Kitabisa! - Mama saya perlu cell cure untuk sembuh dari kanker

Mama saya perlu cell cure untuk sembuh dari kanker

Mama saya perlu cell cure untuk sembuh dari kanker
Cell Cure untuk pengobatan kanker mama saya

Rp 24.159.111

terkumpul dari Rp 900.000.000
3% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 15 Mar 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Selamat siang, saya dengan gatot. Mama saya Tina Haryani mempunyai beberapa penyakit yang diderita antara lain penyakit kebocoran klep jantung yang diketahui setelah lebaran 2017 dan diketahui mempunyai tumor di usus besar pada bulan desember 2017. Semenjak November 2017, mama mengeluhkan perutnya yang sakit dan ternyata hb nya turun dan perlu transfusi. Setelah melakukan kolonoskopi diketahui ada tumor di usus besar.

Dokter tidak mau mengoperasi usus mama karena ada permasalahan di jantung, sementara dokter jantung tidak mau mengoperasi mama karena HB mama terus drop dan untuk operasi jantung perlu pengencer darah yang tidak memungkinkan untuk pasien yang HB nya terus drop.

Tgl 3 Maret 2017 mama saya masuk ke rspad karena BAB darah dan disini kondisinya makin drop. Dokter mengatakan kanker mama saya mencapai stadium 4 sudah bermetastase. Menjalar kemana-mana. Perutnya sakit, panas, dan dadanya terkadang sesak dan perlu oksigen. Tidak mau makan dan selalu mau muntah. Untuk nutrisi melalui obat infus.

Mama sudah menjalani proses pengobatan taci. Obat kemo dalam dosis rendah (1/10 kemoterapi) namun hanya bisa diaplikasikan ke kanker yang besar di usus saja seperti kateter namun untuk kanker yang bermetastase di tempat lain tidak bisa. Kondisi yang saya lihat tidak ada perubahan.

Dokter menyarankan kemo namun saya tidak khawatir akan kondisi mama saya saat ini yang tanpa kemo saja sudah tidak mau makan.

Saya berharap akan 1 metode pengobatan CELL CURE. Yaitu dengan mengambil sample darah, diolah dan kemudian disuntikan kembali ke pasien. Namun pengobatan ini biayanya sangat mahal dan perlu 3 sesi setidaknya dimana 1 sesi memerlukan biaya kira-kira 300 juta. Dan tidak memungkinkan bagi saya yang hanya berprofesi sebagai karyawan dengan pendapatan dibawah 6 juta perbulan untuk membiayainya. Dokter mengatakan pengobatan ini tidak ada efek buruk seperti kemoterapi. Saya sangat berharap akan pengobatan tanpa operasi dan efek buruk kemo ini.

Mama saya sangat ingin sembuh. Mama saya bukannya tidak ingin dioperasi, ini karena tidak ada dokter yang mau mengoperasi mama karena resiko sangat besar.

Saya mohon tolong bantu pengobatan kanker mama saya. Saya sangat membutuhkan bantuannya agar mama bisa mendapatkan tipe pengobatan CELL CURE ini. Terimakasih.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 83

  • Rp. 5.000.000
    Anonim
  • Rp. 1.000.870
    veronica halim

    Semoga cepat sembuh Bu Tina

  • Rp. 1.000.786
    Anonim
  • Rp. 1.000.513
    Anonim
  • Rp. 1.000.449
    Anonim
  • Rp. 1.000.266
    Anonim

    Smoga cepat sembuh bu

  • Rp. 1.000.179
    Anonim

    semoga cepat sembuh bu tina..

  • Rp. 508.760
    Anonim

    Semoga lekas sembuh bu tina.. Tuhan berkati ibu :)

  • Rp. 500.926
    Anonim
  • Rp. 500.642
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 50.355
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Achmad Khusayni
  • Rp. 10.000
    Anonim

    semoga mama nya lekas memberkati

  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 50.808
    Anonim

    Tuhan selalu memberikan jalan yang terbaik

  • Rp. 50.382
    Anonim

    Berikut rezeki dari Allah, bukan dari Semoga Ibu Tina cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali

  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 30.397
    Farah Ardiana
  • Rp. 300.000
    Adidiran / caijadi

    Get well soon ibu Tina. GBU yah

  • Rp. 10.000
    Anonim

    cepat sembuh

SHOW MORE
23 Mar 2018

Update 1 - Mama sudah berpulang

Pertama-tama saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk semua donatur yang telah menyumbang untuk kesembuhan mama saya.

Yang kedua saya ingin menyampaikan bahwa pada hari Selasa 20 Maret 2018 pukul 2 pagi, mama saya telah berpulang dipanggil oleh Allah. Maaf saya begitu sibuk dan khawatir terhadap kondisi mama sehingga saya baru bisa update campaign ini sekarang setelah semuanya berlalu.

Campaign ini saya buat tgl 15 Maret. Sementara mama selesai taci tgl 12 Maret. Besar harapan saya setelah taci, mama akan mendapatkan semangat hidupnya dan staminanya kembali dengan diputusnya jalur makanan tumor di usus besar. Sehingga kedepannya untuk mama punya harapan untuk bisa menjalani cell cure. Karena untuk cell cure juga diperlukan kondisi yang baik agar sel darah yang telah diolah mampu melawan sel kanker/tumor.

