Kitabisa! - URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung

URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung

URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung
Tsunami menerjang Banten, Lampung, dan sekitarnya, malam (22/12). Sebabkan puluhan jiwa meninggal dan ratusan luka-luka.

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser. Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung

Rp 5.556.967.807

Open Goal 161 hari lagi


Penggalangan dana dimulai 23 Dec 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!
f3532849-e5f8-444a-9607-260128aa3eec.jpg840c7a50-1e6d-49a3-857c-d033f6e26cba.jpgbd42f745-6fef-4a74-b49f-bb1743fb14fd.jpgc9c0e5e6-a46b-454d-a897-68c1fd495503.jpg6d9b985d-f27a-46f4-a0b9-c2606f435b71.jpgc4fb6e6f-d902-47df-a7bb-9413a739fe1a.jpg

***

56277f8e-da17-4775-934c-bb6775b47a61.jpg

ACT terus mengajak Sahabat Peduli untuk memberikan donasi kepedulian bagi para korban bencana tsunami di Banten, Lampung, dan sekitarnya. Karena di masa-masa emergency bencana ini, bantuan Anda akan sangat diperlukan.

Sahabat dapat berdonasi dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  3. Dapat laporan via email

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan terkumpul untuk Saudara kita di Banten, Lampung, dan sekitarnya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Donatur 40700

  • Rp. 50.000.224
    Anonim
  • Rp. 32.280.000
    Drakor.id
  • Rp. 20.000.677
    Shinta Aprilia
  • Rp. 16.800.217
    smirnov

    hasil auction 4 barang dari @smir.nov

  • Rp. 15.000.365
    Anonim

    Semoga kondisinya cepat pulih dan tidak ada lagi tsunami susulan.

  • Rp. 12.700.273
    PURNA PASKIBRAKA INDONESIA KAB. TULUNGAGUNG

    Semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan kekuatan, ketabahan, kelapangan hati, dan semangat untuk bangkit :)

  • Rp. 12.000.633
    Md glowing distributor hongkong efri yulika

    Semoga sedikit bantuan dari kami dapat meringankan beban sodara sodara kita yang terkena musibah.tetap semangat...

  • Rp. 10.235.158
    Suhedi (pt. Stmi)

    Semoga bermanfaat buat sodara2 kita yang terkena musibah tsunami. Aamiiin,...

  • Rp. 10.180.559
    Putri agustini

    SEMOGA DONASI INI BERMANFAAT DENGAN SEBAIKNYA UTK PARA KORBAN

  • Rp. 10.106.063
    Suicide Anthem Store ( SCDATM.com )

    Dukungan customer suicide anthem ( 5% dari omset 25-30 Des 2018) semoga bisa meringankan beban saudara2 kami , amin

SHOW MORE
  • Rp. 150.746
    Anonim
  • Rp. 10.000
    akila
  • Rp. 20.302
    Anonim

    BISMILLAH

  • Rp. 10.000
    Anonim

    tetap semangat,ya!

  • Rp. 10.000
    Intan Deysintha
  • Rp. 75.149
    Anonim
  • Rp. 70.000
    Lee Soohyun
  • Rp. 50.359
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim

    semoga bermanfaat

  • Rp. 1.000.662
    Anonim
SHOW MORE
16 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 306.706.364

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

14 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 70.588.838

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

8 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 190.632.559

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

7 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 500.000.000

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

3 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 346.713.729

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

3 Jan 2019

Update 10 - Di Kec. Sumur, ACT Dirikan Posko Kemanusiaan

74d1ebb3-5fb9-4d6e-aa4c-7dc50678e89a.jpg

Hujan deras dengan intens mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Meski begitu, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) tak gencar untuk melakukan penelusuran ke titik-titik terdampak tsunami. Selasa (25/12), tim berangkat menuju Kecamatan Sumur yang dikabarkan juga terkena dampak tsunami Sabtu (22/12) malam itu. 

