Kitabisa! - DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok

DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok

DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok
355 gempa susulan terus mengguncang Lombok. Sebanyak 405 orang meninggal dunia, 1.597 terluka dan 270.168 mengungsi. Stay Strong Lombok! Kami Bersamamu!
Organisasi
Aksi Cepat Tanggap NTB Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 4.423.576.051

terkumpul dari target Rp 10.000.000.000
44% terkumpul 11 hari lagi
DONASI SEKARANG

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Baca update terbaru dari campaign ini!

Anda dapat menunaikan kurban untuk lombok dengan klik:



Dalam 2 minggu, Lombok telah diguncang 3 gempa besar.

Diantaranya pada tanggal 29 Juli Pukul 05.47 WIB sebesar 6.4 SR, 5 Agustus Pukul 18.46 WIB sebesar 7.0 SR, dan 9 Agustus Pukul 12.25 sebesar 6.2 SR.

Hingga Ahad (12/8/2018) telah terjadi 521 gempa susulan.

Korban Gempa

Total korban meninggal dunia sebanyak 381 jiwa dan 1.477 orang luka-luka
Banyak warga yang mengalami patah tulang karena tertimpa reruntuhan bangunan. Sebagian besar mengalami luka di kepala dan kaki.
*proses pendataan masih berlangsung

Kerusakan Infrastruktur

Sebanyak 67.875 unit rumah rusak.Tak hanya itu, 13 rumah sakit dan puskesmas, 65 masjid dan musholla, serta 468 sekolah pun mengalami kerusakan.
Kerusakan cukup parah terjadi di Kota Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Timur.

Jumlah pengungsi

Saat ini, total pengungsi sebanyak 270.168 orang yang tersebar di
1. Kab. Lombok Barat : 68.946 orang
2. Kab. Lombok Utara : 158.880 orang
3. Kota Mataram : 12.769 orang
4. Kab. Lombok Tengah : Data Belum Masuk
5. Kab. Lombok Timur : 29.573 orang

Posko ACT

Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap telah memperluas jangkauan wilayah penanganan pasca bencana dengan membangun 7 posko pengungsian di Lombok.

Program tanggap darurat yang akan dilaksanakan di setiap Posko berupa:
a. Distribusi pangan dan air bersih
b. Dapur Umum (Humanity Food Truck)
c. Layanan kesehatan dan kebutuhan logistik.

Kebutuhan Pengungsi

  1. Dapur Umum / Makanan Siap Saji
  2. Air Bersih / Air Mineral
  3. Kebutuhan pokok
  4. Asupan gizi (Susu, makanan bayi, dll)
  5. Tenda Komunal
  6. Pakaian, selimut dan alas tidur
  7. Perlengkapan rumah tangga
  8. Perlengkapan kebersihan
  9. Pelayanan Kesehatan

Stay Strong Lombok! Kami akan Selalu Bersamamu!


Sahabat, mari berikan bantuan terbaik untuk saudara kita di Lombok dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)
  4. Dapat laporan via email

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa

DONASI SEKARANG

Donatur 22849

  • Rp. 50.000.596
    Anonim

    hei, Lombok. my first movie was taken on your lovely Island. I still remember when I played with Lombok's childrens. Love you️

  • Rp. 24.500.739
    Rheza Samara
  • Rp. 20.000.648
    Michael
  • Rp. 20.000.615
    Anonim
  • Rp. 20.000.155
    smir nov

    smirnov. #PrayforLombok

  • Rp. 15.000.603
    Agus Candra Gunant

    Malilkids

  • Rp. 13.000.889
    joni

    harus tegar ya lombok.

  • Rp. 12.000.521
    Firman Setiawan
  • Rp. 12.000.491
    Anonim
  • Rp. 10.000.910
    Anonim
SHOW MORE
SHOW MORE
17 Aug 2018

Update 11 - [REMINDER] Stok Menipis, Mari Kurban Rp 1,7 Juta untuk Lombok

Mari berikan Lombok euforia kebahagiaan Hari Raya Idul Adha bersama Global Qurban ACT.

Sahabat dapat menunaikan kurban untuk Lombok dengan klik:

Jadikan kurban tahun ini sebaik-baik amalan, untuk dinikmati mereka yang benar-benar membutuhkan.

