Kitabisa! - Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala
Rentetan gempa melanda Donggala dan Palu, Sulteng, Jumat (28/09/2018). Puncaknya, gempa sebesar 7,4 SR mengguncang Donggala hingga menyebabkan Tsunami di Palu.
Organisasi
Aksi Cepat Tanggap Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 14.311.764.383

terkumpul dari target Rp 20.000.000.000
72% terkumpul 9 hari lagi
DONASI SEKARANG

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Baca update terbaru dari campaign ini!

Program Emergency Response ACT

***

Rencana Aksi Emergency Response

Rescue

  • Evakuasi warga terdampak bencana Gempa dan Tsunami di Donggala dan Palu.
  • Asessment wilayah terdampak dan melakukan jejaring koordinasi untuk pemantauan perkembangan kondisi di lapangan.

Relief

  • Dapur Umum dan penyediaan makanan siap saji.
  • Penyediaan air mineral dan air bersih.
  • Penyediaan Tenda darurat, alas tidur, selimut.
  • Pengiriman Kapal Kemanusiaan Sulawesi.

Medis

  • Pelayanan kesehatan untuk warga terdampak di Posko Pengungsian.
  • Assessment fasilitas medis yang terdampak gempa dan tsunami.

***

Kebutuhan Mendesak Pengungsi Palu-Donggala

    Berdasarkan pengamatan tim ACT di lapangan, berikut sejumlah kebutuhan logistik yang sangat mendesak untuk segera didistribusikan ke pengungsi di Palu-Donggala:

    ***

    Infografis Bencana Palu-Dongala

        #BersamaHadapiBencana
        #IndonesiaBersamaPaluDonggala

        Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa

        DONASI SEKARANG

        Donatur 60353

        • Rp. 400.000.000
          BUKALAPAK
        • Rp. 250.091.800
          BUKALAPAK
        • Rp. 218.235.200
          BUKALAPAK
        • Rp. 50.000.000
          CreamHeroes

          Kami benar-benar mencoba berdoa untuk Palu di Sulawesi. Dukungan ini dari semua pemirsa untuk saluran Creamheroes di Youtube.

        • Rp. 40.000.511
          PPI TIONGKOK

          Berikut adalah bentuk dukungan dari Keluarga Besar PPI Tiongkok. Semoga Sulawesi Tengah cepat bangkit kembali. Salam Perhimpunan!

        • Rp. 29.684.000
          R Team Community

          Semoga seluruh korban Gempa Bumi dan Tsunami diberikan kesabaran. Tidak ada cobaan melebihi batas kemampuan, keep spirit and love yourself

        • Rp. 27.369.199
          ABC Kids
        • Rp. 27.000.000
          JSD & Gardu House

          Hasil lelang Jakarta Sneaker Day & @GarduHouse dengan karya Ilustrasi yg dibuat oleh teman2 dari @steoroflow_id, @tutugraff dan @bl

        • Rp. 26.000.414
          PT. Sentul Golf Utama (Palmhill Golf Club)

          Semoga semua yang ada di Palu dan sekitar selalu dalam lindungan-Nya

        • Rp. 25.000.591
          Anonim
        SHOW MORE
        • Rp. 20.000
          Anonim
        • Rp. 100.000
          Ahsiaaap

          Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah swt. Tetap sabar dan semangat

        • Rp. 800.000
          Anonim

          semangat terus! Tuhan memberkati:)

        • Rp. 15.000
          Anonim
        • Rp. 10.849
          Anonim

          Maaf cuma bisa kasih dikit kak saya belum kerja, semoga bisa membantu

        • Rp. 10.000
          Anonim

          semoga terbebas dari smoga semuanya selalu berbahagia

        • Rp. 50.249
          Anonim

          Semoga cepat pulih saudara2ku

        • Rp. 50.966
          Anonim

          Jangan putus semangat , dan selalu bersyukur kepada tuhan walaupun dibersi pelajaran bagi kita umatnya God bless you Palu

        • Rp. 10.002
          Anonim
        • Rp. 50.000
          Junaidah Muna'imah
        SHOW MORE
        22 Oct 2018

        Update 22 - Pangan & Medis Jangkau Desa Terisolir di Sigi

        Sama seperti Palu dan Donggala, Kabupaten Sigi turut terkena dampak bencana yang cukup parah. Bahkan, 11 hari pascabencana, sejumlah kecamatan di Sigi masih terisolir. Salah satunya adalah Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Akses jalan sulit dilalui sebab banyak terjadi tanah longsor, seperti kondisi di Desa Salua.

        Rabu (10/10),  Aksi Cepat Tanggap (ACT) berupaya menjangkau desa tersebut. Butuh waktu 3 jam dari Kota Palu dengan menempuh jarak  sekitar 65 kilometer menuju lokasi yang letaknya di area perbukitan itu.

        Koordinator Posko ACT Wilayah Kabupaten Sigi Rahadiansyah mengungkapkan, sudah tiga kali tim ACT menyambagi Desa Salua. Namun demikian, akses jalan masih saja menjadi kendala. Sesekali tim harus turun untuk mengurangi beban agar kendaraan dapat melewati jalanan yang licin karena berlumpur.

        “Bencana yang menghantam Kabupaten Sigi ini lengkap, ada gempa bumi, ada tsunami, likuefaksi, dan longsor. Jadi, memang sulit sekali bisa menembus wilayah ini. Meski begitu, kami terus berikhtiar. Kali ini kami datang membawa logistik berupa beras, gula, sembako, dan telur untuk kita suplai ke sini,” kata Rahadiansyah, Rabu (10/10).

        Tak sekadar memberikan logistik, ACT juga membuka dapur umum agar warga bisa saling membantu memasak bahan makanan yang diberikan. “Kami suplai bahan mentahnya supaya mereka tidak makan mi terus karena di sini belum ada warung yang buka. Insya Allah setiap dua hari sekali akan ada bahan makanan untuk 200 hingga 300 pengungsi,” papar Rahadiansyah.

        Ikhtiar ACT dalam menyebarluaskan posko sekaligus membangun dapur umum mendapat dukungan dari masyarakat, utamanya Desa Salua. Marwah (47), misalnya, ibu paruh baya ini dengan sukarela membantu di dapur umum. Katanya, desanya baru pertama kali mendapat bantuan berupa dapur umum.

         “Alhamdulillah, sangat senang sudah ada bantuan seperti ini. Lebih praktis, di sini kami bisa masak sama-sama dan makan juga sama-sama. Sehingga, bantuan bisa langsung dinikmati dan menyebar merata. Terima kasih ACT,” tutur Marwah.

        Selain Desa Salua, Rahadiansyah menyebut ACT akan membuka dapur umum di wilayah lain yang juga masih terisolir. “Kalau dapur umum kita akan coba satu lagi di Desa Pandere, dan Insya Allah satu lagi mungkin di Dolo Selatan, Sigi,” jelasnya.

