat di Mataram 13 orang kehilangan nyawa akibat tertimpa bangunan saat gempa. Tenda-tenda berdiri di sepanjang jalan perkotaan di Mataram. Jika ditotal, tak kurang dari 18.894 jiwa menempati tenda-tenda terpal berwarna biru. Mereka kehilangan rumah yang hancur, total sekitar 754 unit. Ada juga warga dengan kondisi rumah rusak ringan, namun tetap memilih tinggal di pengungsian akibat trauma getaran gempa yang masih terus terjadi.

                Bersebelahan dengan Mataram, tepat di Lombok Barat menjadi wilayah yang memiliki kerusakan rumah paling banyak. Mencapai 46% rumah rusak atau 25.546. Rumah dengan kondisi rusak berat sebanyak 12.193 unit, sedangkan rusak sedang hingga ringan di angka 13.353. Wilayah Lombok Barat yang cenderung perkotaan menyimpan 116.453 pengungsi yang mendirikan tenda di berbagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Lombok Utara ini.

                Di Lombok Timur yang menjadi pusat gempa berkekuatan 6,9 SR pada Ahad (19/8) per 27 Agustus ini, tercatat 26 orang meninggal dunia dan 104.060 jiwa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal dan trauma akan runtuhan bagunan. Rumah rusak dengan tingkat berat berjumlah 4.772 unit sedangkan ringan mencapai lebih dari 10 ribu lebih.

                Topografi wilayah Lombok Timur sebagian pegunungan. Terdapat Gunung Rinjani bertengger di sana. Wilayahnya memiliki udara sejuk dan dingin membuat warga di sana sangat membutuhkan pakaian hangat dan kebutuhan tenda yang memadai untuk menghalau dingin yang semakin terasa di malam hari. Ketika gempa kembali melanda pada Ahad (19/8) terlihat beberapa bukit mengalami longsor.

                Sedangkan untuk wilayah Lombok Tengah, dua orang meninggal dunia. Di kabupaten yang menjadi tempat Bandar Udara Praya ini mungkin agak jarang dilihat kompleks pengungsian di tepian jalan. Adapun berdiri di sekitaran rumah yang masih berdiri, mereka hanya trauma akan gempa yang melanda berkali-kali. Data DMII-ACT mencatat 13.887 orang mengungsi dan 4.767 rumah mengalami kerusakan dengan 9 rumah dalam keadaan rusak berat.

                Gempa tak hanya dirasakan masyarakat Lombok, tetapi juga Pulau Sumbawa. Bertetangga, Sumbawa pada Minggu (26/8) diguncang gempa dengan magnitudo 5,1. Terdata tujuh orang meninggal dunia akibat gempa yang melanda Lombok dan Sumbawa ini. Rumah rusak mencapai 6.236.

                Mendirikan hunian sementara

                Tenda dibentuk layaknya atap rumah segitiga menghiasi Lapangan Gondang, Kecamatan Gangga, KLU. Debu bertebangan di sana-sini, terhirup siapapun yang berada di sekelilingnya. Hasanah salah satunya. Wanita penghuni pengungsian yang bersebelahan dengan Gelanggang Olahraga KLU ini sedang bertutur, menceritakan keadaan dirinya selama di pengungsian.

                Tinggal bersama anak dan cucunya, siang itu Hasanah sedang berada di luar tenda. Hawa panas mengepung seisi terpal berwarna biru itu. “Kalau siang kepanasan, malamnya kedinginan,” ungkap Hasanah, Sabtu (25/8).

                Selain hawa yang membuat tidak nyaman, ada juga ancaman lain bagi pengungsi di sana. Lapangan yang menyatu dengan sawah dan perkebunan ini terkadang kedatangan tamu hewan liar, seperti ular. “Waktu itu (ularnya) mau masuk tenda,” tambah Hasanah sambil mengajak tim ACT untuk masuk melihat ke dalam tendanya.

