Kitabisa! - Bantu Ekspedisi Palu-Koro, Bantu Sulawesi Tengah!

Bantu Ekspedisi Palu-Koro, Bantu Sulawesi Tengah!

Menurut ahli geologi ada 295 sesar aktif di Indonesia, sehingga Indonesia rawan gempa tektonik. Termasuk Sulteng yang "menyimpan" gempa besar. Ayo bantu share!
Campaigner (Social Media)
M Jojo Rahardjo Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 900.851

terkumpul dari target Rp 2.300.000.000
0% terkumpul
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Bantu Ekspedisi Palu-Koro, Bantu Sulawesi Tengah!

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Tiga lempeng tektonik bertemu di wilayah Indonesia.

Pertemuan atau pergesekan lempeng tektonik ini mengakibatkan Indonesia memiliki banyak gunung berapi (bagian dari ring of fire) dan 295 sesar aktif yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sesar aktif ini memicu gempa kecil atau pun besar. Ahli geologi sejauh ini hanya bisa menghitung siklus dari gempa besar, namun tidak bisa meramalkan dengan akurat kapan sebuah gempa tektonik besar akan terjadi.

Salah satu wilayah yang sudah diteliti oleh para ahli geologi adalah Sulawesi Tengah atau wilayah di mana sesar aktif Palu-Koro berada. Wilayah ini ternyata memiliki jejak gempa besar di masa puluhan hingga ratusan lalu. Beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (termasuk kota Palu) memiliki siklus gempa besar yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu "dekat". Kapan bulan dan tahunnya tentu tidak bisa dihitung dengan akurat oleh para ahli geologi.

Lihat http://ekspedisipalukoro.co untuk informasi lebih jauh.


9866753050c99202693bf315492ed453fe0a142d


Ahli Geologi dan Aktivis PRB Bertemu

Sejak lama ahli geologi, terutama yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) prihatin dengan ancaman gempa besar ini. Aktivis Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam berbagai pertemuan seputar soal kebencanaan sering mencetuskan rencana untuk mengupayakan gerakan PRB yang kreatif di Sulawesi Tengah. Hingga akhirnya Perkumpulan SKALA bersama IAGI menyusun rencana untuk membuat belasan episode film dokumenter untuk ditayangkan di televisi. Film dokumenter ini ditujukan untuk tidak hanya mengedukasi masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya membuat persiapan dalam menghadapi bencana gempa besar yang akan terjadi, tetapi juga untuk mengingatkan adanya wilayah yang terancam gempa di Indonesia yang jumlahnya hampir 300 wilayah.

Ekspedisi untuk upaya PRB yang menghasilkan film dokumenter ini diberinama "Ekspedisi Palu-Koro", karena isinya nanti tidak melulu tentang bencana gempa atau tsunami atau hal-hal yang bersifat geologis. Wilayah Sulawesi Tengah adalah wilayah yang unik dari segi flora dan fauna dan sejarah peradaban kunonya. Ada banyak flora dan fauna yang endemik di sini. Mungkin terbanyak di dunia.

Bahkan setidaknya ada 3 lembah yang menyimpan jejak peradaban kuno dari masa lebih dari 2500 tahun lalu. Kekayaan dan keindahan alam (tambang mineral dan energi) serta kekayaan budaya akan menjadi topik yang menarik dalam film dokumenter yang akan dibuat nanti.

94666eacb027bfc67ccf0bd36939bb9e031859a5

Ekspedisi Palu-Koro dimotori oleh Perkumpulan SKALA yang merupakan organisasi masyarakat yang mengelola situs kebencanaan DisasterChannel.co. dan situs RisikoBencana.co (dikelola bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB).

Perkumpulan SKALA berdiri sejak tahun 2006 (lihat http://perkumpulanskala.net) bergerak di bidang media seputar kebencanaan dan kemanusiaan.

Lihat http://ekspedisipalukoco.co untuk informasi lebih jauh.


Pelaksanaan Ekspedisi di Bulan Maret 2018

Ekspedisi Palu-Koro direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2018 untuk menghindari musim penghujan yang bisa menghambat jalannya ekspedisi. Berbagai peneliti akan terlibat dalam ekspedisi ini, terutama dari Universitas Tadulako (Sulteng) beserta para aktivis kemanusiaan dan kebencanaan (Forum PRB) dari wilayah Sulteng.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD, BNPB Pusat sudah menyatakan dukungannya. (mohon lihat situs: http://ekspedisipalukoro.co). Di situs itu ada informasi mengenai sejumlah workshop yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Bahkan juga 'riset awal' di tengah bulan Mei 2017 lalu. Kantor BPBD Palu sudah bersedia menyediakan kantornya untuk menjadi sekretariat ekspedisi.

