Kitabisa! - Bantu dan Selamatkan Kukang Indonesia

Bantu dan Selamatkan Kukang Indonesia

Bantu dan Selamatkan Kukang Indonesia
Yuk menjadi Penyelamat Kukang! Bantu merawat kukang dan mengembalikan mereka ke habitatnya. #StopKekangKukang

Bantu IAR Indonesia dengan menjadi Fundraiser. Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke "Bantu dan Selamatkan Kukang Indonesia".

Rp 65.144.933

Open Goal


Penggalangan dana dimulai 21 Oct 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Setiap tahun, tidak kurang dari 2000 individu kukang menjadi objek perburuan untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan. Tidak sedikit dari mereka akhirnya mati di tangan pemburu, pedagang bahkan di pemelihara. Rantai kejahatan ini bukan hanya proses mengambil kukang dari rumahnya, tapi juga proses kejam yang menyakitkan.

Gigi gigi kukang dipaksa dipotong agar calon pembeli / pemelihara merasa aman dari gigitan kukang yang berbahaya.

Kekejaman ini membuat kukang menjadi lemah dan berumur pendek akibat sakit dan infeksi mulut yang parah. Praktek keji ini akan terus berulang selama minat memelihara kukang masih tumbuh dan para pelaku kejahatan mendapatkan keuntungan dari transaksi yang mereka jalankan.

cc043e8d527a5b4ca9fb15793bd8f14ad066c9ce

Sedikitnya, 200 individu kukang saat ini tengah menjalani perawatan di pusat rehabilitasi kami di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Kebanyakan dari mereka adalah korban perdagangan yang berhasil digagalkan aparat penegak hukum dan juga serahan masyarakat yang telah sadar akan pentingnya kelestarian kukang.

Sayangnya tidak semua kukang yang berada di pusat rehabilitasi berada dalam kondisi kesehatan yang baik.

Gigi yang hancur, luka tembak, penyakit dan cacat permanen yang muncul akibat proses pemeliharaan adalah permasalahan kompleks yang dihadapi para perawat satwa untuk memulihkan kondisi si kukang. Dari sekian banyak kukang yang dirawat, hanya 30% di antaranya saja yang masih memiliki kesempatan untuk bisa kembali dipulangkan ke alam.

4c266c77b3ca7128492c5d71f8553c1684172e94

Bagaimana donasi ini akan dipergunakan?

Seluruh donasi yang terkumpul akan kami gunakan untuk program pelestarian kukang yang mencakup upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran (Rescue, Rehabilitation, & Release) + Monitoring.

Selama menangani perawatan kukang di pusat rehabilitasi, setidaknya satu ekor kukang membutuhkan biaya sebesar minimal Rp 10 juta per tahun. Jumlah ini akan semakin besar bila kukang membutuhkan penanganan medis seperti operasi ataupun memiliki kesempatan untuk dikembalikan lagi ke habitatnya.

Sejak 2008, IAR Indonesia setidaknya telah melepasliarkan sekitar 300 kukang ke habitatnya, dan program ini akan terus berjalan selama masih banyak kukang yang menjadi korban perburuan dan perdagangan serta tingginya minat masyarakat untuk memelihara.

Selain membantu donasi, kamu juga bisa turut andil dalam penyelamatan kukang dengan menyebarluaskan pesan ini. Ajak orang orang terdekatmu untuk tidak menjadi bagian dari rantai perdagangan kukang dengan tidak membeli dan tidak memelihara.

Informasi lebih lanjut terkait penggalangan dana ini, bisa melalui

Email: [email protected]
Telp: 0856 753 6660
Instagram: @iar_indonesia

#SaveKukang #StopKekangKukang

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Donatur 296

SHOW MORE
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 8.000
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 8.000
    Anonim
  • Rp. 80.403
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 500.000
    Anonim
  • Rp. 20.034
    sigit prabowo
SHOW MORE
IAR Indonesia 24 May 2019

Update 15 - 31 Kukang Jawa Pulang ke Habitatnya

78f234fe-2f29-4f1d-80b4-455b8037268f.jpg

Sahabat, kepulangan mereka ke habitatnya merupakan kabar gembira untuk kita semua!

Bersama BBKSDA Jawa Barat, dibantu Kader Konservasi Ciamis, masyarakat lokal serta rekan-rekan kelompok mahasiswa, kami telah mentranslokasi 31 individu kukang jawa untuk pulang ke habitatnya di Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Ciamis dan Hutan Konservasi Masigit-Kareumbi, Bandung, Jawa Barat awal Mei ini.

Sebagian besar dari mereka merupakan kukang hasil serahan masyarakat ke sejumlah BKSDA di Wilayah Jawa Barat dan dititiprawatkan ke Pusat Rehabilitasi kami untuk menjalani proses rehabilitasi.

e3a9c2d5-5c17-47f8-b1b1-f74a7a8d333f.jpg

Tentu proses panjang ini harus mereka jalani untuk mengembalikan sifat liar alaminya. Mengingat, kondisi kukang saat pertama tiba di Pusat Rehabilitasi umumnya memprihatinkan. Mereka mengalami stres, luka trauma, kekurangan gizi hingga perubahan perilaku karena tidak mendapatkan kebutuhan yang sesuai selaiknya kukang yang hidup di alam bebas.