                Melihat kenyataan itu, ACT bersama berbagai pihak mendirikan Integrated Community Shelter (ICS) di Lapangan Gondang. Progres pembangunan yang diresmikan 19 Agustus lalu, kini sudah 30%. Di dalamnya akan berdiri 160 rumah yang ada di tempat satu keluarga. Di kompleks yang ditargetkan selesai satu bulan pengerjaan ini juga akan berdiri masjid dan sekolah untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

                "Setelah memenuhi kebutuhan logistik, kami bangun tempat tinggal untuk para pengungsi,” ungkap Ahyudin Presiden ACT, Sabtu (25/8).

                Per tanggal 26 Agustus lalu, BNPB menetapkan Lombok memasuki masa pemulihan. Di masa transisi darurat ke pemulihan ini, ACT terus mendampingi para pengungsi dan memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi.

                Selain memasok logistik di seluruh titik pengungsian dan menyediakan hunian sementara yang layak, dengan dukungan sahabat peduli, ACT juga berikhtiar membangun Lombok. Bersama Global Wakaf, pembangunan Lombok yang lebih mandiri tengah diwujudkan melalui program Desa Wakaf. []

                29 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 380.678.081

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                27 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 985.073.905

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                24 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 243.214.502

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                22 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 202.093.400

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                20 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 595.769.026

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                20 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 392.101.657

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                17 Aug 2018

                Update 11 - [REMINDER] Stok Menipis, Mari Kurban Rp 1,7 Juta untuk Lombok

                Mari berikan Lombok euforia kebahagiaan Hari Raya Idul Adha bersama Global Qurban ACT.

                Sahabat dapat menunaikan kurban untuk Lombok dengan klik:

                Jadikan kurban tahun ini sebaik-baik amalan, untuk dinikmati mereka yang benar-benar membutuhkan.

                #IndonesiaBerqurban

                16 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 288.351.169

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                15 Aug 2018

                Update 9 - Tim Medis ACT Tangani 1.500 Pasien

                Tim Medis ACT Tangani 1.500 Pasien Gempa Lombok

                Tim Medis ACT Tangani 1.500 Pasien Gempa Lombok

                ACTNews, LOMBOK - Masa tanggap darurat masih menggelayuti warga Lombok, usai gempa 7,0 SR mengguncang lebih dari sepekan lalu. Masyarakat terdampak yang kini tinggal di dalam tenda darurat, menjalani pemulihan psikis dan medis.

                Sejak gempa pertama menghantam Lombok Timur pada Ahad (29/7), Tim Medis ACT terus bergerak menjangkau beberapa area pengungsian untuk memberikan pelayanan medis berjalan (mobile clinic). Sejumlah titik pengungsian yang disambangi cukup ramai didatangi para penduduk yang ingin berobat. Mereka umumnya enggan ke rumah sakit karena masih trauma dengan guncangan gempa di dalam gedung bertingkat dan ruang beratap.

                Selain memberikan pelayanan medis, tim turut mengirimkan bantuan alat dan tenaga medis beserta obat-obatan ke sejumlah wilayah terdampak di Lombok. Koordinator Tim Medis dr. Rizal Alimin mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menangani para pasien yang statusnya gawat darurat kala itu.

                “Alhamdulillah, adanya pelayanan kesehatan ACT menjawab kekhawatiran para pengungsi, utamanya mereka yang trauma melihat bangunan rumah sakit,” kata dr. Rizal.

                Hingga Rabu (15/8), Tim Medis ACT sudah menangani hampir 1.500 pasien gempa bumi Lombok. Selain pasien luka-luka, untuk kategori bencana alam, tim sering menangani pasien yang terkena diare, ISPA, dan darah tinggi (hipertensi).

                Posko Pelayanan Kesehatan ACT tersebar di 7 titik; RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Gangga, Kayangan, Pemenang, Bayan, dan Sembalun. Di setiap titik terdapat tenaga medis kompeten yang bertugas melayani keluhan medis penduduk sekitar. Tidak hanya itu, Ambulans Pre-Hospital ACT juga beroperasi untuk mengantisipasi adanya kasus gawat darurat.

