Kitabisa! - SEPEDA BARU UNTUK SANG MARBOT
SEPEDA BARU UNTUK SANG MARBOT

SEPEDA BARU UNTUK SANG MARBOT

Patungan Sepeda Jengki baru untuk Ponimin (65) yang mengabdikan sisa umurnya untuk menjadi seorang Marbot Masjid.
Campaigner (Social Media)
Nanda Koswara Campaigner Telah Terverifikasi

Rp. 1.249.798

terkumpul dari target Rp 2.100.000
60% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir
Share ke Facebook


Kode Embed
Salin dan sematkan kode di bawah ini


Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 5 - Sepeda untuk Sang Legenda

08ef6591ab35907d8361942bf77106f6b9a78669

Assalamu'alaikum !

Alhamdulillah, berkat Izin Allah SWT Wak Min Sang Marbot akhirnya bisa kita belikan sepeda baru bersama-sama. Sebagai pengganti sepeda jengkinya yang sudah harus pensiun.

Wak Min menghabiskan seluruh hidupnya yang dengan sepeda. Terutama saat ia berjualan roti keliling. Ketika postingan tentangnya kami upload di sosial media, banyak yang berkomentar bahwa Wak Min adalah penjual roti dagangan mereka. Wak Min adalah legenda, banyak yang merindukan cita rasa roti dagangannya.

Kami memohon do’a kebaikan ditiap kayuh sepeda baru Wak Min, terutama saat ia pergi untuk mengurusi Masjid.

Terima Kasih, donatur. Ini adalah kerja kita bersama-sama. Semoga berlimpah berkah.

- Nanda Koswara & Making People Smile Project -

Catatan: Alhamdulillah, terkumpul Rp. 1.249.798 dari 13 donatur, lalu dipotong biaya adminitrasi sebesar Rp. 23.750 dan ada tambahan donasi dari 2 orang kawan yang akhirnya bisa cukup untuk membelikan sepeda merek phoenix seharga Rp. 1.300.000 untuk Wak Min, sang marbot. Jazakallah Khayran.

Update 4 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign SEPEDA BARU UNTUK SANG MARBOT!

Anda mendapatkan email ini karena penggalangan dana telah ditutup. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 1.249.798 dari 13 donatur.

Tunggu update berikutnya dari Nanda Koswara terkait penggunaan dana.

Terima kasih!


Update 3 - Berbagi itu Menyehatkan?

be79d9147f1d63e7510cb3ba6cf21e34e6f31229

Benarkah sedekah dapat menyembuhkan diri kita dari penyakit?


Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (H.R. Ath-Thabrani)

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah!” (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’).

Ada sebuah kisah dalam Shahih At Targhib, Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengobati lututnya dengan berbagai macam obat, ia telah bertanya kepada para dokter, namun tidak menghasilkan apa-apa.


Ibnu al-Mubarak pun berkata kepadanya, “Pergi dan galilah sumur, karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu. Laki-laki itu lalu menggali sumur dan ia pun sembuh.”


Cobalah bersedekah dengan niat minta disembuhkan dari penyakit, sesungguhnya Allah Maha Pemberi Kesembuhan.

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan Prof. David M Clelland, ditemukan hasil bahwa dengan melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain seperti bersedekah akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini menyebabkan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. Maka, perbanyaklah bersedekah untuk menyehatkan diri kita!

sumber artikel: http://www.ummi-online.com/inilah-7-manfaat-sedeka...


Update 2 - Sehari Menjadi Marbot

"Kebaikan yang kita berikan selalu kembali kepada kita.."

Itu sebaris kalimat yang kami yakini di Komunitas Gerakan Jum’at Sedekah. Tidak pun persis kepada kita, kebaikan itu akan menyentuh orang-orang disekeliling kita. Baik itu keluarga, saudara dan orang-orang yang kita sayangi.

7cbb4b397f0cb034884ba6f0c0a71792474ee71f

Kebaikan itu kembali melalui aksi kawan-kawan Mahasiswa UMN Al-Washliyah Medan yang mau-maunya Sehari Menjadi Marbot.

Mereka memang ada program magang 30 hari di Desa Petumbukan, Kecamatan Galang. Tetapi program mereka kami ketahui adalah seputar kesehatan masyarakat. Itu tentang berkeliling ke rumah warga dan sekolah-sekolah, memeriksa kesehatan.

