Kitabisa! - Bantu wujudkan yatim Indonesia berprestasi

Bantu wujudkan yatim Indonesia berprestasi

Bantu wujudkan yatim Indonesia berprestasi
Selain sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, Rumah Yatim juga memiliki komitmen untuk konsen terhadap perkembangan kualitas anak Yatim di Indonesia.

Bantu Rumah Yatim dengan menjadi Fundraiser. Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke "Bantu wujudkan yatim Indonesia berprestasi".

Rp 391.387.737

terkumpul dari Rp 1.500.000.000
26% tercapai 16 hari lagi


Penggalangan dana dimulai 12 Sep 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Rumah Yatim memiliki 31 Asrama yang di dalamnya tinggal 385 anak Yatim dhuafa yang dibina dan disiapkan menjadi calon generasi penerus bangsa yang berkualitas.

c0d3a1c600c83d8e13c8d5100ee861060a2d9dbe

Selain itu Rumah Yatim juga membina dan memberdayakan 59.380 anak Yatim dhuafa serta 105 Lembaga Sosial pra sejahtera di 14 Propinsi di Indonesia.

96c0240c311d032c2ac50d03a38adbb109dea6e0

Pelayanan yang diberikan kepada anak Yatim mukim di asrama meliputi semua kebutuhan basic life seperti pendidikan (formal dan non formal), kesehatan yg, sandang, pangan, kebutuhan sarana belajar, bermain dan fasilitas penunjang lainnya.

bf43b113b716d724720746666ce48f62cbb0885e

Setiap anak Yatim dikembangkan melalui program PPA (Pengembangan Potensi Anak) sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki dengan pendampingan yang intensif agar mereka bisa diarahkan menuju masa depan yang lebih baik.

619a1adc587381459fc02f2b44582c43384449de

Sampai saat ini Rumah Yatim telah meluluskan tidak kurang dari 102 Alumni yang sebagian besarnya kuliah di berbagai universitas terbaik di negeri ini seperti di ITB, Unpad, UI, UPI, UGM dan beberapa universitas negeri dan swasta lainnya. Sisanya alumni Rumah Yatim telah diberdayakan di berbagai program yang ada baik di bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi produktif setelah sebelumnya mereka mengikuti serangkaian pelatihan untuk memenuhi standar kualitas SDM.

0d1468d47e1d010808db1d77fb50d7b4166e22fd

Kebutuhan pembiayaan untuk setiap anak yang mukim adalah sekitar Rp 1.450.000 yang meliputi kebutuhan basic life seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, kebutuhan sarana belajar, bermain dan fasilitas penunjang lainnya.

Sementara bantuan yang diberikan kepada anak Yatim yang tinggal bersama keluarganya hanya bantuan untuk kebutuhan pendidikan mereka, yang diberikan secara variatif sesuai dengan jenjang pendidikan dari mulai TK sampai SMU mulai dari Rp 75.000/bulan sampai Rp 250.000/bulannya. Sistem Penyalurannya pun sudah melalui transfer bank karena sebagian besar anak Yatim difasilitasi kartu ATM oleh Rumah Yatim.

cf33376bd9e432f8c662b9b11fb360de9783c945

Adapun bantuan yang diberikan kepada lembaga sosial pra sejahtera berupa pembinaan management, program dan bantuan biaya operasional yayasan atau berupa sarana penunjang pembelajaran untuk anak.

Semoga langkah yang kami lakukan mendapatkan ridho dari Alloh SWT serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia khususnya demi terwujudnya penerus bangsa yang berprestasi, mandiri dan berkarakter.

1. Klik tombol merah "Donasi Sekarang"
2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran.
3. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui social media anda

www.rumah-yatim.org

IG @ : rumahyatim

FB : Rumah Yatim

WA/SMS/CALL

0812-2120-0900

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Donatur 2864

  • Rp. 10.000.971
    Anonim
  • Rp. 10.000.384
    Anonim
  • Rp. 10.000.000
    Anonim
  • Rp. 10.000.000
    PT. Reinhausen Indonesia
  • Rp. 7.000.675
    Anonim
  • Rp. 5.000.899
    Edward tirtanata
  • Rp. 5.000.745
    Anonim
  • Rp. 5.000.109
    sisca
  • Rp. 3.650.442
    Anonim

    Semoga terus berprestasi dan berkah ilmunya, aamiin

  • Rp. 2.665.821
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 300.000
    Anonim
  • Rp. 100.344
    Aa
  • Rp. 1.000
    all beings
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 30.000
    Hamba Allah
  • Rp. 5.000
    Anonim
  • Rp. 50.091
    Tirfis

    Bismillah

  • Rp. 100.000
    Anonim
SHOW MORE
Rumah Yatim 20 Aug 2019

Pencairan Dana Rp 1.721.199

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: Disalurkan

Rumah Yatim 14 Aug 2019

Pencairan Dana Rp 6.736.020

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 9 Aug 2019

Update 158 - Berprestasi, Raisa Dapat Bantuan Pendidikan

126e103f-7007-4ed6-836a-3814cd4cb257.jpg

Raisa Nur Islami, satu dari sekian anak asuh nonmukim Rumah Yatim Banjarmasin yang berprestasi. Siswa kelas lima di SDN Teluk Dalam VII ini hanya tinggal bersama sang nenek di sebuah kontrakan di Jalan Sutoyo S, Komp Kerokan, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

Sehari-hari Raisa tidak hayalnya anak seusianya, bersekolah, belajar, dan bermain. Kebutuhan harian dan sekolahnya hanya dari hasil jualan kerupuk dan kacang sang nenek. Siswa yang gemar dalam bidang seni ini beberapa kali pernah menjuarai perlombaan. Di antaranya, menari dan lomba pianika.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Kalimatan, Ricky Setiawan, Raisa pula mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Semangatnya yang tinggi membuat Rumah Yatim turut membantu pendidikan Raisa lewat program pendidikan. Hal itu, kata Ricky, guna meringankan beban neneknya yang berpenghasilan pas-pasan.

59df54e2-ea70-4f50-a288-c138a5ad28aa.jpg

“Hanya mengandalkan uang dari neneknya jualan kerupuk dan kacang,” ujar Ricky, Kamis (8/8).

Ia mengungkapkan, segudang cita-cita dan keinginan terbesit dalam diri Raisa. Untuk meningkatkan derajat dan bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya, khususnya sang nenek.

Menurut Lingga, Raisa bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Agar, dapat membantu sesama dan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan. “Dia pengen sekolah tinggi supaya bisa menjadi orang sukses dan menggapai cita-cita supaya bisa membantu neneknya,” tutup Ricky.


http://rumah-yatim.online

Rumah Yatim 7 Aug 2019

Update 157 - Berprestasi, Serly Dapat Bantuan

30665b08-72e1-4721-b228-018d8a5ec3f6.jpg

Sejak duduk di bangku sekolah dasar kecerdasannya dalam bidang akademik sudah terlihat. Hidup sederhana tidak membuat dirinya patah semangat. Ialah Serly Hayati (14), seorang anak yatim yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama di Banjarbaru.

Menurut pemaparan Manager Area Kalimantan, Indra Abdullah, Serly saat ini merupakan satu dari sejumlah anak asuh binaan Rumah Yatim di Area Kalimantan. Kecerdasannya sejak duduk di bangku sekolah dasar membuat dirinya rutin mendapatkan sejumlah bantuan dan dukungan pendidikannya.

“Semoga Serly tetap semangat mengejar cita-citanya meskipun saat ini dia berstatus yatim, tapi Alhamdulillah berprestasi dalam akademik dan dalam diniyah akhlaknya,” ujar Indra.

Ia mengungkapkan, dengan diberikannya bantuan ATM Mustahik Prestasi ini bisa terus menunjang biaya pendidikan Serly. Terutama untuk mengejar cita-cita dan keinginannya. Apalagi, kata Indra, ibunya harus membiayai empat anak lainnya. “Belajarnya semangat sambil bantu orangtua, menyempatkan belajar,” paparnya.

Serly merupakan sosok anak yang gigih, setiap hari ia selalu membantu orangtuanya. Kondisi ekonomi yang dialaminya tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Sejak duduk di bangku sekolah dasar pula, ia selalu mendapatkan juara kelas.




http://rumah-yatim.online
Rumah Yatim 26 Jul 2019

Pencairan Dana Rp 5.559.137

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: Disalurkan

Rumah Yatim 24 Jul 2019

Update 155 - Dukung Beasiswa Anak Yatim Berprestasi


38469d31-3ad4-4c3d-82f6-4d2e161a6058.jpg

Beberapa hari yang lalu, Rumah Yatim Cabang Lampung memberikan santunan kepada delapan anak berpestasi lewat program beasiswa. Santunan tersebut diserahkan secara terpisah di Kantor Kas Rumah Yatim Lampung, Jalan Wolter Monginsidi No. 45, Gotong Royong, Kota Bandar Lampung.

Menurut pemaparan Staf Front Office (FO) Kantor Kas Rumah Yatim Lampung, Dwi Apriana, program tersebut merupakan salah satu upaya Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu. Terutama mereka yang memiliki prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

6de48689-e13b-4977-8672-606a218e567c.jpg

“Khusus kepada anak nonmukim yatim yang berprestasi, dan rutin setiap bulan ada santunan beasiswa prestasi,” papar Dwi, saat diwawancarai.

Penerima beasiswa prestasi tersebut, kata Dwi, merupakan anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas. Kedelapannya, merupakan dari kalangan kurang mampu dan merupakan yatim.

033e78a1-6236-46f4-9019-7c8bb09145a1.jpg

Ia mengungkapkan, pemberian beasiswa ini untuk mendorong semangat anak-anak tersebut agar tetap berprestasi. Selain itu, bantuan juga diharapkan dapat meringankan orangtua atau wali anak terhadap kebutuhan sekolahnya. Agar anak, bisa terus bersemangat untuk sekolah dan belajar.

“Walaupun mereka anak yatim tetapi mereka bisa berprestasi seperti yang lain dan untuk membantu sedikit keperluan pendidikan bagi mereka,” ungkapnya.

http://rumah-yatim.online

Rumah Yatim 9 Jul 2019

Pencairan Dana Rp 7.177.086

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: Disalurkan

Rumah Yatim 27 Jun 2019

Pencairan Dana Rp 30.853.252

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 18 May 2019

Update 152 - Dina, Yatim Berprestasi Dapat Bantuan

3c73a627-b9c5-46d7-9013-30269720d349.jpg

Dina Mutiara Kasih (9), seorang anak yatim berprestasi yang kini duduk di bangku kelas 2 SDN 152 Pekanbaru, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Ia mendapat bantuan berupa uang pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Pekanbaru, Kamis (17/5). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi karena prestasinya.

Menurut keterangan Kepala Cabang Pekanbaru, Ramdan Burhanudin menuturkan, Dina merupakan sosok yang rajin dan memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu. Meskipun ia berasal dari keluarga kurang mampu, tak membuatnya patah semangat dalam menjalani pendidikan.

df29df50-14b5-4c54-a242-ac0a2e347e20.jpg

"Dina anaknya rajin, baik, dan dia memiliki cita-cita menjadi dokter, karena ia ingin membahagiakan orangtuanya. Meskipun ia berasal dari keluarga kurang mampu, tapi itu tak menyurutkan dirinya untuk meraih mimpi," jelasnya.

Semangat belajar yang tinggi, membuat ia selalu mendapatkan nilai yang tinggi. Sehingga sejak duduk di bangku kelas 1 SD, Dinda selalu berturut-turut mendapat peringkat 1 di kelasnya. Kini, ia tinggal hanya bersama ibu dan adiknya, karena semenjak umurnya satu tahun, Dina sudah ditinggal oleh sang ayah.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 16 May 2019

Pencairan Dana Rp 1.585.791

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 15 May 2019

Update 150 - Anak Asuh Rumah Yatim Juara 1 LCC

1c82d341-c59c-464d-9d66-f56767c37719.jpg


Anak asuh Rumah Yatim mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMP se-Kabupaten Bandung, di Pondok Pesantren Darul Hikam, Jalan Kiangroke No. 420 Banjaran, Bandung, Minggu (12/3). Acara tersebut diselenggarakan oleh alumni SMA Darul Hikam, dan berlangsung sejak pukul 07.30-17.30 WIB.

Menurut keterangan koordinator lomba SMP El Fitra Rizki Ulfah menyebutkan, lomba terdiri dari lima cabang lomba. "Jadi kita itu mengikuti lima cabang lomba. Di Lomba Adzan kita mengirimkan Muhamad Qital dan Ardan Nugraha, Lomba Tahfidz yaitu M. Haqqi dan Muhamad Hamid, Lomba LCC yaitu Doni Ramadani, Haikal Septi dan Ima Khusnul Khotimah, Lomba Pidato diikuti oleh Fitri Rahmawati dan Elsa, serta Lomba Kaligrafi diikuti oleh Gilang Syahdan dan Yanti," paparnya.

becc5c5b-f272-4596-87df-22b092c35061.jpg


Ima Khusnul Khatimah (15) merupakan salah satu anak asuh Rumah Yatim Arcamanik, yang menjadi salah satu peserta LCC. Ia berhasil Juara 1 Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP se-Kab. Bandung. Menurut keterangan dari pengurus asrama Uum Kurniasih menyebutkan, Ima merupakan anak yang cukup berprestasi.

"Alhamdulillah dengan rahmat Allah, Ima sejak TK selalu mendapat peringkat 1 dan ini bukan kali pertama ia mengikuti lomba. Alhamdulillah ini merupakan kelebihan dari sisi akademisnya," ungkapnya. Ia berharap, Ima bisa mencapai cita-citanya sebagai dokter, berbakti dan membahagiakan orang tua, selalu berbakti kepada Allah dan Rasul, dan bisa membanggakan nama Rumah Yatim.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 9 May 2019

Pencairan Dana Rp 4.028.782

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 23 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 978.403

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 10 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 8.027.232

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 26 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 861.853

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 19 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 5.929.740

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 12 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 2.245.684

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 6 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 3.510.101

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 27 Feb 2019

Update 142 - Enam Siswa SMP El Fitra Masuk Final Olimpiade

Rasa senang dan bangga itulah yang terlihat dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Endang Giri Yanti, saat ditemui di Sekolah Menengah Pertama (SMP) El Fitra, Jalan Cipamokolan No. 90, Rancasari, Kota Bandung, Rabu (27/2). Rasa bangga tersebut karena enam siswanya berhasil masuk ke dalam Final Olimpiade Nasional (Omnas) ke 8 tingkat Provinsi Jawa Barat.

1829aa5a-cb72-49fa-891a-025b50e7ab5a.jpg

Menurut Endang, Omnas diadakan oleh Emerald Education Centre, suatu lembaga pendidikan dan jasa pembuat Olimpiade Pendidikan Nasional. Sebelumnya, enam anak asuhnya yang mengikuti Omnas ke 8 tersebut ialah Najwan Isyhad Musli, Zaki Maulana Akbar, Jihan Afifah Zalfa, Hanifah Syahidah, Abdurrofi Fauzi, dan Muhammad Aufa Al Fathon. Seluruhnya berhasil duduk di final Provinsi Jawa Barat mendatang.

8bf30b07-9caa-4ed6-9084-d0f2214c7cc7.jpg

Tidak ada target khusus dalam ajang perlombaan yang sedang diikuti kali ini. Apalagi, sebagian anak didiknya duduk di kelas tiga. Di mana, kata dia, mulai sibuk dengan jadwal Bimbel dan kegiatan lainnya. Namun, ia tetap berharap keenamnya bisa memaksimalkan kemampuan yang ada di final nanti. Pelaksanaan Final Provinsi Jawa Barat Olimpiade Nasional ke 8 ini juga akan digelar di SD Santa Maria Cierebon, Jalan Sisimangraja No. 22, Cirebon pada Minggu 3 Maret 2019 mendatang. 

aec72263-7703-4665-8be5-3b610252c7f0.jpg

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 26 Feb 2019

Pencairan Dana Rp 912.133

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 25 Feb 2019

Update 140 - Qonita,Raih Juara Tahfidz se-Provinsi Banten

Sejauh ini Qonita sudah mampu menghafal 27 juz Alquran selama tiga tahun bersekolah di Subul El Salam. Subul El Salam sendiri merupakan salah satu mitra Rumah Yatim yang menerima dorongan dan bantuan untuk perkembangan pendidikan anak. "Saya mempersembahkan hafalan ini untuk kedua orangtua saya," ujarnya.

037a08b4-565e-4cb6-834d-fa62d955fcfc.jpg

Sejumlah metode, sambung Qonita, ia gunakan untuk mampu menghafal sejauh ini. Bahkan ia harus terus meningkatkan bacaannya walaupun juara lomba pernah diraihnya. Menurut Qonita, ia selalu membaca satu halaman Alquran secara berulang sebanyak tujuh kali. 

5c54ae75-4299-4d42-8f23-ac33da27a2e5.jpg

Remaja yang bercita-cita menjadi guru tahfidz dan bahasa Arab ini, terus berusaha meningkatkan hafalan ayatnya. Karena menurut dia, lewat bacaan Alquran yang dihafalnya bisa memberikan mahkota untuk kedua orangtuanya kelak di surga. Ia juga, mempersembahkan juara lomba tersebut untuk kedua orangtuanya.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 22 Feb 2019

Update 139 - Alumnus Rumah Yatim Jadi Ketua Tim Kreatif

Salah satu alumnus Asrama Rumah Yatim Kemang, Fikran Arif Syabana menjadi Ketua Tim Kreatif dalam ajang Pameran Design Experimental Exhibition 2019 di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan Ciamis, Kota Bandung, Sabtu (2/2) lalu. Di pameran tersebut, ia turut mengeksplor diri dengan menunjukan hasil karya timnya yang bertemakan tentang Sampah Manusiawi.

41d38e03-66f2-41a0-acca-f58d2a446386.jpg

Melalui kegiatan ini, ia ingin menyadarkan masyarakat, khususnya di Kota Bandung, bahwa sampah ini sudah seperti lautan. Perilaku salah yang tidak disadari masyarakat akan memberi masalah besar. Dari pameran ini, ia juga ingin menebarkan manfaat yang seluas-luasnya agar masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

53d85add-ad63-4939-8f32-d8085e95ff85.jpg

Usai dari kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat yang sudah berkunjung dapat mengambil hikmahnya sesuai dengan tujuan dari diadakannya pemeran itu, yakni ingin menyadarkan manusia. Kemudian masyarakat yang sudah datang ke pameran itu, diharapkan dapat membagikan kepada orang lain, agar pesan ini tersebar luas. Menurutnya, peduli terhadap lingkungan itu, agar masyarakat bisa hidup dengan nyaman.

5bc1bfa1-cbb6-4898-8dd4-a0f5ab3172cb.jpg

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 21 Feb 2019

Pencairan Dana Rp 1.784.295

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 18 Feb 2019

Update 137 - Bantuan Back to school untuk Anak asuh

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan perlengkapan sekolah lewat Program Back to School. Bantuan ini diberikan kepada 60 anak asuh mukim di Asrama Kiaracondong, Asrama Lodaya, dan Asrama Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (16/2).