                “Mengacu pada status Tanggap Bencana di tahap ‘emergency’ yang ditetapkan oleh Pemerintah sampai tanggal 25 Agustus 2018, tim medis kami akan melakukan tindakan emergency sesuai dengan kapasitas dan ketentuan tersebut. Seluruh tenaga medis yang ada sudah kami kerahkan, dan statusnya mobile dari satu titik ke titik lainnya. Untuk Ambulans Pre-Hospital ini baru satu yang beroperasi,” ujar dr. Riedha, salah satu dokter ACT.

                Untuk saat ini, sekitar 20 relawan medis ACT siaga di lokasi bencana. Jumlah tersebut, menurut dr. Riedha, bisa berubah setiap harinya. “Tapi dapat dipastikan bahwa akan selalu ada tim medis yang berjaga di posko kesehatan untuk melayani warga,” imbuh dr. Riedha.

                Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, paramedis, psikolog, fisioterapis, sampai mahasiswa kedokteran pre-klinis sudah menyebar di posko-posko kesehatan di wilayah yang terkena dampak gempa bumi. Mengingat banyaknya korban patah tulang akibat tertimpa dan tertimbun reruntuhan, ACT juga menghadirkan dokter ortopedi sebagai salah satu solusi untuk situasi tersebut.

                Diakui dr. Riedha, kendala selama penanganan medis di masa tanggap darurat hampiir dipastikan ada. Misalnya saja, kondisi geografis yang berbukit, lokasi pengungsian yang terpencar, keterbatasan alat kesehatan, serta tenaga medis dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang timpang dengan jumlah korban yang sangat banyak.

                “Belum lagi perjalanan panjang menuju pelosok dusun yang diikuti gempa susulan dengan guncangan yang cukup kuat. Tapi pada kenyataannya, guncangan itu kalah kuat dengan tekad dan semangat yang menjadi modal dan bekal para relawan untuk menyelesaikan misi kemanusiaan gempa bumi di tanah Lombok. Alhamdulillah,” tutur dr. Riedha.

                Langkah selanjutnya, Tim Medis ACT sedang merencanakan tindakan medis untuk tahap pemulihan pascabencana. Langkah tersebut berupa tindakan medik rehabilitasi untuk para korban gempa yang terkena dampaknya secara langsung (cedera; luka robek dan atau patah tulang), dan korban gempa berdampak tidak langsung (pascagempa; diare, ISPA, darah tinggi (hipertensi), dll).

                Penyuluhan kesehatan juga menjadi salah satu langkah pemulihan pascabencana yang akan diterapkan. Untuk tindakan psikologi, akan dimulai dengan trauma healing yang dibantu oleh rekan-rekan psikolog.

                14 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 1.305.511.586

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                13 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 546.604.080

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                10 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 769.197.570

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                8 Aug 2018

                Pencairan Dana Rp 249.271.067

                Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

                Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

                8 Aug 2018

                Update 4 - ACT Menambah Posko Kemanusiaan di Lombok Utara

                ACT Menambah Posko Kemanusiaan di Lombok Utara

                Posko Kemanusiaan

                ACTNews, LOMBOK UTARA - Selasa (7/8) kemarin, tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap di Lombok memperluas jangkauan wilayah penanganan pascabencana dengan membangun 4 posko baru di wilayah Lombok Utara. Posko-posko tersebut di antaranya terletak di Kecamatan Pemenang, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Gangga, dan Kecamatan Kayangan.

                Koordinator Tim Emergency Response ACT Kusmayadi melaporkan, dua posko di Kecamatan Pamenang dan Kecamatan Tanjung telah berdiri dan beroperasi sejak Selasa (7/8) siang. Sedangkan sisanya, posko kemanusiaan di Kecamatan Gangga dan Kecamatan Kayangan aktif beroperasi hari ini, Rabu (8/8).