Kegiatan Mahasiswa UMN Al Washliyah Medan di Desa Petumbukan

Tapi kemain hari minggu (7/8/2016) setelah membaca Campaign ini di kitabisa.com, mereka membantu Wak Min menjalankan tugas menjadi Marbot. Kawan-kawan Mahasiswa membantu Wak Min mencuci mukenah, mengelap kaca, mengepel, membersihkan karpet dan pekarangan Masjid.

71439c845a08366e937fcc20ce4ffe594b8f0d5f

Salah satu dari mereka mengaku senang bisa membantu Wak Min dalam aksi ‘Sehari Menjadi Marbot. “Kami sangat menghargai pekerjaan Wak Min sebagai marbot dan kami senang bisa membantunya hari ini.” kata Uswatun Hasanah, perwakilan dari Mahasiswa.

ed1d9c78a5c671883c85ddfc9b57466325ef2b3c

Campaign Sepeda Baru untuk Marbot akan berakhir 10 hari lagi mulai dari hari ini. Terima Kasih kepada donatur atas dukungan dan kepeduliannya. Semoga kita bisa mewujudkan sepeda baru buat Marbot Masjid kita.

Yuk! bantu sebarkan informasi ini.

Salam,

Nanda Koswara, founder Gerakan Jum’at Sedekah.

*Wak Min Pakai Baju Batik


Update 1 - DO’A-DO’A WAK MIN

Wak Min adalah sosok marbot yang bersungguh-sungguh. Beliau memang sudah berusia lanjut. Tapi tak pernah melewatkan detail atas semua kewajibannya sebagai seorang Marbot.

Sering setiap kali usai shalat berjama’ah, Wak Min betah berlama-lama duduk. Mungkin berdzikir dan mengagungkan nama Allah SWT. Setelah Masjid benar-benar sepi lagi, biasanya beliau mengakhirinya dengan mengangkat tangan dan berdo'a.

f2226940c5863631429cc566ece81b3efaf1703f

Seiring itu, ada sebuah pertanyaan yang menelisik hati saya. Apa do’a-do’a yang dipanjatkan oleh orang seusia Wak Min? Disaat semua hajat dunia sudah terbatas dilakukan dan urusan akhirat sungguh lebih benderang di hadapan.

Ah, urusan apa saya menanyakan do’a-do’a orang lain. Tapi Wak Min menunjukan jawaban, tanpa saya tanya. Kesungguhannya dalam bekerja, kegigihannya dalam mengelola Masjid adalah sebuah Investasi. Sesuatu yang diharapkan menjadi penolongnya di akhirat kelak.

Saya, Gerakan Jum’at Sedekah dan Anda semua ingin memberikan kenangan manis buat Wak Min. Memberinya sebuah penghargaan atas kinerja baik sebagai seorag Marbot. Penghargaan itu berwujud sepeda baru, sebagai pengganti sepeda Jengki miliknya yang sepertinya sudah harus pensiun.

Saya juga menulis tentang Wak Min di blog saya nandakoswara.wordpress.com

Terima Kasih kepada kawan-kawan yang sudah mau peduli dengan berdonasi.

Best Regards,

Nanda Koswara


"Mari patungan beli Sepeda Jengki Baru untuk Wak Ponimin, Sang Marbot Masjid."



Assalamu'alaikum, perkenalkan saya Nanda Koswara, pendiri Making People Smile Project dan Komunitas Gerakan Jum’at Sedekah.

Izinkan saya berbagi cerita tentang Wak Min, seorang Marbot Masjid di dekat tempat saya tinggal.

Wak Min (65 tahun), Pemilik nama asli Ponimin ini merupakan marbot masjid di Masjid Raya Petumbukan, Kecamatan Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Wak Min muda menghabiskan masa remajanya dengan bekerja menjadi kenek truck angkut barang. Setelah menikah Ia beralih profesi menjadi kuli panggul di sebuah kilang padi. Setelah 5 tahun menjadi kuli panggul, Wak Min memutuskan untuk mandiri berdagang keliling dengan sepeda Onthel, yang dibelinya dari hasil menabung selama menjadi kuli panggul.


Wak Min dengan rutinitasnya sebagai Marbot Masjid


Suami dari Ibu Siti Aisyah Siregar ini adalah pekerja keras. Wak Min mengusahakan apapun untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Selama 35 tahun, Wak Min menjual aneka jenis barang dengan sepedanya. Mulai dari roti, ikan gembung rebus, pisang salai, kue pancung sampai cari kayu bakar untuk kemudian dijual kembali. Bahkan pernah Ia berjualan seharian, lalu malamnya bekerja sebagai penjaga kebun.