2c156ab2-99cb-423e-9097-de0e579f5c83.jpg

Person In Charge (PIC) penyaluran, Hamdani memaparkan, sejumlah peralatan sekolah, perlengkapan alat tulis, tas, dan seragam lainnya telah diberikan. Program ini untuk bantu memenuhi semua kebutuhan sekolah anak asuh.Sebagai upaya Rumah Yatim dalam mewujudkan prestasi anak melalui pendidikan yang layak bagi anak kurang mampu. 

b3813472-5cce-40f1-8c33-5859cdefc7bb.jpg

“Mereka senang sekali, dari segi perlenglapan yang tadinya gak punya, jadi punya lebih bagus lagi. Jadi kalau ada hal yang baru, mereka lebih senang untuk belajar,” ungkapnya. Lebih lanjut ia menambahkan, melalui prorgram ini juga Rumah Yatim ingin mengajak kepada para donatur untuk berlomba meningkatkan nilai ibadah dan pahala. Serta diharapkan anak asuh ini bisa semakin giat lagi dalam belajar.

5fc04d49-cfbd-4206-9164-187d2fd5a9cf.jpg

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 14 Feb 2019

Update 136 - Beranikan Ikuti Lomba Tahfidz Antar Sekolah

287984b4-bc7a-4232-8814-5dfc3bb54a39.jpg

Membaca menjadi salah satu kegemaran Setiawan. Ia merupakan anak asuh Asrama Rumah Yatim Cabang Medan. Hobi membacanya itu membuat ia memberanikan diri mengikuti lomba tahfidz hafalan surat pendek antar Sekolah Menengah Pertama se-Kota Medan. Kegiatan ini digelar di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Miftahussalam, Sabtu (9/2) lalu.

Kepada jurnalis Rumah Yatim, Setiawan mengaku sempat gugup di depan para juri. Karena baru pertama kalinya mengikuti lomba tahfidz. Namun hal itu bisa diatasinya dengan baik. Remaja berusia 12 tahun itu kini tengah mengenyam pendidikan kelas VII di MTs Al Ishlah, serta telah menyandang peringkat lima besar selama dua tahun berturut-turut.

Selain itu, ia juga aktif mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kecintaannya pada dunia literasi telah mengantarkannya naik peringkat tahap demi tahap. Yang semula tidak masuk di lima besar di sekolahnya, kini ia bisa masuk lima besar. Berbagai jenis buku ia baca dengan seksama, mulai dari buku pelajaran sekolah, buku tentang keagamaan hingga komik pun turut disenanginya.

ead0ffe2-5b0f-426e-99aa-edac82d1a909.jpg

Hal senada juga diungkapkan pengurus asrama, Marni, yang sehari-harinya mengurus belasan anak asuh Asrama Medan. Ia mengungkapkan, Setiawan merupakan salah satu anak asuh yang paling rajin membaca. Mulai dari membaca Quran hingga komik bergambar sangat digemarinya. Remaja asal Riau Pekanbaru ini memang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Dia termasuk orang yang ceria dan paling rajin sekali membaca, apa saja dia baca. Hafalannya juga rajin, di sisi lain, di bidang olahraga pun dia menonjol karena futsal olahraga favoritnya,” ungkapnya.

Remaja yang masuk ke Asrama Medan sejak kelas 5 SD itu, menurutnya, merupakan sosok yang ceria dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Iwan -sapaan akrabnya mengaku senang tinggal di Asrama Medan, karena dirinya bisa mengetahui banyak hal. Mulai dari bertambahnya wawasan tentang keagamaan hingga ilmu pengetahuan umum. Selain itu, ia juga bertemu keluarga dan teman baru.

“Alhamdulillah senang sekali tinggal di sini (Asrama Rumah Yatim), saya dapat banyak hal. Mulai dari sekolah yang layak hingga teman baru yang sudah seperti keluarga, saya juga jadi bisa baca Alquran yang sebelumnya tidak bisa," pungkas Iwan.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 12 Feb 2019

Pencairan Dana Rp 18.368.252

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 25 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 1681396

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 22 Jan 2019

Update 133 - Yandi, Raih Juara 2 Karate se-Provinsi NTB

b2946fe1-1547-44bc-a1e9-9d53a560f020.jpg

Salah seorang alumnus anak asuh Rumah Yatim Mataram NTB kembali menorehkan prestasinya. Ia berhasil meraih Juara 2 dalam Kejuaraan Daerah, Piala Kapolda Cup Karate tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh Kapolda NTB, di Gelanggang Samudra, Kota Mataram.

Kompetisi yang diselenggarakan selama tiga hari terhitung dari Jumat hingga Minggu (11-13/1) itu membawa kebanggaan tersendiri bagi Yandi (19). Remaja dewasa tersebut kini mengabdikan dirinya di Asrama Mataram sebagai Staf Pendidikan dan Kesehatan (Pendkes). Ia bersyukur hasil dari usahanya selama bertahun-tahun berbuah manis.

Menurutnya, pencapaiannya saat ini belum selesai, ia akan terus berlatih untuk menjadi yang terbaik. “Alhamdulillah senang sekali, gak nyangka bisa juara dua, kalau latihan kadang sendiri, kadang gabung sama atlet yang lain di Gelanggang Samudra,” ungkapnya.

4233dc63-b65e-4f62-a2d0-35797de0ba4b.jpg



Kepada jurnalis Rumah Yatim, ia menceritakan awal mula ikut karate sebelum ia tinggal di Asrama Mataram. Sejak masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan itu pun hanya sekadar melihat karena tidak memiliki seragam karate. Lalu sejak kelas 2 SMP tepatnya 2013, ia resmi menjadi anak asuh Rumah Yatim Mataram. Sejak saat itulah ia baru bisa memperoleh baju karate yang menambah semangatnya.
 
Ia mengaku saat ini telah menyandang sabuk hitam. Di sela-sela kesibukannya sebagai Pendkes Asrama, menjelang kejuaraan ia juga aktif berlatih bersama gabungan atlet karate Kota Mataram. Untuk mendapatkan hasil yang manis, tentunya tak lepas dari kerja keras yang memicunya untuk semangat. Meski yatim, tak ada alasan untuk Yandi menyerah.

Kompetisi selanjutnya, ia mengungkapkan akan mengikuti Kompetisi Karate Kejuaraan Nasional pada beberapa bulan mendatang di Padang, Sumatera Barat. “Insya Allah dari Kapolda akan diusahakan ikut dalam kejuaraan nasional di Padang,” imbuhnya.

Menurutnya, sejak tinggal di Asrama Mataram, banyak hal baru yang didapatkan. Mulai dari pendidikan yang layak, hingga saat ini bisa meraih kejuaraan karate. Ia berharap, dari hasil usahanya ini bisa berguna bagi orang-orang sekitar dan negara.

Yatim
#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 16 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 2.194.477

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 9 Jan 2019

Update 131 - Buldansyah Kembali Raih Peringkat Satu

a1087717-d746-4d77-85cc-10fc7d3a3069.jpg

Namanya Buldansyah, ia tergolong anak yang rajin dan pandai di antara teman sekolahnya. Tidak banyak kata yang keluar dari Buldansyah, ia termasuk anak yang pendiam. Namun, kerja kerasnya dalam belajar membuahkan hasil. Hal tersebut dibuktikannya dengan kembali meraih peringkat pertama di sekolahnya.

Remaja yang gemar menulis ini menjadi contoh teladan di antara anak asuh Rumah Yatim Cinere. Bahkan, tidak jarang ia juga sering mendapatkan penghargaan dalam sejumlah ajang perlombaan baik beregu maupun individu. Menurut Buldansyah, kunci sukses dalam dirinya ialah selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia mengungkapkan, peringkat pertama yang didapatkannya saat ini menjadi buah manis dari perjuangannya dalam belajar. Apalagi, saat ini dirinya terbilang cukup sibuk dalam berkegiatan sekolah maupun lainnya. Namun, ia selalu pintar untuk mengatur waktu. 

08f973ae-ae83-4a6a-805e-3d960877e899.jpg

"Kuncinya saya selalu berdoa dan selalu mengerjakan tugas tepat waktu di rumah (red: asrama)," paparnya.

Selain kegiatan sekolah, kata Buldansyah, ia juga harus terus memperdalam ilmu keagamaan lewat kegiatan diniyah yang ada di Asrama Cinere. Sejumlah kegiatan ini, meliputi hafalan ayat Alquran, hadits, serta lainnya. Namun, kata dia, seluruh kegiatan yang dijalani tersebut sangat bermanfaat dan menjadi penopang dirinya berprestasi.

Dikatakan Buldansyah, ia sangat bahagia dan senang tinggal di Asrama Rumah Yatim. Hal itu dikarenakan bisa mendapatkan bimbingan secara langsung. Khususnya, ia selalu mendapakan nasihat agar menjadi pribadi yang selalu baik secara akhlak maupun lainnya.

a16867ee-1b3d-4184-94c5-70152ce0a82f.jpg

"Alhamdulillah saya tinggal di Rumah Yatim selalu dibimbing oleh Abi dan Umi agar selalu belajar dan belajar. Juga tidak lupa Abi dan Umi mengajarkan kami tentang akhlak atau etika yang harus diterapkan," papar remaja yang juga gemar bermain sepak bola.

Remaja asli Cianjur ini juga selalu membantu teman-temannya yang ada di Asrama Cinere. Bahkan, tidak sedikit ia ikut membantu memberikan masukan setiap tugas yang ditugaskan pada teman asramanya. Menurut dirinya, hal itu bisa berdampak positif dan terutama saling berbagi ilmu.

"Saya dan teman-teman ketika tidak tahu pelajaran saya banyak bertanya satu sama lain tentang materi pelajaran tersebut," ungkapnya.




#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 8 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 2.784.205

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 3 Jan 2019

Update 129 - Semangat, Kerja Keras, dan Doa Jadi Kunci

07bf21b9-df10-4cb0-9b10-8f3f48522a1b.jpg

Proses tidak akan mengkhianati hasil, hal itulah yang tertanam pada diri anak asuh Rumah Yatim Kemang, Abdul Gofur. Kerja kerasnya di semester pertama membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Anak yang selalu bersemangat ini, bisa memetik buah manis saat meraih peringkat pertama di kelasnya.

Gofur -sapaan akrabnya, saat ini duduk di kelas tiga MTs Jaiatul Huda. Ia tidak menyangka akan meraih peringkat pertama di antara teman sekelasnya. Apalagi, dirinya selalu sibuk dengan aktivitas asrama maupun diniyah. Namun, perasaan tersebut tertutup dengan kerja keras yang dilakukan oleh Gofur.

Menurut remaja yang gemar bermain sepak bola ini, proses mendapatkan juara kelas tidak instan. Bahkan, dirinya selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Selain itu, ia harus pandai membagi waktu antara kegiatan untuk sekolah dan kegiatan asrama maupun diniyah. Selain itu, remaja satu ini juga terus meningkatkan hafalan Alqurannya.

3dc492ce-964d-4b94-8f6e-c06f495bf806.jpg

Kunci keberhasilannya, kata Gofur selalu berdoa dan menjalankan segala kegiatan yang positif. Seperti melakukan kebaikan, menghafal Alquran, dan melaksanakan perintah Allah SWT. Cara-cara itulah yang menjadikan Gofur terus bersemangat dalam belajar.

"Agar diberikan kemudahan dan kemampuan untuk belajar dan mengisi soal-soal di setiap ujian sekolah," ujarnya, saat berbincang di waktu sela kegiatan asrama.

Selain menyerah diri kepada Allah, kunci lain Gofur sukses ialah selalu meminta doa sang Ibu. Walaupun, kata dia, sang Ibu berada terpisah di rumahnya. Menurut Gofur, semenjak ditinggalkan ayahnya lima tahun lalu, Ibu menjadi satu-satunya tujuan dalam melakukan segala hal.

Ia mengungkapkan, keinginannya untuk selalu membahagiakan sang Ibu. Salah satunya, memberikan prestasi di sekolahnya saat ini. Remaja yang bercita-cita menjadi dokter ini juga berharap sang Ayah yang sudah tenang di alam lain bisa turut bahagia.

"Ingin membahagiakan ibu dan ayah, meskipun ayah tidak ada tapi ingin memberikan yang terbaik buat keluarga," ungkap remaja kelahiran 2003 itu.

Gofur saat ini hanya bisa bersyukur Rumah Yatim menjadi rumah keduanya. Di Rumah Yatim juga, kata dia, dirinya bisa mendapatkan ilmu dan seluruh fasilitas untuk pendukung pendidikannya. Bahkan, kata Gofur, ia bisa terus memperdalam ilmu keagamaan di Asrama Rumah Yatim.

"Kebutuhan bisa terpenuhi di Rumah Yatim semenjak di sini banyak pengetahuan, banyak ilmu yang didapat, bisa menghafal Alquran, hadits-hadits, dan doa," paparnya.



#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 3 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 2.295.090

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 26 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 4.610.808

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 18 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 12.857.312

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 13 Dec 2018

Update 125 - Ilham, Anak Asuh Nonmukim Raih Juara 1

f450f395-67d9-4a17-90f5-ee86d5a44d79.jpg

Prestasi demi prestasi sudah diraih oleh anak asuh mukim maupun nonmukim Rumah Yatim. Salah satunya prestasi anak asuh nonmukim Rumah Yatim Surabaya, Ilham Pratama. Siapa sangka tubuh mungilnya bisa membawa Ilham menjadi juara dalam perlombaan cerdas cermat antar sekolah se-Kecamatan Benowo.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia, Ilham saat ini duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) 14 Muhammadiyah Surabaya. Penghargaan yang diraih Ilham merupakan hasil dari kerja keras belajar di samping kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Ilham sendiri, sambung Agus, merupakan anak asuh nonmukim yang menerima beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim. Selain itu, sejumlah bantuan lainnya juga pernah diberikan untuk Ilham maupun orangtuanya. Menurut Agus, Rumah Yatim hanya menjadi fasilitator sehingga Ilham bisa terus bersemangat dalam belajar.

9ed8f423-25fd-44b5-9fca-c50bc1d864f9.jpg

"Alhamdulilah semoga uluran tangan dan dan santunan dari Rumah Yatim sangat bermanfaat bagi Ilham untuk memperjuangkan masa depannya," ungkap Agus, Selasa (11/12).

Di sisi lain, Agus sangat bangga atas raihan prestasi anak asuh nonmukim tersebut. Apalagi, di dalamnya Rumah Yatim ikut andil dalam mendukung dan membina. Di samping itu, menurut dia, Rumah Yatim akan terus mendukung kepada anak yatim dan dhuafa lainnya. Agar, bisa tercetak generasi yang cerdas dan mandiri.

"Kami perhatikan juga keadaan seperti apa anak yatim yang ada di luar sana, dan Ilham berjuang terus untuk menggapai cita-cita dan menjadi anak yang sukses," ujarnya.

#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 12 Dec 2018

Update 124 - Marzuki Kembali Raih Juara 2 Futsal

e8139f12-4ae9-4fdb-8b59-0dcd8971fca9.jpg

Marzuki merupakan salah satu alumnus Rumah Yatim yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia kembali menorehkan prestasinya. Jika sebelumnya ia bersama klub futsalnya menjadi juara dua pertandingan futsal antar fakultas universitas di Yogyakarta. KAini mereka pun kembali menjadi juara dalam pertandingan tersebut. 

Untuk peringkatnya masih sama dengan turnamen antar fakultas sebelumnya  yakni juara 2. Pertandingan ini diadakan oleh fakultas teknik Geodesi dengan nama kegiatan Geofuture 'Geodetic Futsal Turnament 2018'. Ada sekitar 29 fakultas dari berbagai universitas di Yogyakarta yang mengikuti kegiatan ini. 

bbdeeea9-e052-4b68-8539-30bfcc31d992.jpg

Ketika diwawancarai jurnalis Rumah Yatim, Marzuki yang sering disapa Juki  mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa memenangkan turnamen ini. Pasalnya sebelum mengikuti turnamen ini, Juki bersama rekannya pernah mengikuti turnamen lain, namun kalah di semi final. 

"Alhamdulillah kekalahan kami sebelumnya telah membuat kami termotivasi untuk memenangkan turnamen ini. Semoga ke depannya kami bisa lebih meningkatkan prestasi kami," pungkasnya.



#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 11 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 2.924.261

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 11 Dec 2018

Update 122 - Amad Raih Juara 2 Turnamen Sepakbola

da63a329-8eba-42a1-aaff-fdfec0faf9a8.jpg

mad Saparnudin (13), salah satu anak asuh Rumah Yatim Cabang Tegal yang telah membawa harum nama Rumah Yatim dan SMPN 11 Kota Tegal. Amad bersama klub sepak bola sekolahnya  telah menjuarai turnamen sepak bola sehat usia 13 tahun, H.A.S Kesambi Sari Margadana tingkat Kota/Kab. Tegal 2018.

Dikatakan Jajang Khaeruman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Amad bersama rekan sepak bolanya berhasil menjadi juara dua dalam turnamen tersebut. Mereka mampu mengalahkan puluhan klub lainnya. 

"Alhamdulillah Amad sudah membanggakan kami dari Rumah Yatim dan sekolahnya. Kerja kerasnya selama ini sudah berbuah manis, semoga pencapaian ini bisa membuatnya semakin semangat berlatih dan meningkatkan prestasinya," ujar Jajang,  Selasa (11/12).

Ia mengungkapkan, jika anak asuhnya tersebut terlihat sangat sumringah tatakala pulang ke asrama sembari membawa piala. Amad tak menyangka jika klubnya bisa memenangkan turnamen tersebut. 

Amad telah membuktikan kepada teman-temannya. Meskipun ia belum berprestasi dalam bidang akademik, namun ia tetap bisa menorehkan prestasi di bidang olahraga yang sekaligus merupakan hobinya.



#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 6 Dec 2018

Update 121 - Satria Tetap Semangat Raih Cita-cita

37f171df-e0bd-48e7-8ca7-00fc8f365c4a.jpg

Tujuh tahun sudah sejak kepergian ibunya, Satria Al Farizi tumbuh menjadi anak yang selalu bersemangat. Di rumah sederhana milik walinya, ia terus berkembang menjadi anak yang cerdas. Ia juga merupakan sosok anak yang berprestasi dalam akademik maupun diniyah.

Satria, anak berusia delapan tahun yang saat ini menjadi salah satu binaan Rumah Yatim lewat program Bimbel gratis di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon No. 45 B, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Setiap harinya ia tidak pernah absen untuk mengikuti kegiatan Bimbel yang dijadwalkan sejak ia bergabung.

05fd4ddc-8f35-43d6-8126-90bf5c0a90a8.jpg

Di sela kegiatan Bimbel, salah seorang relawan Rumah Yatim Nurul Fitri, sempat berbincang dengan Satria. Menurut Nurul, Satria sosok anak yang murah senyum dan bersemangat saat membicarakan cita-citanya. Walaupun, saat ini ia harus tinggal dengan saudara yang menjadi walinya, Andi dan Selminah. 