        Layanan kesehatan di Desa Salua

        Berbicara tentang bencana, pelayanan kesehatan termasuk kebutuhan urgensi. Apalagi di wilayah terdampak yang letaknya sulit dijangkau. Perkara serupa juga dialami masyarakat Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sejak bencana datang melanda wilayahnya, belum ada satupun warga yang tersentuh bantuan medis.

        Relawan Medis ACT dr. Ayu Mufidah menuturkan, banyak warga yang mengalami luka sebab tertimpa reruntuhan akibat gempa. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka semua bahkan belum ditangani tim medis, hanya mengandalkan alat dan obat seadanya mereka coba bertahan dari rasa sakit.

        “Alhamdulillah, Tim Medis ACT sudah sampai di sini dan membantu mereka sembuh dari lukanya. Semoga mereka bisa lekas pulih. Saya dengar juga, beberapa ada yang sudah mulai sakit karena cuaca mulai tidak mendukung. Sering hujan, apalagi letak desa mereka di perbukitan,” jelas dr. Ayu.

        Desa Salua, satu contoh kecil dari sekian banyaknya desa yang terisolir dan belum terjamah bantuan. Dampak yang timbul begitu masif. ACT akan terus berikhtiar menjangkau mereka dengan menyalurkan amanah kepedulian masyarakat Indonesia untuk Palu, Donggala, dan juga Sigi.

        19 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 420.301.721

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        19 Oct 2018

        Update 20 - Kapal Kemanusiaan Kembali Berlayar Menuju Palu

        Pengiriman pangan dan logistik untuk korban bencana di Sulawesi Tengah terus dikerahkan. Berbarengan dengan pengiriman bantuan melalui jalur darat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut mengirim muatan pangan dan logistik dalam jumlah besar melalui jalur laut. Bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala kembali diberangkatkan, setelah sebelumnya kapal berlayar dari Surabaya menuju Palu pada 8 Oktober silam.

        KMP Drajat Paciran, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan tahap dua untuk Palu, Sigi, dan Donggala ini lepas sauh dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/10). Kapal berlayar menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu, dengan membawa ratusan ton bahan pangan dan logistik. Kapal Kemanusiaan secara resmi dilepas oleh Presiden ACT Ahyudin, yang diwakili oleh Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, beserta jajaran direksi PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

        Dalam sambutannya, Ahyudin menyampaikan masih tingginya kebutuhan para penyintas gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, meskipun sudah memasuki pekan ketiga pascabencana. Oleh karena itu, ACT tidak henti-hentinya berikhtiar untuk memberikan penanganan kebencanaan yang menyeluruh, dimulai dari masa tanggap darurat.

        Selama penanganan di masa tanggap darurat ini, ACT bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Hal ini, menurut Ahyudin, menjadi hikmah yang datang bersamaan dengan bencana, di mana seluruh masyarakat bersatu membantu korban bencana di Sulawesi Tengah.

        “ACT bersyukur atas kolaborasi yang baik dengan semua pihak, rakyat Indonesia dari berbagai lapisan. Ikhtiar itu menjadi terwujud dengan keseriusan sarana transportasi yang juga sigap. Salah satunya, pihak PT ASDP Ferry (Persero), sebagai pihak yang mendukung tersedianya transportasi Kapal Kemanusiaan untuk Palu-Sigi-Donggala dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,” terang Ahyudin.

        Sementara itu, Jusuf Hadi selaku Direktur Komersil PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengapresiasi ACT atas kecepatannya dalam mengambil inisiatif untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah. "Terima kasih, popularitas ACT dimaksimalkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat.  Lembaga ini pasti memiliki sistem manajemen dan jaringan mitra yang sangat bagus karena mampu secara cepat melakukan penggalangan bantuan yang cukup besar.  ASDP siap mendukung kerja kemanusiaan. Kami bekerja dengan amanah dua kementerian yaitu Perhubungan dan BUMN. Bersama ACT dan sinersitasnya yang luas, ASDP berkarya total dalam kerja-kerja kemanusiaan," terang Jusuf.

        Pemberangkatan Kapal Kemanusiaan tahap dua ini menjadi ikhtiar serius penanganan kedaruratan, setelah lebih dari dua pekan bencana tersebut melumpuhkan ibu kota Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

        Kapal Kemanusiaan (KK) untuk Palu,Sigi, dan Donggala  membawa 750 ton logistik, yang berasal dari publik, komunitas, dan instansi. Bantuan berupa sembako, air mineral, obat-obatan, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya. Semua itu merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak yang telah dikumpulkan di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gunung Sindur, Bogor.

        Selain membawa bantuan masyarakat yang dihimpun oleh ACT, Kapal Kemanusiaan juga akan membawa bantuan yang diamanahkan masyarakat DKI Jakarta dan sejumlah instansi yang terkumpul di Balai Kota. Mereka di antaranya Badan Penanggulanban Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia DKI Jakarta, Dompet Dhuafa, Organisasi Turun Tangan, Rumah Zakat, Youth Power Indonesia, dan Relawan Jakarta Maju Bersama.

        Kapal diperkirakan merapat di Palu dalam empat hari ke depan. Tidak berhenti sampai sini saja, logistik juga akan terus dikerahkan dari berbagai daerah untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas gempa dan tsunami di Palu. Kapal Kemanusiaan seperti ini, memang bukan yang terakhir. Sepanjang kemanusiaan ada di batin rakyat Indonesia, selama itu pula program ini akan terus ada.

        18 Oct 2018

        Update 19 - Satu Hari Aksi Kemanusiaan di Sirenja, Donggala

        Setengah bulan sudah peristiwa gempa dan tsunami melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Selama itu pula masyarakat terdampak gempa berusaha sekuat tenaga untuk bertahan hidup. Kini, hari-hari tanpa listrik, air bersih, dan makanan itu telah berlalu. Namun, kondisi warga belum sepenuhnya pulih.

        Menyambangi Kecamatan Sirenja di Kabupaten Donggala, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan logistik. Pendistribusian bantuan pada Kamis (11/10) lalu juga disebarengi dengan pelayanan kesehatan dan pelayanan dapur umum. Pagi itu, kegembiraan warga menyambut kedatangan relawan ACT dan kebutuhan logistik yang dibawa. 

        Tidak tanggung-tanggung, mereka turut membantu relawan membawa sejumlah logistik ke tenda pengungsian dan dapur umum. Ada yang membopongnya langsung dengan tangan, ada juga yang menawari gerobak kayu, yang beroda karet sebesar ban mobil, dan ditarik sapi untuk mengangkut sejumlah karung beras.

        Tepatnya di Desa Lompio dan Lende Induk, lebih dari 500 karung beras, telur, air mineral, dan kebutuhan logistik lainnya dibagikan. Bantuan yang diberikan hari itu menjangkau 427 KK. Walaupun begitu, berdasarkan pantauan Koordinator Posko Wilayah Kecamatan Sirenja, Lukman Solehuddin, masih banyak kebutuhan dasar pengungsi yang harus dipenuhi selain stok bahan makanan, antara lain selimut dan terpal. 