Beliau mengaku paling lama berjualan roti. Wak Min bisa dibilang adalah legenda dikalangan penggemar roti pabrikan tradisional di daerahnya.

Dengan sepeda onthel dan gerobak kayu yang diikat di bangku belakang. Menggowes sambil membunyikan toet-toet (terompet tangan) untuk mengundang pembeli.

Wak Min punya pengalaman tak terlupakan soal dagang roti. Suatu pagi, sehabis mengambil barang dagangan di pabrik dan bersiap untuk keliling. Wak Min melintasi areal persawahan dengan jalan sempit di pinggir sungai. Karena faktor beratnya gerobak dan jalanan yang licin, Wak Min dan barang dagangannya pun tepeleset sampai masuk ke sungai. Alhasil, hari itu Ia tidak berjualan dan harus membayar modal dagangan ke pabrik.

“Itu namanya roti manis sampai jadi satu, lengket semua, basah.” Kenang Wak Min sambil tertawa memamerkan gigi ompongnya.

Sejak saat itu, Wak Min mengganti Sepeda Onthelnya dengan sepeda Jengki sampai hari ini. Sepeda Jengki dengan palang tengah rendah memudahkannya yang berbadan tidak terlalu tinggi. Sementara sepeda ontelnya dibiarkan dirumah sebagai kenangan Wak Min.

Selama kehidupannya, Wak Min mencari nafkah dengan sepeda. Untuk kebutuhan Isteri dan 7 orang anaknya. Baginya sebuah sepeda adalah kaki, tangan dan mata pencahariannya. Hingga kini, hingga akhirnya Ia memutuskan untuk mengabdikan diri di Masjid, menjadi marbot, di sisa usianya.

“Saya dulu kalau jualan jauh-jauh, pulang sampai larut malam. Sekarang udah nggak tahan badan nya.” Kata Wak Min.

Di Masjid Raya Petumbukan, Wak Min tidak sendirian bertugas sebagai Marbot. Hanya saja yang membuat kami salut adalah kerajinan dan keuletan beliau dalam bekerja. Wak Min adalah orang yang pertama datang sebelum shalat shubuh untuk membuka pintu, menyalakan lampu dan mengisi persediaan air.

Dibandingkan dengan marbot yang lainnya, Wak Min juga yang keluar Masjid paling akhir, sebelum Ia memastikan lampu dalam Masjid sudah mati, mematikan keran air, menutup jendela dan mematikan sound system.

Saya dan Komunitas Gerakan Jum'at Sedekah ingin sekali memberikan sesuatu yang bermanfaat buat Wak Min. Untuk penghargaan atas kinerjanya, keuletannya dan detailnya terhadap sesuatu urusan di Masjid.

Kami ingin memberi hadiah Sepeda Baru, sebagai pengganti sepeda Jengki nya yang sepertinya sudah harus pensiun.

Kondisi sepedaya terawat seadanya dan ada bagian batangan tengah yang sudah retak bekas di las.

Kami berharap kawan semua, #OrangBaik di seluruh Dunia berkenan untuk mengantarkan senyum kepada orang-orang seperti Wak Min. Seseorang yang mengurusi Rumah Allah SWT.

Sepeda baru untuknya bukan sekedar menjadi kendaraan. Tapi penghargaan, atas kinerja terbaiknya sebagai seorang Marbot.

Saya mengajak kawan-kawan untuk memberikan donasi guna mewujudkan sepeda baru untuk Wak Min. Setiap rupiah yang kita donasikan adalah senyuman dan sesuatu yang akan Wak Min kenang seumur hidupnya.

Cara Berdonasi:

1. Klik tombol berwarna merah “Donasi Sekarang”

2. Isi data diri (bisa anonim) dan pilih cara pembayaran

3. Transfer ke nomer rekening yang dipilih / isi form kartu kredit unuk pilihan kartu kredit

Terima Kasih, Kawan!

Jabat Erat, Nanda Koswara.

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Donatur 13

SHOW MORE
SHOW MORE

Apa itu Fundraiser?

Fundraiser adalah status yang Anda dapat saat berhasil mengajak teman berdonasi

Ingin menjadi Fundraiser untuk campaign ini?


Silakan Masuk untuk mendapatkan link Fundraiser Anda
Pesan kamu akan langsung terkirim ke Nanda Koswara

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?