                “Empat posko itu untuk menambah jumlah sebelumnya, jadi total posko ACT di Lombok ada 7 posko. Insya Allah, upaya ACT ini bisa menjangkau mereka yang belum mendapatkan bantuan,” ujar Kusmayadi.

                Sebab, gempa berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang Lombok pada Ahad (5/8) lalu, telah menyebabkan sebagian besar wilayah Lombok porak-poranda. Terutama Lombok Utara, yang menjadi wilayah paling terkena dampak. Banyak korban berjatuhan akibat bangunan yang runtuh. Bahkan, Kepala Humas dan Pusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan dari total 105 korban meninggal, 78 diantaranya berasal dari wilayah Lombok Utara.

                Tidak hanya itu, warga Lombok yang masih hidup pun mengalami dampak jangka panjang. Sebagian besar mereka kehilangan tempat tinggal, sebab rumah mereka telah menjadi reruntuhan. Hanya berbekal diri dan pakaian yang dikenakan, mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

                Vice President ACT Insan Nurrochman memaparkan, keberadaan posko kemanusiaan akan diperkuat dengan adanya beberapa program tanggap darurat, seperti distribusi pangan dan air bersih, Dapur Umum, dan layanan kesehatan. Melalui Dapur Umum, ACT siap mendistribusikan ribuan paket pangan untuk pengungsi.

                “Insya Allah, Dapur Umum ACT juga akan dibantu dengan kedatangan Humanity Food Truck ACT dalam beberapa hari ke depan yang mampu menyajikan 1.000 makanan siap santap setiap harinya,” jelas Insan.

                Menurut Insan, dalam fase darurat, selain pemenuhan kebutuhan logistik, warga Lombok juga memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, beberapa tim medis pun telah digerakkan ke semua lokasi posko untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan bagi setiap korban akibat gempa.

                “Sebagian tim medis ACT sudah diminta berjaga di RSUD Lombok Utara karena rumah sakit itu kekurangan tenaga medis. ACT juga melakukan dukungan psikososial pasca bencana, mengingat kemungkinan adanya dampak psikologis yang dialami warga karena trauma,” papar Insan.

                Menurut Insan, ACT sendiri sebagai lembaga kemanusiaan memiliki cara khusus untuk menanggapi situasi bencana. Tak hanya sampai fase penyelamatan, ACT juga akan berupaya untuk membangun kembali kehidupan para warga yang mengalami kesulitan akibat gempa Lombok, Ahad (5/8).

                “Jadi, setelah fase emergency tuntas, ACT tidak sekedar menyelamatkan kehidupan, tetapi juga konsen bagaimana kita mampu mengembalikan kehidupan korban gempa. Setidaknya sama, atau jika mampu bahkan bisa lebih baik dari sebelum terjadi bencana. Itu lah prinsip ACT, ‘membangun kehidupan manusia’,” pungkas Insan. []

                7 Aug 2018

                Update 3 - Dampak Gempa Terparah di Lombok Utara

                Dampak Gempa Terparah di Lombok Utara

                MAUL

                ACTNews, LOMBOK UTARA- Korban gempa di Pulau Lombok terus bertambah. Dalam konferensi pers pada Senin (6/8), Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sebanyak 91 orang meninggal dengan 72 orang berasal dari Lombok Utara. Selain itu gempa yang terjadi sejak Ahad (5/7) ini juga menyebabkan 209 luka-luka, ribuan bangunan runtuh, dan puluhan ribu jiwa mengungsi.

                “Jumlah korban sementara meninggal dunia terbanyak berasal dari Lombok Utara yaitu 72 orang. Lombok Utara memang termasuk wilayah yang paling besar terkena dampak, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan. Dan jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah,” terang Sutopo.