        Lukman melaporkan, ia dan timnya beraksi selama sehari penuh. “Alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar. Tim mulai bergerak dari pagi hingga sore hari, pukul 08.00 sampai dengan 18.00 WITA,” jelasnya. Kegiatan hari itu ia lakukan bersama 15 orang relawan lainnya.

        “Pelayanan kesehatan hari ini (11/10) melayani 198 pengungsi. Dapur umum kami juga memproduksi 100 porsi makan malam,” lanjut Lukman. 

        Pendistribusian logistik, makanan siap santap, hingga pelayanan medis pun berlanjut keesokan harinya, Jumat (12/10). Di hari itu, tim menyambangi Desa Baleng Tuma, Tanjung Padang, Lende Ntovea,  dan Tompe di Kecamatan Sirenje. Lukman menjelaskan, aksi di empat desa itu menjangkau lebih dari 2.000 keluarga pengungsi.

        Kecamatan Sirenja menjadi salah satu daerah terdampak parah karena lokasinya berdekatan dengan pusat gempa. Berdasarkan pemodelan cepat yang dilakukan Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada hari gempa terjadi (29/9), Kecamatan Sirenja termasuk salah satu daerah yang mengalami kenaikan tanah 1,5 meter pascagempa. Sementara dii Sirenja, Posko Kemanusiaan ACT berada di Jalan Trans Toli toli, Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

        Hingga Sabtu (13/10), ACT telah menjangkau sejumlah daerah terdampak bencana di Palu, Donggala, dan Sigi. Lebih lanjut, ACT akan berikhtiar menjangkau daerah terdampak gempa lainnya untuk turut berupaya membantu keadaan Sulawesi Tengah menjadi lebih baik.

        17 Oct 2018

        Update 18 - Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu

        Lima hari selang keberangkatannya dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kapal Kemanusiaan berlabuh di Palu. Kapal menambatkan jangkarnya di Pelabuhan Pantoloan, Sabtu (13/10). KM Melinda 01 yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan ini membawa 1.000 ton bantuan pangan dan logistik untuk masyarakat Sulawesi Tengah.

        Kapal Kemanusiaan ini membawa 500 ton beras yang dikumpulkan dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) Global Wakaf - ACT di Blora, Jawa Tengah. Sedangkan sisanya memuat bahan logistik lain seperti air mineral, sembako, pakaian baru, makanan bayi, selimut, tenda, obat-obatan, dan lain-lain. Selain pangan dan logistik, kapal turut mengangkut satu mobil ambulans ACT, yang sebelumnya melayani pengungsi di Lombok. 

        Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan, kedatangan Kapal Kemanusiaan merupakan bagian dari rangkaian pengiriman logistik dari berbagai wilayah di Indonesia untuk pengungsi di Sulawesi Tengah. Kapal Kemanusiaan pertama untuk Sulawesi Tengah ini mengangkut ribuan ton bantuan dari Jawa, di antaranya dari Blora, Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, dan Surabaya.

        “Jadi tidak hanya dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan, bantuan juga datang dari berbagai daerah di Jawa melalui Kapal Kemanusiaan. Logistik ini akan memenuhi keperluan pengungsi di Palu dan sekitarnya,” jelas Syuhelmaidi, Sabtu (13/10). 

        Pengiriman pangan dan logistik melalui Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala terlaksana atas kerja sama ACT dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Nantinya, bantuan dari kapal akan masuk gudang yang berada di kompleks Pelabuhan Pantoloan. Bantuan ini akan dibagikan ke pengungsi melalui posko wilayah yang ACT miliki. Sampai saat ini sudah ada delapan posko wilayah di empat kabupaten di Sulteng.

        Syuhelmaidi menambahkan, Kapal Kemanusiaan kedua akan berangkat dari Jakarta. Kapal akan bakal lepas sauh dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Pantoloan pada Senin (15/10). “Bantuan untuk masyarakat Sulteng tidak berhenti di sini. Insya Allah Kapal Kemanusiaan selanjutnya akan berangkat dari Jakarta untuk membawa bantuan pangan dan logistik lagi,” jelasnya.

        Pascabencana gempa bumi, tsunami, serta fenomena likuefaksi yang terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi, puluhan ribu pengungsi masih membutuhkan bantuan pangan hingga saat ini. Mereka kehilangan mata pencaharian sekaligus harta benda. Mengungsi jadi pilihan, karena rasa takut yang mendalam juga akibat hancurnya tempat tinggal.

        Pengungsi hingga hari ini tercatat hingga menyentuh angka lebih dari 61 ribu jiwa yang tersebar di 109 titik. Pengungsi yang tinggal di bawah atap tenda terpal segitiga tanpa tembok penghalang membuat kondisi mereka kian rentan. Hal ini mengingat musim hujan telah datang, gerimis hingga hujan hadir saat malam sampai dini hari. Sedangkan siang, panas yang terik membuat tak nyaman di kulit. Kebutuhan makan dan kesehatan menjadi penting bagi mereka. 

        16 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 303.372.303

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        16 Oct 2018

        Update 16 - Kabar dari Sudut Donggala: Warga Bertahan untuk Bangkit

        Jalan meliuk, di tepi pantai Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Tak ramai jalanan hari itu, Jumat (12/10), hanya beberapa mobil kecil lewat, dan tak jarang dijumpai truk besar pengangkut alat berat juga bantuan bagi korban gempa bumi dan tsunami di Sulsel. Siang itu, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak menuju Desa Alindau, Sindue Tobata, Donggala.

        Jalan trans Sulawesi dari Palu ke Donggala arah Tolitoli masih terdapat longsoran. Tebing tepi jalan di sebelah kanan ke arah Tolitoli longsor akibat gempa magnitudo 7,4 pada Jumat (28/9) silam. Separuh badan jalan di beberapa titik masih belum dibersihkan, menghalangi pengendara yang lewat. Setiap pengemudi perlu hati-hati, jalan menjadi licin akibat diselimuti sisa lumpur longsoran, terlebih saat hujan. 

        Perlu waktu tempuh lebih kurang 95 menit dari pusat Kota Palu ke Alindau. Hari itu, ACT membagikan paket beras, dan sembako lainnya ke pengungsi di Dusun Lima. Enam dusun bergabung di satu area untuk mengungsi. Di tengah sawah dengan bukit hijau mengelilingi mereka, pengungsi tinggal di bawah atap dan beralas terpal, tanpa dinding penghalang angin.

        Salah satu pengungsi, Erwin, mengatakan di Alindau dua orang meninggal dunia. Satu orang tertimpa bangunan saat gempa menghantam magrib itu. Sedangkan seorang lagi meninggal di pengungsian. “Yang meninggal di pengungsian itu ibu hamil 7 bulan, karena trauma,” tuturnya, Jumat (5/10). 

        Di Alindau, sampai saat ini masih 53 kepala keluarga berlindung di bawah tenda pengungsian. Sebelum itu angkanya lebih banyak, akan tetapi sebagian sudah kembali ke rumah mereka yang masih utuh, walau dalam keadaan rusak ringan. Untuk yang rumahnya hancur, korban memilih bertahan di tenda pengungsian. “Rumahku hancur sudah karena gempa,” kata salah satu pengungsi Satiyah.

