Kitabisa! - Pundi Perempuan
Pundi Perempuan

Pundi Perempuan

Pundi Perempuan adalah dukungan sumberdaya baik berupa dana bagi operasional oganisasi yang menangani kasus kekerasan terhadap perempuan, jaringan, pengetahuan maupun kerelawananyang dimanfaatkan untuk terus mengingatkan pentingnya upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Sebagai Women’s Fund pertama di Indonesia, Pundi Perempuan memiliki tempat dan kekhasan tersendiri karena menjangkau jaringan organisasi maupun komunitas pengada layanan baik di tingkat nasional maupun akar rumput yang memiliki potensi yang layak untuk didukung dan dikembangkan. Pundi Perempuan juga menekankan kerja bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui penyediaan akses sumberdaya dengan mekanisme yang sederhana, transparan, terpercaya dan semangat membangun kemandirian kerja-kerja pemberdayaan yang dilakukan oleh mitra-mitranya.

Komnas Perempuan adalah lembaga independen yang didirikan paska Tragedi Mei 1998 (https://id.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998) atas desakan masyarakat sipil pada pelaksanaan tanggung jawab negara untuk menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Kondisi dimana berkurangnya dukungan dari lembaga donor untuk inisiatif dan kerja dalam rangka penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) khususnya untuk pendanaan pendampingan kasus baik secara hukum maupun non-hukum, membuat Komnas Perempuan menghadirkan sebuah wadah dukungan publik yang dinamakan sebagai Pundi Perempuan sejak tahun 2003.

Sebagai institusi negara, Komnas Perempuan tidak memiliki mandat untuk mengelola dana publik. Untuk itu disepakati Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sebagai lembaga pengelola dan berinovasi dalam melakukan kegiatan-kegiatan penggalangan dana mandiri untuk kemudian dimobilisasikan kepada lembaga-lembaga pemberi layanan yang memiliki keterbatasan sumberdaya khususnya dalam pendanaan. Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) adalah sebuah lembaga filantropi Indonesia yang berdiri sejak 1995 dan mengkhususkan diri bekerja untuk masyarakat yang rentan dan terpinggirkan.Isu utama IKa adalah penghapusan kekerasan terhadap perempuan, dukungan bagi pembela HAM, gerakan budaya untuk keberagaman dan kelestarian lingkungan. Untuk isu penghapusan kekerasan terhadap perempuan,IKa bekerjasama dengan Komnas Perempuan melalui Pundi Perempuan.

Visi

Tersedianya dukungan yang berpihak, memberdayakan dan berkelanjutan bagi perempuan korban kekerasan berbasis solidaritas, kedermawanan publik dan pelaksanaan tanggungjawab negara.

Misi

  • Melakukan penggalangan, pengelolaan, pengembangan dan pendistribusian sumberdaya yang akuntabel.
  • Memberi dukungan dan mendorong keberlanjutan organisasi, komunitas atas individu yang memiliki inisiatif penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
  • Memberikan dukungan bagi kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan kapasitas perempuan pembela HAM.
  • Membangun dan mengembangkan jaringan baik di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk memperkuat peran Pundi Perempuan.

Nilai-nilai

  • Solidaritas
  • Kesetaraan
  • Pemberdayaan
  • Membangun Kesadaran Kritis
  • Semangat Kerelawanan
  • Anti Kekerasan dan Anti Diskriminasi
  • Bertanggungjawab

Galang Dana

Selama perjalanan Pundi Perempuan dalam penggalangan dana, kemitraan yang terbangun sangat beragam baik dari segi jenis mitra; perusahaan, komunitas, media, individu maupun latar belakangnya; bisnis, institusi pendidikan dan seni, dengan menghasilkan sumberdaya yang berasal dari sumbangan institusi, sumbangan individu, upaya social entrepreneurship maupun kerjasama program. Ada begitu besar variasi usaha dan eksperimentasi penggalangan dukungan publik mulai dari penjualan karya perupa, konser musik, kerjasama pertunjukan opera dan teater, kerjasama CSR, royalti buku, donasi individual, pengumpulan zakat, crowdfunding, beragam kompetisi hingga pengelolaan gerai komunitas. Juga ada banyak cara untuk dapat menggalang dana yang akan terus dilakukan kedepannya seperti mengadakan workshop, seminar, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan komunitas.