#IndonesiaBerqurban

16 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 288.351.169

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

15 Aug 2018

Update 9 - Tim Medis ACT Tangani 1.500 Pasien

Tim Medis ACT Tangani 1.500 Pasien Gempa Lombok

Tim Medis ACT Tangani 1.500 Pasien Gempa Lombok

ACTNews, LOMBOK - Masa tanggap darurat masih menggelayuti warga Lombok, usai gempa 7,0 SR mengguncang lebih dari sepekan lalu. Masyarakat terdampak yang kini tinggal di dalam tenda darurat, menjalani pemulihan psikis dan medis.

Sejak gempa pertama menghantam Lombok Timur pada Ahad (29/7), Tim Medis ACT terus bergerak menjangkau beberapa area pengungsian untuk memberikan pelayanan medis berjalan (mobile clinic). Sejumlah titik pengungsian yang disambangi cukup ramai didatangi para penduduk yang ingin berobat. Mereka umumnya enggan ke rumah sakit karena masih trauma dengan guncangan gempa di dalam gedung bertingkat dan ruang beratap.

Selain memberikan pelayanan medis, tim turut mengirimkan bantuan alat dan tenaga medis beserta obat-obatan ke sejumlah wilayah terdampak di Lombok. Koordinator Tim Medis dr. Rizal Alimin mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menangani para pasien yang statusnya gawat darurat kala itu.

“Alhamdulillah, adanya pelayanan kesehatan ACT menjawab kekhawatiran para pengungsi, utamanya mereka yang trauma melihat bangunan rumah sakit,” kata dr. Rizal.

Hingga Rabu (15/8), Tim Medis ACT sudah menangani hampir 1.500 pasien gempa bumi Lombok. Selain pasien luka-luka, untuk kategori bencana alam, tim sering menangani pasien yang terkena diare, ISPA, dan darah tinggi (hipertensi).

Posko Pelayanan Kesehatan ACT tersebar di 7 titik; RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Gangga, Kayangan, Pemenang, Bayan, dan Sembalun. Di setiap titik terdapat tenaga medis kompeten yang bertugas melayani keluhan medis penduduk sekitar. Tidak hanya itu, Ambulans Pre-Hospital ACT juga beroperasi untuk mengantisipasi adanya kasus gawat darurat.

“Mengacu pada status Tanggap Bencana di tahap ‘emergency’ yang ditetapkan oleh Pemerintah sampai tanggal 25 Agustus 2018, tim medis kami akan melakukan tindakan emergency sesuai dengan kapasitas dan ketentuan tersebut. Seluruh tenaga medis yang ada sudah kami kerahkan, dan statusnya mobile dari satu titik ke titik lainnya. Untuk Ambulans Pre-Hospital ini baru satu yang beroperasi,” ujar dr. Riedha, salah satu dokter ACT.

Untuk saat ini, sekitar 20 relawan medis ACT siaga di lokasi bencana. Jumlah tersebut, menurut dr. Riedha, bisa berubah setiap harinya. “Tapi dapat dipastikan bahwa akan selalu ada tim medis yang berjaga di posko kesehatan untuk melayani warga,” imbuh dr. Riedha.

Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, paramedis, psikolog, fisioterapis, sampai mahasiswa kedokteran pre-klinis sudah menyebar di posko-posko kesehatan di wilayah yang terkena dampak gempa bumi. Mengingat banyaknya korban patah tulang akibat tertimpa dan tertimbun reruntuhan, ACT juga menghadirkan dokter ortopedi sebagai salah satu solusi untuk situasi tersebut.

Diakui dr. Riedha, kendala selama penanganan medis di masa tanggap darurat hampiir dipastikan ada. Misalnya saja, kondisi geografis yang berbukit, lokasi pengungsian yang terpencar, keterbatasan alat kesehatan, serta tenaga medis dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang timpang dengan jumlah korban yang sangat banyak.

“Belum lagi perjalanan panjang menuju pelosok dusun yang diikuti gempa susulan dengan guncangan yang cukup kuat. Tapi pada kenyataannya, guncangan itu kalah kuat dengan tekad dan semangat yang menjadi modal dan bekal para relawan untuk menyelesaikan misi kemanusiaan gempa bumi di tanah Lombok. Alhamdulillah,” tutur dr. Riedha.

Langkah selanjutnya, Tim Medis ACT sedang merencanakan tindakan medis untuk tahap pemulihan pascabencana. Langkah tersebut berupa tindakan medik rehabilitasi untuk para korban gempa yang terkena dampaknya secara langsung (cedera; luka robek dan atau patah tulang), dan korban gempa berdampak tidak langsung (pascagempa; diare, ISPA, darah tinggi (hipertensi), dll).

