Kitabisa! - Warjabakti Memanggil
Warjabakti Memanggil

Warjabakti Memanggil

Institut Teknologi Bandung-Desa Warjabakti dengan potensi produk olahan lele dan jamur tiramnya, siap untuk jadi masyarakat yang mandiri.
Campaigner (Social Media)
Mohammad Sarifudin Campaigner Telah Terverifikasi

Rp 26.676.689

terkumpul dari target Rp 26.698.770
100% terkumpul 0 hari lagi
Campaign Telah Berakhir

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke Warjabakti Memanggil

Jadi Fundraiser

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Update 1 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Warjabakti Memanggil!

Anda mendapatkan email ini karena penggalangan dana telah ditutup. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 13.676.689 dari 28 donatur.

Tunggu update berikutnya dari Mohammad Sarifudin terkait penggunaan dana.

Terima kasih!

12336dd2f7a2305b7e062bf97454023160c9ccca

Kami Satoe Indonesia, adalah organisasi non-profit yang bergerak di bidang community development. Satoe Indonesia berdiri sejak tahun 2004. Berawal dari para mahasiswa dan mahasiswi SBM ITB yang ingin menjalankan program untuk pengembangan masyarakat, SI terbentuk sebangai wadah untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Saat ini, kami tergabung dalam Gebrak Indonesia, sebuah inisiasi community development yang dibentuk oleh kumpulan mahasiswa ITB dari berbagai jurusan. Bersama Gebrak, kami melaksanankan program pengembangan masyarakat di Desa Warjabakti.

Sekitar 2 tahun lalu, kami berangkat kesana. Desa Warjabakti adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Seperti desa-desa lain yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, kami mendapati bahwa setiap desa memiliki potensi untuk lebih maju.



POTENSI DESA WARJABAKTI

Budidaya Lele: Barely Catfish

Di beberapa rumah warga, terdapat kolam-kolam ikan. Disaat pertama kali kami datang, kolam-kolam ini belum digunakan warga untuk membudidayakan ikan. Kolam-kolam ini hanya digunakan untuk memelihara bermacam jenis ikan untuk konsumsi pribadi.

Setelah berdiskusi lebih lanjut dengan warga, kami sepakat untuk menjadikan kolam- kolam ikan ini sebagai program pertama yang akan kami jalankan bersama.

Kami memilih ikan lele sebagai ikan yang akan kami budidayakan. Lele merupakan ikan yang mudah dibudidayakan dan juga mudah untuk diolah menjadi suatu produk olahan.

Kami memulai dengan satu kolam yaitu kolam milik Pak Usep. Rencana kami adalah menjadikan satu kolam ini sebagai contoh sukses yang bisa memotivasi para warga untuk ikut bekerjasama dalam program kami.

Di tahun pertama, kami mencoba membangun sistem produksi dimana warga sebagai pemeran utama. Dari proses pembibitan, panen, hingga pengolahan, warga desa ikut bererpan penting.

Untuk proses pengolahan, Kami bersama ibu-ibu PKK membentuk suatu tim yang diketuai oleh Teh Puput.

Proses pengolahan jamur bersama ibu-ibu PKK

Dibantu oleh ibu Ai, sebagai orang yang telah berpengalaman dalam pengolahan lele, kami mengadakan pelatihan untuk bisa mengolah ikan lele.

Hasilnya, pada tahun pertama, kami berhasil mengembangakan produk olahan abon lele di bawah nama merek Barely Catfish.

b848868ee2726bfec4504eb34ae91f584a12bed0

Barely Catfish merupakan produk makanan praktis siap saji dengan harga yang menarik. Dimana arti Barely Catfish adalah makanan olahan lele yang hampir tidak terlihat unsur ikan lelenya dengan perwujudan dalam bentuk abon.

Kami memiliki target konsumen anak muda yang ingin mencicipi makanan olahan dari lele dengan cara dan rasa yang unik. Tentunya dengan harga yang cocok untuk kantong para pelajar.

Di tahun kedua, kami mencoba menambah macam produk olahan yaitu, keripik sirip lele dan kerupuk kepala ikan lele. Kedua tambahan macam produk ini berasal dari pembelajaran kami selama melakukan proses produksi abon Barely Catfish.

Di setiap sesi produksi abon, bagian ikan yang banyak digunakan adalah dagingnya, sehingga bagian sirip dan kepala ikan disisihkan. Melihat sirip dan kepala yang melipmah, kami tidak ingin menyia-nyiakannya. Sehingga, kami mencoba mengolah kepala dan sirip ini untuk menjadi produk olahan baru.