"Dari informasi yang ada, ibunya meninggal saat ia usia satu tahun, dan ayahnya gak tahu ke mana, dan akhirnya sekarang tinggal sama saudaranya," papar Nurul, Rabu (5/12).

79f22a65-6def-4abb-975c-cd4afddfe326.jpg

Satria sendiri saat ini bercita-cita ingin menjadi seorang polisi. Impian setiap anak, kata Nurul, yang selalu mendambakan dan ingin membahagiakan orangtuanya yang entah di mana. Lewat kegiatan Bimbel gratis ini, Satria bisa terus menambah dan mengasah kemampuan pendidikannya.

"Sekarang dia kelas dua di MI At Taqwa 24," kata Nurul, dari data yang ada di Rumah Yatim Pekayon.

Ia menambahkan, walinya saat ini juga hanya bekerja sebagai kuli bangunan lepas. Selain itu, ibu walinya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Namun, di balik sosok yang gembira, Nurul berharap Satria bisa mencapai cita-cita yang diinginkannya.



#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 4 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 4.301.457

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 4 Dec 2018

Update 119 - Anak Asuh Lampung Akan Ikuti Kejuaraan Dunia

aa6f5980-f6bb-4a7b-91f7-5111aac2bc08.jpg


Meski yatim, mereka mampu menunjukkan bahwa yatim juga bisa berprestasi. Hal itulah yang diungkapkan Hendi selaku Kepala Asrama Lampung saat anak asuhnya dinyatakan pelatih jadi peserta atlet terbaik dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sabuk kuning. Pada Februari 2019 mendatang, dua anak asuh Rumah Yatim Lampung itu, akan diikutsertakan dalam lomba taekwondo tingkat internasional di pulau Dewata Bali. 

Sebelumnya, keenam anak asuhnya itu telah berhasil meraih juara di Liga Akbar Nasional Taewondo pada September lalu. Hendi menuturkan, pihaknya menerjunkan empat asuh anak nonmukim dan lima anak asuh mukim dalam UKT. Namun pada liga juara dunia hanya bisa diikuti oleh dua anak asuh. 

Dari berbagai ujian, kata dia, diikutsertakan dari berbagai tingkatan sabuk. Ia bersyukur anak asuhnya dipilih menjadi atlit terbaik untuk mengikuti lomba lagi tingkat nasional pada Desember ini. Menurutnya, hasil dari latihan, ia tidak menyangka anak asuhnya mampu mengimbangi dan menyaingi peserta lain. 

1335c595-f1f2-4fad-a354-d94c08c41b3a.jpg

"Kita gak menyangka, mereka mampu mengimbangi. Alhamdulillah hasil dari latihan ini, walaupun otodidak, mereka bisa latihan sendiri," tuturnya.

Mereka adalah Fikra Nur Azhar, Trianto, Ahmad Fadli, Fajar purnama, Hardian, Alfan, Zay, Nurvitahayati dan Helen. Kesembilan anak tersebut dinyatakan peserta atlet terbaik yang akan mengikuti kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh Kore. Dari kejuaraan nasional itu akan dipilih yang terbaik untuk mengikuti kejuaraan liga dunia.

"Sudah ada obrolan dari pelatih untuk undangan juara dunia, insya Allah Februari 2019 mendatang. Kita akan benar-benar latihan. Mereka juga kan harus sekolah dan punya kegiatan asrama, jadi waktunya harus kita bagi," terangnya.

Hal itu, sambung dia, tentunya membawa kebanggan tersendiri, siapa sangka dari keterbatasan yang ada, mereka mampu menunjukkan bakat yang luar biasa. Tidak ada yang tidak mungkin. Usaha dan kerja keras tentunya membuahkan hasil yang manis. Menurutnya, menjadi yatim bukanlah masalah, ia akan terus mendukung anak asuhnya untuk menggapai asa. 

Menjelang kompetisi nasional dan internasional ini, berbagai latihan terus digencarkan, dalam satu minggu ada empat kali latihan. Pihak Rumah Yatim pun tentunya ingin mengikutsertakan ke tingkat internasional, namun Hendi tidak akan memaksakan anak asuhnya ke tingkat selanjutnya. Hingga kejuaraan nasional pun ia bersyukur. Bila anak asuhnya mampu, ia akan terus mendukung. 

"Jika anaknya mampu Bismillah, insya Allah saya mendukung saja. Kita ingin sampe tingkat dunia. Ini menjadi motivasi untuk kawannya, walaupun yatim kami bisa berprestasi," pungkasnya.



#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 27 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 1.562.103

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 21 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 3.872.325

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 13 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 4.175.166

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 7 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 4.672.725

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 30 Oct 2018

Update 114 - Alumni Rumah Yatim Raih Juara Tiga LCCI 2018

e77446f8-9422-4d19-93e3-80e28c3e6f29.jpg

Alumni Rumah Yatim raih juara dalam Lomba Cerdas Cermat Islam (LCCI) 2018 tingkat mahasiswa se-Pulau Jawa. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Fosikagi Festival (Fosifest) 2018, di Universitas Padjadjaran, Sumedang, Sabtu (27/10).

Dia adalah Lafie Urwatul Wustqo, alumni Rumah Yatim yang saat ini terdaftar sebagai mahasiswi Farmasi Unpad. Dirinya beserta dua orang rekannya menjadi perwalikan Unpad dan meraih juara tiga dalam kegiatan perlombaan LCCI 2018 tersebut. Dua di antaranya ialah Siti Nur Hakiki jurusan Keperawatan Unpad dan Fira Puji Nuraini dari Sastra Arab Unpad.

"Sejujurnya kami bertiga ini belum terlalu kenal satu sama lain, kami dipertemukan ketika berada di satu kepanitiaan," paparnya, saat di wawancarai Rumah Yatim, Senin (29/10) 

Lafie menambahkan, sebenarnya dirinya juga pernah mengikuti perlombaan yang serupa di tahun 2016. Namun, belum sempat meraih juara. Kegiatan perlombaan ini, kata dia, sebenarnya bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa. 

Kendati demikian, ia tidak menyangka bisa meraih juara dalam LCCI kali ini. Bahkan, dalam kegiatan perlombaan yang diadakan akhir pekan kemarin tidak ada persiapan khusus. Apalagi, kata dia, dirinya harus membagi waktu untuk persiapan Ujian Tengah Semester (UTS).

"Alhamdulillah senang dan gak nyangka bakal dapet juara 3, karena jujur kami tidak ada persiapan khusus (belajar)," paparnya.

Selain itu, Lafie bersama dua orang rekannya yang lain hanya mengulas dan mempelajari materi perlombaan H-1 sebelum pelaksanaan. Apalagi, materi yang diperlombakan seputar materi keislaman. Menurut Lafie, hal tersebut berbanding terbalik dengan dirinya dan rekannya yang belum pernah mengenyam pendidikan pesantren.

"Semoga ke depannya saya bisa lebih giat lagi belajar, menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta bermanfaat bagi sesama karena khoirunnas anfa'uhum linnas," ungkapnya.

Sejumlah perguruan tinggi yang mengikuti perlombaan LCCI tersebut di antaranya Universitas Padjadajran, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peserta yang mengikuti perlombaan tersebut sebanyak 10 tim yang terdiri dari 30 orang.



#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 30 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 3.428.907

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 23 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 1.532.578

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 16 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 972.698

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 10 Oct 2018

Update 110 - Anak Asuh Rumah Yatim Juara 3 Lomba MTQ

e64e3b2f-fce0-44d1-abab-ae04ed1f208c.jpg

Bangga dan sangat gembira, hal itulah yang dirasakan Novianti, salah satu anak asuh Rumah Yatim Asrama Banjarbaru. Dirinya tidak menyangka bisa meraih juara 3 dalam perlombaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Tingkat SMA/SMK Kota Banjarbaru tahun 2018.

Novianti merupakan siswa perwakilan dari SMK Garuda Mahadhika. Saat ini dirinya sedang duduk di bangku kelas X (sepuluh). Di sela-sela waktu luangnya, ia menceritakan perjalanan dan perjuangannya, hingga bisa meraih juara ketiga dalam perlombaan MTQ tersebut.

Menurutnya, tidak ada target khusus dalam perlombaan yang digelar pada akhir pekan tersebut. Hal ini dikarenakan, ia baru saja masuk sebagai siswa di SMK Garuda Mahadhika. Apalagi, sebelumnya ia pernah gagal mendapat juara saat ikut perlombaan yang sama di tingkat sekolah menengah pertama.

"Sebelumnya pas SMP pernah ikut lomba MTQ namun tidak mendapatkan juara," ungkapnya, kepada jurnalis Rumah Yatim, Rabu (10/10).

Ia juga menambahkan, sebelumnya ia mencoba berlatih dan belajar lebih tekun lagi. Agar, kejadian yang sebelumnya gagal tidak terulang kembali. Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, latihan demi latihan terus dijalaninya. Salah satunya ialah meminta bimbingan kepada ibu asrama, rekan sekolah, serta guru.

"Awal mulanya gak banyak waktu latihan, tapi nyempet-nyempetin buat latihan, ngedengerin juga suara yang enak dari video untuk qiroahnya," tutur Novianti, anak asuh yang saat ini mengambil jurusan TKJ.

Anak yang bercita-cita menjadi perawat ini juga menungkapkan, sempat ada perasaan gugup saat mengikuti perlombaan. Hal itu dikarenakan, banyaknya peserta lomba yang berlatar belakang lebih baik. Ditambah lagi, sebagian besar peserta memiliki suara yang bagus dalam membaca Alquran.

"Perasaannya gugup dan banyak pesertanya, serta pesertanya bagus-bagus suaranya," ujarnya.

Setelah perlombaan ini, kata dia, tidak ada target khusus yang dicapai. Namun, ia berharap bisa mengikuti perlombaan yang serupa di tingkat yang lebih tinggi lagi. Agar, kemampuan dan ilmu yang didapatkannya bisa terus bertambah. Bahkan, remaja yang satu ini juga berharap bisa terus memperdalam bacaan Alqurannya. "Kalau ada perlombaan lagi ingin ikut kembali," tuntasnya.

#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

Rumah Yatim 9 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 2.059.962

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 2 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 16.023.650

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 25 Sep 2018

Pencairan Dana Rp 5.439.146

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 19 Sep 2018

Update 106 - Gilang Juara Tiga Lomba Kaligrafi se-Jabar

b60b14d2-c3df-492c-8c08-8076e027567b.jpg


Gilang Syahdan Saputra, salah satu siswa SMP IT Bina Insan Unggul (BIU) kembali menorehkan prestasinya. Setelah beberapa bulan lalu ia menjadi Juara 3 Lomba Kaligrafi se-Kota Bandung, Minggu (16/9) kemarin, Gilang kembali menjadi Juara 3 Lomba Kaligrafi tingkat Jawa Barat.

Dikatakan Endang Giriyanti selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Sabtu (15/9) lalu, Gilang mengikuti Lomba Kaligrafi tingkat SMP se-Jabar yang digelar SMA Al Aziz Islamic Boarding School, Jl. Kampung Gandrung, 005/010, Kol. Masturi, Cisarua, Jambu Dipa, Jambudipa, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Karena keberhasilannya tersebut, Gilang mendapat reward berupa piala, sertifikat dan uang pembinaan dari pihak penyelenggara lomba.

"Alhamdulillah Gilang kembali membawa harum nama sekolah dengan prestasinya, semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi untuk siswa lainnya," ungkap Endang, Senin (17/9).



#YatimBerprestasi #BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

Rumah Yatim 18 Sep 2018

Pencairan Dana Rp 6.271.995

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 13 Sep 2018

Update 104 - Penyemangat Yatim & Dhuafa Berprestasi

ac06aa07-7db7-487e-9336-87fbf80f8b39.jpg


Puluhan anak yatim dan dhuafa mengunjungi kantor kas Rumah Yatim Antapani di Jalan Terusan Jakarta No. 241, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (12/9) petang. Kedatangan anak-anak tersebut dalam rangka menerima beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim Area Jawa Barat.

Menurut pemaparan Staf Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Irwan Alfaruq, kegiatan pemberian santunan merupakan rutinitas program yang dijalankan. Setiap bulannya, anak-anak yang sudah masuk kriteria penerima beasiswa tersebut menerima bantuan secara materi.

"Alhamdulillah Rumah Yatim telah kembali mengadakan rutinan bantuan beasiswa dhuafa," ujar Irwan.

ed0067cf-2845-4b89-b654-1b532520d642.jpg

Sebanyak 40 anak yatim dan dhuafa yang berada di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Antapani menerima beasiswa tersebut. Mereka juga merupakan anak-anak binaan serta siswa dari salah satu mitra Rumah Yatim. Seluruh penerima beragam usia. Dari mulai tingkatan PAUD hingga siswa sekolah menengah atas.

Irwan menambahkan, apa yang diberikan Rumah Yatim petang kemarin bisa menjadi sebuah penyemangat. Selain itu, santunan tersebut diharapkan bisa membantu meringankan beban wali anak dalam pemenuhan biaya pendidikan. Di sisi lain, diharapkan bisa menjadi motivasi untuk anak agar semangat dalam belajar.

"Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa lebih banyak membantu anak dhuafa lainnya," tutur Irwan.

#YatimBerprestasi #BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

Rumah Yatim 12 Sep 2018

Pencairan Dana Rp 12.419.412

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 5 Sep 2018

Update 102 - Doa Jadi Kekuatan Sandi Gapai Impian

d161dde5-b7f9-4606-90bc-f5ffc4437a01.jpg


Ahmad Sandi merupakan salah satu anak asuh Rumah Yatim. Dia menjadi anak asuh semenjak kelas 3 SD dan tinggal di Asrama Buah Batu di bawah pengasuhan Kepala Asrama Rumah Yatim. Meski masih kecil, tapi Sandi -sapaanya tidak terlihat murung dan bersedih. Saat datang, dia hanya tampak pendiam, tapi setelahnya dia mampu menyesuaikan diri dengan teman-temannya dan juga kakak-kakaknya di asrama yang sudah lebih dulu tinggal. 

Sandi berasal dari keluarga sederhana. Di bawah pengasuhan ibunya Ai Wiwin seorang ibu rumah tangga membuat ibunya tak bisa membiayai pendidikan anaknya. Sedang dia tahu anaknya memiliki cita-cita yang tinggi. Karena itu  dia pun terpaksa menitipkan putra sulungnya ke Rumah Yatim. Tapi pengorbanan ibunya tak sia-sia, kini putranya sudah mampu dia banggakan, Sandi sudah kuliah bahkan sudah bisa bekerja.  

Tak hanya itu, ia pun termasuk salah satu anak yang cukup berprestasi. Sejak SD hingga SMK, nilai akademisnya selalu memuaskan, selalu mendapatkan peringkat tiga besar di setiap semesternya. Bahkan kini sudah kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) semester 5, dan dia selalu memiliki nilai IPK  yang bagus. 

Meski memiliki prestasi yang bagus tapi Sandi selalu rendah hati. Karena prestasi baginya adalah mahkota atau legalitas sebuah kemuliaan, dan yang jauh lebih penting dari prestasi adalah pembelajaran kehidupan itu sendiri, di mana dia bisa menghargai proses dan perjalanan. 

“Prestasi akan sia-sia jika tidak mendapatkan feel dari perjalanan itu,” ungkapnya. 

Menurutnya, ada dua hal yang membuatnya dia bersyukur dan bahagia. Pertama adalah saat dia menjadi perwakilan anak asuh untuk mengikuti ibadah umroh ke Mekah, saat itu dirinya mendapatkan pengalaman luar biasa berharga dan membanggakan. Kedua  dia bisa berkuliah sesuai dengan cita-citanya. 

Untuk menggapai impiannya berkuliah, ia berusaha belajar dengan mengikuti bimbingan belajar dan belajar di asrama. Selain usaha, doa adalah hal yang paling penting bagi si penyuka warna merah ini. Prinsip keberhasilannya adalah satu persen usaha dan 99 persen doa, karena itu kunci hidupnya adalah tawakal. Dia tidak pernah putus asa dalam berdoa, maupun berusaha hingga akhirnya semua cita-citanya dapat terwujud dengan manis. Lolos di jurusan kesukaannya yakni jurusan pendidikan olah raga yang membuatnya memiliki cita-cita baru di masa depan yakni menjadi guru olah raga.

Tapi tak menunggu lama, kini cita-citanya pun dapat dia nikmati. Selain ditugaskan untuk menjadi pembimbing anak asuh di asrama pendidikan Rumah Yatim, ia pun kini menjadi guru olah raga di SD El Fitra. Cukup sibuk dengan tiga kegiatan di waktu yang sama, membuat dia pintar mengatur waktu dan tak melupakan hobinya yakni joging. Bahkan dia merasa menikmati semua perjalanan yang dia tempuh tersebut.  

“Alhamdulillah kehidupan akademik saya berjalan sebagaimana mestinya, dengan artian saya merasa tidak terhambat dengan penugasan yang diberikan Rumah Yatim untuk mengajar dan membina adik-adik saya di asrama,” tuturnya.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 3 Sep 2018

Update 101 - Dukung Anak Yatim dan Dhuafa Berprestasi



7d435f99-9bb3-4d68-b32b-193d2ac29de8.jpg

Rumah Yatim Regional Jabodetabek berbagi meringankan kondisi ekonomi dan mendukung kelangsungan pendidikan anak prasejahtera. Pelaksanaan berbagi kebahagiaan tersebut dilaksanakan di Kantor RW 02 Pondok Kelapa, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut terlaksana lewat program beasiswa dhuafa.

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa menerima beasiswa Rumah Yatim. Seluruh penerima merupakan anak-anak yang tinggal di daerah tersebut. Kondisi ekonomi yang kurang menjadi alasan Rumah Yatim menyalurkan beasiswa tersebut.

"Latar belakang penerima manfaat adalah anak yatim dhuafa yang ada di lingkungan RW 02," ungkap Dasep, salah seorang relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Senin (3/9).

Beasiswa ini juga diberikan kepada anak-anak prasejahtera yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Pemberian beasiswa, kata Dasep, untuk memberikan semangat dalam belajar anak. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban ekonomi wali anak.

"Mempunyai semangat dalam belajar untuk mencapai cita-cita mereka," jelasnya.

Beasiswa dhuafa juga rutin disalurkan Rumah Yatim di sejumlah daerah yang rawan ekonomi. Dukungan dan dorongan bagi anak-anak prasejahtera ini terus digencarkan Rumah Yatim. Agar, mencetak generasi yang cerdas dan termotivasi untuk tetap menempuh pendidikan dengan semangat.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 15 Aug 2018

Update 100 - Rumah Yatim Tempat Ku Menimba Ilmu


533a701ea6df2394ea7c336ffa778ca1922b5785

Rumah Yatim Arrohman Indonesia menjadi tempatnya bernaung, sejak kelas 5 SD. Anak hitam manis ini sudah menjadi icon untuk Rumah Yatim. Wajahnya menjadi salah satu wajah Rumah Yatim yang tersebar di pamplet, sepanduk bahkan iklan televisi sekitar tahun 2011.