        Potensi pertanian

        Pemandangan hamparan sawah padi menemani perjalanan ke Dusun Lima, tempat warga di enam dusun Desa Alindau mengungsi. Beberapa petak sudah selesai panen, tinggal menyisakan damennya saja. Tapi, tidak sedikit juga petak sawah yang sudah menguning daunnya, merunduk biji beras tanda siap dituai. Terlihat juga dua orang petani sedang memisahkan biji padi dengan pohonnya. 

        Di desa Alindau, sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani. Tanah yang subur dan ketersediaan air bersih melimpah, udaranya juga sejuk karena dikelilingi bukit-bukit hijau.

        Pascagempa magnitudo 7,4 dua pekan silam, warga kehilangan harta benda mereka, termasuk modal untuk bertani. Erwin, salah satu pengungsi berharap untuk setelah bencana ini mereka dapat kembali menggarap area sawah yang saat ini masih dijadikan lahan mengungsi. “Kami ingin mendapatkan modal dan ketersediaan bahan untuk bertani padi lagi, pertanian kami ingin diberdayakan,” ujarnya sambil menunjukkan luasnya areal sawah. 

        Harapan untuk bangkit dan pulih dari bencana telah tertanam dalam benak Erwin dan warga lainnya di Alindau. Harapan ini tumbuh, bersamaan dengan ketegaran untuk menyambung hidup sementara waktu di pengungsian.

        15 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 1.609.017.078

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        12 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 470.167.944

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        12 Oct 2018

        Update 13 - Posko ACT Sulteng Bertambah, Jangkau Lebih Banyak Pengungsi

        Lebih dari 10 hari sudah pascabencana gempa, tsunami, juga likuefaksi melanda Palu, Donggala, hingga Sigi. Jumlah korban menurut Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 8 Oktober berada di angka 1.944 orang. Korban meninggal dunia diakibatkan tertimbun bangunan, tergulung ombak tsunami dan terhisap lumpur likuefaksi pada Jumat (28/9).

        Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak hari pertama pascagempa telah mengirimkan sejumlah relawan untuk melakukan evakuasi. Selain itu, hingga kini ACT telah mendirikan lima posko wilayah untuk memudahkan distribusi bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. Lima posko tersebar di Palu, Donggala, Sigi, hingga Parigi Moutong. “Hari ini akan ada posko wilayah Parigi Moutong, jadi ada penambahan menjadi enam posko,” kata Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono, Selasa (9/10). 

        Di Palu, posko berada di Palu Barat dan Timur. Wilayah Donggala juga terdapat dua posko, sedangkan Kabupaten Sigi terdapat satu posko yang berada di Pesantren Madinatul Ilmi Desa Kota Rindau, Dolo. Semua posko ini tak hanya sebagai tempat awal pendistribusian logistik bantuan, tapi juga dijadikan sebagai posko medis. “Posko medis menempel dengan posko wilayah,” kata dr. Muhammad Riedha, bagian dari Tim Medis ACT untuk bencana Sulawesi Tengah.

        Bambang selanjutnya mengatakan, pekan ini target 8 posko akan didirikan. Masing-masing posko akan dioptimalkan untuk pendataan dan peninjuauan data korban dan wilayah yang terdampak bencana di Tanah Celebes . Posko untuk wilayah Donggala akan segera ditambah guna memaksimalkan proses evakuasi, pendistribusian logistik, hingga pemulihan. “Cakupan aksi wilayah Donggala cukup luas, perlu 3 posko,” tambah Bambang. 

        Posko kemanusiaan ACT tidak hanya mengatur proses pendistribusian logistik di wilayah terdampak. Dapur Umum juga didirikan berdekatan dengan lokasi posko untuk mengolah makanan siap santap, yang dibagikan kepada pengungsi. Selain itu, tim di masing-masing posko ACT juga akan melakukan pendataan guna persiapan masa pemulihan.

        Bantuan terus datang

        Senin (8/10) pagi, bantuan logistik telah kembali berangkat melalui jalur darat dari Sidenreng Rappang untuk korban gempa di Sulteng. Bantuan dengan berat 300 ton ini akan didistribusikan ke wilayah terdampak. “Masing-masing posko tengah merencanakan pendistribusian,” kata Bambang. 

         Untuk pembagian bantuan ini, tambah Bambang, tim ACT akan melakukan peninjauan ke tempat pengungsi berada. Cara ini dilakukan guna mengetahui keadaan pengungsi dan kebutuhan yang paling diperlukan. Setelah itu, pengiriman barang bantuan akan dilakukan dari posko wilayah terdekat pengungsi. “Tapi ada juga pengungsi yang datang dan mengambil langsung bantuan ke posko kami,” ungkapnya.

        Selain dikirim dari Kabupaten Sidenreng Rappang dan Makassar, Sulsel, logistik juga datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Seribu ton bantuan pangan dan logistik telah dilayarkan Kapal Kemanusiaan pada Senin (8/10) lalu dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Seluruhnya dihimpun dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa, seperti Blora, Ngawi, Bojonegoro, Solo, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. 

        Ahad (15/10) mendatang, Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala akan diberangkatkan kembali dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal akan membawa ribuan ton pangan dan logistik tambahan, amanah kepedulian masyarakat Indonesia.

        ***

        Ruang partisipasi kepedulian untuk Palu-Sigi-Donggala masih terus dibuka. Sahabat dapat memberikan bantuan terbaik untuk mereka dengan klik

        11 Oct 2018

        Update 12 - Bertahap, Logistik Dikirimkan dari Makassar Menuju Palu

        Bantuan masyarakat Sulsel untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala terus mengalir ke Indonesian Humanitarian Center (IHC) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel di Jl. Sultan Alauddin, Alauddin Plaza Ruko BA 27, Kota Makassar.

        Kepedulian masyarakat Sulsel begitu tinggi terhadap korban bencana di Sulteng. Hal ini  terlihat dari tumpukan barang bantuan yang menggunung di gudang IHC ACT Sulsel.

        Sari selaku Koordinator Gudang IHC ACT Sulsel mengatakan, hampir dua pekan sejak bencana gempa dan tsunami melanda Sulteng, bantuan terus mengalir ke gudang IHC. “Segala macam bantuan kami terima. Namun mohon maaf untuk menghormati para korban, kami tidak menerima pakaian bekas dan mi instan,” ujar Sari.

        Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Cabang ACT Sulsel Syahrul Mubarak yang juga ikut mengomandoi pergerakan aliran barang bantuan masyarakat ke IHC ACT Sulsel. Ia menyampaikan, bantuan gudang IHC ACT di Makassar siap diberangkatkan, mengingat jumlahnya sudah besar.

        “Insya Allah, Senin (8/10), barang bantuan yang telah terkumpul kami kirim secara bertahap melalui jalur darat, menggunakan 3 truk berkapasitas 7 - 15 ton. Barang bantuan yang kita kirimkan hari ini berupa berupa beras, air mineral, minyak, obat-obatan, terpal, kasur, selimut dan bahan logistik lainnya,” jelas Syahrul.

