Kitabisa! - SabangMerauke 2016

SabangMerauke 2016

Mari ikut berkontribusi untuk mewujudkan toleransi di Indonesia dengan berdonasi untuk SabangMerauke 2016!
Organisasi
SabangMerauke Campaigner Telah Terverifikasi

Rp. 42.420.261

terkumpul dari target Rp 95.150.700
45% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir
Share ke Facebook


Kode Embed
Salin dan sematkan kode di bawah ini


Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 2 - SabangMerauke Hadir Kembali

Halo Para Donatur!

Terima kasih atas donasi dan dukungan Anda pada SabangMerauke 2016. SabangMerauke 2016 berjalan dengan sukses berkat Anda!! Video kisah dari salah satu Adik SabangMerauke bahkan memenangkan kategori Good Story of Year 2016 dari Singapore International Foundation.

Tahun ini, SabangMerauke hadir kembali. Program SabangMerauke 2017 akan dilaksanakan dari tanggal 14 Juli - 5 Agustus 2017. Kami melakukan penggalangan dana melalui kitabisa untuk memenuhi kebutuhan biaya transportasi 15 Adik SabangMerauke Terpilih (klik untuk melihat cerita mereka).

Terima kasih!

Salam hangat,

SabangMerauke

Update 1 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign SabangMerauke 2016!

Saat ini masa campaign telah selesai. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 42.420.261 dari 59 donatur.

Dana tersebut sudah dikirimkan ke Dompet Kebaikan SabangMerauke. SabangMerauke akan memberikan update berikutnya mengenai penggunaan dana.

Terima kasih!


Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250.000.000 orang yang terdiri atas sekitar 350 etnis suku dan 483 bahasa serta budaya, maka diperlukan toleransi untuk menghormati keberagaman tersebut. Bentuk negara Indonesia yang merupakan kepulauan dan luasnya wilayah Indonesia menyebabkan anak-anak Indonesia sulit bertemu dan mengenal keberagaman yang dimiliki satu sama lain. Saat ini banyak konflik dapat disebabkan oleh atau berhubungan dengan perbedaan etnis dan agama. Selain itu, bentuk geografis negara Indonesia tersebut juga menjadi tantangan untuk mengatasi kesenjangan hasil pendidikan dan sikap sipil, dari perbedaan kualitas guru untuk fasilitas pendidikan dan akses ke pendidikan tinggi dari setiap daerah.

Pada tahun 2025, Indonesia memiliki kemungkinan untuk mengalami bencana populasi (di mana para pemuda menjadi beban negara) atau bonus populasi (di mana para pemuda menjadi pilar penting untuk pembangunan Indonesia). Faktor pembeda untuk hasil adalah pendidikan. Pendidikan mempersiapkan pemuda dan anak-anak di Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Namun, pendidikan juga bisa menjadi bumerang bila tidak dilengkapi dengan nilai-nilai penting seperti keragaman, yang merupakan pusat eksistensialisme masyarakat multietnis di Indonesia.

84d5a4736105e8c0000d0333e834e5052996965aSabangMerauke demikian relevan dan penting karena misi utama kami adalah untuk mengenalkan nilai keanekaragaman melalui sarana pendidikan yang inovatif, sehingga kaum muda Indonesia bisa menjadi berpikiran terbuka, aspiratif, dan menerima keberagaman, maka cocok untuk membangun masyarakat yang kohesif dan berkontribusi untuk pembangunan Indonesia.

SabangMerauke merupakan program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai toleransi. Selama 3 minggu, 15 anak terpilih dari berbagai daerah di Indonesia akan tinggal bersama keluarga yang berbeda, sehingga mereka bisa merayakan keberagaman, mendapatkan teladan tentang pentingnya pendidikan, dan menjadi bangga menjadi bagian Indonesia. Tiga nilai yang ingin ditanamkan oleh SabangMerauke adalah toleransi, pendidikan, dan ke-Indonesiaan.

b228ce4bedad1f1fcb756215cd9f4d8c2d5120e7

fe70ca18d20b8bcdd974b8c3057d982bc47daec1

Sejak tahun 2013, SabangMerauke telah mengundang 40 anak-anak terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk tinggal bersama keluarga yang berbeda di Jakarta. Berikut ini merupakan gambaran dari pengalaman beberapa alumni kegiatan SabangMerauke dari tahun-tahun sebelumnya:

