Kitabisa! - Bantu korban gempa Donggala & tsunami Palu Sulteng
info_outline Donasi pada campaign support fundraiser ini akan langsung masuk ke Campaign Induk

Bantu korban gempa Donggala & tsunami Palu Sulteng

Bantu korban gempa Donggala & tsunami Palu Sulteng
Rentetan gempa melanda Donggala dan Palu, Sulteng, Jumat (28/09/2018). Puncaknya, gempa sebesar 7,4 SR mengguncang Donggala hingga menyebabkan Tsunami di Palu.

Rp 150.983

terkumpul dari Rp 50.000.000
0% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 4 Oct 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!


Halo teman-teman perkenalkan kita dari tim Instagram @fakta.indo.

Jumat (28/9) lalu, telah terjadi gempa sebesar 7.7 SR di Donggala dan Tsunami setinggi 4 meter di Palu. Sampai sekarang sudah terjadi ratusan gempa susulan. 

Peristiwa bencana gempa menyusul tsunami yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, dan wilayah sekitarnya di Sulawesi Tengah sungguh menyita perhatian kita. 

Dalam sekejap, rumah tempat mereka tinggal luluh lantak. Siapa yang mengira: mereka tiba-tiba kehilangan anggota keluarga yang dicintainya. Hampir semua infrastruktur lumpuh: jaringan komunikasi, ruang-ruang publik, aliran listrik, rumah ibadah, sekolah,  dan lainnya. 

Memang, jarak mereka nun jauh di sana.  Hanya lewat berita dan info di media sosial kita turut bersimpati atas kondisinya. 

Mari jangan berhenti dengan cukup bersimpati. Saya mengajak anda melakukan aksi untuk saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Ayo sisihkan apa yang anda punya dengan berdonasi lewat penggalangan dana ini. Donasi yang anda beri adalah pelipur lara atas duka yang sedang mereka alami di sana.

Semua dana yang terkumpul akan didonasikan dan langsung masuk ke campaign Tim ACT (Aksi Cepat Tanggap)

Cara Berdonasi: 

  1. Klik tombol merah "DONASI SEKARANG", masukkan nominal donasi
  2. Pilih metode pembayaran donasi (transfer bank, kartu kredit, Go-Pay)
  3. Segera transfer dengan menyertakan kode unik

Sebarkan link galang dana ini lewat grup WA dan akun media sosial anda.

Respon Darurat Aksi Cepat Tanggap untuk Palu-Donggala

3fdd2380-a551-4ad1-88f6-7194f9e8534f.jpg

Jumat, 28 September 2018
- Gempa berkekuatan 6 SR pertama terjadi di Donggala pada pukul 14.00 WIB, yang kemudian disusul oleh gempa lainnya.
- Gempa kembali terjadi dengan kekuatan 7,4 SR pukul 17.02 WIB, dan dikategorikan gempa dangkal dan memicu tsunami
- Tsunami menimpa Donggala, Palu, dan sekitarnya pukul 17.22 WIB dengan ketinggian 1-4 meter.
- Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT langsung merencanakan pemberangkatan personil menuju Donggala dan Palu, berkoordinasi dengan Tim ACT Sulawesi Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan.

0b754227-0fcc-42d8-a4af-fa0f1e2f9f18.jpg45e30511-0115-4fe1-8966-5c8c47747470.jpgfb1f6b1b-205b-4437-9501-184dd356fed4.jpg


Sabtu, 29 September 2018
- Dini hari, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT berangkat menuju Donggala dan Palu melalui jalur udara ke Gorontalo, lalu disambung dengan perjalanan darat.
- Tim ACT berusaha menghubungi langsung berbagai kontak relawan MRI Sulawesi Tengah, namun tak terhubung karena jalur komunikasi yang putus.
- Sekitar pukul 23.30 WITA, ACT mendapat kabar dari salah satu korban tentang situasi terkini di di Kota Palu.
- Malam hari itu pula, Tim ACT Sulawesi Selatan mendapat kabar manifes penumpang untuk diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU sudah didapat, artinya Tim ACT Sulawesi Selatan akan segera diterbangkan menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufri di Palu.