Tentang Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Fakta bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi diberbagai belahan dunia, mendorong lahirnya Kampanye internasional yang diberi nama 16 HAKtP (16 Days of Activism against Gender Violence). Kampanye ini bertujuan mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Komnas Perempuan, sebagai salah satu lembaga HAM Nasional di Indonesia, turut menjadi inisiator kampanye ini di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun dari 25 November (Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan) hingga 10 Desember (Hari HAM Internasional). Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Berikut rangkaian peringatan yang dilalui oleh Kampanye 16 HAKtP

25 November : Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

1 Desember: Hari AIDS Sedunia

2 Desember: Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan

3 Desember: Hari Internasional bagi Penyandang Disabilitas

5 Desember: Hari Internasional bagi Sukarelawan

6 Desember: Hari TIdak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan

10 Desember: Hari HAM Internasional


Dana Abadi (Endowment Fund)

Pundi Perempuan memiliki Dana Abadi untuk memastikan stabilitas institusi pengelola dan untuk pengembangan program 25% dari setiap penggalangan dana akan dialokasikan untuk Dana Abadi.



Pendistribusian Dana

Tercatat sejak tahun 2003 hingga 2016, Pundi Perempuan telah bermitra dengan 64 lembagapemberi layanan dan 6 organisasi perempuan korban yang berperan dalam penanganan kasuskekerasan terhadap perempuan dan anak. Hibah Pundi Perempuan tersebar di seluruh Indonesia dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp 1,069,500,000,-.

Dana Bergulir(Revolving Fund)

Selain memberikan dana skala kecil untuk inisiatif kerja lembaga-lembaga pemberi layanan untuk korban KtP yang membutuhkan, Pundi Perempuan juga memberikan Dana Bergulir (Revolving Fund) sebesar Rp 10,000,000,-/lembaga dimana semangat Berbagi untuk Berdaya menjadi nilai utamanya. Pundi Perempuan percaya bahwa dengan memberikan dukungan untuk berdaya, baik lembaga maupun komunitas korban dapat menjadi mandiri khususnya secara ekonomi sehingga dapat bertransformasi dari penerima dukungan menjadi pemberi dukungan. Pundi Perempuan memberikan pinjaman Dana Bergulir yang dapat digunakan oleh mitranya untuk mengawali sebuah usaha ekonomi mandiri yang akan dikembalikan setelah usaha tersebut berhasil. Lembaga dan Komunitas yang menerima Dana Bergulir ini antara lain WCC (Women Crisis Center) Bali, LAPPAN Ambon, SPEKHAM Solo, dan Komunitas Tanah Baru.

2003:

Institut Perempuan – Bandung, Jawa Barat

Lembaga Pemberdayaan Perempuan – Bone, Sulawesi Selatan

WCC Palembang – Sumatera Selatan

WCC Bengkulu – Bengkulu

Lembaga Bantuan Hukum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (LBHP2I) – Makassar

Truck F

2004:

SPI – Labuhan Batu, Sumatera Utara

WCC Jombang – Jawa Timur

Swaraparangpuan – Sulawesi Utara

Aliansi Perempuan Merangin – Jambi

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) – Jakarta Timur

2005:

Lentera Perempuan – Purwokerto, Jawa Tengah

Yayasan Amnaut Bife “Kuan” (YABIKU) – Kefamenanu, NTT

Kediri Bersama Rakyat (KIBAR) – Kediri, Jawa Timur

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) – Lumajang, Jawa Timur

Cahaya Perempuan – Medan

2006:

Yayasan Sanggar Suara Perempuan – Soe, NTT

Dian Mutiara Malang – Madang

Savy Amira – Surabaya

Yayasan Kaseh Puan – Tanjung Balai Karimun, Riau

Pusat Krisis Terpadu RSCM – Jakarta

Sahabat Perempuan – Magelang, Jawa Tengah

2007:

Yayasan Pulih – Jakarta Selatan

Mitra Perempuan – Jakarta Selatan

Nurani Perempuan – Padang, Sumatera Barat

Solidaritas Perempuan Floresta – NTT

Sapa Institute – Bandung, Jawa Barat

LBH APIK – Jakarta

Yayasan Bahtera Akhir Bahagia – Bogor, Jawa Barat

Kiprah Perempuan – Kotagede, Yogyakarta

Semai RWC 3 – Rembang, Jawa Timur

2008:

Kelompok Kerja Transformasi Gender Aceh – Banda Aceh

Peduli Buruh Migran – Jakarta Timur

2009:

Lembaga Hubungan Organisasi Hukum dan Advokasi Pimpinan Wilayah Aisyiayah – Solo, Jawa Tengah

Lembaga Pratista – Bogor, Jawa Barat

WCC Mawar Balqis – Cirebon, Jawa Barat

Paguyuban Perempuan Lanjaran “Wiji Asih” – Boyolali, Jawa Tengah

Bersatu untuk Kebenaran – Papua

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) - Sragen

2010:

Puan Amal Hayati As-sakienah – Indramayu, Jawa Barat

LBH APIK – Semarang

Perkumpulan Suara Nurani – Kediri

2011:

Paguyuban Buruh Migran – Kuningan

Forum Warga Buruh Migran Indonesia – Cirebon

Lambu Ina Sultra – Sulawesi Tenggara

KPKB – Jakarta

2012:

LBH APIK – Jakarta

Rumpun Perempuan dan Anak – Riau

Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan (KPKPST) – Sulawesi Tengah

2013:

LBH APIK – Jakarta

SAPA – Yogyakarta

Institut Mosintuwu – Poso, Sulawesi Utara

LBH APIK – Yogyakarta

SAPA – Magelang

Yayasan Gasira – Ambon

2014:

LBH APIK – Jakarta

Lembaga Solidaritas Perempuan dan Anak (EISPA) – Palangkaraya

Savy Amira – Surabaya

Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) – Sleman, Yogyakarta

Bunga Bangsa – Pekanbaru

Mitra Perempuan – Jakarta

2015:

Lembaga Advokasi Bumi – Magelang

SPI Labuhan Batu Selatan – Medan

Ultra Petita – Bogor

Hum Inane – Papua

Yayasan JaRI – Bandung

Solidaritas Perempuan Floresta – Flores

2016:

LSM LASKAR

SAPUAN

KPAD Samosir

2017:

Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI) – Jakarta

Puspita Bahari (Komunitas Perempuan Nelayan) – Demak, Jawa Tengah

Bale Perempuan – Bekasi

YLBH PIK – Pontianak, Kalimantan Barat


Seorang perempuan yang mengalami kekerasan akan terus membawa pengalaman ini dalam hidupnya dan berdampak panjang tidak hanya bagi kehidupan pribadi sang perempuan, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Keluarga yang tidak harmonis serta ibu yang mengalami kekerasan, akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan psikologis anak hingga besar nanti. Bagi perempuan lajang, kekerasan yang dialami akan meninggalkan luka yang tidak akan pernah dapat sepenuhnya terobati dan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak di kemudian harinya.

Di sisi lain, ditemui fakta bahwa tingginya jumlah kekerasan terhadap perempuan tidak diimbangi peningkatan jumlah dan kualitas lembaga pengada layanan yang memfasilitasi proses pemulihan bagi perempuan korban. Baik pemulihan secara medis, psikologis maupun hukum. Bahkan sejumlah lembaga pengadalayanan terpaksa tutup, karena tidak mampu lagi menanggung beban operasional yang dikeluarkan untuk penanganan perempuan korban kekerasan.