        Sebelumnya, Rabu (3/10), ACT telah mengirimkan 10 truk bantuan ke Palu via darat dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Truk-truk ini membawa bahan pangan berupa beras, telur, minyak, dan gula. Bahkan beras yang disiapkan, sebelumnya dibeli langsung dari petani lokal di Sidrap.

        Logistik yang dikirimkan menuju Palu ditampung di posko kemanusiaan ACT. Dari posko inilah nantinya berbagai kebutuhan pangan dan logistik langsung didistribusikan ke korban gempa dan tsunami yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

        ACT telah mendirikan 5 Posko di Palu tepatnya di daerah Sigi, Donggala, Palu barat, dan Palu Timur. Posko tersebut dilengkapi dengan dapur umum, layanan kesehatan medis, dan air bersih yang setiap harinya sibuk untuk membantu korban.

        Menurut data dari tim Disaster Emergency Response and Relief Management (DERM) – ACT yang telah berjibaku untuk melakukan evakuasi dan distribusi bantuan di lokasi sejak sehari pascabencana, hingga Senin (8/10), korban jiwa telah mencapai lebih dari 1.800 orang. Sementara itu, sekitar 2.500 jiwa luka berat dan lebih dari 70.000 jiwa mengungsi. Semua tersebar di 95 desa terdampak di Sulawesi Barat dan 839 desa di Sulawesi Tengah.

        11 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 1.717.886.305

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        10 Oct 2018

        Update 10 - Aksi Medis ACT Terus Berjalan di Palu dan Donggala

        PALU - Sudah lebih dari sepekan berlalu sejak gempa dan tsunami melanda Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya pada Jumat (28/9). Hingga saat ini menurut data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 7 Oktober korban meninggal dunia mencapai 1.649 orang. Ratusan orang mengalami luka ringan hingga berat. Juga puluhan ribu orang orang harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

        Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sejak hari pertama pascagempa menurunkan tim evakuasi di tanah Celebes juga menghadirkan tim medis. Tim medis yang terdiri delapan dokter itu segera membuka posko medis guna membantu korban. Tak hanya dokter, enam perawat dan tiga orang bidan juga turut bertugas sebagai bagian dari tim medis ACT.

        Hingga kini, tim medis di Sulawesi Tengah telah membuka enam posko medis. Dua pos berada di Donggala, tiga pos berada di Palu. Sedangkan di Sigi ada satu pos. Semua pos medis sampai saat ini masih menyatu dengan posko wilayah yang dibangun ACT, termasuk posko induk di Palu. “Saat ini posko medis masih menempel dengan posko wilayah,” dr. Riedha dari tim medis ACT, Ahad (7/10).

        Posko medis saat ini melayani luka dan cedera. Untuk pelayanan operasi korban, aksi medis dilakukan di rumah sakit yang memiliki peralatan bedah. Selain karena faktor peralatan yang kurang memadai, kondisi area yang tidak cukup steril menjadikan operasi tidak dapat dilakukan di posko medis. “Tim dokter ACT ada di RSUD Undata,” tambah dr. Riedha

        9 Oct 2018

        Update 9 - Keberangkatan Kapal Kemanusiaan, Antarkan 1.000 Ton Bantuan

        SURABAYA - Pangan, medis, dan logistik kian mendesak dibutuhkan oleh penyintas gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan wilayah terdampak lainnya di Sulawesi Tengah (Sulteng). Merespons kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberangkatkan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala. Pemberangkatan Kapal Kemanusiaan ini menjadi ikhtiar serius penanganan kedaruratan, setelah lebih dari sepekan bencana tersebut melumpuhkan ibu kota Sulteng dan sekitarnya.

        Kapal Kemanusiaan (KK) untuk Palu dan Donggala berangkat pada Senin (8/10), membawa 1.000 ton logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu. Kapal dilepas secara resmi oleh Senior Vice President ACT sekaligus Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari dan Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya.

        Dalam sambutannya N. Imam Akbari mengatakan betapa besarnya dampak bencana di Palu dan Donggala. Hampir semua sendi kehidupan di Palu lumpuh, terlihat dari krisis yang melingkupi wilayah tersebut selama sepekan terakhir. Tidak hanya korban jiwa dan luka, gempa dan tsunami juga menghancurkan infrastruktur serta membuat pangan, air bersih, dan logistik menjadi langka. Bahkan krisis juga terjadi di daerah lain, seperti Parigi Moutong dan Sigi.

        “Dampak bencana Palu dan Donggala amat besar, oleh karena itu kami juga berikhtiar besar untuk mendampingi warga terdampak di masa tanggap darurat ini. Evakuasi dan layanan medis masih berlangsung. Bantuan logistik dan pangan terus didistribusikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Keberangkatan Kapal Kemanusiaan yang membawa 1.000 ton logistik adalah salah satunya. Ini membuktikan besarnya animo kepedulian masyarakat terhadap korban bencana di Palu, Donggala, dan Sigi,” papar Imam, Senin (8/10).

        Bencana Palu dan Donggala menggugah empati dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk PT ASDP Ferry Indonesia (Persero). Bersama ACT, BUMN di bidang transportasi laut tersebut menyiapkan kapal berkapasitas 1.000 ton untuk melayarkan bantuan ke Palu. Kapal tersebut yakni KM Melinda, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala.

        Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Surabaya mengatakan, dalam setiap peristiwa bencana, ASDP selalu membantu dan mengirimkan armadanya. Hal ini mengingat ASDP memiliki armada yang cukup memadai dan efektif menjangkau lokasi bencana di seluruh Indonesia.“Secara khusus kami memiliki kapal dan kapasitas angkut secara besar, oleh sebab itu kami perlu bekerja sama dengan pihak yang lebih berpengalaman (ACT) dalam pendistribusian bantuan ke lokasi bencana,” terang Rudi.

        Apalagi, imbuh Rudi, kapal yang mengusung bantuan kemanusiaan ke Palu ini diberangkatkan dari dermaga Ujung, Tanjung Perak Surabaya. “Ini adalah kali pertama kapal bantuan berangkat dari Surabaya dalam kapasitas besar. Oleh sebab itu, ini kesempatan besar membantu saudara-saudara kita di Palu,” jelasnya.Selain melalui Surabaya, ASDP sebelumnya telah memberangkatkan kapal bantuan yakni KMP Julung julung dari Toli Toli Sulawesi Utara ke Palu dan KMP Drajat Paciran dari Surabaya ke Palu.

        ASDP berkomitmen  mengirimkan bantuan ke Palu melalui beberapa kota, yakni balikpapan, Mamuju, Toli Toli, Bitung, Surabaya dan Jakarta. Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala membawa 1.000 ton bantuan kemanusiaan dan ambulans. Lima ratus ton di antaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya. Ratusan ton beras tersebut dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf - ACT, melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).