Untuk mengembalikan mereka pulang ke habitat, faktanya tidak semudah memburu atau mengambilnya di alam. Membutuhkan tenaga dan materi yang besar untuk mempersiapkan kepulangan mereka. Dan kami tidak dapat melakukan itu sendirian.

Terima kasih #OrangBaik yang sudah membantu mereka pulang dan mendapatkan kesempatan kedua untuk melangsungkan kehidupannya kembali di alam bebas.

Informasi selengkapnya dapat kamu baca di http://www.internationalanimal...

Simak juga videonya di sini

#JanganPeliharaKukang #JanganBeliKukang #StopKekangKukang

IAR Indonesia 26 Mar 2019

Update 14 - Alby yang "Lahir" Kembali Menjadi Kukang Liar

b89e3405-14f5-4fb4-b73d-088d8bcf6238.jpg

"Selamat menjelajah, Alby"

Itulah kalimat terakhir yang kami ucapkan untuk Alby sebelum ia perlahan menghilang di antara rindangnya pepohonan. Tidak sekadar ucapan, kalimat itu juga menjadi doa dan harapan dari kita semua untuk kelangsungan hidupnya di alam bebas.

Ya, Alby telah dinyatakan sukses bertahan hidup di habitat barunya di dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Pernyataan kesuksesannya itu ditandai dengan pelepasan radio-collar yang melingkari lehernya oleh tim kami bersama Kepala Resort Pemerihan dan Masyarkat Mitra Polhut TNBBS. Sebagai informasi, radio-collar tersebut merupakan perangkat yang memudahkan tim monitoring kami melacak keberadaannya di alam.

Kukang sumatera albino itu telah dipantau perkembangan adaptasinya di alam selama hampir setengah tahun pasca-dilepasliarkan pada Oktober 2018 silam. Berdasarkan hasil pengamatan, Alby sudah memenuhi indikator kemampuan bertahan hidup di alam bebas. Hal itu ditunjukan dengan perilakunya yang sangat bagus.

b3562eba-446d-4fc4-9fe8-591d14ab6c10.jpg

Tim kami setiap malam dengan rutin mencatat perkembangan perilaku dan
daya jelajah primata nokturnal itu. Hasilnya, ia aktif dan sudah
memiliki wilayah pergerakan yang stabil, juga pintar memanfaatkan pakan
alami. Di samping itu ia sering terpantau bersosialisasi dengan kukang
liar.

"Dan kini ia benar-benar bisa hidup tanpa pantauan"

Karena sebelumnya Alby menjadi korban perdagangan ilegal satwa dilindungi oleh seorang pemuda yang memasarkannya melalui Facebook di Bandar Lampung. Setidaknya saat itu ia mengalami trauma dan stres akibat diambil paksa dari habitatnya. Hingga pada akhirnya petugas gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah III Bandar Lampung menyelamatkannya dan membawa ia ke PPS Lampung untuk menjalani perawatan sebelum dilepasliarkan.  

84d0b3e5-b502-43ff-9bfb-572ecac56322.jpg

Bertahan hidupnya Alby merupakan indikator keberhasilan pelepasliaran kukang di TNBBS. Taman nasional yang menjadi salah satu situs warisan dunia ini merupakan kawasan konservasi ideal berdasarkan survei dan penilaian habitat yang telah dilakukan.

Tentu, keberhasilan Alby tidak dapat tercapai tanpa dukungan dan doa kalian.

Terima kasih para #PenyelamatKukang dan #OrangBaik untuk semua dukungan yang telah dilakukan hingga saat ini. Peran kalian sangat besar untuk menyelamatkan kukang di Indonesia dari berbagai ancaman.

#SaveKukang #StopKekangKukang

IAR Indonesia 24 Feb 2019

Update 13 - Kebebasan Ucil & Belasan Kukang Sumatera

595ca032-22d5-42e4-93db-1f727502299c.jpg


Pada 2016 lalu, Ucil dan induknya tiba di pusat rehabilitasi kami setelah petugas dari Gakkum LHK melakukan teguran dan penindakan kepada kelompok komunitas pemelihara kukang.

Kondisi Ucil dan induknya memang baik, namun tak cukup sehat untuk disamakan dengan kukang pada umumnya. Ucil yang lahir dalam pemeliharaan diurus dengan kondisi yang manja hingga obesitas. Berat badannya jauh dari proporsi ideal seekor kukang sumatera.

Nasib induknya lebih menyedihkan, gigi-giginya sudah ditanggalkan di tangan penjual. Meski tak memiliki masalah berat badan, gigi yang sudah patah mengalami infeksi hingga terpaksa dioperasi untuk membersihkan sisa-sisa patahan gigi yang membusuk.

Setelah dua tahun lebih menjalani perawatan, mereka berdua harus dipisahkan. Ucil yang gigi-giginya masih lengkap menjalani program diet hingga akhirnya terpilih menjadi kandidat pelepasliaran setelah berat tubuhnya kembali ideal. Perilaku dan kesehatannya pun jauh lebih baik dibandingkan awal ketika ia pertama kali masuk.