Untuk itu diperlukan kesepakatan diantara masyarakat bahwa perlu ada upaya pencegahan yang konkret dan berkelanjutan, temasuk memberi pendidikan bagi masyarakat luas. Sejak kecil anak-anak (perempuan dan laki) hendaknya diajarkan pentingnya menghargai sesama manusia, sebagai mahluk bermartabat, memahami konsep pembagian peran antara perempuan dan laki-laki yang adil dan setara.

Semua pihak yang berkontribusi bersama Pundi Perempuan ini berkumpul dalam suatu wadah yang kami namakan Komunitas Pemberdaya (Community of Enablers).

Komunitas Pemberdaya adalah kumpulan individu, komunitas, dan perusahaan yang memiliki kesamaan visi untuk mewujudkan dukungan yang berpihak, memberdayakan dan berkelanjutan bagi perempuan korban kekerasan berbasis solidaritas, kedermawanan public dan pelaksanaan tanggung jawab negara. Anggota Komunitas Pemberdaya dapat bergerak secara sendiri maupun kolektif dalam rangka memberikan kontribusi bersama Pundi Perempuan.

  • Sebagai Individu maupun Komunitas, kita dapat memberikan dukungan berupa:
  • Sebagai Enterpreneur maupun Perusahaan, kita dapat memberikan dukungan berupa:
  • Finansial
  • Pengetahuan
  • Jejaring
  • Kerelawanan
  • Cash; Rutin / Insidentil
  • In-Kind; misalnya pada saat Giveback Sale atau saat ada kebutuhan spesifik tertentu
  • Menjadi Fundraiser; mengadakan kegiatan Fundraising berdasarkan keterampilan atau bidang kita dimana hasil yang terkumpul untuk Pundi Perempuan

Rekening-rekening khusus penerimaan Pundi Perempuan:

  • Bank Mandiri, Cabang Salemba – 123.00.0529000.4
  • Bank BCA, Cabang Matraman – 342.305.9008

Atas nama: Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan

  • Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Product Ambassador

Dukungan yang dapat kita berikan dapat terbagi menjadi 4 sumber yang disebut dengan Catur Daya, yaitu antara lain: Fund, Knowledge, Network, Volunteerism.

“She had Once Wanted to Give Up” , a story from Flores, East Nusa Tenggara, Indonesia

With USD 300 we can help women victims restoring their life.It is not 100% enough for them, but with the critical funds, they have the courage and power to rise again, self-help and help their children to continue their life. According to M, one of the safe house staff in a city in Flores, they need at least transportation cost to take the victim to the safe place. "We use motorbike to pick them up to the village, we can set up a meal by ourselves. Here we can eat simple meal, the important thing is that the victim calms down first.”

She had once wanted to give up, she was no longer willing to assist women victims due to limited funds and manpower. Organizational funds are limited. She often uses her own funds to finance victim assistance. But her intention to give up never happened. Phone calls and victims who came to her could not be denied. Even her phone number has become a reference for the police who handle cases of child and woman violence in her district. "It's hard for me to resist, the police beg me to help them in advocating and accompanying the victims. I have no choice but to help again. In this case, the government should have helped us." To finance the organization and operations of Women Crisis Center, her organization raises funds by providing catering services for parties. The profit is not big, because the orders come from her small-town neighborhood. The low-profit catering business is their only mainstay that is reliable that can continue providing services for women victims.

Ardina Rasti, an Indonesian Actress

“Always remember that being a victim is not a disgrace. Think about the women we care about the most; mother, sisters, if they are beaten, will you be silent?”, said Ardina Rasti, a Survivor of violence against women.

“A Victim Transformed into A Strong Women Advocate and Leader”, a story from North Sumatera, Indonesia

Mrs. S was a survivor who is now an advocate for women victims in two cities in North Sumatera. For years she had been a victim of domestic violence. After receiving advocacy and assistance, she transformed into a persistent advocate for women victims.