        Sementara itu, ratusan ton sisanya berupa sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya. Berbagai jenis bantuan pangan dan logistik ini dihimpun dari masyarakat Indonesia, seperti dari Blora, Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya. Semua dihimpun sejak Rabu (3/10) hingga Ahad (7/10) di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) Surabaya yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak.

        “Ini menandakan betapa besarnya empati dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di Palu dan sekitarnya. Semoga animo kepedulian ini bisa terus membersamai warga Palu, Donggala, dan Sigi hingga masa pemulihan nanti,” pungkas Imam.

        Keberangkatan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala dari Surabaya akan diikuti keberangkatan kapal serupa dari wilayah lainnya, seperti Jakarta, Aceh, dan Medan. Tidak hanya itu, logistik juga akan terus dikerahkan dari berbagai daerah untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas gempa dan tsunami di Palu.

        8 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 3.272.933.197

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        8 Oct 2018

        Update 7 - Bantuan Pangan Tahap Awal Tiba di Palu dan Donggala

        5 Oktober 2018. Setelah sehari semalam perjalanan darat, akhirnya konvoi tahap pertama truk berisi bantuan pangan, tiba di Palu dan Donggala. Berangkat sejak Rabu (3/10) dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), truk bantuan pangan tahap pertama dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) melaju konvoi berjumlah 10 unit. 

        Aras (33) pengemudi salah satu truk yang membawa bantuan logistik mengatakan, sepanjang perjalanan dari Sidrap melintasi rute Mamuju dan Pasangkayu, tak ada hambatan yang merintangi. “Alhamdulillah perjalanan lancar, kami hanya menunggu sedikit lebih lama di Mamuju untuk mendapat pengawalan petugas dari Mamuju sampai Donggala dan Palu. Karena kami membawa barang bantuan, pengamanan dari Kodim Mamuju menjadi penting,” ujar Aras dihubungi via telepon.

        Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, ACT memberangkatkan tahap pertama bantuan logistik skala masif dari Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (3/10) kemarin. Badan, selaku Koordinator Persiapan Bantuan Pangan ACT di Sidrap menjelaskan, setiap truk berisi kebutuhan logistik yang mendesak untuk korban gempa Palu dan Donggala.

        “Mengingat pasar pun belum banyak yang buka, ekonomi masih belum bergerak. Bantuan logistik prioritas yang kami kirimkan dari Sidrap berupa beras dan sembako. Bahan pokok selain beras berisi minyak, ikan asin, telur dan gula,” jelas Badan.

        Konvoi truk tahap awal berisi bantuan logistik untuk korban gempa Palu dan Donggala ini pun berkolaborasi dengan Kodim 1418/Mamuju. Dari mulai memasuki Kabupaten Mamuju sampai Donggala, Kodim 1418/Mamuju melakukan pengawalan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

        Seorang ibu, Suriyani asal Desa Loli Dondo mengaku bersyukur bisa melihat konvoi truk logistik masuk ke wilayahnya. Ia sudah menunggu sejak berhari-hari pascagempa, menunggu bantuan datang.

        “Kami bersyukur sekali. Akhirnya ada truk bantuan yang datang. Terima kasih banyak. Semua kita di sini kasihan. Rumah kita pun hancur karena gempa,” tutur Suriyani. 

        Tiba di gudang logistik ACT Donggala dan Palu

        Hingga hari ketujuh pascagempa, Jumat (5/10), posko ACT di Donggala dan di Kota Palu masih berjibaku pada empat fokus aksi. Bambang Triyono, Koordinator Tim Emergency Response ACT menjelaskan, aksi utama di fase darurat ini meliputi proses evakuasi korban meninggal dunia, mobile medic, distribusi logistik di sejumlah lokasi, dan persiapan untuk mengaktivasi posko dapur umum.

        “Bantuan tahap pertama yang datang dari Sidrap akan didistribusikan segera di 2 lokasi utama di Donggala dan Palu. Hari ini, Jumat (5/10) Donggala sudah mulai didistribusikan di tujuh titik lokasi, yakni Kelurahan Boya, Kelurahan Kabonga, Desa Loli Dondo, Desa Loli Tasiburi, Desa Loli Pesua, Desa Loli Saluran, dan Desa Loli Oge,” jelas Bambang.

        5 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 5.364.321.914

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        5 Oct 2018

        Update 5 - ACT Dirikan Posko Kemanusiaan di Donggala


        Berbagai upaya tanggap darurat terus dilakukan untuk merespon sbencana gempa bumi 7.4 SR dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Jumat (28/09) . Memasuki hari keenam pascabencana, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan di Donggala untuk mempermudah pelayanan kepada pada korban gempa bumi dan tsunami.

        Posko ACT di Donggala terletak di Masjid Raya Donggala, Jl. Pelabuhan No. 10 Kelurahan Boya Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Menurut Daryadi, Koordinator Posko ACT di Donggala, Masjid Raya Donggala dipilih menjadi lokasi posko kemanusiaan ACT karena beberapa sebab, antara lain letaknya yang strategis dan mudah untuk menjangkau tiga titik pengungsian di Donggala.

        “Masjid ini merupakan bagunan yang representatif. Letaknya strategis, dapat menjangkau tiga titik pengungsian di Donggala. Selain itu, dengan mendirikan posko di Masjid Raya Donggala, diharapkan keamanan dapat lebih terjaga mengingat beberapa insiden penjarahan yang dilakukan oleh oknum masih sering terjadi belakangan ini,” jelas Daryadi.

        ACT juga telah menjalin koordinasi dengan pihak Dewan Kemakmuran Masjid, Imam serta Remaja Masjid. Diharapkan para aktivis masjid tersebut dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan yang berpusat di posko ACT Donggala. 

        “Kemungkinan besok atau dua hari ke depan akan ada dropping logistik sebanyak sepuluh truk dari daerah Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Logistik sebanyak lima truk akan dikirimkan untuk Donggala dan lima truk untuk Palu. Truk-truk logistik tersebut mengangkut bantuan berupa beras, minyak, gula, air mineral dan telur asin. Mudah-mudahan para anggota DKM serta remaha masjid dapat turut serta dalam aktivitas pembagian logistik,” imbuh Daryadi.

        Donggala merupakan salah satu daerah terdampak gempa dan tsunami paling parah. Selain menerjang Palu, tsunami juga membuat luluh lantak sebagian wilayah pesisir Donggala. Banyak bangunan di pesisir pantai yang rusak akibat tersapu tsunami. Sementara itu, di sisi Donggala yang berada jauh dari pantai, mayoritas rusak pun mengalami kerusakan akibat gempa dahsyat.

        Diperkirakan masih ada sejumlah jenazah yang masih tertimbun reruntuhan dan belum dievakuasi, terutama di pesisir pantai wilayah Donggala. Kehadiran posko ACT di Masjid Raya Donggala diharapkan dapat mempermudah aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh tim ACT di Donggala.   