Pagi-pagi tim bergegas dari Labuan, melewati Panimbang, lalu Cibaliung untuk menuju Kecamatan Sumur. Jalanan berkelok mendominasi, khas wilayah perbukitan. Semula jalanan lancar, namun sesaat masuk ke jalan utama Cibaliung-Sumur, perjalanan tim sempat tersendat oleh kemacetan.

d56ab762-48e6-4ba5-8885-ddf3f7f8dd03.jpg

Rupanya para pengendara yang melaju diminta untuk berhati-hati mengingat jalan yang basah karena hujan, dikhawatirkan licin. Tak hanya itu, jalan utama Cibaliung-Sumur juga dalam kondisi rusak pada 10 kilometer terakhir. Jadi, dari Labuan ke Sumur, tim harus menempuh waktu perjalanan lebih kurang 3 jam dengan jarak sekitar 70 kilometer. 

Sesampainya di Kecamatan Sumur, tim langsung bergegas melakukan peninjauan. Tim dibagi menjadi tiga yakni tim evakuasi, tim assessment, dan tim pendirian posko. Vice President Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar yang turut ikut ke lokasi mengatakan, menurut info yang tersebar Kecamatan Sumur adalah satu wilayah yang juga terkena dampak paling parah.

2dcd4ae1-1cae-489a-b8b3-cc1931ab3ff2.jpg

Letaknya yang dekat sekali dengan laut, kata Ibnu, membuat daerah ini mengalami kerusakan masif di sepanjang pesisir pantainya. Salah satunya, Pasar Ikan Sumur yang terletak di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Hampir seluruh bangunan, baik ruko-ruko pasar maupun rumah warga yang letaknya persis di pesisir, rata dengan tanah. 

"Tim kami sudah dalam peninjauan, sejak hari pertama sudah ada ratusan korban meninggal dunia ditemukan. Ratusan bangunan di sekitar pesisir juga hancur. Kami rasa, kerusakannya masif dengan persebaran dampak cukup luas," jelas Ibnu, Selasa (25/12). 

8bcd5477-09c4-4be5-b790-d45a4642e4ef.jpg

Tragedi tsunami Sabtu (22/12) malam itu pun membuat warga yang berhasil melarikan diri mengungsi di tempat yang lebih tinggi. Tidak berpusat, lokasi pengungsian mereka tersebar ke beberapa titik. Salah satunya Kampung Kopi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pesisir, namun aman untuk dijadikan lokasi pengungsian. 

Untuk para pengungsi Sumur, ACT telah mendirikan Posko Wilayah di Jalan Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Sejak Selasa (25/12), Poswil ACT Sumur sudah mulai beroperasi. Tim yang bertugas langsung melakukan tinjauan ke tenda-tenda pengungsian.

7d89ca1c-4a9b-4160-9833-59212b6b9d46.jpg

Ibnu menjelaskan, seperti fase darurat bencana pada umumnya, ACT akan fokus pada proses evakuasi dan medis. Poswil sendiri tugasnya mencakup kedua itu, sekaligus menyediakan bahan pangan untuk menunjang kehidupan para pengungsi yang hidup keterbatasan di tenda-tenda pengungsian. 

"Alhamdulillah, Poswil ACT di Kecamatan Sumur menjadi posko keempat yang telah diaktivasi. Berdiri sejak hari ketiga pascabencana, tim telah melakukan distribusi logistik ke beberapa titik pengungsian yang sudah didata oleh tim assessment. Sembari melakukan distribusi, kami juga melakukan peninjauan untuk langkah-langkah yang perlu dilakukan kedepannya untuk korban terdampak yang masih hidup," pungkas Ibnu.

2 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 650.000.000

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

31 Dec 2018

Update 8 - 20 Truk Bantuan Menuju Pandeglang & Lampung

2a25b259-6c07-470e-8960-4eebdd561868.jpg

Upaya penanganan tanggap darurat untuk korban tsunami Selat Sunda terus dikerahkan, seiring dengan tingginya kepedulian publik Indonesia terhadap saudara sebangsa yang terdampak. Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut berikhtiar penuh memenuhi kebutuhan pengungsi di masa tanggap darurat ini. Salah satunya adalah pengiriman puluhan truk berisi bantuan pangan dan logistik untuk korban terdampak tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan.