Sedangkan induk Ucil, selamanya akan tinggal dalam pengawasan dan perawatan tim medis kami.

16b9abcd-c6eb-475e-b9e1-1ddd20b21ca8.jpgfe255589-3692-4034-b1e1-6ec295f15e75.jpg


Sahabat, malam ini (Minggu,24 Februari) Ucil dan kawan-kawannya akan kembali melintas ke seberang pulau. Ke 16 Kukang Sumatera akan memulai petualangan di habitat baru, di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung.

Penantian mereka sangatlah panjang untuk bisa mendapatkan kebebasannya. Kami senang bisa mengantar para kukang kembali pulang ke habitatnya. Namun kami akan lebih bahagia jika semua kukang bisa tetap terjaga dan lestari di tempat mereka seharusnya berada.

Terima kasih untuk semua sahabat dan #PenyelamatKukang yang telah ikut berkontribusi mendukung kami, bersama-sama menyelamatkan, merawat, dan melepasliarkan kukang di alam liar yang terlindungi.

Selamat jalan Ucil dan kawan-kawan, doa kami menyertai petualangan baru kalian menemukan kedamaian dan kebebasan. Bersenang-senanglah dan temukan jodohmu.

Salam lestari,

#StopKekangKukang

IAR Indonesia 25 Jan 2019

Update 12 - 65 Kukang Akhirnya Kembali ke Alam

3a83c936-5926-48ae-896d-9b6400de2480.jpg

Sahabat, kami bersama Polres Majalengka dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat telah melepasliarkan 65 individu kukang jawa korban perburuan dan perdagangan, ke habitatnya pada Minggu (20/01/2019). Kami melepasliarkan mereka di dua lokasi, 31 individu kukang di Kawasan Hutan Konservasi Masigit-Kareumbi, Bandung dan 34 individu kukang lainnya di Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat.

Kukang-kukang ini sebelumnya telah mendapat perawatan intensif oleh tim medis kami untuk memulihkan kondisinya pasca-penyitaan yang dilakukan Polres Majalengka dari dua orang pemburu dan pengepul di Dusun Catayem, Desa Cibodas, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Rabu (09/01/2019).

AKPB Mariyono, Kapolres Majalengka yang ikut langsung melepasliarkan mereka mengungkapkan, pihaknya akan serius melawan aktivitas perburuan
dan perdagangan terhadap satwa dilindungi, termasuk kukang. Karena baginya ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan mereka. Dia juga menegaskan bagi siapa saja untuk segera menyerahkan satwa liar dilindungi jenis apapun ke BKSDA atau lembaga yang berwenang lainnya," imbaunya.

13051f9c-22c0-48e4-95a6-c851fa54d42a.jpg

Tentu, kami berterima kasih untuk semua pihak, dalam hal ini jajaran Kepolisian Resor Majalengka, BBKSDA Jawa Barat, Kejaksaan, para donatur, volunteer, kelompok mahasiswa, serta instansi pemerintah daerah setempat yang telah membantu dan terlibat dalam proses kembalinya mereka ke habitat.

Tidak sampai di sini, peran kita selanjutnya adalah menjaga dan melindungi mereka, termasuk habitatnya dari berbagai aktivitas yang mengancam keberlangsungan primata nokturnal ini. Di samping itu, kita juga harus berbangga adanya keberadaan mereka di hutan-hutan di pulau Jawa, karena perannya sangat penting dan dapat kita rasakan langsung, di antaranya membantu para petani mengendalikan hama dan sebagai agen penyebaran biji, penyerbukan tanaman berbunga. Artinya, penyebaran tumbuhan sangat dipengaruhi oleh keberadaan kukang di alam.

Terima kasih #OrangBaik dan para #PenyelamatKukang yang telah membantu. Yuk dukung terus keberlangsungan hidup mereka di alam.

#SaveKukang #StopKekangKukang

IAR Indonesia 17 Jan 2019

Update 11 - Sepuluh Kukang Menjalani Perawatan Intensif

67d6d44c-f5d7-4335-b40e-dadfe76e6416.jpg


Sahabat, sepuluh dari 79 kukang jawa yang menjadi korban perburuan dan perdagangan di Majalengka menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi kami, di Kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Sejak Sabtu (12/01/2019) lalu kami melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kukang-kukang malang itu. Tindakan medis ini dilakukan mengingat sepuluh primata endemik jawa ini kondisinya semakin lemah dan membutuhkan treatment khusus.

Tim medis kami menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan mereka umumnya mengidap sejumlah masalah yang mengakibatkan penurunan kondisi fisik dan kesehatannya. Beberapa di antaranya seperti, cacingan, infeksi gigi dan gusi, diare, trauma luka di sejumlah bagian tubuh hingga peluru senapan angin yang bersarang.

"Kondisi seperti itu biasa ditemukan pada kukang-kukang yang mengalami perlakuan buruk dari aktivitas perburuan dan perdagangan. Bahkan, tidak jarang juga berujung pada kematian akibat stres, dehidrasi, dan kekurangan gizi."