Kini, Buldansyah sudah besar, dan sudah duduk di tingkat akhir Madrasah Aliyah. Baginya, Rumah Yatim tak lagi menjadi tempat bernaung dan berlindung, tapi Rumah Yatim menjadi tempat dia menempa ilmu, mengasah semua kemampuannya, dan tempat dia mendedikasikan potensi yang ada dalam dirinya. “Di Rumah Yatim saya belajar banyak hal,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, di Rumah Yatim dirinya bisa menghafal Alquran hingga 9 juz, menghafal hadits, menghafal doa-doa, dan belajar kepercayaan diri dan muhadoroh (ceramah). Pelajaran yang padat itu tak latas membuatnya malas. Tapi dia semakin terpacu bahkan dia mengaku bersyukur karena bisa berada di Rumah Yatim.

f3edfd63b7d7b86d3bc259d0f1869ac103fc3459

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali karena di asrama saya bisa melakukan semua kegiatan yang ada,” ungkapnya.

Rasa syukur yang dia rasakan merupakan hasil dari semua proses yang dia jalani. Menurutnya, sebelum bisa menghafal semua itu, dirinya kesulitan menghafal Alquran, hadits dan lainnya. Tapi atas dukungan dari Kepala Asrama Rumah Yatim dan juga metode-metode belajar yang memudahkan dirinya membuat dia semakin menguasai bahkan mencintai Alquran.

“Awalnya sangat susah sekali, tapi Rumah Yatim mengajarkan metode yang bagus agar kami semakin bisa,” imbuhnya.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, ia pun menjadi tangan kanan kepala asrama. Da menjadi salah satu anak asuh yang paling dipercaya untuk membantu anak-anak lainnya belajar. Tapi ternyata tak hanya di asrama, remaja kelahiran Cianjur ini juga menjadi kebanggaan sekolahnya. Bahkan pihak sekolah sangat menyayangkan muridnya yang bisa diandalkan itu tidak bisa terlalu aktif di sekolah karena banyaknya kegiatan di asrama.

“Sangat menyayangkan sekali, Buldan tidak bisa mencurahkan waktunya di sekolah, tapi kami bisa memahami karena ada adik-adiknya yang lain juga membutuhkan bantuannya,” tutur Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Miftahul Umam, Wahyu Imam Hendarso yang terus mengulang kata tersebut setiap kali di wawancara Nurul tim Markom Rumah Yatim.

77af3d2ebee73618ef99abf9d1cdca51978c83bc

Menurutnya, anak yang memiliki banyak prestasi di bidang ceramah dan hafidz ini adalah anak yang memberikan banyak sekali pencerahan, terutama muhadoroh atau berpidato dalam bahasa Arab. Sehingga menimbulkan semangat dan motivasi untuk teman-teman dan adik-adik kelasnya di sekolah. Baginya prestasi tertinggi yang dimiliki Buldan bukanlah sederet piala dan sertifikat yang ia miliki. Tapi ia bisa memotivasi anak-anak untuk jauh lebih berkembang.

“Anak zaman now butuh figur teladan dan Buldan bisa dijadikan figur teladan itu. Karena prestasi terbesar yang dia miliki adalah dia bisa memotivasi anak-anak untuk jauh lebih berkembang dan itu yang paling penting,” ungkapnya.

Prestasi anak yang bercita-cita jadi guru bahasa Arab dan sastrawan ini memang banyak. Sejak duduk di bangku SMP, dia sudah mengantongi berbagai penghargaan perlombaan dari peringkat tiga hingga peringkat pertama di bidang pidato, tahfidz bahkan seni. Di sekolah pun rangkingnya tak pernah turun, selalu berada di peringkat pertama. Meski begitu, Buldan sosok yang baik dan rendah hati. Karena itu, Wahyu berpesan kepada Buldan, “Mudah-mudahan Buldan tetap rendah hati, tidak sombong dan semakin meningkatkan kemampuannya, baik itu di pidato maupun untuk potensi lainnya," papar Wahyu.


www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 14 Aug 2018

Update 99 - Tukang Gorengan Jadi Hafidz Qur'an

1962349b066512f05318d2072dd1e4e6ab8c4fd2

Masih tergambar dalam benak Muhammad Gilang Herdiansyah, saat itu dia masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia mulai menginjakan kaki di Rumah Yatim Cinere. Berat terasa, hingga air mata tak berhenti menetes dari matanya yang kala itu masih berusia sekitar 10 tahun.

“Saya menangis terus pada waktu pertama kali datang,” ungkap bocah yang kesehariannya menjadi pedagang gorengan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan membantu orangtuanya itu.

Pikir dia, Rumah Yatim adalah tempat bermain. Bocah yang hidup bersama neneknya ini tak pernah menyangka bahwa langkahnya itu adalah keputusan besar untuk membuatnya jauh dari nenek tercintanya. Dia pun tak pernah membayangkan langkah besarnya itu akan membawa dia kepada perubahan besar dalam hidupnya.

“Setelah saya berada disini, saya tahu bahwa Rumah Yatim tempat membuat orang sukses,” katanya.

Dia menceritakan ihwal dirinya sebelum ke Rumah Yatim. Sejak kecil dia dibesarkan oleh neneknya yang bekerja sebagai pedagang gorengan keliling. Seringkali dia tidak mendapatkan uang jajan seperti umumnya anak-anak seumurannya. Dia berbeda dengan anak kebanyakan, di kala teman-temannya bermain dan dimanja oleh kedua orangtuanya, dia harus banting tulang membantu perekonomian keluarga.

Sebelum berangkat sekolah atau sepulang sekolah, dia membantu neneknya berjualan. Dia harus berkeliling kampung untuk menjajakan gorengan. Dari hasil uang itu, biasanya dia pakai untuk membeli perlengkapan sekolah. Tak lupa sisanya dia berikan untuk neneknya. “Sisanya saya kasih ke nenek untuk membeli nasi dan temennya,” tuturnya.

Tapi kini dia tak harus melakukan itu lagi, karena sudah haknya anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk itu Rumah Yatim hadir membantu agar Gilang mendapatkan pendidikan yang layak.

Gilang mengakui, meski sebelum ke Rumah Yatim dirinya bersekolah. Tapi saat itu anak kelahiran Garut 24 Agustus 2004 tidak mendapatkan pendidikan yang cukup layak, diakibatkan rutinitas mencari nafkahnya menghabiskan waktu belajar dan bermainnya. “Saat saya ke Rumah Yatim, pertama kalinya saya belum bisa membaca, menulis, bahkan untuk membaca Alquran pun masih belum bisa sama sekali,” tuturnya.

Perlahan tapi pasti, pihak Rumah Yatim yakni kepala asrama dan juga anak-anak asuh yang sudah lebih dulu tinggal, mengajarkan semua pelajaran yang harus Gilang dapatkan. Ia pun mengaku dirinya cukup kesulitan, tapi dia memiliki tekad kuat hingga akhirnya dia bisa mengejar dan menguasai semuanya. “Saya diajari menulis, membaca dan belajar Alquran oleh kakak-kakak saya di asrama,” ungkapnya.

Perlahan, Gilang pun berubah lebih baik. Karena semua hal yang dijalaninya, dia semakin berkembang dalam segala hal. Bahkan dia sudah hafal hampir tiga juz Alquran, hafal banyak hadits dan juga doa-doa melebihi ekspektasinya. “Sejak di Rumah Yatim saya mengalami banyak perkembangan," tuturnya.

Tapi dari semua proses itu, ada satu hal yang dia dapatkan dari Rumah Yatim yang jauh lebih berharga dari apapun, yaitu kasih sayang keluarga. Dia yang sejak kecil dibesarkan oleh seorang nenek, tak begitu ingat kasih sayang kedua orangtuanya. Bersyukur dia memiliki bapak dan ibu asrama yang sudah memberikannya kasih sayang dan mengajarkan betapa indahnya berada di tengah-tengah keluarga.

“Saat orang lain bisa mudik lebaran ke rumah keluarganya, saya tidak bisa, karena tak ada yang menjemput saya, saya pun menghabiskan waktu lebaran di rumah umi dan abi asrama, merasakan indahnya lebaran bersama mereka. Karena itu, Rumah Yatim adalah keluarga saya, disini banyak saudara-saudara saya yang menyayangi saya,” tutup Gilang.


www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 6 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 73.270.441

Ke rekening Mandiri *** *** *** 6090 a/n YAYASAN RUMAH YATIM

Rencana penggunaan dana: disalurkan

Rumah Yatim 18 Jul 2018

Update 97 - Rumah Yatim Salurkan Beasiswa Yatim & Dhuafa

0a7d8848ac5d530e93d0b0aa9cd5fbaff9dc59e3

Bahagia dan keceriaan terpancar dari wajah polos puluhan yatim dan dhuafa saat menerima bantuan beasiswa di Asrama Bintaro, Jalan Cut Meutia, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (16/7). Bantuan beasiswa diberikan untuk membantu para yatim dan dhuafa dalam memenuhi kebutuhan biaya sekolahnya.

Kepala Asrama Bintaro, Dedi Jimah menyebutkan, sebanyak 35 yatim dan dhuafa menerima bantuan beasiswa ini. Adapun penerima manfaat ini yang sudah terdaftar di Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Yatim dan sudah memenuhi kriteria kelayakan. Karena menyalurkan bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang sudah mendonasikan sebagian rezekinya.

“Beasiswa disalurkan untuk yatim dan dhuafa yang sebelumnya sudah di bina Rumah Yatim Cabang Bintaro,” paparnya.

Selain itu, bantuan yang rutin diberikan setiap bulannya ini, sambung dia, sedikitnya meringankan beban biaya sekolah para orang tua mereka yang kurang mampu, agar lebih semangat dalam menjalani sekolahnya. Kemudian pemberian beasiswa sedikitnya bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak mukim yang tinggal di asrama.

Dedi menambahkan, setelah diberikannya beasiswa ini, anak-anak dapat lebih giat lagi dalam menata masa depan. Sehingga dengan adanya santunan setiap bulan ini, anak-anak maupun orangtuanya bisa merasakan manfaat yang diberikan Rumah Yatim.

“Mudah-mudahan mereka bisa semangat dan ceria lagi dalam meraih cita-cita,” pungkasnya.

Rumah Yatim 14 Jul 2018

Update 96 - Bimbel Gratis Utk Dukung Kecerdasan Anak Asuh

36393a486a89a3ea93b3b339ab271b3b0d94d15c


Aktivitas bimbingan belajar (Bimbel) kembali dijalani oleh sejumlah anak di layanan Bimbel gratis Rumah Yatim Kantor Kas Pondok Kelapa, Jalan Pondok Kelapa Raya No. 20, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Kota Jakarta, Kamis (12/7). Kegiatan ini untuk menunjang kemampuan anak di bidang pelajaran formal.

Menurut pemaparan Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, anak yang mengikuti Bimbel merupakan masyarakat sekitaran kantor kas. Bimbel sendiri ditujukan bagi yatim dan dhuafa. Kegiatan itu merupakan salah satu program Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan anak bangsa.

"Anak merupakan aset negara. Mereka yang akan melanjutkan estapeta negara ini," paparnya.

b41afec883277f0b368619cb1339c6ab4609937f

Selain itu, tujuan Bimbel ini juga untuk membentuk generasi yang lebih cerdas. Agar, setiap anak yang kurang beruntung bisa mendapatkan porsi yang sama dalam pelajaran tambahan. Apalagi, kata Muslihudin, kegiatan ini untuk mengurangi waktu kurang bermanfaat bagi anak.

"Dengan adanya Bimbel dapat mengurangi waktu bermain yang tidak karuan, terlebih kalau sudah mengenal gadget," ungkapnya.

Di samping itu, kegiatan ini juga digunakan untuk jalinan siaturahmi dan interaksi positif antar anak. Ditambah lagi, bisa menjadi tempat bermain yang efektif dan bermanfaat. Bimbel Rumah Yatim didukung oleh pengajar yang profesional dalam bidang mata pelajaran masing-masing. Anak-anak yang Bimbel merupakan siswa sekolah dasar hingga menengah atas. "Maka hal ini dapat memupuk minat baca dan belajar mereka, berinteraksi dan lainnya," pungkasnya.

Rumah Yatim 13 Jul 2018

Update 95 - Bantu Penuhi Kebutuhan Pendidikan Yatim&Duafa;

12-Juli-2018, RY Area Jabodetabek

589685e09688cf3186fcc5625549bad0b801341f

Yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Beringin terima bantuan beasiswa Rumah Yatim. Bantuan tersebut diberikan di Kantor Kas Rumah Yatim, Jalan Beringin Raya No. 94, Karawaci Baru, Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (12/7). Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pendidikan anak yang kurang mampu.

Menurut penuturan Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, di Beringin ia menyalurkan kurang lebih kepada 94 anak. Di hari yang sama juga, dirinya menyalurkan bantuan beasiswa dhuafa kepada 12 anak di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Harkit. Penyaluran ini merupakan kali keenam di wilayah Beringin.

"Dari Januari ini penyaluran yang keenam. Jadi bulan kemarin kepotong lebaran," paparnya.

3f0e31aea35c61517988330d8310516db80bee9a

Penerima manfaat juga merupakan anak yatim dan dhuafa yang duduk di bangku Taman Kanak-kanan (TK) hingga sekolah menengah pertama. Seluruh penerima, merupakan anak binaan Rumah Yatim di area kantor asrama tersebut. Selain itu, kata Muslihudin, bantuan ini juga agar memberikan motivasi kepada yatim dan dhuafa. "Supaya lebih semangat lagi belajarnya," ujar Muslihudin.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak. Karena, bantuan tersebut mendukung anak agar bisa terpenuhi secara kebutuhan pendidikan. Di samping itu, bantuan ini juga untuk meringankan beban wali para penerima manfaat. Pembagian beasiswa akan berlanjut malam ini di lokasi yang berbeda. "Dan juga kita ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa," tuturnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 10 Jul 2018

Update 94 - Peran RY Amat Membantu Saya Masuk Kedokteran

82c972c0c4e03d42aaf964c95bb7ba626f8e4f32

Tiada keberhasilan tanpa sebuah kesungguhan, seperti halnya yang dilakukan salah seorang anak asuh Asrama Pendidikan Arya Graha Rumah Yatim, lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Dia adalah Euis Yuli Riyanti berhasil diterima di Universitas Malikussaleh jurusan Pendidikan Kedokteran.

Seperti yang diungkapkan remaja kelahiran Ciamis 24 Juni 2000 ini bahwa dirinya merasa bahagia dan bangga atas kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil yang manis. Namun, menurutnya, ini baru awal dari perjalanan sesungguhnya.

“Alhamdulillah dengan bermodal yakin bahwa saya bisa lulus SBMPTN 2018 serta berdoa, terima kasih khususnya kepada orangtua yang telah mendoakan agar saya lulus, ” ungkapnya, Senin (9/7).



Kepada jurnalis Rumah Yatim, ia membagikan kisahnya. Kerja keras yang dilakukan selama ini ialah mulai dari belajar bersama hingga tengah malam dan menggunakan waktu luangnya sebaik mungkin. Ia belajar maksimal untuk mencapai target tersebut.

Impiannya menjadi seorang dokter sejak kecil dilatar belakangi oleh keinginannya untuk menolong sesama. Yakni dengan menyembuhkan orang-orang sakit yang perlu mendapat pengobatan maksimal. Selain itu, ia juga ingin menjadi dokter yang berguna bagi agamanya.

“Ketika ibu saya tahu bahwa saya lulus di kedokteran, ibu sangat terharu dan menangis bahagia,” tutur perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di SMA El Fitra itu.



Menurutnya, peran Rumah Yatim dalam kelulusannya ini sangat membantunya untuk bisa masuk di jurusan kedokteran. Sehingga kesempatan ini tidak akan ia disia-siakan.

“Rumah Yatim itu seperti proton yang selalu bermuatan positif. Sehingga saya malu jika berleha-leha. Saya berharap bisa berguna bagi masyarakat dan agama,” pungkas perempuan yang sangat menyukai pelajaran Kimia ini.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 7 Jul 2018

Update 93 - Anak Asuh RY Lolos SBMPTN Jurusan Kedokter

30b2b9ea3590369cccec2df8b8ffa58fc644fe9b

Dua kali gagal dalam seleksi masuk perguruan tinggi, tak menjadikannya patah semangat. Impiannya menjadi seorang dokter sejak kecil akan terpenuhi di tahun ketiganya ini. Rika Hadiyanti merupakan anak asuh Asrama Rumah Yatim Cemara Bandung, lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 dengan jurusan Pendidikan Kedokteran di Unsyiah Aceh.

Remaja kelahiran Bandung 27 Januari 1998 ini mengaku bahagia dan terharu, karena tahun ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk bisa ikut serta dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang bersaing dengan ratusan ribu orang di seluruh wilayah Indonesia. Terlebih jurusan kedokteran merupakan yang paling banyak diminati.

“Ini merupakan tahun ketiga saya yang merupakan kesempatan terakhir untuk bisa ikut seleksi kedokteran, dan Alhamdulillah tahun ini dikasih kesempatan lagi dan sangat bersyukur sekali,” ungkapnya penuh haru.

Kemudian target selanjutnya yang ingin dicapai, sambung dia, ingin menjadi lulusan terbaik setelah lulus dari kedokteran. Bahkan, diakuinya perjuangan yang sempat gagal dalam seleksi dijadikannya acuan untuk tetap bangkit kembali dari kegagalan.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan tidak lepas dari peran Rumah Yatim yang sudah menjembataninya untuk bisa mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter. Karena diketahui Rumah Yatim ingin mencetak 10 dokter.

“Alhamdulillah Rumah Yatim bisa jadi jembatan saya untuk masuk ke kedokteran, ini juga tidak lepas dari peran donatur yang sudah memberi kepercayaan kepada Rumah Yatim,” pungkasnya.

- Berkat dukungaan dan kontribusi dari para donatur, semoga smakin banyak anak yatim yang dapat memiliki pendidikan tinggi agar dapat meraih cita-citanya demi kemajuan bangsa dan agama nya -


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 6 Jul 2018

Update 92 - ​20 Anak Asuh RY Lolos Seleksi SBMPTN 2018

05-Juni-2018, SBMPTN 2018

56085d5b1b610f6d6611747268ece8aac952cdff

Keberhasilan anak asuh masuk ke Perguruan Tinggi Negeri , tentunya tidak lepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak. Sebanyak 20 anak asuh Rumah Yatim berhasil lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang diumumkan Selasa (3/7).

Hal ini tentu tidak lepas dari semangat yang tinggi para anak asuh dalam belajar untuk mencapai impiannya. Dari 20 anak asuh tersebut, tiga di antaranya lolos dalam jurusan Pendidikan Kedokteran di Universitas Udayana, Unimal dan Unsyiah, 17 lainnya lolosll dalam PTN UPI PGSD dan PD-Paud, ITS dan beberapa Perguruan Tinggi lainnya.

Kendati demikian, Ina selaku Direktur Pendidikan Nonformal mengungkapkan segenap civitas akademika turut bahagia dan bangga terhadap anak asuh yang sudah berhasil lolos dalam seleksi yang diikuti oleh ratusan ribu orang di seluruh Indonesia.