Penyuluhan kesehatan juga menjadi salah satu langkah pemulihan pascabencana yang akan diterapkan. Untuk tindakan psikologi, akan dimulai dengan trauma healing yang dibantu oleh rekan-rekan psikolog.

14 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 1.305.511.586

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

13 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 546.604.080

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

10 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 769.197.570

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

8 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 249.271.067

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 0302 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan bantuan emergency lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

8 Aug 2018

Update 4 - ACT Menambah Posko Kemanusiaan di Lombok Utara

ACT Menambah Posko Kemanusiaan di Lombok Utara

Posko Kemanusiaan

ACTNews, LOMBOK UTARA - Selasa (7/8) kemarin, tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap di Lombok memperluas jangkauan wilayah penanganan pascabencana dengan membangun 4 posko baru di wilayah Lombok Utara. Posko-posko tersebut di antaranya terletak di Kecamatan Pemenang, Kecamatan Tanjung, Kecamatan Gangga, dan Kecamatan Kayangan.

Koordinator Tim Emergency Response ACT Kusmayadi melaporkan, dua posko di Kecamatan Pamenang dan Kecamatan Tanjung telah berdiri dan beroperasi sejak Selasa (7/8) siang. Sedangkan sisanya, posko kemanusiaan di Kecamatan Gangga dan Kecamatan Kayangan aktif beroperasi hari ini, Rabu (8/8).

“Empat posko itu untuk menambah jumlah sebelumnya, jadi total posko ACT di Lombok ada 7 posko. Insya Allah, upaya ACT ini bisa menjangkau mereka yang belum mendapatkan bantuan,” ujar Kusmayadi.

Sebab, gempa berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang Lombok pada Ahad (5/8) lalu, telah menyebabkan sebagian besar wilayah Lombok porak-poranda. Terutama Lombok Utara, yang menjadi wilayah paling terkena dampak. Banyak korban berjatuhan akibat bangunan yang runtuh. Bahkan, Kepala Humas dan Pusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan dari total 105 korban meninggal, 78 diantaranya berasal dari wilayah Lombok Utara.

Tidak hanya itu, warga Lombok yang masih hidup pun mengalami dampak jangka panjang. Sebagian besar mereka kehilangan tempat tinggal, sebab rumah mereka telah menjadi reruntuhan. Hanya berbekal diri dan pakaian yang dikenakan, mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Vice President ACT Insan Nurrochman memaparkan, keberadaan posko kemanusiaan akan diperkuat dengan adanya beberapa program tanggap darurat, seperti distribusi pangan dan air bersih, Dapur Umum, dan layanan kesehatan. Melalui Dapur Umum, ACT siap mendistribusikan ribuan paket pangan untuk pengungsi.

“Insya Allah, Dapur Umum ACT juga akan dibantu dengan kedatangan Humanity Food Truck ACT dalam beberapa hari ke depan yang mampu menyajikan 1.000 makanan siap santap setiap harinya,” jelas Insan.

Menurut Insan, dalam fase darurat, selain pemenuhan kebutuhan logistik, warga Lombok juga memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, beberapa tim medis pun telah digerakkan ke semua lokasi posko untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan bagi setiap korban akibat gempa.

“Sebagian tim medis ACT sudah diminta berjaga di RSUD Lombok Utara karena rumah sakit itu kekurangan tenaga medis. ACT juga melakukan dukungan psikososial pasca bencana, mengingat kemungkinan adanya dampak psikologis yang dialami warga karena trauma,” papar Insan.

Menurut Insan, ACT sendiri sebagai lembaga kemanusiaan memiliki cara khusus untuk menanggapi situasi bencana. Tak hanya sampai fase penyelamatan, ACT juga akan berupaya untuk membangun kembali kehidupan para warga yang mengalami kesulitan akibat gempa Lombok, Ahad (5/8).