Rabu (26/12), 20 truk bantuan tersebut diberangkatkan dari gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Aziz mengatakan, bantuan pangan dan logistik dikirimkan menuju dua kabupaten yang terkena dampak tsunami terparah, yakni Pandeglang dan Lampung Selatan.

563915eb-10cd-4bfe-a872-1366935b88a0.jpg

“Masing-masing 10 truk bantuan kami berangkatkan ke Pandeglang dan Lampung Selatan. Kebutuhan pangan ini mendesak, jadi kami upayakan pengiriman pangan dan logistik sesegera mungkin, dibarengi dengan evakuasi, layanan medis, dan aktivitas dapur umum yang terus berlangsung sampai sekarang,” terang Lukman, Rabu (26/12).

Pengiriman pangan dan logistik ini akan terus berlanjut dari berbagai daerah di Indonesia, utamanya Jawa dan Sumatera. Selain mengirimkan pangan dan logistik, sejumlah program pemulihan juga segera diinisiasi. Lukman menerangkan, bantuan pemulihan tersebut fokus pada penyediaan pangan, papan dan pembangunan ekonomi.

“ACT berencana membangun hunian dan ACT Humanity Store untuk penyintas tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan. Sementara untuk pemulihan ekonomi, kami menggulirkan program pemberian 100 kapal nelayan untuk warga terdampak yang berprofesi sebagai nelayan. Tidak hanya itu, bekerja sama dengan Global Wakaf, kami juga berikhtiar untuk mendirikan Warung Wakaf di sejumlah titik terdampak,” jelas Lukman.

883b1849-d4d5-43c3-92f4-9f103e0a436c.jpg

Hingga Rabu (26/12), proses evakuasi, layanan medis, dan pendistribusian bantuan pangan di lokasi terdampak tsunami terus dikerahkan. Untuk mempercepat penanganan tanggap darurat, ACT mendirikan sejumlah posko kemanusiaan dan dapur umum di Pandeglang dan Lampung Selatan.

Di Pandeglang, ACT telah mendirikan 4 posko kemanusiaan dan dapur umum. Keempat posko tersebut di antaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, dan Posko Wilayah Anyer.

24d9fc42-8aaa-48d9-861f-a896927a27f9.jpg

Sementara di Lampung Selatan, posko kemanusiaan dan dapur umum telah aktif di tiga wilayah. Satu posko mencakup wilayah Way Muli, satu posko lainnya mencakup wilayah Way Panas dan Dermaga Bom. “Hari ini (26/12) akan diaktivasi juga dua posko dan dua dapur umum lainnya di daerah Kunjir dan Sukaraja,” terang Sutaryo dari Tim Emergency Response ACT untuk wilayah Lampung Selatan.

31 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 1.425.846.726

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

28 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 1.900.000.000

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Terimakasih telah mendukung dan berpartisipasi dalam program URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengungsi Korban Tsunami Banten dan Lampung dalam bentuk bantuan emergency seperti evakuasi, bantuan pangan dan layanan kesehatan . Semoga Allah Ta’ala menerima segala amal ibadah kita semua.

28 Dec 2018

Update 5 - 9 Posko & Dapur Umum Jangkau Warga Lampung

69887dd4-26ab-4254-8b27-41eec3eb5aad.jpg

Tsunami melanda pesisir Selat Sunda Sabtu (22/12) malam. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu longsor bawah laut akibat erupsi Anak Gunung Krakatau. Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah yang terdampak tsunami.

Berdasakan data yang dihimpun Disastrer Management Institute of Indonesia (DMII), per Rabu (26/12), total jumlah korban meninggal dunia di Lampung Selatan mencapai 108 orang. Sedangkan, berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan orang selamat masih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

0f2bd6c2-99bd-43a3-be0f-3f1d488d2209.jpg

Ketua Program ACT Lampung Dinia Rusmaini menyampaikan, saat ini ACT telah mengaktivasi dua posko dan lima dapur umum di wilayah-wilayah terdampak tsunami. Posko ACT pertama mencakup wilayah Desa Way Muli. Sementara satu posko lainnya mencakup Desa Way Panas dan Dermaga Bom Kalianda. Adin–panggilannya –menambahkan, sejumlah desa terdampak juga akan segera menyusul dibukanya posko kemanusiaan.