        “Hingga saat ini posko baru saja didirikan. Posko ini masih berada di fase awal.  Posko ACT di Donggala masih berkoordinasi dengan posko ACT lainnya yang telah berdiri lebih dulu di Kota Palu, tepatnya di Jl. H. Hayun, No: 38, RT 02 RW 07, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. Sebelum posko Donggala berdiri, sejak sehari pascagempa dan tsunami, telah dilakukan beberapa aksi evakuasi yang dilakukan tim ACT di Donggala,” pungkasnya.

        4 Oct 2018

        Update 4 - Posko Kemanusiaan ACT Didirikan di Tengah Kota Palu

        Menyiapkan aksi skala masif dan pusat koordinasi Tim Aksi Cepat Tanggap di Kota Palu, Selasa (2/10), Posko Kemanusiaan ACT pun didirikan. Kusmayadi, Koordinator Tim Emergency Response ACT di Kota Palu mengabarkan, Posko Utama Tim ACT di Kota Palu beralamat di Jl. H. Hayun, No: 38, RT 02 RW 07, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

        “Tidak mudah untuk mencari bangunan yang layak dan sekiranya tahan gempa untuk dijadikan posko ACT pascagempa di Kota Palu. Bangunan di pinggir laut habis disapu tsunami, sementara bangunan yang masuk ke selatan Palu banyak sekali yang mengalami kerusakan fisik. Kami juga mencari bangunan yang berada di tengah Kota Palu, untuk memudahkan tim evakuasi ACT bergerak ke lokasi di sekitar Palu,” jelas Kusmayadi.

        Tantangan lain datang dari bangunan rumah yang ditinggal oleh sejumlah warga untuk mengungsi. “Kalaupun ada bangunan utuh tidak mengalami retak, tapi tidak bisa kita akses. Karena bangunan dikunci dan ditinggal penghuninya mengungsi,” tutur Kusmayadi.

        Permasalahan air bersih dan listrik yang padam pun menjadi urusan pelik di seluruh kota. Tim ACT di lokasi bencana melaporkan, sudah berhari-hari sejak gempa terjadi, mereka hanya berwudu menggunakan air mineral. Mandi adalah hal mustahil karena air bersih yang langka. Masalah ini yang juga menjadi prioritas untuk menyiapkan Posko Utama ACT yang layak.

        “Insya Allah Posko ACT di Palu bisa menyala listriknya dengan genset. Air bersih juga sedang kami siapkan di posko. Bangunan posko sudah kami pastikan tahan guncangan gempa susulan karena tidak ada yang mengalami keretakan, Insya Allah,” tutur Nur Ali Akbar, Koordinator Relawan dan Logistik ACT di lokasi gempa Palu.

        Memulai aksi dalam kondisi serba darurat dan terbatas, beberapa kendaraan operasional Tim ACT di Palu bahkan menggunakan mobil yang penyok-penyok akibat tertimpa runtuhan gempa. Seperti kendaraan operasional medis ACT misalnya, mobil berwarna putih itu menjadi saksi bisu betapa gempa dan tsunami Palu terjadi begitu dahsyat.

        “Kondisi serba darurat di sini, selagi Ambulans ACT sedang dikirimkan langsung dari Kota Makassar, kami kesulitan mencari kendaraan roda empat untuk mobilisasi seluruh Tim ACT. Beberapa kendaraan bekas terkena gempa kami gunakan untuk sementara waktu.

        Memasuki hari keempat pascagempa, aksi darurat bencana Tim ACT berfokus pada urusan evakuasi jenazah yang mulai membusuk dan memastikan pasokan logistik terjamin. Senin (1/10) petang kemarin, Tim ACT sempat mengevakuasi puluhan sampai ratusan jenazah yang tergeletak begitu saja di halaman parkir RSUD Undata Kota Palu. Karena minimnya kantong jenazah, tubuh yang mulai membusuk karena tergulung tsunami itu dibiarkan sementara di halaman RSUD Undata.

        “Senin sore, kantong jenazah datang. Sejumlah relawan ACT segera bergegas memindahkan jenazah ke dalam kantong jenazah untuk segera dikuburkan di lokasi pemakaman massal. Kondisi tubuh jenazah yang mulai membusuk bisa sangat berbahaya bagi pengungsi di sekitarnya,” jelas Aria Rahadyan, salah satu Tim ACT yang tengah berada di Palu.

        3 Oct 2018

        Update 3 - ACT Siap Layarkan Kapal Kemanusiaan Menuju Palu dan Donggala

        ACT Siap Layarkan Kapal Kemanusiaan Menuju Palu dan Donggala

        Merespons cepat kebutuhan logistik yang mendesak, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan siap melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala. Pernyataan ini disampaikan oleh Ahyudin, selaku President ACT, di Jakarta, Senin (1/10).

        Ahyudin mengatakan, bencana di Palu dan Donggala dampaknya sangat masif. Krisis sudah dimulai dari langkanya logistik makanan dan minuman untuk puluhan ribu pengungsi. Bahkan krisis juga terjadi di daerah lain, seperti Parigi Moutong dan Sigi.

        “Dalam waktu dekat kita akan layarkan Kapal Kemanusiaan untuk membawa kebutuhan logistik, terutama makanan dan minuman. Kapal Kemanusiaan untuk Palu Insya Allah akan mengangkut 1.000 ton beras, dan 500 ton logistik berisi kebutuhan dasar untuk para pengungsi. Menyusul juga akan dikirimkan dari daerah cabang-cabang ACT lainnya,” jelas Ahyudin.

        Lebih lanjut, Insan Nurrohman selaku Vice President ACT memaparkan, Kapal Kemanusiaan akan dilayarkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya juga dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

        Kapal Kemanusiaan ACT langsung menuju Palu, Sulawesi Tengah. Berangkat dengan membawa 1.000 ton beras dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan sekitar 500 ton logistik campuran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta mengangkut kebutuhan dasar seperti selimut, tenda, genset, air minum, makanan bayi dan lain-lain,” papar Insan.

        Insan menambahkan, dari Tanjung Perak Surabaya, Kapal Kemanusiaan akan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Ende. “Sekali lagi, Kapal Kemanusiaan ACT akan bersinergi dengan TNI AL. Beberapa waktu lalu, Kapal Kemanusiaan untuk Lombok juga menggunakan KRI Banjarmasin (592). Insya Allah dari Tanjung Perak akan 1.000 ton logistik beras untuk Palu akan diangkut dengan KRI Teluk Ende dari TNI AL,” jelas Insan.

        Sementara itu, dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), ACT pun akan mengirimkan langsung 1.000 ton lagi bantuan beras untuk Palu dan Donggala. Insan menjelaskan, beras dari Sidrap akan melalui jalur darat menuju Palu-Donggala.

        “Lebih dulu dibanding Kapal Kemanusiaan berlayar, bantuan beras juga akan dipasok dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang berada di Sidrap. Jalur darat dipilih untuk membawa beras dari Sidrap sampai Palu dan Donggala,” ujarnya.