“I used to choose to endure torture instead of seeking help. Victims are often silent and hide from shame and worries about the safety and the future of the children.” she shared her experience.

Mrs. S strengthened her resolve to get rid of the shameful feeling of talking to other people. After getting rid of the problem, she began to be active in a service provider institution that had helped her as a paralegal advocate. The institution becomes her second home to study and grow until she was able to lead the institution for several years.


“Tahun 2003, Kami memulai pendampingan berbasis komunitas di Desa Sunda Kelapa Bengkulu Utara menggunakan dana Pundi Perempuan. Sunda kelapa menjadidesa pertama di Indonesia yang memiliki layanan berbasis komunitas dan didukung oleh Peraturan Desa. Dukungan Pundi Perempuan menjadi cikal bakal layanan berbasis komunitas yang sekarang dikembangkan Cahaya Perempuan.” - Tety Sumeri, Cahaya Perempuan Bengkulu

Dana dari Pundi perempuan sudah dikembalikan semua, pinjaman dengan bunga rendah sangat membantu anggota koperasi yang mengembangkan usaha rumahan dengan modal kecil”- Elly, Koperasi Tanah Baru Depok

Mudah sekali, sangat membantu saya. Walaupun 20 juta saja, kami bisa melakukan pendampingan di beberapa distrik. Teman-teman pendamping dapat 350 ribu perminggu. Mereka bisa turun ke distrik-distrik, melakukan pendampingan dan sosialisasi dengan bantuan dana dari Pemda sedikit” – Margaretha, Humi Inane Wamena

“Sejak mendapat dana dari Pundi Perempuan untuk kasus tes DNA, tes DNA jadi gratis seluruh Indonesia, padahal sebelumnya hanya bebas biaya di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Aceh Darussalam. Pemerintah mengeluarkan surat edaran Kementrian Kesehatan bahwa masyarakat dapat melakukan tes DNA gratis dengan dana dari pemerintah. Perubahan ini ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan karena advokasi kasus (yang membutuhkan pemeriksaan DNA) yang didampingi Sigab.” - Sigab, Yogyakarta

SPEKHAM Solo

Mendapat dana bergulir dari Pundi Perempuan untuk perempuan mengelola hewan ternak agar memiliki kemandirian ekonomi.

Meskipun kecil, dana Pundi Perempuan menjadi energi yang bisa merespon ketika ada persoalan kekerasan terhadap perempuan di daerah.” – Lambu Ina, Sulawesi


TUJUAN GALANG DANA PUNDI PEREMPUAN

Untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif di tingkat lokal dalam rangka pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan dan pencegahannya, galang dana publik menjadi metode utama sebagai simbol solidaritas bahwa untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan adalah merupakan tanggungjawab kita semua sebagai bagian dalam lingkungan bermasyarakat.

Pundi Perempuan
Terakhir Online: 07-02-2018
Mulai Aktif: 30-11-2015
#SaveOurSisters - Nancy Sunarno
Campaign Berakhir

#SaveOurSisters - Nancy Sunarno

Nancy Sunarno
#SaveOurSisters - Beni Jusuf
Campaign Berakhir

#SaveOurSisters - Beni Jusuf

Beni Jusuf
#SaveOurSisters - Pundi Perempuan
Campaign Berakhir

#SaveOurSisters - Pundi Perempuan

Pundi Perempuan
#SaveOurSisters - Rina Zoet
Campaign Berakhir

#SaveOurSisters - Rina Zoet

Rina Zoet
#SaveOurSisters - Anik
Campaign Berakhir

#SaveOurSisters - Anik

Anik Tunjung Wusari
FightBack Run

FightBack Run

Pundi Perempuan
#SaveOurSisters - Pundi Perempuan
Campaign Berakhir

#SaveOurSisters - Pundi Perempuan

Pundi Perempuan