“Di Desa Sukaraja dan Desa Kunjir, Insyaallah sudah ketemu titik poskonya. Hari ini kita aktifkan dapur umum dan poskonya. Jadi total ada 4 posko kemanusiaan,” jelas Adin, Rabu (26/12).

Selain posko kemanusiaan, per Selasa (25/12), ACT telah mengaktifkan 5 Dapur Umum. Di Desa Way Muli disediakan 400 porsi per harinya.

Salah satu relawan Dapur Umum ACT di Desa Way Muli, Dwi Aryati (41), mengaku baru tiba di Lampung. Ia berangkat dari Bekasi pada Ahad (23/12) pagi. Setelah mendapat kabar tsunami melumat wilayah Kalianda, ia bergegas menuju Lampung untuk memastikan kabar sanak saudaranya. Setibanya Dwi bersyukur karena keluarganya selamat.

bfe3a8f4-0295-498f-ab14-39b5556b818c.jpg

"Saya asalnya Bekasi tetapi mau terjun langsung untuk bantu,” ungkap Dwi di awal perbincangan dengan ACTNews. Dwi yang baru tiba Senin malam mengaku, iktikadnya menjadi relawan di Lampung pun didukung keluarga. “Saya izin ke suami ke anak-anak. Justru suami saya mendukung. Saya dapat kabar dari saudara, katanya di sini (Lampung) membutuhkan sejumlah tenaga relawan, mana tahu tenaga kita bermanfaat,” lanjutnya bercerita. Dwi dibantu enam orang lainnya hari itu menyiapkan ratusan makanan bergizi bagi para penyintas tsunami.

Berbenah

Berdasarkan pantauan ACTNews pada Selasa (25/12) siang, ruas jalan Raya Pesisir yang menghubungkan Desa Way Muli dan Desa Kunjir terpantau padat. Sejumlah kendaraan yang melintas harus mengantre sebab di jalan selebar lima meter itu diberlakukan sistem buka tutup karena sejumlah alat berat masih beroperasi. Beberapa eskavator pun terlihat meratakan sejumlah bangunan yang hancur sebagian dan juga membersihkan jalan dari puing-puing.

Bebenah juga dilakukan sejumlah warga, salah satunya Tawar Supriyanto (63). Pemilik toko kelontong di depan Puskesmas Way Muli itu pun berusaha mengeluarkan puing-puing bangunan dari dalam tokonya.

Lengan kiri Tawar menghapus air mata yang terlanjur keluar dari kedua matanya. Suaranya bergetar saat berbagi kisah dengan ACTNews terkait peristiwa Sabtu (22/12) malam. Air laut yang tiba-tiba mendobrak bangunan rumah memaksa ia dan keluarganya segera lari.

0751bf5e-7a3b-4c86-8c9a-189424b36419.jpg

Enggak ada tanda-tanda. Tiba-tiba air laut sudah menghantam dan tingginya sepinggang. Saya langsung panggil keluarga untuk lari,” cerita Tawar. Ia dan keluarga yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di Lampung harus kehilangan lima bangunan rumah beserta toko-toko miliknya.

Menurut Tawar, keadaan masuknya air laut ke pemukiman warga juga pernah terjadi pada Desember 2017, namun keadaannya tidak separah peristiwa kali ini. “Setahun lalu, persis di bulan Desember juga pernah terjadi air laut pasang. Sekarang kami tidak menyangka kalau terjadi tsunami,” lanjutnya.

Tawar yang sudah puluhan tahun tinggal di pesisir pun tidak pernah menyangka bahwa laut akan meluluhlantakkan pemukiman mereka seperti Sabtu malam itu.