Dari 79 kukang yang diselamatkan saat itu, lima di antaranya mati dalam masa perawatan. Kematian kukang-kukang korban perburuan dan perdagangan ini umum terjadi karena kondisi yang memprihatinkan saat ditangkap dan dipisahkan dari lingkungan habitatnya.

adfb11d4-9544-4153-9fc7-5e2ad75c4b79.jpg


Selanjutnya, kesepuluh kukang ini akan kami pantau perkembangannya secara intensif. Pengecekan kondisi fisik, pemberian obat dan vitamin menjadi prioritas kami guna memulihkan kembali kondisi primata yang masuk ke dalam 25 daftar primata paling terancam di dunia ini.

Tentu proses ini membutuhkan waktu, tenaga dan biaya besar. Mereka terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan medis dan prosedur pemeriksaan penyakit sesuai prosedur karantina dan prinsip kesejahteraan satwa. Barulah kemudian masuk tahapan rehabilitasi.

Untuk itu, bantu perawatan kesepuluh kukang ini agar dapat segera pulih dan kembali hidup bebas di habitatnya. Mereka membutuhkan sejumlah obat, vitamin dan kebutuhan medis pendukung lain untuk memulihkan kesehatan dan perilakunya.

Terimas kasih #PenyelamatKukang dan #OrangBaik yang telah mendukung upaya pelestarian kukang di Indonesia. Salam hangat dari mereka yang menanti kebebasannya kembali.

#SaveKukang #StopKekangKukan

IAR Indonesia 9 Jan 2019

Update 10 - Penting: Bantu 79 Kukang Korban Perburuan

fec145ff-d1d4-4ca2-8851-41ee09f11e96.jpg

Sahabat,

Kami baru saja berdoa agar tahun 2019 ini kukang tetap lestari di habitatnya. Beberapa jam kemudian, setelah update sebelumnya kami kirimkan, doa tersebut dikabulkan.

Polres Majalengka mengontak kami dan mengabarkan bahwa mereka berhasil meringkus dua orang pemburu satwa dilindungi, dengan barang bukti yaitu Kukang jawa sebanyak 79 ekor.

Ya, 79 individu Kukang Jawa.

Jumlah kukang terbanyak setelah kasus yang terjadi 5 tahun silam. Tim IAR Indonesia malam ini juga langsung berangkat menuju Majalengka untuk membantu penanganan medis terhadap kukang-kukang yang berhasil diamankan.

Belajar dari pengalaman yang sudah pernah terjadi, kukang-kukang hasil buruan akan ditempatkan secara berdesakan dalam keranjang-keranjang buah. Hanya disediakan sedikit makanan dan air.

Kukang yang secara perilaku sosial bersifat soliter akan mengalami stress ketika ditumpuk bersama kukang lainnya, yang tidak menutup kemungkinan mereka akan saling berkelahi dan terluka. Bahkan jika ada kukang betina yang tengah mengandung ditempatkan dalam kondisi ini, akan melahirkan bayinya secara prematur. Kami tak ingin kisah kejam ini terulang kembali.

Sahabat, tolong bantu mereka.

Donasi sekecil apapun akan menolong dan meringankan derita mereka, serta mendapatkan penanganan terbaik dari tim medis kami.

843bc913-398a-4513-a145-3bcfe82dc7c8.jpg


IAR Indonesia 9 Jan 2019

Update 9 - Melanjutkan Asa Bagi Penyelamatan Kukang

a206491a-a488-417d-93ec-b01f1cd87857.jpg

Sahabat IAR,

Di pengujung tahun, kami mengingat kembali waktu yang sudah terlewati. Banyak hal yang sudah terjadi, banyak kisah yang patut dikenang, dan banyak memori yang menjadi tonggak untuk terus kami tancapkan agar kami senantiasa tetap berdiri, berjuang dalam menyebarluaskan pesan penyelamatan dan pelestarian kukang.

Satu dekade telah kami dedikasikan bagi pelestarian satwa di Indonesia, namun itu semua belumlah cukup. Ini hanyalah permulaan yang akan terus kami pupuk hingga penderitaan bagi satwa bisa diakhiri. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih karena kami tidak berjuang sendiri. #OrangBaik serta #PenyelamatKukang terus bertumbuh untuk membantu dan mendukung sahabat mungil kita terbebas dari deritanya.

06fad56c-5c02-4fc4-964a-a51640af1a0c.jpg98fc83ce-5cc3-4174-9e33-d89a52b77a59.jpg

Di sepanjang tahun 2018, ada 49 individu kukang yang berhasil kami selamatkan dan rawat di pusat rehabilitasi. Kisah mereka pun beragam, diselamatkan dari kejahatan satwa juga diserahkan secara sukarela oleh masyarakat kepada BKSDA maupun kepada kami secara langsung.

Meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan dan konsekuensi yang harus kami hadapi. Kukang semakin banyak yang masuk ke pusat rehabilitasi, sedangkan ketersediaan fasilitas sangatlah terbatas. Untuk menjaga pelayanan dan perawatan satwa, kukang-kukang yang telah sehat dan pulih kami upayakan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Suaka Margasatwa Gunung Sawal dan Hutan Konservasi Masigit Kareumbi menjadi dua habitat  yang kami pilih untuk pelepasliaran kukang pada 2018 lalu. 35 individu kukang akhirnya merasakan kembali udara kebebasannya berkelana di alam. Jumlah tersebut memang bukanlah pencapaian terbesar yang pernah kami lakukan untuk melepasliarkan kukang. Mencari habitat baru bagi kukang sangatlah tidak mudah. Ada rangkaian persiapan dan metode yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa rumah baru mereka sesuai dan aman.

c17e8f7e-45ce-480a-a3a5-8bb7e869bed8.jpge63c62a4-7901-4104-93ca-90a3fd7c29aa.jpg

Sahabat, 2019 telah tiba dengan segala resolusi baru. Bagi kami, resolusi untuk kukang tidak pernah berubah, kami terus berharap dan berupaya agar kukang tetap lestari di habitatnya. Tak lagi diburu, tak lagi diperjualbelikan, dan tak lagi menjadi objek peliharaan.

Perjalanan dan perjuangan ini memang masih panjang, sahabat. Sebanyak 188 kukang masih berada di pusat rehabilitasi kami untuk mendapatkan perawatan yang layak. Sebagian dari mereka menanti asa untuk bisa kembali bebas di alam, sebagian lainnya mungkin akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya bersama kami.

Kami yakin bahwa perubahan baik akan datang bagi para kukang, sebagaimana kebaikan yang sudah sahabat berikan kepada mereka. Terima kasih banyak sahabat, terima kasih atas segala bantuan dan dukungan untuk para kukang.

Salam lestari dan Selamat Tahun Baru 2019.

IAR Indonesia 26 Nov 2018

Update 8 - Sebelah Mata Untuk Giyo, Lini dan Gazpacho

Sebelah Mata Giyo

Awal bulan November, Giyo si kukang jawa jantan tiba diantarkan salah seorang penyelamat Kukang. Menurut penuturannya, Giyo adalah kukang eks-peliharaan dari tetangganya. Sadar akan status perlindungan kukang, sahabat kami berusaha mengedukasi tetangganya tersebut hingga akhirnya yakin untuk menyerahkan secara sukarela.

Sayangnya kondisi fisik Giyo tak lazim. Mata kirinya kerap menutup dan basah. Hingga akhirnya tiba di pusat rehabiltasi IAR Indonesia, dokter memeriksa dan mendapati bola mata kiri Giyo tak lagi berfungsi.

Jaringan pada bola mata Giyo sudah mati, dan perlahan membusuk. Meskipun luka tersebut steril, namun bola matanya tak bisa dipertahankan dan harus dibuang sebelum menjadi gangguan atau infeksi parah.

Menurut informasi yang kami dapatkan, mata kiri Giyo sudah seperti itu sebelum dibeli dan dijadikan peliharaan. Besar kemungkinan luka itu didapat dari alam, atau lebih parahnya ketika berada di tangan pemburu dan pedagang.

Kasus sebelah mata pada kukang tidak hanya dialami oleh Giyo saja. Setidaknya ada dua kukang lainnya yang mengalami kebutaan di sebelah matanya, dan dalam penanganan di Pusat Rehabilitasi kami.

Lini dan Selaput Putih di Mata KirinyaSebelah Mata Lini

Lini, si kukang jawa jantan ini merupakan serahan warga ke BKSDA Ciamis, tidak lama setelah kehadiran Giyo. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Lini mengalami masalah yang sama pada mata kirinya. Meski bola matanya masih utuh, ada luka traumatis yang terlihat seperti selaput putih.

Bayang selaput putih menutupi hampir seluruh kornea mata Lini. Dokter masih memastikan apakah luka pada mata Lini menyebabkan kebutaan atau masih bisa disembuhkan. Tentu saja dokter berharap bahwa kasus serupa seperti Giyo tak harus terjadi pada mata Lini. Andaikan Lini mengalami kebutaan permanen di sebelah matanya, setidaknya bola matanya masih bisa dipertahankan tanpa harus dioperasi.

Gazpacho, Si Bayi Kukang Yang Kehilangan Sebelah Matanya
Sebelah Mata Gazpacho

Kisah memilukan dari sebelah mata dialami oleh Gazpacho. Kukang remaja ini lahir di pusat rehabitasi IAR Indonesia setahun lalu. Mirisnya induk Gazpacho merupakan korban perdagangan dengan kondisi yang  jauh lebih parah, yaitu buta kedua matanya. Kehadiran Gazpacho tidak memungkinkan untuk diasuh oleh induknya, yang pada akhirnya justru mencederai mata kanannya, hingga terluka dan bola mata Gazpacho terlepas dengan sendirinya.

Gazpacho terpaksa dirawat secara khusus dan intensif oleh perawat satwa. Meski hidup dengan sebelah mata, semangat Gazpacho tidak bisa dinilai sebelah mata. Ia tumbuh sehat dan aktif layaknya kukang liar, hingga kini ia beranjak remaja.

Tidak seperti Giyo, Lini dan Gazpacho masih memiliki gigi-gigi yang lengkap sehingga kesempatan untuk mereka kembali ke habitatnya masih terbuka lebar. Walau begitu, mereka harus terlatih dan siap saat mengelana kegelapan malam dengan sebelah mata.