                Sutopo memaparkan dari data yang masuk saat ini, perkiraan kerusakan rumah yang terjadi di Lombok Utara yakni di Kecamatan Kayangan sebesar 80 persen, Kecamatan Gangga sebesar 65 persen, Kecamatan Tanjung sebesar 85 persen, dan Kecamatan Pemenang sebesar 55 persen. Selain itu, tiga jembatan dilaporkan rusak yaitu jembatan Bayan, jembatan Lokok Tampes, dan jembatan Gangga.

                Juaini dari Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB di Lombok, melaporkan Lombok Utara termasuk wilayah yang terkena dampak terparah. “Jembatan-jembatan pada retak, aspalnya naik dan banyak pohon tumbang. Ambulans ACT dari Kecamatan Bayan muter ke atas bukit karena kondisi gelap, sampai di Kecamatan Tanjung pagi. Di jalanan bangunan roboh, mulai dari Desa Sambik Jengkel, Desa Lokok Beru sampai ke Senggigi rusak berat. Bangunan beton hancur semua,” terangnya.

                Juaini memaparkan kondisi pengungsi cukup memprihatinkan. Mereka membutuhkan obat-obatan dan bantuan logistik lainnya.

                “Kondisi pengungsi di Kecamatan Tanjung termasuk yang parah. Banyak yang patah tulang kaki dan tangan ketimpa tembok. Mereka termasuk yang telat di evakuasi,” lanjutnya.

                Tim ACT kembali salurkan bantuan

                Tim ACT merespon cepat dengan mengirimkan bantuan langsung pada korban gempa Lombok. Direktur Plt. Disaster and Emergency Response Management (DERM) ACT Bambang Triyono menyebutkan, grup relawan ACT sudah mulai disebar di beberapa lokasi gempa termasuk Mataram.

                “Insya Allah Selasa (7/8), jam tujuh pagi, akan disalurkan bantuan lanjutan berupa ambulans, Humanity Food Truck, kendaraan rescue dan truk logistik. Semua akan diangkut menggunakan pesawat Hercules,” terangnya.

                Bambang memaparkan, relawan akan dibagi membagi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi masing-masing. Tim penyelamatan dan medis akan diterjunkan langsung ke wilayah pesisir Lombok Utara dan relawan logistik akan membantu distribusi Dapur Umum dan logistik lainnya.

                “Siang ini relawan medis yang terdiri dari dua dokter dan dua fisioterapis langsung bergerak ke Rumah Sakit Tanjung di Lombok Utara. Smentara relawan logistik akan fokus di dua titik Dapur Umum ACT, yaitu di Sembalun dan Obel-Obel,” pungkasnya.

                Dengan dukungan dari sahabat peduli, Insyaa Allah ACT akan terus memberikan dukungan berupa logistik, obat-obatan dan tenaga kesehatan untuk membantu saudara-sadara di Lombok. []

                5 Aug 2018

                Update 2 - Gempa Lombok 7,0 SR Berpotensi Tsunami, Segera Jauhi Laut!

                Gempa Lombok 7,0 SR Berpotensi Tsunami, Segera Jauhi Laut!

                ACTNews, LOMBOK TIMUR - Alarm Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berbunyi lantang, pemicunya datang dari Lombok Timur. Tercatat gempa cukup kuat dan dangkal menggetarkan Pulau Lombok, Ahad (5/8) sore selepas waktu Maghrib. Gempa terjadi pada pukul 18.46 WIB dengan magnitudo 7,0 SR dan kedalaman hanya 15 km. Gempa dikatakan oleh BMKG berstatus berpotensi tsunami.

                Melansir Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, gempa Lombok 7,0 SR Ahad (5/8) menyalakan Alarm Peringatan Dini Tsunami di sebelah utara Pulau Lombok. “Statusnya waspada. Gempa berpotensi tsunami. Lebih besar dari gempa yang terjadi Ahad pekan lalu,” ujar Sutopo.

                Sutopo menegaskan, waspada potensi tsunami berlaku bagi warga di wilayah pantai Lombok Barat bagian Utara dan Lombok Timur bagian Utara.