“Hal ini tentunya sebanding dengan usaha mereka, selama ini kami membimbing mereka agar terus semangat untuk bisa seperti ini. Itu yang saya kagumi terhadap semangat mereka,” ungkapnya saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim, Kamis (5/7).

Seperti yang diakuinya, ini merupakan target saat tahun 2014, namun baru terealisasi di tahun 2018. Sehingga dalam hal ini, peran Rumah Yatim sebagai fasilitator sepenuhnya mulai dari biaya pendidikan, hingga supporting system serta motivator untuk mendukung potensi yang dimiliki anak asuh.

“Jadi mereka (anak asuh) lebih pada persiapan belajar saja, untuk segala sistem pendaftaran itu dari tim manajemen bagian khusus bimbel yang mengurusnya,” jelasnya.

Ia berharap, target di tahun selanjutnya akan lebih memaksimalkan lagi usaha untuk mencapai target yang lebih tinggi dari sebelumnya. Serta bisa menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas dan bisa menjadi lulusan terbaik di kampusnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 5 Jul 2018

Update 91 - 2 Anak Asuh Yogyakarta Lolos Seleksi SBMPTN

04-Juli-2017, Asrama RY Yogyakarta

4066c194952e0bfde014c25072b8d4b0f9e28085

Haru dan bahagia terpancar tatkala dua anak asuh Rumah Yatim Yogyakarta lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang diumumkan pada Selasa (3/7). Dua orang tersebut adalah Yulianti jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Cibiru dan Diah Paramitha jurusan Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD) UPI Tasikmalaya.

Lolosnya anak asuh tersebut tentunya disambut antusias dan bahagia oleh para pengurus asrama. Terlebih pada proses seleksi tersebut, mereka harus bersaing dengan ratusan ribu orang dari seluruh Indonesia. Kendati demikian, Yeni selaku Kepala Asrama Yogyakarta mengaku senang dan bangga anak asuhnya bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

“Syukur Alhamdulillah, kami dari pihak pengurus asrama merasa senang dan bangga,” imbuhnya saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim, Rabu (4/7).

Diketahuinya, dua anak asuh ini memang memiliki latar belakang akademik yang bagus. Bahkan, dalam hafalan Quran sendiri, mereka sudah hafal 8 juz Alquran. Sehingga dua anak asuh ini sering disebut penghafal Alquran di sekolahnya.

Segala keterbatasan yang dimiliki kedua anak ini tak menjadikannya patah semangat. Bahkan menurut Yeni, hingga saat ini mereka berdua tidak mengetahui dengan jelas siapa orangtuanya.

“Sebenarnya kondisi mereka sangat kurang baik, karena mereka sampai sekarang tidak tahu orangtua mereka dengan jelas,” terangnya.

Saat diwawancarai alasan memilih jurusan tersebut, Yulianti dan Diah mengaku ingin mengabdi dan mengembangkan pendidikan untuk Rumah Yatim. Karena menurutnya peran Rumah Yatim sudah sangat membantu dalam mengembangkan potensi dan kepribadian mereka saat ini.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 4 Jul 2018

Update 90 - Beasiswa Yatim Diberikan untuk Nonmukim Tegal

49db3d36efa09efa4a57e9bba34422ae3df3bcbb

Rumah Yatim Tegal menyalurkan beasiswa yatim rutin untuk anak asuh nonmukim yang ada di daerah Kejambon dan Banjar Anyar. Santunan tersebut diberikan oleh staf pendidikan dan kesehatan serta staf usaha Rumah Yatim Tegal di tempat yang berbeda.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, biasanya mereka dikumpulkan di asrama. Namun, karena jarak antara rumah mereka dan asrama cukup jauh jadi yang dekat saja yang dikumpulkan yakni anak asuh nonmukim asal Kejambon yang dikumpulkan di asrama dan dikoordinir langsung oleh staf pendidikan dan kesehatan, serta yang lainnya beasiswanya diberikan langsung oleh staf usaha ke rumah-rumah di Banjar Anyar.

1c64d7d6cc412b754f44e4d9722151aa1c2ebabc

Jajang mengakui, dirinya tidak menghadiri langsung. Meski begitu, ia bersyukur karena amanah sudah sampai kepada yang berhak yaitu anak asuh nonmukim yang setiap bulannya rutin mendapatkan santunan tersebut. Untuk ke depannya, ia berharap santunan ini dapat bergilir ke daerah-daerah lainnya, karena masih banyak anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dari masyarakat.

fc38e8942ec6d9ecf74dce73c7bd2268f80591a8

Selain ingin bergilir memberikan santunan nonmukim, juga agar lebih luas lagi penyalurannya. Ia berencana ingin membuat wadah bimbingan belajar untuk anak yatim. Agar mereka dapat lebih terperhatikan bukan dari segi biaya pendidikan saja, tapi pendidikan wawasan, pengetahuan dan terutama akhlaknya.

“Rencananya pada tahun ini ingin membuat bimbel untuk mereka,” ungkapnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 4 Jun 2018

Update 89 - ​Siswanto & Adiknya Dapat Beasiswa Dhuafa RY

30df3d2847b44412105ca8a3c27ab49fa52f9aa7

Rumah Yatim Surabaya memberikan santunan beasiswa dhuafa untuk 20 anak asuh nonmukim yang berada di wilayah Manukan Kasman dan sekitarnya. Santunan ini merupakan santunan rutin sejak 2009 atas bantuan salah satu koordinator nonmukim, Roun.

Salah satu anak asuh yang mendapat beasiswa tersebut adalah Siswantono (16). Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim, sejak 2010 Siswantono sudah menjadi anak asuh nonmukim. Kondisi Siswanto -sapaan akrabnya, memang layak untuk mendapatkan santunan dhuafa ini.

Selain dia anak yatim, ibunya yang sakit juga menjadi salah satu dasar Rumah Yatim menjadikannya anak asuh. Untuk saat ini, Siswanto diasuh oleh neneknya. Biasanya keluarga ini juga dibantu oleh Roun sebagai Ketua RW.

Siswanto merupakan anak yang rajin dan giat. Setiap hari, dia membantu perekonomian keluarga dengan menjual barang dagangan tetangganya. Dengan ini, dia pun mendapatkan upah dan biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan uang jajannya.

Ia memiliki seorang adik yang masih duduk di bangku SD, bernama Muhammad Syahrul yang lahir pada 20 Oktober 2008. Karena rasa sayang Roun terhadap keluarga Siswanto ini, Roun pun mengajukan putra kedua dari Suryanti ini untuk jadi anak asuh nonmukim. Sejak tahun 2017, Syahrul pun menjadi anak asuh nonmukim dengan fasilitas yang sama seperti yang diberikan kepada Siswanto.

Roun mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim karena sejak tahun 2009 sudah membantu masyarakatnya, khususnya anak-anak yang serupa dengan Siswanto.

“Terima kasih banyak, kami sangat terbantu, terutama anak-anak yatim yang ada di daerah Manukan Kasman ini,” paparnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 21 May 2018

Update 88 - ​Anak Yatim di Sekitaran Kantor Kas Dibantu

cbc161f3de7b70d2f0b5210c3b338c6e38dac16d

Rumah Yatim Regional Jabodetabek rutin memberikan bantuan beasiswa dhuafa bagi anak-anak yang tinggal di sekitaran Kantor Kas Bubulak, Jalan Raya K.H. Rd. Abdullah Bin Nuh No. 89, Curung Mekar, Bogor. Penyaluran kembali dilakukan Rumah Yatim Jabodetabek di Bubulak, Jumat (18/5). Pemberian beasiswa ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pendidikan dan harian anak.

Menurut pemaparan Kasie Pandayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, pada kesempatan kali ini sebanyak 10 anak yatim dan dhuafa menerima beasiswa. Seluruh penerima merupakan anak asuh nonmukim yang tinggal di sekitaran Kantor Kas Bubulak.

Bantuan basiswa tersebut diberikan untuk meringankan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa. Selain itu, diharapkan beasiswa tersebut bisa memotivasi anak yatim dan dhuafa untuk tetap bersemangat dalam mengampu pendidikan mereka. Di wilayah Bubulak sendiri pembagian beasiswa ini merupakan yang keempat kalinya.

90f3176f6e76bfab3e7f1ac2b161ad71e5cb818b

"Membantu meringankan biaya pendidikan dan memotivasi agar anak-anak semangat dalam belajar," paparnya.

Selain itu, kata Muslihudin, pemberian beasiswa ini diharapkan bisa meringankan beban wali anak. Sehingga, bisa meringankan pula kebutuhan harian keluarganya. Pembagian beasiswa ini selalu dilakukan secara rutin di setiap cabang dan kantor kas Rumah Yatim yang ada di seluruh Indonesia.

"Semoga bisa terpenuhi kebutuhan pendidikan dan berjalan dengan terus menerus," harapnya.


www.rumah-yatiim.org

Rumah Yatim 11 May 2018

Update 87 - ​Beasiswa Yatim Penuhi Kebutuhan Sekolah

c83e6759e28364f8012fc0bf6f6e142fc0e8680a

Sungguh beruntung anak-anak nonmukim Rumah Yatim Tegal. Karena kasih sayang dari para donatur yang sudah menitipkan amanahnya kepada Rumah Yatim. Berupa santunan beasiswa dhuafa untuk membantu kebutuhan sekolah mereka.

Rahayu, orangtua dari anak asuh bernama Gunawan, yang kini duduk di kelas 2 SD dan Wulandari kelas 4 SD. Ia merupakan salah satu orangtua yang merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.

“Santunan ini untuk kebutuhan sekolah anak-anak, terima kasih banyak. Semoga Rumah Yatim dan donaturnya berkah,” ucapnya.

063350b7461ea3d1064b21b1c44f5a6dc3fdff1a

Selain Wulandari dan Gunawan, ada delapan anak asuh nonmukim lainnya yang juga mendapatkan santunan tersebut. “Alhamdulillah kami berikan santunan beasiswa nonmukim untuk 10 anak yatim dan piatu yang baru,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Ia memaparkan, kesepuluh anak itu adalah anak-anak yang baru dan belum pernah mendapatkan santunan dari Rumah Yatim sebelumnya. Hal tersebut bertujuan agar dana yang diberikan oleh donatur dapat disalurkan secara merata. “Alhamdulillah, kesepuluh anak itu anak yatim, dan anak yatim piatu. Kami sengaja memberikan kepada yang baru supaya merata semuanya kebagian,” tuturnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 4 May 2018

Update 86 - ​RY Dukung Kelanjutan Pendidikan Anak Yatim

8198527020b547d5a16ec96958a07374420b030d

Beasiswa dhuafa diberikan kepada anak yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Radio Dalam, Jalan Radio Dalam No. 47, Gandaria Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pemberian beasiswa ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut pemarapan Person In Charge (PIC), Firman, sebanyak 15 anak menerima bantuan beasiswa. Seluruh penerima merupakan siswa dari tingkatan sekolah dasar dan menengah pertama. Pemberian beasiswa ini merupakan kali ketiga yang disalurkan di wilayah tersebut.

"Satu bulan sekali disalurkan, untuk penerima masih kepada anak yang sama," ungkapnya.

Pemberian beasiswa ini diharapkan bisa memompa semangat anak yatim dan dhuafa dalam menuntut ilmu. Selain itu, bisa juga memberikan keringanan untuk orangtua siswa. Sehingga, bisa meringankan beban harian dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Firman berharap, bisa memberikan beasiswa seperti ini secara rutin. Hal ini karena untuk mendukung generasi anak bangsa untuk tetap konsisten melanjutkan pendidikannya. Sehingga, semua anak yang kurang beruntung bisa menjalankan pendidikan yang layak.

"Dengan adanya bantuan rutin seperti ini, generasi anak bangsa tetap konsisten melanjutkan studinya tanpa harus terbebani dengan biaya," paparnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 2 May 2018

Update 85 - ​Anak Yatim di Klampis Dapat Bantuan RY

e15f6ebd7f211e63ee05e4332457a6fb32dc893a

“Ini untuk membeli peralatan sekolah,” tutur salah satu anak asuh nonmukim Klampis saat mendapatkan beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim Surabaya.

Terdapat 20 anak asuh mendapatkan beasiswa nonmukim. Mereka adalah anak-anak yatim yang terkumpul dari daerah tersebut. Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus, meskipun Klampis termasuk pusat bisnis di Surabaya namun di belakang bangunan-bangunan megah tersebut banyak daerah-daerah yang dihuni oleh masyarakat prasejahtera yang hidup cukup memprihatinkan, dan di antaranya adalah orangtua dari anak-anak yatim tersebut.

1fb64ab575b8b540e6244f101c179fbedf8a5d80

Dalam kesempatan itu, Agus pun bertemu dengan anak yatim piatu yang sangat wajib untuk di tolong, dia berusia lima tahun. Jauh sebelumnya, ibunya meninggal dan baru beberapa minggu ditinggal ayahnya. Kini dia tinggal bersama neneknya. Agus bersyukur Rumah Yatim bisa menaungi anak-anak seperti itu. Meskipun tidak secara langsung karena pengasuhan masih di bawah walinya, dikarenakan di Rumah Yatim Surabaya tidak ada asrama laki-laki.

“Alhamdulillah santunan ini dapat memberikan manfaat untuk mereka, apalagi kalau dengar dari apa yang mereka ungkapkan, semuanya akan digunakan untuk keperluan sekolah,” ungkapnya.

Selain hal di atas, ia berharap, dengan hadirnya Rumah Yatim Surabaya di tengah-tengah mereka dapat memberikan perhatian lebih untuk mereka. “Ya kehadiran kami diakui oleh para orangtua wali yang hadir, sangat memberikan perhatian untuk anak-anaknya,” pungkas Agus.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 27 Apr 2018

Update 84 - ​AnakAsuhMitraRY Hafal 17 Juz & Raih Prestasi

a305a00e5d562fb9466503d913a32c9004e1be68

Namanya Qonitat Bahar, putri asli kelahiran Tangerang, Banten pada 2 Desembar 2003. Dia merupakan salah satu anak asuh di Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan Subul El Salam. Yayasan tersebut merupakan salah satu mitra pendidikan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Qonitat merupakan anak asuh yang memiliki prestasi dalam hafalan Alquran.

Sejak 2016, Qonitat sudah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan Subul El Salam. Sejak saat itu hingga kini dirinya telah menghafal ayat Alquran sebanyak 17 juz. Capaian ini dia dapat setelah dirinya memasuki pendidikan diniyah di pondok tersebut.

"Di pondok saya sudah dua tahun dan Alhamdulillah selama saya di pondokz saya udah hafal 17 juz," ujarnya.

Selain itu, dia berkeinginan bisa menambah jumlah hafalannya. Serta bisa menguatkan hafalan yang sudah dia hafal saat ini. Harapan itu terlontar saat Qonitat berbincang dengan jurnalis Rumah Yatim. Saat ini, Qonitat duduk di bangku sekolah pertama tahun kedua. Sejak memasuki dunia sekolah tingkat pertama, dirinya selalu meraih peringkat kelas tertinggi hingga saat ini.

a305a00e5d562fb9466503d913a32c9004e1be68

Qonitat mengungkapkan, rasa terima kasihnya atas dukungan yang telah diberikan Rumah Yatim atas bantuan kemitraan dan bantuan lainnya. Sehingga bantuan tersebut bisa memberikan dukungan dan motivasi bagi dirinya untuk selalu giat menuntut ilmu.

"Terima kasih kepada Rumah Yatim terutama para donatur yang telah membantu pondok kami insya Allah kami akan selalu giat dalam menuntut ilmu," paparnya dengan nada pelan.

Apresiasi capaian pendidikan ini juga ditunjukan oleh pondok pesantren tempat Qonitat menimba ilmu. Menurut sekretaris pondok tersebut, setiap anak yang berprestasi akan diberikan hadiah. Hal ini, untuk memberikan motivasi bagi anak asuhnya agar lebih meningkatkan lagi di tahun berikutnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 25 Apr 2018

Update 83 - Dukung Anak Yatim & Dhuafa di Kampung Baru

d4d7042cac0c35e69616fa1aecab3626d85cfb2f

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa di Kampung Baru RT 06 RW 08, Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/4). Pemberian beasiswa ini merupakan salah satu program Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak.

Menurut Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Mery, sebanyak 20 anak dari tingkat sekolah dasar mendapat bantuan tersebut. Penyaluran beasiswa ini, kata dia, merupakan kali kedua di wilayah tersebut. Pemberian beasiswa ini merupakan upaya Rumah Yatim memberikan perhatian kepada anak yatim dan dhuafa.

"Menurut saya dari anak-anak lain yang ada di sekitar sini, mereka lebih layak mendapatkan beasiswa ini," paparnya.

04d931abde8445449238a0971a584dc536adf6d2

Ia menambahkan, beasiswa tersebut diberikan untuk menambah semangat dan kualitas pendidikan bagi penerima. Pada kegiatan pembagian beasiswa juga, anak-anak penerima manfaat sangat antuasias. Sebagian besar lainnya menggunakan beasiswa tersebut untuk membeli perlengkapan sekolah.

Dia berharap, bantuan beasiswa pendidikan tersebut bisa terus berjalan ke depannya. Sehingga, Rumah Yatim dapat memberikan peran khusus dalam pendidikan anak yatim dan dhuafa nonmukim. Agar, setiap anak bisa merasakan hak pendidikan yang layak dan baik.

"Harapan saya beasiswa pendidikan ini bisa terus berjalan dan berlangsung lama," ungkapnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 18 Apr 2018

Update 82 - ​Anak Asuh Pamulang Raih Juara 2 Lomba Tahfiz

Rasa bangga tercurahkan dari Kepala Asrama Pamulang, Mustofa. Hal ini dikarenakan salah seorang anak asuhnya, Evi Christini baru saja mendapat penghargaan dalam kegiatan memperingati Isra Mi'raj di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (17/4). Penghargaan ini diraih Evi dalam perlombaan tahfidz yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

50f55493a5f6ab0618960eecb083dc2372842eb2

Mustofa mengatakan, dirinya merasa senang dan bangga melihat anak didiknya bisa berprestasi. Evi sendiri merupakan anak asuh Pamulang yang saat ini sedang duduk di Kelas XI. Pada perlombaan tahfidz ini, Evi berhasil menduduki peringkat dua. Mustofa berpesan kepada anak asuhnya tersebut untuk terus memperdalam apa yang saat ini didapatkannya. "Harapan saya, jangan berhenti sampai di sini karena di atas langit masih ada langit," ujarnya.

Ia menambahkan, Evi merupakan anak asuh yang kesehariannya seperti anak pada umumnya. Namun, kata dia, yang berbeda dari Evi, terlihat lebih rajin dalam mengerjakan tugas sekolah. Mustofa juga berharap, anak asuhnya bisa terus meningkatkan prestasi dalam bidang lain. Sehingga, kata dia, jangan ada kata puas dalam meraih prestasi."Di atas tangga masih ada tangga jadi terus tingkatkan prestasinya," ungkapnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 17 Apr 2018

Update 81 - Perlengkapan Sekolah Untuk Anak Yatim Banyuas

e8932dfdc34aab3e8b57e229ab6f08724e06253c

Puluhan anak yatim dan dhuafa di Kelurahan Banyuasih terima bantuan perlengkapan sekolah. Bantuan tersebut diserahkan Rumah Yatim Regional Jabodetabek kepada anak yatim dan dhuafa di Kantor Kelurahan Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rmmah Yatim untuk mendukung pendidikan anak.