Sebagai satwa nokturnal, kegelapan bukanlah sesuatu yang baru bagi kukang. Kegelapan adalah teman, rumah, dan perlindungan mereka. Namun dengan sebelah mata, sebagian indera mereka hilang untuk lebih waspada ketika menjelajahi gelapnya malam.

Seperti sebuah penggalan lirik Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca,

Gelap adalah  teman setia dari waktu-waktu yang hilang

Sahabat, bantu Giyo, Lini dan Gazpacho untuk mengisi waktu-waktu mereka yang telah hilang.

#SaveKukang #StopKekangKukang

IAR Indonesia 23 Oct 2018

Update 7 - Selamat Jalan Lintang

449db47a-a4ab-4cb8-a86d-d93fe7af96b6.jpg
Sahabat, terima kasih banyak atas doa dan dukungannya untuk teman kecil kita Lintang. Kami sudah berupaya sebaik mungkin agar ia bisa bertahan dan kembali sembuh, namun takdir telah berkata lain.

Tuhan telah mengangkat sakit dan penderitaan Lintang.

Ia tak lagi bersama kita. Namun rasa sakit dan penderitaan Lintang akan selalu mengingatkan kami, untuk terus memperjuangkan nasib kukang-kukang lainnya dari ancaman kejahatan satwa dan teror senapan angin.

Tanganmu tak pernah hilang, ia menjadi kepalan semangat bagi kami.

Selamat jalan Lintang, selamat menjelajah di alam sana.


NB: Bagi sahabat yang sudah berdonasi untuk Lintang,  terima kasih banyak. Donasi yang terkumpul akan kami salurkan untuk kukang kukang lainnya yang saat ini dalam perawatan kami.

Terima kasih dan salam lestari

IAR Indonesia 22 Oct 2018

Update 6 - Urgent Help: Bantu Amputasi Tangan Lintang

46d6b544-33ea-4349-97ca-b9e221659382.jpg

Sahabat, tolong bantu Lintang.

Dua hari lalu Lintang tiba di Pusat Rehabilitasi kami. Kondisinya sangat mengenaskan. Tangan kirinya sudah lenyap, menyisakan tulang hasta dan pengumpil yang menyembul dari sikunya. Jari-jari kaki kanannya pun sama, jari kelingking dan jari manisnya hanya tinggal menyisakan ruas tulang putih yang masih ia paksakan untuk menggenggam. Entah sudah berapa lama ia bertahan dengan rasa sakitnya.

Derita Lintang tidak hanya itu saja. Dari hasil rontgen, dokter menemukan sebutir peluru tertanam di lutut kirinya. Membuat kami berpikir bahwa luka parah pada tangan dan kaki Lintang bisa saja mulanya disebabkan oleh peluru-peluru senapan angin yang sengaja diarahkan kepadanya.

d87f209d-042a-451b-b9c9-1944860e68c2.jpg5a5feb46-3ef0-40ea-ada6-3c947bc263fd.jpg

Saat ini Lintang sudah dalam penanganan dokter dan tim perawat kami. Namun operasi untuk mengamputasi lengannya belum bisa dilakukan. Dokter harus memastikan kondisi fisik Lintang dalam keadaan stabil dan siap untuk menjalani operasi.

Sahabat, tangan Lintang tak sepenuhnya hilang, uluran tangan kita kan selalu ada bersamanya.

Mohon bantuan dan doanya sahabat.

#BantuLintang #TerorSenapanAngin

IAR Indonesia 3 Sep 2018

Update 5 - 20 Kukang Merdeka Di Alam

356ff281-9442-4a38-a2a6-a3aca193eee5.jpg

Terima kasih kepada para Penyelamat Kukang yang telah membantu perjuangan kukang hingga detik ini. Terima kasih banyak atas segala dukungan yang telah kalian berikan.

Di penghujung Agustus kemarin, tim IAR Indonesia telah melaksanakan proses pelepasliaran 20 individu kukang jawa di kawasan hutan konservasi Masigit Kareumbi. Hutan Masigit – Kareumbi dipilih oleh tim survey IAR yang sebelumnya telah melakukan studi kelayakan habitat, dan hasilnya sesuai untuk dijadikan lokasi pelepasliaran kukang.

16471184-84f5-4831-8b44-64acea5614ea.jpgf0b7ed47-d428-4383-8519-e81793d296ae.jpg

Untuk program pelepasliaran kali ini, kedua puluh kukang merupakan eks-serahan masyarakat kepada pihak BKSDA dan juga laporan pengembalian melalui web Kukangku. Banyaknya kukang serahan masyarakat ini merupakan indikasi bahwa kesadaran masyarakat terhadap kukang sebagai satwa dilindungi semakin meningkat. Dan kini masyarakat sudah paham kemana harus melaporkan kukang temuannya kepada aparat melalui layanan call center (daftar layanan call center BKSDA bisa cek di sini).

Harapan ke depan, semoga kepedulian masyarakat ini semakin menyebarluas dan bukan hanya sekedar menyerahkan satwa ke pihak yang berwenang. Namun turut mengambil bagian menjadi Penyelamat Kukang yang berani menjaga habitat kukang dari tangan tangan nakal pemburu.