27 Dec 2018

Update 4 - Layanan Medis Jangkau Pengungsi di Carita

7dbd9212-6727-4051-8d28-1f32f64f153b.jpg

Memasuki hari kelima pascabencana tsunami yang menyapu pesisir Selat Sunda, Aksi Cepat Tanggap terus melakukan penanganan masa darurat. Simultan dengan evakuasi, Senin (24/12) sore ini, Tim Medis ACT juga telah terjun ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi.

Tim Medis ACT menggelar layanan medis pertama di Kampung Kadukokosan, Desa Tembong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Lokasi aksi bertempat di bangunan Sekolah Dasar (SD) Tembong 2, di mana warga dari pesisir Pantai Carita mengungsi.

Begitu sampai, tim pun mendapat respons yang baik. Puluhan pengungsi langsung memenuhi lokasi di mana Tim Medis ACT membuka pelayanan kesehatan gratis. Anak-anak hingga lansia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

21d39203-3b8f-4956-9352-4093f0d8591b.jpg

"Sekarang kami sedang berada di Desa Tembong, sejak datang kami sudah memeriksa lebih dari 30 orang. Para orang tua kebanyakan mengeluh pusing, setelah diperiksa rupanya mereka mengalami peningkatan tensi. Mungkin karena terlalu panik jadi tensinya meninggi," kata dr. Rizal selaku Koordinator Tim Medis ACT, Senin (24/12).

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut berdatangan. Kata dr. Rizal, mayoritas mereka mengidap flu dan batuk. "Cuaca sedang kurang baik, hujan terus-menerus, sedangkan mereka mengungsi di tempat terbuka, tanpa alat memadai, bahkan selimut mereka tidak punya. Jadilah anak-anak itu sakit batuk dan flu," kata dr. Rizal.

Di SD Tembong 2 sendiri, warga mengungsi di bangunan dengan fasilitas yang memadai. Kamar mandi yang ada di lingkungan sekolah tidak memiliki sumber air untuk kebutuhan sanitasi. Setiap ruang kelas juga tidak memiliki listrik, sehingga tidak ada lampu yang bisa menyala di malam hari.

b2292db6-c6a5-4535-b7ec-3200d8d0ef21.jpg

"Anak-anak itu setiap malam menangis, listrik tidak ada, mereka ketakutan, jadinya rewel. Mana kadang mereka merasa lapar sampai tidak bisa tidur. Rasa dingin karena hujan, kami membutuhkan selimut. Kami juga lapar, kami butuh bantuan makanan," jelas Samsia (30), salah seorang warga yang mengungsi di SD Tembong 2.

Untuk pelayanan gratis yang diberikan Tim Medis ACT, Samsia mengucap syukur dan terima kasih. "Kami berterima kasih, ACT sudah ke sini. Sejak kemarin belum ada yang sampai ke sini untuk beri bantuan, mungkin karena lokasinya sulit dijangkau. Terima kasih atas pelayanannya, semoga bisa ke sini lagi karena kami masih sangat membutuhkan," tutur Samsia.

26 Dec 2018

Update 3 - Meski Hujan, Evakuasi Tetap Dilakukan

d2059a34-5cd9-4488-a92f-a95e27455ecc.jpg

Di tengah hujan deras di sepanjang jalur Labuan-Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus bergerak mengevakuasi korban tsunami. Senin, (24/12), sekitar pukul 7: 00 WIB pagi, tim berangkat menuju Pantai Tanjung Lesung, salah satu pantai tempat wisata yang banyak terdapat korban jiwa.

"Walaupun hujan, In syaa Allah kami akan terus bergerak untuk membantu evakuasi korban, sekarang kami menuju ke Pantai Tanjung Lesung," kata Daryadi selaku Komandan Evakuasi Tim Emergency Response ACT.

bb7b1172-4674-434e-91ea-ee74b650f116.jpg

Menggunakan mobil pickup hitam, tim berangkat dari Kecamatan Labuan menuju Pantai Tanjung Lesung. Menempuh waktu selama satu jam, akhirnya tim sampai di kawasan pantai wisata tersebut. Sesampainya di sana, tim langsung menyisir lokasi. Tak butuh waktu lama, tim menemukan jenazah dibalik puing-puing bangunan yang hancur diterjang tsunami.