“Jadi, setelah fase emergency tuntas, ACT tidak sekedar menyelamatkan kehidupan, tetapi juga konsen bagaimana kita mampu mengembalikan kehidupan korban gempa. Setidaknya sama, atau jika mampu bahkan bisa lebih baik dari sebelum terjadi bencana. Itu lah prinsip ACT, ‘membangun kehidupan manusia’,” pungkas Insan. []

7 Aug 2018

Update 3 - Dampak Gempa Terparah di Lombok Utara

Dampak Gempa Terparah di Lombok Utara

MAUL

ACTNews, LOMBOK UTARA- Korban gempa di Pulau Lombok terus bertambah. Dalam konferensi pers pada Senin (6/8), Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sebanyak 91 orang meninggal dengan 72 orang berasal dari Lombok Utara. Selain itu gempa yang terjadi sejak Ahad (5/7) ini juga menyebabkan 209 luka-luka, ribuan bangunan runtuh, dan puluhan ribu jiwa mengungsi.

“Jumlah korban sementara meninggal dunia terbanyak berasal dari Lombok Utara yaitu 72 orang. Lombok Utara memang termasuk wilayah yang paling besar terkena dampak, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan. Dan jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah,” terang Sutopo.

Sutopo memaparkan dari data yang masuk saat ini, perkiraan kerusakan rumah yang terjadi di Lombok Utara yakni di Kecamatan Kayangan sebesar 80 persen, Kecamatan Gangga sebesar 65 persen, Kecamatan Tanjung sebesar 85 persen, dan Kecamatan Pemenang sebesar 55 persen. Selain itu, tiga jembatan dilaporkan rusak yaitu jembatan Bayan, jembatan Lokok Tampes, dan jembatan Gangga.

Juaini dari Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB di Lombok, melaporkan Lombok Utara termasuk wilayah yang terkena dampak terparah. “Jembatan-jembatan pada retak, aspalnya naik dan banyak pohon tumbang. Ambulans ACT dari Kecamatan Bayan muter ke atas bukit karena kondisi gelap, sampai di Kecamatan Tanjung pagi. Di jalanan bangunan roboh, mulai dari Desa Sambik Jengkel, Desa Lokok Beru sampai ke Senggigi rusak berat. Bangunan beton hancur semua,” terangnya.

Juaini memaparkan kondisi pengungsi cukup memprihatinkan. Mereka membutuhkan obat-obatan dan bantuan logistik lainnya.

“Kondisi pengungsi di Kecamatan Tanjung termasuk yang parah. Banyak yang patah tulang kaki dan tangan ketimpa tembok. Mereka termasuk yang telat di evakuasi,” lanjutnya.

Tim ACT kembali salurkan bantuan

Tim ACT merespon cepat dengan mengirimkan bantuan langsung pada korban gempa Lombok. Direktur Plt. Disaster and Emergency Response Management (DERM) ACT Bambang Triyono menyebutkan, grup relawan ACT sudah mulai disebar di beberapa lokasi gempa termasuk Mataram.

“Insya Allah Selasa (7/8), jam tujuh pagi, akan disalurkan bantuan lanjutan berupa ambulans, Humanity Food Truck, kendaraan rescue dan truk logistik. Semua akan diangkut menggunakan pesawat Hercules,” terangnya.

Bambang memaparkan, relawan akan dibagi membagi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi masing-masing. Tim penyelamatan dan medis akan diterjunkan langsung ke wilayah pesisir Lombok Utara dan relawan logistik akan membantu distribusi Dapur Umum dan logistik lainnya.

“Siang ini relawan medis yang terdiri dari dua dokter dan dua fisioterapis langsung bergerak ke Rumah Sakit Tanjung di Lombok Utara. Smentara relawan logistik akan fokus di dua titik Dapur Umum ACT, yaitu di Sembalun dan Obel-Obel,” pungkasnya.

Dengan dukungan dari sahabat peduli, Insyaa Allah ACT akan terus memberikan dukungan berupa logistik, obat-obatan dan tenaga kesehatan untuk membantu saudara-sadara di Lombok. []

5 Aug 2018

Update 2 - Gempa Lombok 7,0 SR Berpotensi Tsunami, Segera Jauhi Laut!

Gempa Lombok 7,0 SR Berpotensi Tsunami, Segera Jauhi Laut!

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Alarm Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berbunyi lantang, pemicunya datang dari Lombok Timur. Tercatat gempa cukup kuat dan dangkal menggetarkan Pulau Lombok, Ahad (5/8) sore selepas waktu Maghrib. Gempa terjadi pada pukul 18.46 WIB dengan magnitudo 7,0 SR dan kedalaman hanya 15 km. Gempa dikatakan oleh BMKG berstatus berpotensi tsunami.