Ekspedisi ini direncakanan akan berjalan selama 40 hari sejak awal bulan Maret 2018. Hasil dalam bentuk laporan sementara tertulis akan diterbitkan 1 minggu setelah ekspedisi selesai. Sedangkan beberapa video pendek (30 detik hingga 1 menit) tentang promosi serial film dokumenter akan disebarkan ke media sosial (Youtube, Facebook, Twitter, Google+, IG dan lain-lain) sejak minggu pertama ekspedisi.

Serial film dokumenter akan berjumlah 12 episode (untuk tayangan 1 jam termasuk iklan) yang akan diselesaikan dalam waktu 4 minggu setelah ekspedisi selesai. Setiap episode berisi masing-masing 1 kategori atau topik. Namun akan ada 1 video pendek (10-20 menit) yang berisi rangkuman dari seluruh serial film dokumenter. Video pendek ini akan selesai dalam 1 minggu setelah ekspedisi selesai.

Juga dibuat 5 hingga 10 teasers (30 detik - 1 menit) yang disebarkan di media sosial dan televisi.

Akan ada konferensi pers yang akan diadakan sebelum ekspedisi, saat ekspedisi dan setelah selesai ekspedisi. Pameran foto juga akan diselenggarakan sepanjang ekspedisi berlangsung dengan memanfaatkan Universitas Tadulako atau kantor BPBD Palu.

48323037364caafc246d40159a59bebd3149f6cc

Lihat http://ekspedisipalukoro.co untuk informasi lebih jauh.


Biaya Ekspedisi

Untuk menjamin berhasilnya tujuan dari ekspedisi ini, yaitu edukasi atau sosialisasi dari upaya PRB di Sulteng dan wilayah rawan gempa lainnya di Indonesia, maka tim ekspedisi telah memilih film maker yang dianggap mampu menghasilkan film yang menghibur, enak ditonton, namun bisa memberikan pesan penting atau mendidik soal upaya PRB. Perkiraan biaya untuk ini diperkirakan sekitar Rp 1.4 milyar. Itu meliputi perencanaan, riset awal, shooting di lokasi, editing, riset tambahan, biaya untuk membayar hak cipta pihak lain (potongan film atau musik), serta biaya aktivitas di media sosial.

Biaya lain sebesar Rp 900 juta adalah untuk biaya honor peneliti dan staff pendukungnya, transportasi, akomodasi, peralatan dokumentasi, aktivitas sosialisasi (media cetak dan online), aktivitas mengundang pejabat pemerintah, aktivitas sosialisasi gerakan PRB untuk masyarakat setempat, dan lain-lain.

9759ca97729680bf2703787f0cb23b23ee8acb6e

Konferensi pers di kantor Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Palu.

Lihat http://ekspedisipalukoro.co untuk informasi lebih jauh.


Akan Ada Ekspedisi Lanjutan

Ekspedisi ini direncanakan untuk menjadi pilot project, karena masih banyak wilayah rawan gempa di Indonesia yang perlu dipersiapkan agar menjadi "tangguh" saat menghadapi bencana gempa nanti. Selain itu akan ada juga ekspedisi untuk wilayah yang rawan bencana gunung meletus, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, banjir, longsor, atau bencana sosial. Itu termasuk kota Jakarta yang sebenarnya terancam megathrust dari Selat Sunda, juga kawasan Jawa Barat karena adanya sesar aktif Lembang. Belum termasuk ancaman tsunami dari pantai Selatan Jawa.

Semua yang terjadi tentu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun kita telah diberi berkah berupa akal-budi untuk digunakan bertahan hidup dan bahkan untuk menjadi lebih baik di masa depan, sekali pun dihadapkan pada bencana alam. Ekspedisi Palu-Koro adalah bentuk rasa bersyukur, karena telah diberi akal-budi sehingga kita mampu berupaya menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Amin.

30993cc5f0af04fbc5d58116df0969b60aa34820

Lihat informasi lebih dalam dan lebih lengkap di: http://ekspedisipalukoro.co


Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 4

Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign Bantu Ekspedisi Palu-Koro, Bantu Sulawesi Tengah!"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke M Jojo Rahardjo"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke 'M Jojo Rahardjo'

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?