  • Cerita ASM (Adik SabangMerauke) Febri (ASM 2015), semenjak awal Januari 2016 sudah pindah sekolah ke Pekanbaru dan tidak tinggal bersama orang tua. Febri merasa bersyukur dengan pegalamannya selama program SM 2015, karena dengan pengalaman tersebut sekarang Febri bisa jadi lebih mandiri dan bertoleransi dengan teman-teman yang berbeda agama di sekolah barunya. Selain itu, Febri juga merasa semakin bangga menjadi anak Indonesia. Febri sempat ikut membantu mengajar di SD dan menjadi kakak mentor untuk salah satu anak autis hingga anak tersebut bisa membaca. Febri juga menjadi penulis cerpen disekolahnya, hasil karyanya dimuat di buku Celoteh.
  • Cerita KSM (Kakak SabangMerauke) Setelah Kak Rona Cahyantari M menjadi KSM 2013, Rona melanjutkan kegiatan relawannya dengan mengikuti program Pencerah Nusantara, untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil di seluruh Indonesia. “Keyakinan saya bahwa setiap orang punya peran dalam membangun Indonesia tumbuh dari SM (SabangMerauke). Jujur melihat SM seperti melihat sebuah rumah yang isinya orang-orang bersinergi positif, dan saya terdorong untuk menyebarkan energi yang sama positifnya di PN (Pencerah Nusantara)”.
  • Cerita FSM (Famili SabangMerauke) Bagi Ibu Kenny (FSM 2015) menjadi FSM untuk Ansyori di tahun 2015 memberikan banyak pelajaran baru bagi Ibu Kenny. “Selama ini saya merasa sudah cukup bertoleransi terhadap orang lain. Ternyata, masih banyak hal yang perlu saya pelajari untuk menjadi lebih toleran. Dan toleransi memang harus dirasakan langsung, tidak bisa hanya diajarkan”. Menurutnya, menjadi FSM memberikan kesempatan besar bagi seluruh keluarganya untuk mengeksplorasi rasa saling pengertian dan hal-hal yang tidak disangka-sangka telah mereka miliki sebelumnya, seperti rasa ingin tahu, rasa ketertarikan untuk berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal, hingga ketertarikan anak-anaknya untuk suka

Di tahun 2016 ini, SabangMerauke kembali mengundang 15 anak dari berbagai daerah di Indonesia untuk tinggal dan belajar di Jakarta selama 3 minggu. Kegiatan SabangMerauke 2016 akan dilaksanakan pada tanggal 6 – 27 Agustus 2016. Saat ini, kami membutuhkan dana untuk membiayai kedatangan para Adik SabangMerauke dari daerah asalnya ke Jakarta agar dapat mengikuti kegiatan kurikulum SabangMerauke 2016.

d2fb9380afd1cea025b86ea9b186a8443f32d78d

Untuk mengetahui tentang SabangMerauke lebih lanjut, dapat mengakses ke www.sabangmerauke.org atau dengan mengirimkan email ke [email protected]

Kami percaya bahwa toleransi tidak bisa hanya diajarkan, tapi harus dialami dan dirasakan. Mari ikut berkontribusi untuk mewujudkan toleransi di Indonesia dengan berdonasi untuk SabangMerauke 2016!

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Donatur 59

SHOW MORE
  • Rp. 100.806
    Anonim
  • Rp. 50.367
    Anonim
  • Rp. 25.000
    Anonim
  • Rp. 50.272
    Anonim
  • Rp. 150.867
    Anonim
  • Rp. 300.748
    Anonim
  • Rp. 1.000.999
    Anonim
  • Rp. 500.557
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 1.000.000
    Fitri dianasari
SHOW MORE

Apa itu Fundraiser?

Fundraiser adalah status yang Anda dapat saat berhasil mengajak teman berdonasi

Ingin menjadi Fundraiser untuk campaign ini?


Silakan Masuk untuk mendapatkan link Fundraiser Anda
Pesan kamu akan langsung terkirim ke SabangMerauke

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?