Menurut relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Nurul Fitri, perlengkapan sekolah yang diberikan meliputi alat tulis sekolah serta tas ransel. Pada kesempatan itu juga sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima bantuan perlengkapan sekolah. Sebelumnya, kata dia, lokasi itu dipilih karena masih banyak anak yatim prasejahtera yang membutuhkan bantuan.

3ebc9bc8f2ef111445bda47181577fed12be6dc4

Ia mengatakan, dengan diberikannya bantuan itu bisa meringankan beban orangtua anak-anak tersebut. Selain itu, bisa membantu dan memberikan semangat motivasi kepada anak yatim dan dhuafa untuk tetap mengampu pendidikan. Sehingga, kata dia, anak yatim prasejahtera di wilayah tersebut bisa merubah roda kehidupan yang ada saat ini.

"Kondisi pendidikan di wilayah tersebut memang perlu dibantu terutama perlengkapan sekolah seperti alat tulis," ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi ekonomi yang terbilang kurang menyebabkan pendidikan yang didapat masih terbatas. Apalagi, kata dia, sebagian besar masyarakat di daerah tersebut hanya bekerja sebagai petani. Hal ini pula yang menjadi niatan Rumah Yatim Regional Jabodetabek untuk memberikan bantuan. "Sehingga kebutuhan akan pendidikan seperti alat tulis sekolah agak kurang terpenuhi," jelasnya.


www.rumah-yatim.org



Rumah Yatim 12 Apr 2018

Update 80 - ​3Anak Asuh Kiaracondong Raih Prestasi di SMP

388c60682528df5474c2beec1e3ae7452af6ede8

Sejumlah anak asuh Asrama Rumah Yatim Kiaracondong meraih prestasi dalam pembagian raport di semester genap ini. Prestasi ini didapatkan dari tiga orang anak asuh yang seluruhnya merupakan siswa kelas tujuh di SMP IT Bina Insan Unggul (BIU). Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kepala Asrama Kiaracondong, Bayan.

Menurutnya, ia merasa bersyukur atas raihan prestasi ketiga anak asuhnya tersebut. Apalagi, kata dia, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras anak asuhnya selama ini. Ketiga siswa tersebut, di antaranya, Marsya Salsabila, Siti Fatimah, dan Hilmah Sadiyah.

"Dalam keseharian hampir srmua anak di asrama Kiaracondong, rajin dan antusias dalam belajar," ujarnya.

Bayan berharap, dengan diraihnya prestasi anak asuhnya ini merupakan awal dari keberhasilan dalam pendidikan akademik. Selain itu, dirinya berharap anak asuh Kiaracondong bisa meningkatkan prestasi dan mempertahankannya. Di samping itu, kata dia, sejumlah perlombaan untuk mengasah kemampuan anak sering diikuti oleh anak asuh Kiaracondong.

Prestasi yang diraih semester ini, Marsya bisa mempertahankan ranking pertama dari semester sebelumnya. Sedangkan, Halimah bisa tetap meraih peringkat kedua. Selain itu, Siti Fatimah bisa tetap memperbaiki dan mengejar. Sehingga, dirinya bisa kembali masuk dalam nilai yang memuaskan.



#Yatim Berprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 9 Apr 2018

Update 79 - Yatim Dhuafa Berprestasi Gandaria Dapat Bantu

14bbc91fa3ed301d76d323f6034594322a2374d5

Beasiswa yatim dan dhuafa diberikan Rumah Yatim Regional Jabodetabek kepada anak di Kelurahan Gandaria, Kecamatan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (6/4) malam. Beasiswa ini merupakan bantuan perhatian Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut pemaparan Kasie SDM Umum dan Legal Formal Regional Jabodetabek Firman, sebanyak 15 anak menerima beasiswa pada kesempatan tersebut. Seluruh anak merupakan anak didik dari Majlis Ta'am, yayasan rumahan yang ada di daerah tersebut. Kelima belas anak itu merupakan rekomendasi dari Majlis Ta'am yang sudah bersinergi sebelumnya dengan Rumah Yatim Jabodetabek.

Firman menambahkan, alasan beasiswa itu disalurkan di Majlis Ta'am, karena semangat belajar yang tinggi dari anak-anaknya. Namun, kata Firman, kriteria penerima beasiswa masih tetap merupakan anak yatim yang berakhlak baik dan berprestasi secara akademik.

"Jika dilihat dari yang menerima itu ada yang SD dan SMP," ujarnya, lewat sambungan telepon, Sabtu (7/4) siang, kepada jurnalis Rumah Yatim.

c94a53dbba48fded59fc5eb9bbddcab2f36d9d09

Ia mengungkapkan, bantuan beasiswa tersebut akan terus diberikan setiap bulannya. Akan tetapi, setiap tiga bulan akan ada perubahan penerima beasiswa, Hal ini, kata dia, agar setiap anak yatim dan dhuafa bisa merasakan hal yang sama. Sehingga, menurut dirinya beasiswa ini akan terus berjalan dalam jangan panjang.

"Setiap bulan akan diberikan. Tetapi saat tiga bulan ada roling dan anak semuanya merata dan kebagian," jelas Firman.

Ia berharap, dengan beasiswa yang diberikan Rumah Yatim bisa membuat anak termotivasi dalam belajar. Bahkan, semangat dalam meningkatkan kemampuan akademiknya. Selain itu, kata dia, untuk Majlis Ta'am bisa terus menjadi wadah bagi anak-anak yang kurang beruntung dan tetap bersinergi dengan Rumah Yatim.

"Untuk majlis sendiri dengan bantuan dari Rumah Yatim bisa menjadi sebuah motivasi, bagi yayasan terus bersinergi dengan Rumah Yatim," paparnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 6 Apr 2018

Update 78 - ​2 Anak Asuh Cemara Raih Nilai Tertinggi

Dua anak asuh Rumah Yatim Asrama Cemara raih prestasi pada pembagian raport di semester kedua tahun ini. Keduanya merupakan siswa kelas 10 di SMA El Fitra, Jalan Taman Raflesia Blok A No. 2, Sukapura, Kiaracondong, Kota Bandung. Raihan prestasi ini, merupakan bentuk peningkatan kemampuan akademik yang diraih oleh keduanya.

Kepala Asrama Cemara Safitri menyampaikan, dirinya merasa bangga karena hasil akhir dari anak asuhnya bisa memuaskan. Karena, kata dia, dua orang anak asuhnya tersebut memang berkarakter pekerja keras. Sehingga, kedua anak asuh Cemara pantas mendapatkan prestasi yang diraihnya saat ini.

"Mudah-mudahan bisa terus mempertahankan prestasinya jauh lebih membanggakan lagi," ungkapnya.

aca8c8495720e85f217fa2274ec0563ba6b04a57

Kedua anak asuh Cemara tersebut ialah Nisrina Raihanah yang berhasil mendapatkan ranking dua. Sedangkan, Haya Azharul Jinan berhasil memperoleh ranking pertama. Untuk keduanya, kata Safitri mengalami peningkatan dari semester pertama kemarin. Selain itu, kata dia, aktivitas yang padat tidak mengurangi semangat belajar keduanya. Sehingga, bisa meraih hasil yang maksimal pada kali ini.

"Terbukti dengan banyaknya aktivitas yang mereka kerjakan, hingga waktu luangpun hanya sedikit yang mereka miliki," paparnya.

Ia berharap, apa yang diraih oleh anak asuhnya tersebut bisa menjadi bahan semangat untuk mempertahankan yang diraihnya saat ini. Dia berpesan kepada anak asuhnya, Haya, agar bisa mempertahankan prestasi yang didapatkannya. Sedangkan, kata dia, untuk Nisrin bisa meningkatkan prestasinya kembali. "Tetap fokus pada suatu pekerjaan agar mudah meraih dan menyelesaikannya," ujar Safitri.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 3 Apr 2018

Update 77 - Asrama Kemang Beri 40 Beasiswa Yatim&Dhuafa;

b0cc822bd580af47a5946d431991148632f53bdf

Beasiswa yatim dan dhuafa diberikan kepada anak asuh nonmukim di sekitaran Asrama Rumah Yatim Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan untuk anak yatim dan dhuafa.

Menurut Kepala Asrama Nanang, sebanyak 40 beasiswa disalurkan pada kesempatan kali ini. Beasiswa tersebut, kata dia, disalurkan kepada anak yang duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama. Pemberian beasiswa ini, sambungnya, dilakukan setiap bulan untuk mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

"Untuk bulan ini targetnya masih sama yaitu warga gang pisang, karena memang berada persis di belakang asrama dan rata2 mereka warga yg tidak mampu," papar Nanang.

b381abc02a644dcf1abc77008dce1a1dd86d6632

Ia mengatakan, pemberian beasiswa ini merupakan program Rumah Yatim untuk membantu dan meringankan beban para orang tua siswa. Apalagi, kata dia, mayoritas pekerjaan orangtua penerima beasiswa sebagai pemulung. Beasiswa ini pula, kata dia, sangat disambut baik oleh para orangtua penerima manfaat.

"Alhamdilillah banyak yang merasa bersyukur dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim," ungkapnya.

Nanang berharap dengan beasiswa yang diberikan Rumah Yatim bisa meringankan kebutuhan pendidikannya. Setidaknya, kata dia, beasiswa tersebut juga bisa meringankan beban harian orangtua siswa. "Semoga Rumah Yatim bisa memberikan manfaat lebih banyak lagi," ujarnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 2 Apr 2018

Update 76 - ​Asrama Lodaya Asah Kemampuan Diri Anak Asuh

a03b1b315c3c90fbf4ccb19c6bc1023b8e74e909dee6ad7d8f5440eab2781be2d9e184c3843a2abf

Rumah Yatim Asrama Lodaya memberikan bekal kemampuan diri pada anak asuh. Kemampuan diri yang diberikan oleh asrama ialah dengan mengajarkan bela diri pada anak. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan oleh anak asuh setiap Minggu pagi di halaman Yatim Apartemen Lodaya.

Menurut Kepala Asrama Lodaya, Dhian, kegiatan pelatihan bela diri ini diikuti oleh anak asuh yang duduk di bangku sekolah dasar. Program pembekalan tersebut, kata dia, merupakan cara untuk mengasah kemampuan soft skill anak asuh mukim Jabar. Kegiatan ini, sambung dia, dilaksanakan setiap pagi pukul 07.00 hingga 09.00 WIB di halaman Rumah Yatim Lodaya.

"Insya Allah ini adalah kegiatan rutin yang Rumah Yatim berikan kepada anak-anak asuh sesuai dengan program," jelas Dhian.

a03b1b315c3c90fbf4ccb19c6bc1023b8e74e909

Ia menambahkan, pembelakan ini diberikan untuk melatih kesehatan dan kebugaran fisik anak. Agar, anak asuh dapat memiliki mentalitas yang baik serta dapat mengontrol emosional diri masing-masing anak. Selain itu, kata dia, kegiatan ini pula sekaligus untuk memperkenalkan budaya tradisional dan memelihara seni bela diri negara sendiri.

"Positif selama mereka senang dan mengetahui apa yang mereka lakukan itu bernilai kebaikan dunia dan akhirat," ujarnya.

Dhian mengungkapkan, Rumah Yatim sendiri telah terdaftar sebagai salah satu cabang dari Perguruan Padjajaran Indonesia. Tentunya, kata dia, hal ini menjadi nilai baik bagi Rumah Yatim. Dia berharap, ke depannya Rumah Yatim bisa menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) selanjutnya.

"Sehingga ini menjadi motivasi yang lebih buat anak-anak didik Rumah Yatim untuk lebih termotivasi memberikan hasil yang terbaik," tuturnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 31 Mar 2018

Update 75 - ​RY Cetak Generasi Cerdas Lewat Kemitraan

a7d0e1ba59e54613bfe75572ce6cd143aa294ab8

Dukungan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak kembali diperlihatkan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Kali ini, Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan dengan Yayasan Bani Rasyid di Kampung Kebon Kelapa, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kerjasama ini menandakan bersinerginya Yayasan Bani Rasyid sebagai mitra bidang pendidikan dari Rumah Yatim Area Jawa Barat.

Menurut penjelasan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat Solehudin, jalinan kerjasama ini diberikan untuk mendukung segala aktivitas pendidikan yang ada di Yayasan Bani Rasyid. Apalagi, kata dia, anak-anak yang ada di yayasan tersebut sangat aktif. Sehingga, sambung dia, manajemen pengelolaan kemitraan ini harus berjalan dengan baik. "Ini harus benar-benar dikelola dengan baik untuk generasi mendatang," ujarnya.

790ed6275ce7c0e38a77efb6fa93e9ad10d1f0e2

Setelah menjadi mitra, tambah Solehudin, ke depannya Rumah Yatim Area Jawa Barat akan memberikan dukungan untuk yayasan. Bentuk bantuannya, kata dia, berupa melengkapi kebutuhan belajar mengajar dan operasional bagi para pengajarnya. Selain itu, bantuan ini diharapkan bisa memberikan dorongan semangat bagi para pengajar untuk mencetak generasi yang cerdas.

Ia berharap, bantuan kemitraan tersebut bisa digunakan dengan sebaik-baiknya oleh yayasan. Apalagi, kata dia, segala bentuk bantuan tersebut hanya titipan dari para donatur yang senantiasa memberikan perhatian pada dunia pendidikan.

"Setiap kegiatan yayasan harus selalu aktif, sehingga bisa memberikan efek positif," ujarnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 30 Mar 2018

Update 74 - Semangat Anak Asuh Latihan Taekwondo

Anak asuh Rumah Yatim Cabang Kedaton Lampung antusias mengikuti latihan taekwondo di halaman depan asrama. Terbukti meski sempat dilanda hujan, anak asuh tetap semangat berlatih. Bahkan anak asuh meminta Kepala Asrama Hendi untuk menambah waktu latihannya.

“Alhamdulillah mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sampai-sampai mereka meminta tambahan waktu latihan,” ungkap Hendi, Rabu (28/3).

03e01b7294018a077f777a26dec51fb5b6b828bd

Ia mengatakan, jika permintaan tersebut ia penuhi, namun mereka tidak dilatih oleh pelatihnya dikarenakan pelatih mereka sudah mempunyai jadwal lain. Untuk mengatasinya, Hendi pun menginstruksikan salah satu anak asuhnya yakni Khaerul Anam yang sudah mahir taekwondo untuk melatih adik asuhnya.

“Khaerul melatih anak-anak dengan sangat baik, anak-anak pun terlihat sangat bersemangat. Semoga kelak Khaerul bisa menjadi pelatih anak asuh,” ujarnya.

Hendi berharap, semangat anak asuh belajar taekwondo bisa terus dipertahankan, agar ilmu yang diberikan pelatih mereka bisa diserap dengan mudah dan mereka bisa mengaplikasikannya pada sebuah ajang pertandingan.



www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 29 Mar 2018

Update 73 - ​Nurul Raih Juara 3 Pencak Silat Tingkat SMA

a48f84a4e8c2c1f755426e276957c42b0600f951

Predikat juara kembali diraih anak asuh Rumah Yatim. Nurul Hidayati, salah satu anak asuh dari Rumah Yatim Cabang Monjali Yogyakarta menjadi Juara 3 kategori tanding dalam perlombaan pencak silat tingkat SMA Muhammadiyah se-Indonesia.

Meskipun belum menjadi juara pertama, gadis yang telah memakai sabuk hitam ini sudah membawa harum nama Yogyakarta, Rumah Yatim dan SMK Muhammadiyah Mlati. Dengan kemampuannya, ia mampu mengalahkan ratusan peserta dari puluhan SMA Muhammadiyah di Indonesia.

Salah satu pengurus Rumah Yatim Monjali Nuryeni mengungkapkan, jika Nurul menyenangi ilmu bela diri ini sejak dari kelas X. Sekarang ia sudah duduk di kelas XI. Meski baru satu tahun belajar pencak silat, Nurul sudah mampu menunjukan kemampuannya.

b6007efb054ca2982b53afc848f69d38fe92b900

"Alhamdulillah kerja keras Nurul berlatih telah berbuah manis, semoga pencapaian ini bisa menjadi semangat Nurul untuk meningkatkan ilmu bela dirinya. Terima kasih telah membuat kami bangga,” ungkap Nuryeni, Rabu (28/3).

Ia berharap, kemenangan Nurul ini bisa menjadi motivasi untuk anak asuh lainnya agar bisa menjadi juara dalam bidang yang disukai.

Nurul mengikuti lomba Open Tournament Pencak Silat Yogyakarta Championship 3 2018 yang digelar di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti sebanyak 2300 atlet pencak silat dari seluruh sekolah Muhammadiyah di Indonesia mulai dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 25 Mar 2018

Update 72 - LCC Untuk Evaluasi Kemampuan Anak Asuh Cemara

2692d8751b4ef61254c23d1f2b1198f51ac2b8fc

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Cemara menjalani Lomba Cerdas Cermat (LCC) di lingkungan asrama Cemara, Jalan Cemara, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. LCC ini dilaksanakan guna menguji dan evaluasi kemampuan anak asuh dalam segi kemampuan akademik maupun nonakademik.

Pada pelaksanaannya, LCC ini hanya diperuntukan untuk 16 orang anak asuh Cemara. Belasan anak asuh ini sebelumnya dibagi menjadi dua kelompok. Agar suasana LCC bisa ramai dan bersemangat. Kegiatan ini pula, merupakan rutinitas asrama yang dilaksanakan satu bulan sekali.

Menurut Kepala Asrama Cemara Safitri, tujuan diadakannya kegiatan ini guna mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan pengetahuan anak asuhnya, dalam menyerap ilmu sebulan ke belakang. Pada pelaksanaannya pula, kata dia, ada sedikit kesulitan dalam penentuan materi LCC. Hal ini, dikarenakan anak asuh sudah mengalami perkembangan yang menonjol.

69012a1545b8ac909bde662e4ea87ca405442ce1

"Untuk kegiatan cerdas cermat itu sendri, saya serahkan kepada ketua asrama dari anak asuh. Saya sendiri hanya menyaksikan sejauh mana kegiatan mereka berjalan atau tidaknya," papar Safitri.

Menurutnya, untuk pembuatan soal dan bahan materi LCC diserahkan pula kepada dua orang penanggung jawab. Hal ini, kata dia, guna memberikan pembelajaran dan tantangan agar anak asuh bisa terlibat secara langsung.

"Mereka jauh lebih mandiri dan pengetahuannya pun bertambah. Hingga pemberian soalpun cukup sulit mencari soal-soal yang baik untuk disajikan," jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan LCC rutin ini bisa memberikan wawasan dan penambahan ilmu bagi anak asuhnya. Sehingga, perkembangan pengetahuan dan evaluasi pada kegiatan ini bisa terus berkembang di kemudian hari.


#wujudkanYatimIndonesiaBerprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 24 Mar 2018

Update 71 - Marzuki Toreh Prestasi di UGM

a2c7b432f7e1405452ec6dccd7228e62ff8aee0f

Salah satu alumni anak asuh Rumah Yatim Marzuki, saat ini berkuliah di Universitas Gadjah Mada toreh banyak prestasi. Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, ia pun berprestasi dalam bidang olahraga terutama futsal dan sepak bola. Terbukti dipertengahan bulan lalu, ia bersama timnya berhasil memboyong dua piala sekaligus dalam perlombaan futsal dan sepak bola antar fakultas kampus.

“Alhamdulillah saya bersama tim berhasil menjuarai dua pertandingan sekaligus, kami menjadi juara pertama pertandingan sepak bola dan juara kedua pertandingan futsal antar fakultas,” ungkap Marzuki yang sering disapa Zuki, Jumat (23/3).

1b0bd15c30b91b6763ed1436e2d86af5c11fb4b3

Meski ia termasuk mahasiswa semester dua yang notabenenya mahasiswa baru, namun Zuki sudah dipercaya oleh tim untuk bertanding membawa nama harum fakultas pertanian. “Alhamdulillah meski masih anggota baru, saya sudah dipercaya tim yang mayoritas kakak tingkat untuk ikut bertanding. Alhamdulillah kerja keras kami berbuah hasil manis,” kata Zuki.

Ia menuturkan, pertandingan ini diadakan oleh Fakultas Perikanan untuk memperingati milad fakultas. Pertandingan ini diikuti seluruh fakultas di UGM. Zuki berharap ke depannya ia bersama timnya bisa kembali membawa nama harum fakultas bahkan universitas.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 21 Mar 2018

Update 70 - ​Anak Asuh Lodaya Rutin Latihan Utk UKT Penca

2d5392c2348c8cc2bf5d3aa58c82f98efff23909

Sebanyak tujuh anak asuh Lodaya tengah mempersiapkan diri jelang Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat. Persiapan ini tidak hanya dilakukan saat latihan bersama perguruan saja. Namun dilakukan pula di Asrama Lodaya, Jalan Lodaya No. 91, Lingkar Selatan, Lengkong, Kota Bandung.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Lodaya Dhian, ketujuh anak asuhnya tersebut duduk di bangku sekolah menengah pertama. Di antaranya, Eris, dan Annis kelas sembilan, Ervin, Dzaki, Ajid kelas delapan, serta Ahmad dan Kholid kelas tujuh. Dari ketujuh orang itu, sambung Dhian, Annis bertindak sebagai penguji dalam sesi latihan. "Sebagai penguji karena sudah sabuk biru," jelasnya.

Ia menambahkan, intensitas latihan seluruh anak asuhnya itu mulai dirutinkan. Hal ini, guna mendukung hasil yang memuaskan saat UKT mendatang. Selain itu, Dhian pula, selalu menanamkan kedisplinan saat latihan maupun berbarengan dengan kegiatan asrama.

28b0c9601b8471e3ce59d7b58118e7e0c8992475

Ia mengungkapkan, akan selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan anak asuhnya. Hal ini, dia lakukan guna mencetak generasi yang berprestasi. Selain itu, menurut dirinya, Rumah Yatim selalu mendukung penuh, baik dorongan moril maupun fasilitas yang menunjang untuk keberhasilan anak asuh.

Dirinya berharap, dengan ikut sertanya anak asuh Lodaya dalam UKT mendatang, bisa menambah wawasan dan prestasi. Sehingga, seiring meningkatnya sabuk, bisa menjadi pengemban amanah yang baik.

"Ya tentunya bangga, mereka dapat melanjutkan tahapan tingkat prestasi untuk mendapatkan tingkatan yang baru," paparnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 20 Mar 2018

Update 69 - ​Meski Usil, Raih Juara3 Lomba MTQ se-Lampung

3b1e966a40f481bd4d436fc1d8539bd9227851b1

"Alhamdulillah Haikal salah satu anak asuh kami menjadi juara 3 lomba MTQ tingkat sekolah dasar di Bandar Lampung, prestasi ini sungguh tidak kami sangka- sangka sebelumnya," ungkap Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, Hendi.

Menurutnya, selain pihak asrama, pihak sekolah pun tidak menyangka bahwa Haikal yang dikenal sebagai anak cuek dan usil ini bisa mengalahkan 39 sekolah dasar di Bandar Lampung, meraih prestasi dan bisa membanggakan Rumah Yatim dan sekolahnya.

Guru Haikal menuturkan, kemampuan Haikal pertama kali diketahui ketika pihak sekolah melakukan tes kemampuan membaca Alquran setiap siswanya, untuk memilih siswa yang akan dilibatkan dalam lomba. Tak disangka, Haikal yang biasanya membaca Alquran tanpa memerhatikan makhroj, nada dan panjang pendek bacaan, ketika di tes ia membaca Alquran dengan indah. Tanpa pikir panjang, akhirnya pihak sekolah melibatkan Haikal bersama beberapa anak lainnya untuk mengikuti lomba.

"Ketika di asrama pun sama, bacaan Alquran Haikal pun biasa saja, terkadang ia suka susah disuruh baca Alquran, setelah mendengar hal tersebut dari pengajarnya, saya sangat bangga pada Haikal," kata Hendi.

5cba9ed865341a3982cbb6d1937f8776b1797669

Ia mengungkapkan, jika Haikal tidak memberitahunya mengenai perlombaan ini. Di hari perlombaan, Haikal hanya meminta Hendi untuk memberikannya Alquran yang bagus dan mengantarkannya ke lokasi lomba. Di perjalanan menuju lokasi lomba, Haikal mengatakan dirinya dipilih untuk mewakili sekolah dalam perlombaan MTQ tingkat SD. Haikal tidak ingin memberitahu Hendi maupun pihak asrama karena ia ingin memberikan kejutan.

"Kalau saya tahu dia akan lomba, pasti saya akan melatih dia. Tapi tak apalah, kejutan dari Haikal membuat saya ingin mengasah kemampuannya," ujar Hendi.

Ia mengatakan dari kesebelas anak asuhnya, Haikal lah anak asuh terakhir yang baru diketahui kemampuannya. Sikap Haikal yang cuek dan usil membuatnya sulit menemukan kemampuannya. Berkat prestasi Haikal, Hendi berupaya untuk mengembangkan kemampuan Haikal.

"Alhamdulillah terima kasih kepada pihak sekolah yang telah berhasil menemukan kemampuan Haikal,” pungkasnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 12 Mar 2018

Update 68 - Kania, Anak Asuh Banjarbaru Ukir Prestasi

Mengukir prestasi di usia belia merupakan sebuah kebanggaan tersendiri untuknya. Keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak melakukan sesuatu dalam perubahan. Sebagaimana yang dikatakan Allah SWT dalam firman-Nya, “Aku tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang ingin merubahnya.” Keinginan untuk mengangkat derajat orangtua merupakan salah satu harapan yang ingin diraihnya.

Inilah sosok Kania Nursya’adah, remaja kelahiran Bandung, 26 Mei 2000 ini merupakan anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan Selatan. Anak kelima dari enam bersaudara ini, pernah mendapat prestasi yakni juara 2 pembuatan Karya Tulis Ilmiah di tingkat Provinsi Kalimantan. Ibunya sudah menghadap ke pangkuan Ilahi, dan sang ayah sudah tidak bekerja lagi, karena telah lanjut usia. Atas keadaannya tersebut, ia merupakan anak piatu yang berlatar belakang keluarga tidak mampu.

Remaja yang kini duduk di kelas XI SMK Garuda Mahadhika itu, kini hafal 19 hadits Arba’in dan hafal beberapa juz Alquran. Ia mengatakan, motivasi utamanya ingin hafal hadits dan Alquran karena dirinya ingin menjadi pelindung bagi kedua orangtuanya dari api neraka, serta memberikan mahkota terindah untuk orangtuanya di akhirat kelak.

“Saya ingin jadi pelindung untuk ibu dan bapak di akhirat nanti, agar terhindar dari siksa api neraka,” tegasnya, Minggu (11/3).

bc3de660f936d8760c55ca9b8c5cdc4d625499fc

Ia menuturkan, tinggal di asrama sejak 10 Mei 2016. Saat itu, ia ditawarkan tim Rumah Yatim Area Kalimantan untuk tinggal di asrama. Sejak saat itu pula Kania mau tinggal di asrama. Menurutnya, hidup di asrama sangat menyenangkan, karena pengalaman dan ilmu baru yang ia dapatkan sangat berharga. Terlebih semenjak tinggal di asrama, ia mendapat kebutuhan pendidikan yang lebih layak. “Alhamdulillah, menyenangkan karena banyak teman baru dan pengalaman baru,” imbuhnya.

Ia bersyukur dapat mengurangi beban sang ayah. Selain itu, ia mengaku tinggal di asrama bisa memiliki banyak teman seperjuangan yang memiliki latar belakang sama. Dalam meraih prestasinya, tentu kesulitan yang dialaminya sering ia rasakan. Dukungan dari orang-orang terdekatlah yang menguatkannya untuk mengangkat derajat keluarganya.

Keterbatasan kondisi ekonomi yang dialaminya, tak membuat kania lantas menyerah pada keadaan. Cita-citanya untuk menjadi seorang jurnalis handal sangat didambakannya. Terlebih ia memiliki passion dalam menulis serta prestasi karya tulis yang pernah diraihnya. Tentu hal itu bukanlah hal yang mudah untuk mengubah suatu keadaan. Tekadnya yaitu ingin bisa mengubah suatu keadaan yang terpuruk menjadi lebih baik.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 9 Mar 2018

Update 67 - ​Anak Asuh Juara 3 Lomba Kaligrafi se-Bandung

73f15a60f5934371bdcc154ca4353d5e9266c11a

Gilang Syahdan Saputra, anak asuh Rumah Yatim yang merupakan siswa kelas 7C SMP IT Bina Insan Unggul (BIU) meraih juara 3 dalam perlombaan kaligrafi tingkat SMP se-Bandung Raya. Kegiatan ini digelar oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Rabu (7/3), dan hasilnya diumumkan Kamis (8/3).

“Alhamdulillah di bulan ini salah satu siswa kami kembali membuat bangga sekolah dengan prestasinya, semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi untuk siswa lainnya,” ungkap salah satu pengajar sekaligus koordinator lomba, Muftia Fitri Fajriani.

ea7558e14b9c5ab992c95aac9a00f142d530fe59

Ia mengungkapkan, selain Gilang, pihak sekolah pun mengikutsertakan lima siswa lainnya untuk mengikuti lomba kaligrafi, pidato, dan murrotal. Namun kelima siswa tersebut belum bisa berhasil.

Meskipun begitu, pihak sekolah tetap bangga kepada mereka, dikarenakan mereka telah mengerahkan seluruh kemampuannya di perlombaan tersebut. “Kami tetap bangga kepada mereka telah memberikan penampilan dan karya yang luar biasa,” ujar Muftia.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 7 Mar 2018

Update 66 - Anak Asuh Pamulang Terampil Buat Poster

17a917bcb8b126dd2e7e30e433b0cb8cd74f1e51

Ulet dan terampil itulah yang menggambarkan sosok salah satu anak asuh Asrama Rumah Yatim Pamulang Tangerang. Tekun dan paling menonjol dari beberapa anak asuh, terutama dalam hal mengerjakan tugas dan kegiatan diniyah di asrama. Ia apik menyelesaikan tugas sekolahnya dengan menggambar salah satu organ tubuh yang terjangkit penyakit difteri.

Hikmah Hasanah ialah salah satu anak asuh Asrama Rumah Yatim Pamulang yang paling giat dan tekun. Kelahiran Tangerang 15 September 2000 ini sudah lima tahun tinggal di Asrama Pamulang. Anak ke tiga dari tiga bersaudara ini merupakan putri pasangan Yoyo Sunaryo dan almarhumah Siti Maryam. Sejak kecil sudah ditinggalkan oleh sang ibu sejak ia berusia 5 tahun.

Latar belakang keluarga yang berasal dari keluarga tidak mampu, membuatnya menerima tawaran dari Rumah Yatim untuk tinggal di asrama. Keterbatasan ekonomi keluarga, bukanlah halangan Hikmah untuk tetap meraih prestasi. Di sekolah ia selalu mendapat ranking dua, serta dalam pendidikan kediniyahan, ia hafal empat juz Alquran.

37bdde85d4f089c9714076b7e18ce1bca872ef30

Menurut remaja yang kini duduk di kelas XI IPA SMA Muhamadiyah 8 ini, mengaku senang ketika tinggal di asrama. Iarena bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak, dan pengalaman baru yang bisa ia jadikan sebagai pelajaran untuk selalu mensyukurinya.

“Senang, karena memiliki teman baru yang baik dan bisa melanjutkan sekolah dan bisa mendapatkan ilmu baru dari Rumah Yatim,” tuturnya.

Kendati demikian, Kepala Asrama Pamulang Mustofa mengaku, dia salah satu anak asuh yang rajin. Apabila ada tugas di sekolah langsung dikerjakan. Selain itu, sering membantu teman-temannya ketika sedang belajar bersama setiap malam. Ia unggul dalam mata pelajaran biologi di kelasnya, terutama dalam urusan menggambar organ tubuh.

“Dia buat poster difteri sebagai tugas sekolah biologi, Alhamdulillah orangnya rajin,” ungkap Mustofa.

Keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu, tak membuatnya kehilangan semangat. Ia bercita-cita menjadi seorang psikolog di sebuah rumah sakit atau instansi terkait. Melalui cita-citanya itulah ia berharap ingin menaikkan derajat keluarganya yang kurang mampu. Agar nantinya ia bisa membanggakan keluarganya terutama sang ayah yang sudah menua dan untuk Rumah Yatim yang sudah memberikan pengalaman hidup yang berharga bagi dirinya.

Menanggapi hal itu, ia berharap Hikmah bisa terus semangat dan terus mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Sehingga jangan sampai dia putus harapan. Oleh karena itu, di Rumah Yatim inilah, ia bisa mendapatkan pendidikan yang layak untuk menunjang masa depannya.

“Terus semangat dan terus kembangkan potensi yang ada jangan sampai putus harapan, terus gapai cita-citanya ” pungkasnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 5 Mar 2018

Update 65 - 10 Siswa SMA El Fitra Ikuti Olimpiade Sains

41a78397d17d5eedf868289fa31858761238f7e1

Sebanyak sepuluh siswa SMA El Fitra (Islamic Scientific School) mengikuti Olimpiade Sains tingkat Kota (OSK) pada Rabu (28/2) lalu. Sepuluh siswa tersebut adalah Ibnu Abdillah Dini, Lisna Amelia, Nida Robbani, Afita Wardah, Fifan, Sopiah Marwah, Ridha, Siti Waridatunnida dan Resvi. Mereka mengikuti olimpiade geografi, ekonomi, biologi, matematika dan kimia.

Menurut Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan Endang Giriyanti, pelaksanaan olimpiade ini berlangsung di tempat yang berbeda. Olimpiade geografi dan ekonomi di SMAN 8 Bandung. Sedangkan, olimpiade matematika di SMAN 5 Bandung, olimpiade biologi di SMAN 7 Bandung, serta olimpiade kimia di SMAN 4 Bandung.

Endang mengatakan, olimpiade ini merupakan olimpiade seleksi menuju olimpiade tingkat provinsi. Seleksi olimpiade ini digelar serentak secara nasional dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi.

f20d82bb8fb8d6f2dc37f85dadf84f546705db4e

"Seluruh kota atau kabupaten di Indonesia sama-sama menggelar seleksi tersebut. Siswa-siswa terbaik akan menjadi wakil tingkat kota atau kabupaten untuk seleksi tingkat provinsi. Selanjutnya siswa terbaik saat seleksi tingkat provinsi akan mewakili Jawa Barat di skala nasional," ungkap Endang, Sabtu (3/3).

Ia berharap, sepuluh anak didiknya tersebut bisa lolos ke tingkat provinsi, nasional bahkan sampai lolos ke tingkat internasional.

"Mohon doanya semoga sepuluh anak didik kami bisa mewakili Kota Bandung untuk melanjutkan di tingkat provinsi," pungkasnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 27 Feb 2018

Update 64 - Ima Husnul Khotimah, Si Manis Jago Berhitung

Salah satu siswi SMP IT Bina Insan Unggul (BIU) yang merupakan anak asuh Rumah Yatim, dikenal sebagai anak yang cerdas, manis, rajin dan sopan. Terbukti dari kelas 1 SD sampai sekarang ia duduk di bangku kelas 1 SMP, ia konsisten rangking pertama di kelasnya.

Menurut salah satu pengajar SMP IT (BIU) Nurjannah, siswi ini memang cerdas dalam semua mata pelajaran, khususnya matematika. Ima Husnul Khotimah mempunyai kelebihan berhitung, melebihi teman-teman kelasnya, bahkan kakak kelasnya.

2e67a5acfab569d2a2a291ec342ec493cd10f956

Terbukti ketika mengisi soal hitungan metode drill math, ia mampu menyelesaikannya dengan sangat cepat, mengungguli teman-temannya. “Ima itu mampu mengerjakan soal 200 butir soal drill math hanya dalam waktu tiga menit dan hasilnya benar semua, padahal waktu yang diberikan sekolah untuk menyelesaikan soal itu 10 menit,” ungkap Nurjannah bangga, Senin (26/2).

Ia mengatakan, kemampuan anak didiknya tersebut telah membuat bangga SMP IT BIU dan Rumah Yatim. Ia berharap, Ima dapat mengembangkan kemampuannya dan dapat membagikan metode yang ia gunakan kepada teman-temannya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 26 Feb 2018

Update 63 - Nurhadi Anak Asuh BSD Menuai Prestasi

628811f52318cde5e305bae52a2ef21de6a8a108

Giat dan semangat belajar itulah yang menggambarkan kepribadian sosok anak asuh Rumah Yatim BSD Tangerang. Ia adalah sosok yang paling menonjol di antara anak-anak lainnya di lingkungan asrama. Walaupun tinggal di asrama belum genap satu tahun, ketekunannya sungguh luar biasa. Bahkan ia sering membantu kapala asrama membangunkan anak-anak untuk terbiasa shalat tahajud. Serta ia pun dipercaya sering memimpin tadarus.

Inilah sosok Nurhadi Sumarta, remaja kelahiran Jakarta 18 Juli 2004 ini, anak asuh Asrama BSD Tangerang. Ia tinggal di asrama baru enam bulan. Sejak kecil, ia sudah ditinggalkan sang ayah yang pergi dan tak kembali lagi ke rumah. Sebelumnya, ia tinggal hanya bersama sang ibu dan sang nenek. Namun kondisi keluarga yang kurang mampu, membuatnya menerima ajakan tim Rumah Yatim untuk tinggal di asrama. Agar mendapat jaminan pendidikan yang lebih layak.

69d61382790a952e9dc7154203c98970a5820ce7

Keterbatasan akan keadaan keluarga tidak mampu, bukanlah alasan baginya untuk tetap meraih prestasi. Terbukti dari SD hingga kelas 1 SMP, ia selalu meraih peringkat pertama. Semua yang ia lakukan untuk tetap berprestasi, tentunya diraih dengan semangat dan kerja keras pantang menyerah.