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih banyak untuk para Penyelamat Kukang, kepada para donatur dan juga masyarakat yang telah menyerahkan kukang secara sukarela. Dukungan kalian sangat berarti bagi kelestarian kukang di alam. #SaveKukang #StopKekangKukang

2841240e-9c00-40d2-9f0b-a4e5c96596c6.jpg


IAR Indonesia 3 May 2018

Update 4 - Derita Hima Dalam Kekangan

6c6325834714cdfe9cb29d592cf42b61c39bddd1

April lalu, Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia kembali menampung seekor kukang yang diserahkan oleh warga kepada pihak BKSDA Ciamis. Kami menamainya Hima. Tidak seperti kukang-kukang serahan lainnya yang selama ini diserahkan oleh warga, kondisi fisik Hima membuat kami merasa sedih atas luka yang harus dideritanya.

Luka itu tampak membekas pada perut Hima, seakan membelahnya menjadi dua bagian. Informasi dari petugas BKSDA tidak cukup jelas mengenai penyebab luka yang didapat Hima. Namun berdasarkan diagnosa dokter, luka tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh tali yang diikat pada perut Hima dalam jangka waktu lama.

Tali kekang pada perut Hima jelas disengaja agar dia tidak kabur. Meskipun kukang bergerak lambat, namun ia bergerak aktif saat malam hari. Kukang membutuhkan area yang luas untuk mengekspresikan perilakunya. Ikatan tali yang sangat erat menimbulkan luka parah pada kulit perut Hima. Tidak hanya itu saja, berdasarkan hasil rontgen, kondisi tersebut menyebabkan trauma fisik pada otot perut Hima sehingga membuat pinggangnya menyempit.

b8963e3eac0a1eb51fae374052f9204e116d84e9

f293b5e9da1094f1bcf46f970eee10c2c89c1056

Dengan kondisi fisik tersebut, organ-organ internal pada perut Hima terdorong dan menumpuk di bagian perut atas. Hal ini jelas membahayakan jika terjadi penyumbatan pada saluran pencernaan.

Luka Hima adalah bukti lain tentang kekejaman pada kukang sebagai objek peliharaan. Alasan cinta dan sayang tidaklah cukup rasional jika pada prakteknya hanyalah suatu bentuk mengekang kebebasan dan menyakiti.

Dua minggu sudah Hima mendapatkan perawatan intensif untuk menyembuhkan luka fisik dan trauma yang didapatnya. Setiap 2 hari sekali perban pada perut Hima diganti dan diberi obat khusus. Hima kini berangsur pulih, namun butuh waktu yang lama bagi Hima untuk 100% sembuh dan siap menjalani kebebasannya kembali di alam. Hima membutuhkan dukungan dan bantuan teman-teman semua.

afed459bc30eefa170e1272ddb1d92246a2d43ad

Terima kasih untuk semua orang baik yang sudah turut berkontribusi menolong para kukang. Dukungan yang teman teman berikan menyalakan harapan bagi kami untuk terus memperjuangkan kelestarian kukang.

Mohon sebarkan pesan ini kepada orang-orang terdekat kita untuk tidak menjadi bagian dari ancaman kepunahan kukang.

#JanganBeliKukang #JanganPeliharaKukang #StopKekangKukang

IAR Indonesia 9 Apr 2018

Update 3 - Wana dan Tirta, Kukang Sumatera di Tanah Jawa

Jauh dari keluarga dan rumah rasanya tidak diinginkan oleh siapapun. Hal itu juga berlaku bagi Wana dan Tirta, dua individu kukang sumatera yang belum lama ini dirawat di IAR Indonesia pada Maret lalu.

Wana adalah kukang eks peliharaan yang diserahkan langsung oleh pemeliharanya ke pusat rehabilitasi IAR Indonesia, sedangkan Tirta adalah kukang temuan warga Cibinong di sekitar rumahnya yang kemudian diambil dan diserahkan kepada BKSDA Bogor. Kini keduanya sudah aman dalam pengawasan dokter dan perawat satwa IAR Indonesia untuk menjalani rehabilitasi.

Wana dan Tirta tidak tersesat begitu saja hingga ke Jawa. Mereka tidak melakukan migrasi layaknya burung layang-layang. Ada faktor besar yang menyebabkan mereka bisa berada jauh dari habitatnya, yakni perburuan dan perdagangan untuk dijadikan hewan peliharaan.

Tirta si Kukang Sumatera

Tirta kemungkinan adalah kukang yang kabur dari pemeliharanya. Perilakunya masih liar dan galak.

Wana si Kukang Sumatera

Wana setelah tiba di pusat rehabilitasi IAR indonesia

Pada tahun 2013 silam, modus penyelundupan kukang terbesar pernah terungkap di pelabuhan Merak, Banten. Jumlahnya pun tidak main-main, 238 individu kukang disembunyikan dalam boks-boks buah yang sempit. Berdasarkan pengakuan tersangka, kukang-kukang tersebut dibawa untuk memenuhi pesanan dari seseorang yang selanjutnya akan diperjualbelikan di kota besar seperti Jakarta, Bogor dan Bandung.