Sampai saat ini, produk keripik sirip dan kepala lele ini masih dalam proses pemantapan produksi. Kami telah melakukan beberapa tahap riset untuk menghasilkan produk yang baik dan sudah menemukan resep yang tepat, selanjutnya kami ingin memastikan resep produksi ini untuk bisa terjaga di setiap proses produksi.



BUDIDAYA JAMUR : JAMUR TIRAM

a599bfb397be3f1aadb29ecc98d455b70ca82290


Potensi lainnya yang kami temukan adalah budidaya jamur.

Dalam menjalankan projek ini kami dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi ITB. Mereka berperan sebagai tim riset untuk bisa menentukan cara pembudidayaan jamur yang tepat.

Kami mendapati bahwa jamur yang baik untuk dibudidayakan adalah jamur tiram. Jamur ini memiliki prospek bisnis yang cukup baik.

Untuk projek jamur ini, kami membentuk tim bersama warga, yang diketuai Kang Dayat. Beliau berperan sebagai pengurus utama dalam mengurus

20da60f9ecde6b233ada604ec99f688c2fb1cb41

Kami juga melakukan pelatihan untuk warga yang akan ikut mengurus langsung lumbung jamur ini.

Sepanjang perjalanan program, kami telah berhasil melakukan penjualan sebanyak 2 siklus. Di siklus pertama, kami menanam 500 unit baglog. Pada siklus pertama ini, kami berhasil memanen dan menjual beberapa unit baglog. Di sesi ini kami mendapatkan pelajaran bahwa adanya unit-unit jamur yang terkontaminasi sehingga tidak bisa dijual.

Pada sesi penanaman kedua, kami berhasil mendapatkan panen yang sukses, tidak ada baglog yang terkontaminasi lagi. Kami juga sudah memulai menyalurkan hasil panen kami ke pasar dengan harga yang lebih baik.




LANGKAH SELANJUTNYA

Pada bulan Agustus 2016 ini, kami akan melanjutkan program kerja kami yang telah menginjak tahun ketiga.

Untuk divisi lele, kami berencana mengembangkan lebih lanjut produk olahannya. Fokus utama kami untuk jangka dekat ini, mendapatkan izin PIRT juga sertifikasi halal. Kami ingin produk Barely Catfish bisa masuk ke pasar swalayan/supermarket.

Kami juga ingin menambah daya produksi kami. Setelah proses riset yang menghasilkan beberapa prduk ini, di tahap selanjutnya kami ingin menguatkan sistem produksi baik dari kualitas maupun kuantitas sehingga bisa masuk pasar yang lebih luas.

Goals yang ingin dicapai pada divisi lele tahun ini adalah:

  1. Mendapatkan izin PIRT
  2. Mendapatkan sertifikasi halal
  3. Bisa masuk ke toko swalayan
  4. Dimulainya Penjualan produk sirip dan kerupuk ikan lele

Rencana divisi jamur, ingin memperbaiki produksi/panen supaya lebih stabil dan bisa mendapatkan hasil panen yang baik.

Goals untuk divisi jamur tahun ini

  1. Peningkatan kualitas bahan baku
  2. Stabilitas dalam produksi
  3. Menembus pasar yang memiliki harga lebih baik



AYO BANTU WARJABAKTI MENJADI MANDIRI!

Untuk menyukseskan kelanjutan program ini kami membutuhkan bantuan dari kalian! Di tahun ketiga ini kami ingin bisa mencapai progress yang lebih baik. Setelah dua tahun proses developing unit bisnis dari potensi desa, produk-produk kami siap untuk masuk pasar dan menjadi produk unggulan. Sudah saatnya warga warjabakti menuai hasil dari kerja kerasnya dan membuktikan bahwa mereka adalah masyarakat yang luar biasa.

Perkiraan dana/budget selama setahun kedepan

d85b9e7de90c4bb304efd9ce8288e4c3220bb3ab


Maka dari itu ayo bantu kami mewujudkan warjabakti yang mandiri!


CONTACT PERSON:

Muhammad Fikri Akbar

WA/phone: 085715832417

email: [email protected]

line: muhammadfikriakbar17

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini adalah milik campaigner dan tidak mewakili Kitabisa

Campaign Telah Berakhir

Donatur 30

SHOW MORE
SHOW MORE
Empty Fundraiser

Galang dana sebagai Fundraiser

Isi form dibawah untuk menjadi Fundraiser campaign "Warjabakti Memanggil"
Setiap donasi yang kamu kumpulkan akan disalurkan ke "Mohammad Sarifudin"

Pesan kamu akan langsung terkirim ke Mohammad Sarifudin

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?