2dee23b9-6ec9-401d-ba11-cb8212f80480.jpg374e6af1-d979-47f7-aabd-c083bedce633.jpg

Ahad, 30 September 2018
- Pagi hari, 24 relawan ACT Sulawesi Selatan, MRI Sulawesi Selatan, dan tim ACT berangkat dari Bandar Udara Hasanuddin, Makassar menggunakan pesawat Hercules dengan waktu sekitar satu jam perjalanan.
- Setibanya di Palu, 24 relawan bergegas melakukan: evakuasi korban di bawah runtuhan gempa, menyisir pantai Palu untuk mencari kemungkinan korban tambahan, dan mencari titik-titik untuk membuka posko kemanusiaan.
- Satu tim ACT berangkat menggunakan pesawat menuju Palu, dikarenakan kepadatan bandara Palu, tim dialihkan ke bandara Mamuju.
- Di pagi yang sama, MRI Kalimantan Timur berangkat menuju Palu dan Donggala. Total sebanyak 13 orang relawan berangkat dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

12a37f7d-d300-45a5-a429-3252d316c164.jpg

Hingga hari kedua pascabencana, ACT telah menurunkan tim yang terbagi di tiga titik dan 1 tim dalam perjalanan. Ada tim Emergency Response-ACT yang menuju Donggala dari Gorontalo, tim MRI-ACT dari Mamuju yang berada di Donggala sebelah barat teluk, tim MRI-ACT dari Sulawesi Selatan di Kota Palu, dan tim MRI-Kalimantan Timur yang menuju Palu dari Balikpapan.

***

Kebutuhan Mendesak Pengungsi Palu-Donggala

Berdasarkan pengamatan tim ACT di lapangan, berikut sejumlah kebutuhan logistik yang sangat mendesak untuk segera didistribusikan ke pengungsi di Palu-Donggala:

70807259-96e4-43cf-a81b-811c605780b4.jpg

***

Infografis Gempa Bencana Palu-Dongala

c0583b41-cde1-4547-9fe3-4b6f40c51d1b.jpg

#BersamaHadapiBencana
#IndonesiaBersamaPaluDonggala

a4e4f3b8-9378-4588-9d97-7e55b4314a9b.jpg5585fccd-956f-43e6-a6c8-313e8becd5ce.jpg95026171-6a98-489e-97af-adf5a1901d50.jpgc29b41b6-9abd-4ab4-94f7-1ad5c999c64f.jpgeeb5e9fe-5019-480b-967f-dff42162e6a4.jpg540a40ea-2c9c-4953-b404-ebaad24c0d10.jpgcd045ea5-ee04-4363-ac40-f127421e3f3e.jpg96ef22b7-f485-4ce8-855e-fd0ef1686bff.jpg3d40c8ae-5066-4659-b955-d053e108f358.jpg

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 2

  • Rp. 100.000
    Anonim

    Semoga diberikan ketabahan dan kehidupan yg lebih baik lagi, dan anak anak yg ditinggalkan orangtuanya semoga menjadi anak anak yg sukses

  • Rp. 50.983
    Anonim

    Semoga para korban diberikan kelapangan hati dan selalu tegar...

  • Rp. 50.983
    Anonim

    Semoga para korban diberikan kelapangan hati dan selalu tegar...