(Berita terkait bisa dilihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=o2RTzUE7peI)

Penyelundupan kukang dari sumatera ke jawa adalah siksaan buruk yang menyakitkan. Siksaan pada kukang sumatera dimulai ketika kukang diburu dari habitatnya. Kukang hasil buruan mendapatkan perlakuan buruk dengan disimpan berjejalan di kandang yang kotor dan sempit. Perjalanan yang panjang memicu stres dan perkelahian antar kukang hingga mengakibatkan luka. Tidak sampai di situ, kukang akan mendapat perlakuan buruk lagi dengan dipotong gigi taringnya.

Maka tak jarang,

30% kukang mati di dalam perjalanan sebelum tiba di tangan pembeli.

0a8a86f3ad2c9f26619f6f752acb5b7b29bc87dd

Wana dan Tirta menjadi contoh kecil dari kasus penyelundupan kukang untuk diperjualbelikan ke pemelihara. Disinyalir, banyak kasus penyelundupan kukang yang tidak terungkap. Hal itu didasari dari beberapa serahan yang diterima IAR Indonesia merupakan kukang sumatera.

Membeli dan memelihara kukang bukan berarti menyelamatkan mereka dari tangan tangan jahat. Tindakan tersebut justru bagai pupuk yang menyuburkan para pelaku untuk terus menerus melakukan kejahatannya dan semakin sulit dihentikan. Asa untuk menghentikan kekejaman ini sebenarnya ada, yaitu dengan tidak menjadi bagian dari siklus kejahatan satwa.

Kami bersyukur kepada semua orang baik yang sudah berdonasi untuk kukang. Dukungan dan donasi yang anda berikan adalah bukti bahwa kita tak bisa lagi diperalat oleh orang orang jahat. Kita adalah sumber masalah, namun kita juga adalah solusi dari permasalahan tersebut.

Terima kasih penyelamat kukang,

terima kasih telah menjadi bagian dari solusi.

IAR Indonesia 6 Mar 2018

Update 2 - Gemblong dkk Kembali Pulang ke Habitatnya

Gemblong

Terima kasih banyak teman teman atas dukungan dan bantuannya kepada si mata bulan. Mengawali tahun 2018 ini kami ingin menyampaikan kabar baik dari para kukang yang pada akhirnya bisa kembali pulang ke habitatnya.

Pada tanggal 6 Februari 2018 lalu, Yayasan IAR Indonesia bersama BBKSDA Jawa Barat kembali melanjutkan program pelepasliaran kukang di SM Gunung Sawal, Ciamis, Jawa Barat. 15 individu kukang jawa tersebut kebanyakan berasal dari penindakan aparat penegak hukum kepada pemburu dan pedagang satwa dilindungi beberapa tahun lalu (Polda Jabar 2016 dan Polresta Tasikmalaya 2017).

Setelah melewati serangkaian perawatan dan pemulihan yang cukup panjang di pusat rehabilitasi, akhirnya mereka sudah siap dikembalikan ke alam bebas.

Hingga saat ini, kelimabelas kukang masih menjalani proses habituasi dan dalam pemantauan tim monitoring selama di kawasan SM Gunung Sawal. Mohon doanya teman teman, semoga mereka betah di rumah barunya.


Salam Lestari,

Kukangku
#StopKekangKukang

Berita selengkapnya: http://www.internationalanimalrescue.or.id/15-indi...

Kumal dan Kucel

Kukang Jawa

IAR Indonesia 28 Dec 2017

Update 1 - Terima Kasih Orang Baik, Terima Kasih 2017

d39885b9d5a20e74c54df554f7568fcfa0b69472

Di penghujung 2017 ini kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada #OrangBaik yang sudah mendukung dan membantu kami dalam upaya penyelamatan kukang-kukang malang yang selama ini menjadi korban kejahatan satwa.

Tidak lupa untuk kami sampaikan, penggalangan donasi kukang yang sudah terkumpul pada periode 2017 ini telah kami serahkan kepada pihak Yayasan IAR Indonesia yang selanjutnya akan dikelola untuk membantu biaya operasional rehabilitasi kukang.

69578d231d0d07d626d7c90cb5386329f6855b2e

Banyak sekali kisah kukang yang telah terjadi selama 2017 ini. Kebahagiaan ketika kami melepas pergi kukang kukang yang pulang ke habitatnya ataupun rasa sedih ketika kekejaman terhadap kukang yang seakan tak pernah berhenti terjadi. Namun harapan untuk kukang akan terus sama setiap tahunnya dan harapan itu semakin optimis di 2018.

Dukungan teman teman adalah pecut semangat yang membuat kami yakin bahwa perubahan baik telah terjadi. Orang orang baik terus tumbuh, dan suara suara kepedulian terhadap kukang semakin menggema. Terima kasih banyak orang baik, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan untuk si mata bulan.

Selamat Tahun Baru 2018.
Salam lestari,


Kukangku
#SaveKukang #StopKekangKukang

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Galang Dana sebagai Fundraiser

Isi form di bawah untuk menjadi Fundraiser penggalangan "Bantu dan Selamatkan Kukang Indonesia"
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke IAR Indonesia.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?