        Ribuan ton beras yang dikirimkan via Kapal Kemanusiaan maupun jalur darat, dipasok dari Lumbung Pangan Wakaf yang dikelola oleh Global Wakaf ACT. Lumbung Pangan Wakaf yang memasok bantuan beras untuk Palu berada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. 

        Pasokan logistik yang langka untuk puluhan ribu pengungsi

        Hingga Selasa (1/10) pagi, keadaan Kota Palu masih lumpuh total. Nimas Afridha, Tim ACTNews yang berada di Palu melaporkan, makanan dan minum masih sangat sulit didapat. Bahkan untuk sekadar sebotol air minum hampir mustahil ditemukan di seluruh kota.

        “Kebutuhan logistik sedang benar-benar kritis. Pengungsi sudah mulai banyak yang kelaparan, berhari-hari tidak menemukan makanan dan minum,” ujar Nimas.

        Listrik yang padam, BBM yang sulit didapat, dan akses menuju Palu yang masih sangat terbatas menjadi hambatan. “Stok logistik masih sangat kurang. Listrik belum hidup, bahan bakar tidak ada dan relawan lokal yang terdampak gempa dan tsunami pun masih tersebar mengurus keluarga mereka terlebih dahulu. Distribusi bantuan akhirnya masih terhambat dan tidak merata,” cerita Nur Ali Akbar, anggota lain dari Tim Emergency Response ACT di Kota Palu.

        #BersamaHadapiBencana
        #IndonesiaBersamaPaluDonggala

        3 Oct 2018

        Pencairan Dana Rp 30.066.529

        Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

        Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program Bantu Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng . Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Gempa Donggala & Tsunami Palu Sulteng dalam bentuk bantuan emergency seperti pangan, obat-obatan, tindakan medis, tenda dan lainnya. Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

        1 Oct 2018

        Update 1 - Korban Meninggal Tsunami Palu-Donggala

        Korban Meninggal Tsunami Palu-Donggala Jadi 832 Jiwa


        ACTNews, PALU – Hari kembali gelap, sudah lewat lebih dari 48 jam pascagempa tsunami menerjang Kota Palu dan Donggala. Tapi listrik belum menyala hingga Ahad (30/9). Artinya, ketika matahari mulai turun, saat itu pula Kota Palu benar-benar gelap. Hanya cahaya lampu dari kendaraan yang remang di antara runtuhan. Puing rumah akibat gempa dan tsunami masih berserak, Kota Palu sebagai pusat dari pemerintahan Sulawesi Tengah masih lumpuh total.

        Lebih dari dua hari dua malam pascagempa dan tsunami, reporter ACTNews yang berada di Kota Palu melaporkan kekacauan yang sebenar-benarnya sedang terjadi di antara ribuan jiwa pengungsi. Kekacauan terjadi ketika kebutuhan dasar seperti air minum, pangan, dan bahan bakar minyak (BBM) sangat sulit sekali didapat.

        whatsapp_image_2018_09_30_at_19.29.48.jp

        “Logistik lumpuh sepenuhnya. Sementara bantuan logistik belum merata. Bensin tidak ada, bahkan sekadar air minum kami tak menemukan sejak pagi. Kami Tim ACT yang bertugas di Palu baru sempat minum sedikit sekali sejak pagi hari. Kondisi pengungsi jauh lebih berduka lagi. Masih sangat banyak warga yang tidak menemukan makanan sejak dua hari lalu,” ujar Nimas Afridha, Reporter ACTNews mengabarkan dari tengah Kota Palu, Ahad malam (30/9).

        Sementara itu, di waktu bersamaan angka korban meninggal akibat tertimbun runtuhan dan terhempas gempa terus bertambah. Sampai Ahad (30/9) siang, jumlah korban meninggal dunia telah diperbarui kembali menjadi 832 jiwa.

        “Kami petang tadi menyisir sisi sebelah Timur Teluk, di sekitar Universitas Tadulako. Runtuhan rumah karena tsunami masih luarbiasa berserakan. Di dalam runtuhan-runtuhan itu diduga masih banyak jenazah tertimbun,” jelas Lukman Solehuddin, Koordinator Tim Emergency Response ACT di Palu.

        Jenazah korban tsunami yang masih terdampar di pesisir sekitar Teluk Palu ini pun menjadi dilema baru. Pasalnya, jenazah terkena air laut akan mempercepat pembusukan dan menjadi ancaman kesehatan bagi pengungsi di sekitarnya.

        "Tubuh meninggal dunia ada proses pembusukan, Kalau tenggelam di air laut dikhawatirkan bakteri pembusukan akan mencemari sumber air. Kalau terbuka baunya menyengat, lama-lama juga berbahaya untuk kesehatan pengungsi yang masih hidup di sekitarnya,” papar dr. Muhammad Riedha, Koordinator Tim Medis ACT.

        whatsapp_image_2018_09_30_at_17.33.34.jp

        Logistik nihil, penjarahan toko marak

        Kekacauan sumber pangan dan air minum yang nihil di seluruh Kota Palu, nampak jelas dari maraknya “penjarahan” minimarket di seantero Kota. Bahkan minimarket yang diambil barang-barangnya oleh warga ini terjadi di depan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

        Ahad (30/9) siang tadi, ketika Wiranto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersiap menggelar rapat di kantor Komando Rayon Militer Tadulako, tampak warga bergantian mengambil seluruh barang-barang yang bisa dikonsumsi. Warga membobol minimarket di dekat Korem Tadulako, terpaksa demi mendapat makanan dan minuman.

        whatsapp_image_2018_09_30_at_17.33.53.jp

        Peristiwa pembobolan minimarket lainnya juga terjadi di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Sabtu (30/9) kemarin. Warga di sekitar bandara membobol sebuah minimarket di bandara untuk mengambil semua barang-barang yang bisa dimakan, seperti roti dan air minum.

        Tim Emergency Response ACT di Kota Palu melaporkan, penyintas gempa dan tsunami Palu terpaksa melakukan tindakan pembobolan minimarket. Karena tak tahu lagi ke mana harus mencari bahan pangan dan air minum.

        “Ada banyak sekali hambatan. Stok logistik masih sangat kurang. Listrik belum hidup, bahan bakar tidak ada dan relawan lokal yang terdampak gempa dan tsunami pun masih tersebar mengurus keluarga mereka terlebih dahulu. Distribusi bantuan akhirnya masih terhambat dan tidak merata,” tutur Nur Ali Akbar, anggota lain dari Tim Emergency Response ACT di Kota Palu .

        whatsapp_image_2018_09_30_at_17.17.53.jp

        Sampai Ahad (30/9) malam, ACTNews merangkum sejumlah kebutuhan logistik yang sangat mendesak untuk segera didistribusikan ke pengungsi di Palu, sebagai berikut:

        • Makanan siap saji
        • Air minum
        • Makanan bayi dan anak
        • Tenda, terpal, selimut
        • Tenaga medis
        • Obat-obatan
        • BBM
        • Water tank
        • Tenda pengungsi
        • Genset
        • Alat penerangan
        • Kantong mayat
        • Kain kafan

        Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

        DONASI SEKARANG

        Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala :

        Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?