Namun rupanya (seperti yang mama saya pernah katakan) ini adalah takdir. Kondisi mama tidak berubah. Bahkan semakin menurun. Mama semakin sering tidur dan napasnya begitu berat. Selang oksigen dan infus makanan tidak pernah lepas darinya karena mama jarang sekali makan dan minum. Semua makan dan minum yang melalui mulut dirasakan sakit. Dan dadanya terasa sesak.

Mama saya begitu ingin pulang kerumah, bahkan saat saya mengajak mama duduk di kursi roda untuk jalan2 beserta anak2 saya di taman bawah RSPAD mama saya mengira bahwa ia akan pulang ke rumah. Namun dokter tidak mengizinkan karena mama masih terpasang infus.

Senin 19 maret dan selasa 20 maret. Ini adalah 2 hari terpanjang dan terberat yang pernah saya hadapi.

Senin 19 Maret 2018 pagi sekitar pukul 9, saya menyetujui usulan dokter agar dipasang NGT agar mama bisa makan. Dan akan diobservasi 3 hari kemudian. Lalu saya pulang kerumah dan berupaya mencari suster dan tabung oksigen agar mama bisa dirawat dirumah dalam beberapa hari. Namun siang itu sekitar jam 2 siang saya mendapat kabar bahwa mama dipasang masker uap karena mengalami sesak napas dan selang NGT belum terpasang. Padahal infus makanan mama sudah dilepas dari pagi hari/subuh. Saya sampai ke rumah sakit sekitar jam 4 sore. Dan NGT baru dipasang jam 1/2 6 sore saat mama saya sudah menggunakan masker dengan balon dan tekanan oksigen yang biasanya menunjukkan angka 2 sudah mencapai angka 12. Saturasi oksigennya hanya sekitar 75 awalnya namun saat dipasang tekanan oksigen 12 kondisinya naik ke 85-90. Kondisi mama kritis dan harus masuk CICU.

Sekitar pk 10 malam kondisi mama memburuk. Saturasi oksigennya hanya sekitar 50-60. Sedih, bingung dan berat rasanya melihat mama begitu susah berjuang untuk bernapas.Dikatakan bahwa CO2 Dokter menyarankan untuk pasang ventilator karena dikatakan mama tidak bisa mengeluarkan CO2 dalam parunya dan ini satu2nya cara. Ini salah satu keputusan yang berat untuk saya. Mama harus dibius saat ventilator terpasang padahal resiko mama termasuk medium (menurut dokter saat januari 2018) karena kondisi jantungnya. Saya khawaatir mama koma. Namun karena kondisi mama semakin memburuk maka terpaksa saya menyetujuinya

Selasa 20 Maret pukul 1.30. Saya dan tante saya yang berada diruang tunggu disuruh untuk segera masuk ke ruang CICU. Disana dokter melakukan pemompaan jantung. Mama mengalami henti jantung, kondisi ureum creatinin (ginjal) juga buruk. Mengapa bisa begini? Apakah karena mama yang kurang makan minum dan terus menerus disuntik obat membuat ginjalnya memburuk?

Dokter terus memompa jantung mama. Nadi dan detak jantung mama sempat kembali. Dokter mengatakan ini hanya reaksi obat. Saya membisiki mama, Mama, jika mama mau pulang, Gaga (saya) sudah ikhlas. Saya tidak tega melihat mama yang semakin sakit terus menerus. Saya teringat dan tidak tega melihat tubuh kurusnya yang gemetar saat duduk harus saya peluk untuk bangun dari tempat tidur dan saat berdiri begitu ia gemetar masih tersiksa dengan perut yang panas, mencret, sakit saat menelan ditambah sesak dan dada yang sakit. Mama, saya ikhlas. Dan nadi dan denyut jantung mama menghilang. Ia tidak kembali walaupun dokter melakukan pemompaan jantung.

Mama saya adalah orang yang kuat. Dia membesarkan saya sendiri dari semenjak saya SD. Sementara saya adalah anak kandung mama yang sering merepotkannya. Saya begitu ingin ia sembuh, bermain dengan cucu2 nya yang begitu diharapkan kelahirannya. Saya ingin dia hidup panjang seperti emak saya yang bahkan bisa melihat cucunya punya anak. Namun Allah berkehendak lain. Mungkin inilah yang terbaik menurut kehendak Allah.

Mama sempat disemayamkan di rumah duka Sentosa sebelah RSPAD dari tgl 20 sampai tanggal 22 Maret 2018. Pada tgl 22 Maret 2018 mama dimakamkan di TPU Joglo sekitar pukul 11 siang. Selamat jalan mama semoga amal ibadah mama Tina Haryani diterima oleh Allah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, diberikan tempat yang mulia, dilapangkan kuburnya dan dijauhkan dari siksa kubur. Semoga ia mendapatkan tempat yang lebih baik dari tempatnya di dunia dan semoga ia diterima di surga Mu ya Allah. Selamat jalan mama. Terimakasih telah menyayangi, merawat, membesarkan dan menemani saya selama 39 tahun ini. Dan terimakasih para donatur telah menumbangkan sebagian hartanya.

Saya akan menggunakan donasi yang diberikan untuk membiayai sebagian dari biaya saat mama disemayamkan di sentosa sebesar kira2 28 juta. Terimakasih.

d48ad7a02431df08fab0defe232ecc538a1f9ef4

6d5e2bb0389c3b15c1c4d09517ba09fa0333c0c5

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?