Masih dalam kondisi hujan, tim kembali menemukan dua jenazah anak-anak dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki tanpa identitas dengan perkiraan usia sekitar 10 sampai 11 tahun. Sesaat setelah, tim kembali menemukan jenazah laki-laki dewasa kelahiran 1972. Melalui kartu identitas yang ada dalam dompet, jenazah dikenali bernama Herry Christianto asal Jakarta Utara.

"Tiga jenazah itu kami bawa ke Puskesmas Carita. Sejak kemarin puskesmas itu menjadi titik pusat pengumpulan jenazah untuk didata," ujar Daryadi.

e21a34e3-82e0-4786-abcf-d506c17b09be.jpg

Diketahui korban yang didapat memang berasal dari luar wilayah Kabupaten Pandeglang, mereka adalah pengunjung wisata Pantai Tanjung Lesung. Sampai siang tadi dilaporkan masih banyak korban jiwa yang belum diketahui kabarnya di sepanjang pesisir Pantai Tanjung Lesung.

"Bahkan masih banyak yang datang ke puskesmas untuk mencari sanak saudaranya. Untuk itu, hari ini sampai beberapa hari ke depan kami akan terus melakukan penelusuran untuk evakuasi," ungkap Daryadi.

Data sementara hingga Senin (24/12) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) ini menyebabkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Tidak hanya itu, tsunami yang melanda 5 Kabupaten (Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran) ini juga menyebabkan kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

26 Dec 2018

Update 2 - Evakuasi & Distribusi Pangan oleh ACT Lampung

97a5d052-4878-4c03-a859-d4bea1ee9612.jpg

Merespon kejadian tsunami Selat Sunda di Pesisir Pantai Lampung, Tim Emergency Responce ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Lampung mulai melakukan penyisiran kawasan pantai sejak Ahad (23/12). Relawan mulai bergerak dari Dermaga BOM Kalianda hingga titik terparah di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam penyisiran gabungan relawan dan pihak terkait, tim menemukan beberapa korban meninggal dunia. Selain itu, relawan juga ikut membersihkan puing-puing bangunan yang terseret ombak tsunami. Menurut Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, relawan tak hanya fokus menyisir di sepanjang pantai, namun juga menyisir di wilayah perbukitan untuk menyapa penyintas tsunami. Di Dusun 4 Desa Way Muli Induk terdata lebih dari 1.000 warga bertahan dirumah dan masjid.

af5b6c73-cf37-4c7e-9109-d105a0cf555d.jpg

Tidak hanya itu, relawan ACT-MRI juga membagikan ratusan paket makanan yang dibawa langsung dari Bandar Lampung. “Di fase emergency ini, ACT juga langsung bantu dengan menyalurkan makanan siap santap untuk warga terdampak bencana. Alhamdulillah mereka sangat senang dengan bantuan ini,”ujar Dian.

Untuk memenuhi kebutuhan korban tsunami, Senin (24/12) ACT juga mendirikan Dapur Umum di desa tersebut. “Tim sudah melakukan assesment, kebutuhan saat ini lebih kepada sembako, pakaian baru, selimut, popok bayi, pembalut, makanan bayi dan lainya, tim juga akan mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan dan gizi peyintas tsunami,” Ujar Dian.

b235d54a-895e-4e5d-a08a-3af3689b58ae.jpg

Kengerian bencana ini dirasakan langsung oleh Mbah Sanimah (60) warga Desa Way Muli, salah satu penyintas bencana yang selamat dari terjangan tsunami. Menurut penuturanya, ombak tiba-tiba datang menerjang semua bangunan yang berada ditepi pantai. Sambil menggendong cucunya, ia lari menuju perbukitan. Namun, ia harus menyaksikan menantunya meninggal dunia.  Saat ini dirinya bertahan di rumah warga bersama anak dan cucunya.