                “Warga Lombok di perairan bagian utara segera menjauhi pantai. Mengevakuasi diri menuju ke tempat yang lebih tinggi. Kemungkinan air laut naik tidak akan melebihi tinggi satu setengah meter,” ujar Sutopo.

                Pemutakhiran laporan terkini, Dwikorita Karnawati Kepala BMKG mengatakan, Tsunami yang pertama telah terjadi setinggi 13,5 cm dan ketinggian 10 cm. “Tsunami tertinggi diperkirakan setengah meter. Seluruhnya terjadi di perairan bagian Utara Lombok. Laporan masuk terjadi tsunami 13,5 cm terjadi di Desa Carik di Lombok Utara,” ujar Dwikorita.

                Sementara itu, dari data tingkat guncangan gempa, Sutopo mengatakan bahwa gempa Lombok 7,0 SR Ahad (5/8) berada di skala guncangan 8,0 MMI (Modified Mercalli Intensity). “Skala guncangan Gempa Lombok 7,0 SR ini lebih tinggi dibandingkan gempa Ahad pekan lalu. Kemungkinan akan banyak lagi bangunan yang roboh,” tulis Sutopo dalam laporan terkini yang diterima ACTNews.

                Hingga laporan ini dituliskan, Tim Emergency Response ACT di Lombok sudah bersiaga untuk melakukan evakuasi. "Laporan terkini hampir seluruh wilayah Lombok gelap total. Mati lampu. Gempa terasa sangat keras sekali. Kami menerima banyak laporan masuk tentang robohnya rumah-rumah warga," ujar Kusmayadi, Koordinator Tim Emergency Response ACT.

                Mohon doa dari segenap bangsa Indonesia, semoga masyarakat Nusa Tenggara Barat serta para petugas yang sedang bersiaga di lokasi diberikan keselamatan serta ketabahan.

                Beri doa dan dukungan terbaik untuk saudara kita di Lombok melalui https://kitabisa.com/korbangempalombok

                #LetsACTIndonesia
                #BersatuHadapiBencana

                3 Aug 2018

                Update 1 - Cerita dari Pengungsian: Melawan Trauma dan Dinginnya Malam

                Dingin dan gelap.

                Itulah yang dirasakan lebih dari 200 pengungsi yang berlindung di tenda terpal tanpa dinding dan sekat yang kuat.

                Temaram lampu neon tak banyak menerangi lokasi pengungsian. Sementara para pengungsi mencoba beristirahat, tubuh dan pikiran mereka tetap awas dengan guncangan gempa susulan yang datang.

                Salah satunya Tiar. Ingatan tentang guncangan gempa susulan membuatnya was-was dan tak bisa tidur. Ia teringat, sesaat setelah guncangan gempa mengejutkannya dan membuat plafon atap rumahnya rubuh, Tiar langsung menyelamatkan diri dan membawa anak serta ibunya keluar rumah.

                Beberapa menit setelahnya, rumah itu langsung luluh lantak. Begitupun semua bangunan di sekitarnya.

                Tiar dan ratusan pengungsi lainnya tetap memilih untuk bertahan di tenda pengungsian, meskipun masih seadanya. Mereka tak berani untuk kembali ke rumahnya yang kini hanya tinggal separuh dan tak bisa ditinggali.

                Walaupun luka-luka di tubuh para pengugsi sudah diobati, namun perlu waktu lama untuk menyembuhkan luka batin dan trauma para pengungsi.

                --------------

                Sahabat, terus berikan doa dan dukungan terbaik untuk saudara kita di Lombok.

                Insya Allah, ACT akan senantiasa berikhtiar membersamai para pengungsi korban gempa Lombok seiring dengan bantuan yang Sahabat titipkan melalui Aksi Cepat Tanggap.

                #LetsACTIndonesia #BersatuHadapiBencana

                Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

                Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

                DONASI SEKARANG

                Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Pulihkan Kehidupan Lombok Pasca Bencana Gempa :

                Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?