Melansir Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, gempa Lombok 7,0 SR Ahad (5/8) menyalakan Alarm Peringatan Dini Tsunami di sebelah utara Pulau Lombok. “Statusnya waspada. Gempa berpotensi tsunami. Lebih besar dari gempa yang terjadi Ahad pekan lalu,” ujar Sutopo.

Sutopo menegaskan, waspada potensi tsunami berlaku bagi warga di wilayah pantai Lombok Barat bagian Utara dan Lombok Timur bagian Utara.

“Warga Lombok di perairan bagian utara segera menjauhi pantai. Mengevakuasi diri menuju ke tempat yang lebih tinggi. Kemungkinan air laut naik tidak akan melebihi tinggi satu setengah meter,” ujar Sutopo.

Pemutakhiran laporan terkini, Dwikorita Karnawati Kepala BMKG mengatakan, Tsunami yang pertama telah terjadi setinggi 13,5 cm dan ketinggian 10 cm. “Tsunami tertinggi diperkirakan setengah meter. Seluruhnya terjadi di perairan bagian Utara Lombok. Laporan masuk terjadi tsunami 13,5 cm terjadi di Desa Carik di Lombok Utara,” ujar Dwikorita.

Sementara itu, dari data tingkat guncangan gempa, Sutopo mengatakan bahwa gempa Lombok 7,0 SR Ahad (5/8) berada di skala guncangan 8,0 MMI (Modified Mercalli Intensity). “Skala guncangan Gempa Lombok 7,0 SR ini lebih tinggi dibandingkan gempa Ahad pekan lalu. Kemungkinan akan banyak lagi bangunan yang roboh,” tulis Sutopo dalam laporan terkini yang diterima ACTNews.

Hingga laporan ini dituliskan, Tim Emergency Response ACT di Lombok sudah bersiaga untuk melakukan evakuasi. "Laporan terkini hampir seluruh wilayah Lombok gelap total. Mati lampu. Gempa terasa sangat keras sekali. Kami menerima banyak laporan masuk tentang robohnya rumah-rumah warga," ujar Kusmayadi, Koordinator Tim Emergency Response ACT.

Mohon doa dari segenap bangsa Indonesia, semoga masyarakat Nusa Tenggara Barat serta para petugas yang sedang bersiaga di lokasi diberikan keselamatan serta ketabahan.

Beri doa dan dukungan terbaik untuk saudara kita di Lombok melalui https://kitabisa.com/korbangempalombok

#LetsACTIndonesia
#BersatuHadapiBencana

3 Aug 2018

Update 1 - Cerita dari Pengungsian: Melawan Trauma dan Dinginnya Malam

Dingin dan gelap.

Itulah yang dirasakan lebih dari 200 pengungsi yang berlindung di tenda terpal tanpa dinding dan sekat yang kuat.

Temaram lampu neon tak banyak menerangi lokasi pengungsian. Sementara para pengungsi mencoba beristirahat, tubuh dan pikiran mereka tetap awas dengan guncangan gempa susulan yang datang.

Salah satunya Tiar. Ingatan tentang guncangan gempa susulan membuatnya was-was dan tak bisa tidur. Ia teringat, sesaat setelah guncangan gempa mengejutkannya dan membuat plafon atap rumahnya rubuh, Tiar langsung menyelamatkan diri dan membawa anak serta ibunya keluar rumah.

Beberapa menit setelahnya, rumah itu langsung luluh lantak. Begitupun semua bangunan di sekitarnya.

Tiar dan ratusan pengungsi lainnya tetap memilih untuk bertahan di tenda pengungsian, meskipun masih seadanya. Mereka tak berani untuk kembali ke rumahnya yang kini hanya tinggal separuh dan tak bisa ditinggali.

Walaupun luka-luka di tubuh para pengugsi sudah diobati, namun perlu waktu lama untuk menyembuhkan luka batin dan trauma para pengungsi.

--------------

Sahabat, terus berikan doa dan dukungan terbaik untuk saudara kita di Lombok.

Insya Allah, ACT akan senantiasa berikhtiar membersamai para pengungsi korban gempa Lombok seiring dengan bantuan yang Sahabat titipkan melalui Aksi Cepat Tanggap.

#LetsACTIndonesia #BersatuHadapiBencana

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

DONASI SEKARANG

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung DARURAT! Bantu Ribuan Pengungsi Gempa Lombok :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?