“Itu suasana gelap sekali, warga sini pada teriak ada tsunami, ada tsunami, saya menggendong cucu sekenanya, dikewer-kewer aja, pokoknya yang penting selamet dulu,” jelas Mbah Sanimah

Mbah Sanimah hanyalah salah satu korban selamat dari kengerian tsunami yang menyapu wilayahnya. Masih banyak korban lainnya yang masih belum ditemukan dan membutuhkan bantuan. Tim ACT akan terus berikhtiar memberikan yang terbaik membantu penyintas tsunami selat sunda.

25 Dec 2018

Update 1 - ACT Dirikan 4 Posko dan Dapur Umum di Banten

ebac1511-63b5-4476-b861-185e4e1d501a.jpg

Upaya penanganan tanggap darurat bencana tsunami di Pandeglang masih berlangsung hingga kini. Selain melanjutkan proses evakuasi korban, Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga mulai mengaktivasi sejumlah posko dan dapur umum, Senin (24/12).

Vice President ACT Ibnu Khajar menerangkan, posko kemanusiaan didirikan di empat titik yang terkena dampak bencana cukup parah. Keempat posko tersebut di antaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, dan Posko Wilayah Anyer.

“Aktivasi keempat posko ini untuk mempercepat penanganan tanggap darurat. Aktivasi ini juga dibarengi dengan pendirian dapur umum di posko induk serta pemberian layanan medis untuk korban bencana. Semua simultan dengan proses evakuasi yang masih berlangsung hingga kini,” kata Ibnu, Senin (24/12).

7e2c1e23-ca24-44ba-8595-a1af1fdcf825.jpg

Lebih dari 50 relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah terjun di lokasi-lokasi terdampak bencana, bersama dengan Tim Emergency Response ACT. Ibnu memperkirakan jumlah relawan yang terlibat akan terus bertambah hingga 500 relawan, mengingat masih banyak warga terdampak yang membutuhkan pertolongan.

“Dengan empat posko yang diaktivasi, itu setidaknya membutuhkan 250-500 relawan untuk memastikan pendistribusian logistik dari setiap posko ke titik-titik pengungsi berjalan lancar. Tidak terkecuali penyediaan makanan siap santap di dapur umum. Dapur umum ini menjadi bagian yang penting karena masih banyak warga yang mengungsi di rumah-rumah penduduk di wilayah pegunungan, seperti yang saya kunjungi di Desa Sukarame, 7 km sebelum Puskesmas Carita,” imbuh Ibnu.

ca57b819-4c2a-49e6-86f0-373a6cb82b17.jpg

Sementara itu, tim medis mulai dikerahkan ke titik-titik terdampak tsunami untuk menjangkau korban luka yang belum mendapatkan penanganan medis. Ambulans Pre-Hospital juga diberangkatkan dari Jakarta untuk mendukung proses pemberian layanan medis di fase tanggap darurat.

“Kita berikhtiar cepat untuk merespons karena efek dari bencana tsunami di Banten cukup besar. Laporan dari relawan kita korban jiwa yang dievakuasi telah mencapai lebih dari 280 orang, ditambah lagi ribuan lainnya luka-luka,” ujar Ibnu.

Evakuasi berlanjut

7626af64-db0e-4c05-81ad-26952eccfdd3.jpg

Tim Emergency Response ACT bersama MRI dan tim SAR gabungan meninjau sejumlah lokasi yang terkena dampak tsunami paling parah seperti di Kecamatan Carita dan Sumur. “Tim kami dibagi 2, satu ke Sumur, satunya lagi ke Carita untuk melanjutkan evakuasi di Pantai Carita dan Tanjung Lesung,” terang Kusmayadi selaku Komandan Emergency Response ACT, Senin (24/12).

Hingga Senin (24/12) pukul 07.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

a2bf6b6c-e1ae-4536-8be4-160538f7e159.jpg

 “Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. Jadi, wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda. Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulisnya, Senin (24/12).

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung URGENT! Peduli Korban Tsunami Banten dan Lampung :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?