  • Rp. 100.000
    Anonim

    Semoga diberikan ketabahan dan kehidupan yg lebih baik lagi, dan anak anak yg ditinggalkan orangtuanya semoga menjadi anak anak yg sukses

Fakta Indo 4 Oct 2018

Update 1 - Update - Posko Kemanusiaan ACT Didirikan


012667b4-25ff-4fa7-a68f-dccf8d4c4d9c.jpg

Menyiapkan aksi skala masif dan pusat koordinasi Tim Aksi Cepat Tanggap di Kota Palu, Selasa (2/10), Posko Kemanusiaan ACT pun didirikan. Kusmayadi, Koordinator Tim Emergency Response ACT di Kota Palu mengabarkan, Posko Utama Tim ACT di Kota Palu beralamat di Jl. H. Hayun, No: 38, RT 02 RW 07, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

“Tidak mudah untuk mencari bangunan yang layak dan sekiranya tahan gempa untuk dijadikan posko ACT pascagempa di Kota Palu. Bangunan di pinggir laut habis disapu tsunami, sementara bangunan yang masuk ke selatan Palu banyak sekali yang mengalami kerusakan fisik. Kami juga mencari bangunan yang berada di tengah Kota Palu, untuk memudahkan tim evakuasi ACT bergerak ke lokasi di sekitar Palu,” jelas Kusmayadi.

15645064-4fe6-4ee7-bd5a-9279b224c6c3.jpg

Tantangan lain datang dari bangunan rumah yang ditinggal oleh sejumlah warga untuk mengungsi. “Kalaupun ada bangunan utuh tidak mengalami retak, tapi tidak bisa kita akses. Karena bangunan dikunci dan ditinggal penghuninya mengungsi,” tutur Kusmayadi.

Permasalahan air bersih dan listrik yang padam pun menjadi urusan pelik di seluruh kota. Tim ACT di lokasi bencana melaporkan, sudah berhari-hari sejak gempa terjadi, mereka hanya berwudu menggunakan air mineral. Mandi adalah hal mustahil karena air bersih yang langka. Masalah ini yang juga menjadi prioritas untuk menyiapkan Posko Utama ACT yang layak.

4e5e3211-cb8d-4cca-9da4-cf28d451e0ef.jpg

“Insya Allah Posko ACT di Palu bisa menyala listriknya dengan genset. Air bersih juga sedang kami siapkan di posko. Bangunan posko sudah kami pastikan tahan guncangan gempa susulan karena tidak ada yang mengalami keretakan, Insya Allah,” tutur Nur Ali Akbar, Koordinator Relawan dan Logistik ACT di lokasi gempa Palu.

Memulai aksi dalam kondisi serba darurat dan terbatas, beberapa kendaraan operasional Tim ACT di Palu bahkan menggunakan mobil yang penyok-penyok akibat tertimpa runtuhan gempa. Seperti kendaraan operasional medis ACT misalnya, mobil berwarna putih itu menjadi saksi bisu betapa gempa dan tsunami Palu terjadi begitu dahsyat.

db3002de-1c53-4445-975c-5bbc0b2f60ee.jpg

“Kondisi serba darurat di sini, selagi Ambulans ACT sedang dikirimkan langsung dari Kota Makassar, kami kesulitan mencari kendaraan roda empat untuk mobilisasi seluruh Tim ACT. Beberapa kendaraan bekas terkena gempa kami gunakan untuk sementara waktu.

Memasuki hari keempat pascagempa, aksi darurat bencana Tim ACT berfokus pada urusan evakuasi jenazah yang mulai membusuk dan memastikan pasokan logistik terjamin. Senin (1/10) petang kemarin, Tim ACT sempat mengevakuasi puluhan sampai ratusan jenazah yang tergeletak begitu saja di halaman parkir RSUD Undata Kota Palu. Karena minimnya kantong jenazah, tubuh yang mulai membusuk karena tergulung tsunami itu dibiarkan sementara di halaman RSUD Undata.

6068294d-ea74-430e-80f5-9fdccbc3cabd.jpg

“Senin sore, kantong jenazah datang. Sejumlah relawan ACT segera bergegas memindahkan jenazah ke dalam kantong jenazah untuk segera dikuburkan di lokasi pemakaman massal. Kondisi tubuh jenazah yang mulai membusuk bisa sangat berbahaya bagi pengungsi di sekitarnya,” jelas Aria Rahadyan, salah satu Tim ACT yang tengah berada di Palu.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?