Menurut Kepala Asrama BSD Tangerang Syahid, Nurhadi merupakan salah seorang anak yang memiliki kemauan. Bahkan keinginannya untuk terus belajar tetap dipegang teguh olehnya. Selain memiliki prestasi akademik di sekolah, sama halnya pada pendidikan kediniyahan. Ia merupakan salah satu anak yang yang paling menonjol dari anak-anak lainnya.

“Dia ada kemauan lebih, mau belajar, berangkat sekolah juga lebih cepat dari yang lain, anak paling baru tapi paling menonjol, dari hafalan dan diniyahnya pun bagus,” paparnya pada tim jurnalis Rumah Yatim.

27a05777b5b09a8c7aec3983f68cbb107cca7821

Remaja yang sedang menempuh pendidikan di bangku kelas 2 SMP Al Hasaniyah Tangerang itu, mengaku dirinya sangat bersyukur ketika tim dari Rumah Yatim BSD menawarkan padanya untuk tinggal di asrama. Karena di asrama, ia akan mendapat banyak ilmu yang diajarkan, seperti pembelajaran kediniyahan serta jaminan pendidikan yang lebih layak. Terlebih sang ibu hanya bekerja sebagai buruh cuci. Sehingga kebutuhan sehari-harinya pun hanya seadanya.

“Bersyukur, ada di sini. Terjamin untuk pendidikannya, dan sandang pangan. Kalau di rumah seadanya. Ketika di Rumah Yatim dapat pengalaman baru dan ilmu baru. Terima kasih Rumah Yatim,” tutur Nurhadi.

Kini, kata Syahid, walaupun masih terbilang baru, ia memiliki daya ingat hafalan yang bagus. Saat ini, ia sudah hafal dua juz Alquran. Dengan kepribadiannya itu, Syahid berharap Nurhadi bisa semakin rajin dan berkembang dalam menuntut ilmu.

Ditinggal sang ayah sejak kecil, membuatnya tidak kehilangan patah arah dan semangatnya. Justru ia sebagai anak laki-laki, harus bisa menjalaninya dengan pantang menyerah. Prestasi yang ia raih merupakan bukti kerja kerasnya. Dibesarkan dalam kondisi keluarga yang tidak mampu, ia bertekad untuk bercita-cita menjadi guru. Agar nantinya imu yang ia dapatkan selama di asrama dan sekolah, bisa bermanfaat untuk orang lain. Serta keinginannya untuk mengangkat derajat keluarga merupakan salah satu keinginan terbesarnya.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 23 Feb 2018

Update 62 - Alfi, Anak Asuh Sekaligus Atlet Karate

Paling besar di antara anak asuh yang lain membuat dirinya menjadi sosok yang teladan. Murah senyum ialah ciri khasnya saat bersua pertama kali dengannya. Namun, dirinya sangat merindukan sosok sang ibu. Apalagi, sejak lahir pada 15 Januari 2000, dirinya sudah ditinggalkan sang ayah ketika ia masih dalam kandungan.

Alfi Rasnawan, merupakan yatim yang saat ini tinggal di Asrama Rawasari. Dirinya sejak kecil sangat merindukan sosok ibu. Maklum, Alfi ditinggal ibunya sejak duduk di Taman Kanak-Kanak (TK). Sang ibu memberanikan diri untuk bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Keseharian Alfi, dihabiskan bersama dengan Neneknya. Remaja asal Majalengka ini, mempunyai cita-cita yang mulia. Dirinya ingin menjadi penulis sejarah Islam. Menurutnya, ada kepuasan tersendiri bagi dirinya saat karyanya dibaca orang lain.

9e8d9e5b1361bf9fb184b2856b71e58c6d034f52

Menulis sejarah Islam, kata dia, mengajarkan dirinya untuk memahami perjalanan Islam dan tokohnya. Saat ini, Alfi sedang menempuh pendidikan di SMK Bisa Pangudi Luhur Jurusan Akutansi. Selain itu, ia juga berkeinginan untuk menjadi guru. Kata dia, menjadi seorang guru, dirinya bisa memberikan ilmu melalui tulisan dan ajaran.

Kini Alfi, tumbuh menjadi sosok yang tegar dan dewasa. Hari-harinya diisi dengan kegatan positif di asrama dan sekolah. Sebenarnya Alfi merupakan atlet karate bersabuk biru. Ia raih sabuk biru ini saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Sebelumnya, ia pernah mengikuti kejuaraan Karate Gokasi Jakarta Barat Cup se-Jabodetabek pada 2015. Prestasi pertama inilah yang membuat Alfi masih bersemangat dalam karate. Namun, langkahnya terhenti karena tidak ada biaya untuk naik level pada ujian karate.

"Iya karena pada saat ujian kenaikan sabuk itu bayar, karena tidak ada biaya, ya berhenti," ungkapnya.

Menurut Alfi, selama dirinya tinggal di asrama banyak mendapatkan manfaat dan ilmu. Hal ini, karena semenjak sebelum tinggal di asrama, dirinya banyak membuang waktu hanya untuk bermain. Selain itu, dia mengakui, di sinilah dirinya bisa mendapatkan nasihat yang sebelumnya tidak didapatkan saat di rumah. "Senengnya karena di sini rame," ujarnya.


#YatimBerprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 22 Feb 2018

Update 61 - Anak Asuh Cinere Rutin Belajar Malam​

Belajar menjadi rutinitas yang terus ditekuni siswa setiap harinya. Karena di sana merupakan proses dalam menata masa depan. Rajin dan tekun menjadi kunci utama yang harus dibiasakan oleh setiap orang. Hal ini pula yang diajarkan kepada anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere.

Tidak bosan mereka membuka dan menghafal setiap materi yang didapatkan sebelumnya. Asrama menjadi rumah terbaik untuk mereka berbagi dan bertanya, saling bantu dan menggurui. Kelengkapan dalam Asrama Cinere menjadi ruang yang hangat untuk berbagi ilmu satu sama lain. Di asrama inilah anak asuh memenuhi ruang setiap malamnya untuk belajar.

Menurut Kepala Asama Cinere Imanudin, kegiatan belajar malam anak dilakukan selepas shalat isya hingga pukul 10 malam. Namun, jadwal tersebut, kata dia, bisa tentatif setiap harinya. Hal ini disesuaikan dengan kondisi anak-anak.

4e6b98105338ebb12770acb6af6d8f0b93124fa2

"Ia hafalan dan belajar dari sekolah," paparnya.

Selain itu, ia selalu memberikan motivasi kepada anak asuhnya. Agar, setiap anak asuh terus bersemangat dan rajin dalam belajar saat malam. Motivasi lain yang ditanamkan Imanudin ialah, agar setiap hal yang dilakukan oleh setiap anak merupakan untuk membahagiakan orang tua mereka. "Memberikan motivasi juga terkait cita-cita yang diinginkan setiap anak," jelasnya.

Belajar malam sendiri merupakan kegiatan rutin yang selalu diterapkan Imanudin kepada anak asuh. Hal ini merupakan upaya Imanudin untuk mendorong anak agar tetap konsen di bidang akademik. Anak asuh tidak hanya memiliki bekal diniyah dari asrama, tetapi bekal akademik formal yang baik. Sehingga anak asuh dapat menciptakan prestasi-prestasi yang membanggakan di berbagai bidang.


#BantuWujudkanYatimIndonesiaBerprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 17 Feb 2018

Update 60 - ​4 Murid SMA El Fitra Ikuti Asean Geosmart

1314fba30419560677342295ed5765351f74bb64

Empat siswa SMA El Fitra (Islamic Scientific School) berhasil lolos ke tahap final olimpiade tingkat Asia Tenggara yakni Olimpiase Asean Geosmart-Competition 2018 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Keempat siswa tersebut adalah Ayunda, Dini, Ibnu, Yusuf.

Di tahap ini, mereka mesti mengikuti olimpiade lapangan (Geotrek) yang digelar di Taman Hutan Raya, Kompleks Tahura Ir. H. Djuanda No.99, Dago Pakar, Ciburial, Cimenyan, Bandung, bersama dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah di Asia Tenggara.

Geotrek merupakan olimpiade kedua di tahap final ini, satu hari sebelumnya mereka telah mengikuti kegiatan olimpiade tulis yang digelar di Gedung Achmad Sanusi UPI.

Salah satu pengajar sekaligus pembimbing siswa Ema Wahyuni memaparkan, di Taman Hutan Raya mereka harus mengikuti berbagai ujian, seperti menelusuri jalan mencari lima pos panitia. Nantinya, di setiap posnya mereka mesti menjawab lima pertanyaan yang jawabannya ada di sekitar Taman Hutan Raya.

“Di setiap posnya anak-anak diberi waktu 15 menit untuk menjawab lima pertanyaan yang terdiri dari soal uraian singkat dan studi kasus,” katanya, Kamis (15/2).

Ia mengatakan jika keempat anak didiknya tampak sangat bersemangat ketika mengikuti kegiatan ini. “Mereka terlihat sangat bersemangat dan aktif mengikuti kegiatan ini, semoga perjuangan mereka hari ini berbuah manis. Mohon doanya semoga anak didik SMA El Fitra bisa memenangkan kompetisi ini,” ungkapnya.

Olimpiade Asean Geosmart Competition 2018 merupakan olimpiade tim, satu timnya terdiri dari dua siswa. Ada sebanyak 100 tim dari puluhan sekolah yang tersebar di Asia Tenggara mengikuti kegiatan ini. Untuk menentukan pemenangnya, diambil dari akumulasi poin antara Olimpiade Tulis dan Geotrek.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 9 Feb 2018

Update 59 - Anak Yatim Cinere Raih Juara 1 Lomba Pidato

Sejumlah prestasi diraih oleh anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere. Kali ini prestasi di raih oleh dua orang anak asuh Cinere dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Miftahul Umam, Jalan H. Kamang No. 25, RT 7 RW 10, Cilandak, Kota Jakarta Selatan. Pada perayaan ini sejumlah lomba keislaman diadakan untuk melihat potensi dari siswa.

Rasa riang terpancar di wajah Buldansyah, siswa kelas 11 dan Irfan Ripai siswa kelas 9. Keduanya berhasil mendapatkan prestasi dalam kegiatan HUT yang diadakan yayasan tempat mereka bersekolah. Prestasi yang diraih oleh Buldansyah ialah juara pertama lomba pidato. Sedangkan Irfan berhasil meraih juara dua dalam lomba tahfidz.

332a7b8df712903b59e92d1469718b932f8f2ff0

Prestasinya lantas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kepala Asrama Cinere, Imanudin. Dirinya bangga, atas capaian yang selalu diraih anak asuhnya tersebut. Tidak hanya prestasi ini saja, sejumlah prestasi pula pernah diraih oleh anak asuhnya yang lain. Betapa tidak, sebagai seorang kepala asrama, Imanudin cukup laten dalam menggali prestasi anak asuhnya. "Sangat senang anak-anak bisa mengeluarkan bakat mereka," paparnya.

Ia berharap, anak asuhnya bisa terus memperdalam ilmu dan memperbanyak capaian prestasi. Sehingga, anggapan akan kurangnya pendidikan untuk anak yatim bisa terbantahkan. Untuk ke depannya, sambung Imanudin, bisa mempertahankan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

Selain itu, dia menekankan, prestasi yang didapatkan oleh Buldansyah dan Irfan bisa menjadi acuan semangat bagi anak asuhnya yang lain. Sehingga, jejak keduanya bisa diikuti oleh seluruh anak asuhnya.


#BersamaWujudkanMasaDepanYangLebihCerahUntukMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 7 Feb 2018

Update 58 - Tahap Penyisihan Olimpiade Matematika Nasiona

a5d2fdacddaf127db0e160c8611231b0cd2fda18

Sebanyak empat orang siswa SMP IT Bina Insan Unggul (BIU) sekolah binaan Rumah yatim, yakni Jihan, Aufa, Ilyas dan Anis mengikuti kegiatan penyisihan Olimpiade Matematika Tingkat Nasional yang diadakan Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung , Sabtu (3/2).

Menurut koordinator lomba SMP IT BIU Muftia Fitri Fajriani, ada ratusan peserta dari berbagai sekolah, salah satunya siswa SMP IT BIU mengikuti kegiatan ini. Di sana para peserta mengerjakan soal matematika dalam bentuk pilihan ganda dan esai.

Selain digelar di Bandung, babak penyisihan ini pun digelar di wilayah Palembang, Surabaya, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Bali, Banjarmasin, dan Makasar.

Mufti pun menuturkan bahwasannya babak penyisihan merupakan awal dari olimpiade ini, jika siswa lolos mengikuti babak ini maka akan lanjut mengikuti olimpiade di Kampus Fakultas Matematika UNY bersama ratusan peserta lainnya.

“Jika anak-anak lolos, maka mereka akan lanjut mengikuti olimpiade di Yogyakarta bersama peserta dari berbagai wilayah lainnya. Insya Allah pengumuman babak penyisihan ini akan diinformasikan pada hari Kamis mendatang, mohon doanya semoga anak-anak kami bisa lolos,” paparnya, Senin (5/2).


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 6 Feb 2018

Update 57 - Menangi 4 Medali Pencak Silat Asia Eropa

fbb481fb7f43cfb82ee621d45fe907f972f0b82b

Betapa bahagia wajah anak-anak asuh Rumah Yatim Area Jawa Barat saat memegang trophy medali dalam ajang kejuaraan pencak silat tingkat Asia dan Eropa, Minggu (4/1) di GOR Trilomba Juang Bandung.

Wajah-wajah lelah berkeringat terbayar sudah. Empat anak asuh Rumah Yatim memboyong empat mendali sekaligus. Adalah Erwin Pahmi Rizal (14) berhasil meraih Juara I dan mendapat medali Emas. Eris Hidayat (16) dan Kholis berhasil meraih Juara II dan mendapat medali Perak, serta Zaki Maulana Akbar (14) berhasil meraih juara III dan mendapat medali perunggu.

b1802b7e7a607942db4dd6aca89c8e40a84bfa80

“Mereka semua mendapat juara dari beda tingkat atau kelas, sesuai dengan bobot atlet,” ungkap Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung, Dhian Risdhian saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim via sambungan telepon, Senin (5/2)

Dhian sapaan akrabnya, mengaku bangga atas apa yang telah diperoleh oleh anak-anak asuh didikannya. Ia mengapresiasi penuh atas segala daya upaya dan usaha yang telah dilakukan kevempat kontigen dari Rumah Yatim.

3f9a782d2740894a222bace1997266ed2273a45f

“Sebenarnya kemenangan yang sesungguhnya adalah tatkala mereka dapat melalui rintangan tersebut dan menjadikannya sebuah kemenangan yang berarti buat mereka, yang terwujud dari pemahaman ideologi yang baik serta kedisiplinan yang kuat,” paparnya.

Menurutnya, kemenangan hari ini dapat dijadikan sebuah pijakan dan pelajaran untuk berada di tingkat yang lebih atas lagi. “Karena masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini,” pungkasnya.


www.rumah-yatim.org



Rumah Yatim 2 Feb 2018

Update 56 - 10 Siswa SMA El Fitra Ikuti Observasi Gerhana

SMA El Fitra mengadakan observasi fenomena Super Blue Blood Moon (Gerhana Bulan Biru Kemerahan) di bangunan lantai empat SD El Fitra pada Rabu (31/1). Kejadian alam ini, terjadi secara bersamaan antara gerhana bulan, supermoon dan bloodmoon.

11913809e2381b1276dd896ca062ab6925c8c855

Fenomena alam ini dapat dikatakan spesial dan sangat langka, karena gerhana bulan ini hanya terjadi sekitar 150 tahun sekali. Kepala SMA El Fitra, Tetep Kurnia menerangkan, observasi yang dilakukan siswa dan siswi SMA El Fitra ini merupakan salah satu bentuk penelitian yang dilakukan sesuai dengan program Sains Project yang diterapkan oleh sekolah binaan Ruman Yatim ini.

Tetep -sapaan akrabnya juga menambahkan, tujuan awal observasi ini adalah untuk mengetahui pengetahuan langka yang harus diketahui oleh siswa. “Kita berpikir bahwa, ada hal yang harus diperhatikan dalam fenomena ini, kita harus mengetahui sebab-sebab terjadinya gerhana yang memang kesesuaian dari segi sains,” ungkapnya saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim Rabu (31/1).

Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang. Siswi kelas X dan XI yang dipilih untuk melakukan observasi sederhana ini. Tetep menerangkan, kegiatan ini bukan hanya sekedar program dari sains project saja. Tetapi, observasi ini langsung dilakukan dan diaplikasikan di lapangan untuk mengetahui lebih detail dan mendalam tentang fenomena ini.

d4c56e5490f13becd1906b14089084badc51d308

“Bukan hanya sekedar teori saja, tapi kita coba lakukan kegiatan itu ada tambahan kegiatan lain yang sifatnya mendukung dari sains project itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, fenomena gerhana bulan ini merupakan fenomena yang langka terjadi. Maka dari itu, kegiatan ini menjadi sebuah pengalaman yang baru untuk siswa-siswi untuk mengambil pelajaran dari fenomena ini.

“Ya sebuah pengalaman baru sih buat anak-anak,” tutupnya.


www.rumah-yatim.org



Rumah Yatim 30 Jan 2018

Update 55 - Evaluasi Kuliah pada Alumni Rumah Yatim

406f04af6b0e5e627bbc65ca3cbba58a2aa3f0a1

Direktorat Pendidikan Rumah Yatim menggelar kegiatan evaluasi kuliah di salah satu ruang kelas SD El Fitra (Islamic Scientific School). Kegiatan ini digelar dalam upaya mengetahui perkembangan dan ketercapaian alumni Rumah Yatim yang sedang berkuliah di berbagai perguruan tinggi negeri.

Ada sebanyak 35 alumnus Rumah Yatim yang berkuliah di berbagai universitas negeri di antaranya, UPI, ITB, IPB, UNPAD, UGM, UNDIP, Polban dan Poltekes Kemenkes, mengikuti kegiatan evaluasi tersebut.

13420c0be21f82fcd73a225e0a8d7acd59247bbb

Manajer Pendidikan Nonformal Rumah Yatim, Ucu Marlina, mengungkapkan bahwasannya kegiatan evaluasi ini dikonsep seperti sidang skripsi. Dalam kegiatan ini, satu persatu alumnus diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah, kegiatan selama di kampus, prestasi yang sudah dicapai dan berapa banyak relasi yang sudah terjalin.

“Kami ingin mengetahui kegiatan yang dilakukan di kampus, apakah mereka hanya kuliah atau aktif berorganisasi, kami pun ingin mengetahui materi yang mereka dapatkan selama kuliah. Tidak hanya itu, kami pun ingin tahu berapa banyak dosen, teman dan instansi jurusan yang telah mereka jalin selama kuliah ini,” ujarnya, Senin (29/1).

Sama seperti sidang skripsi pada umumnya, di akhir persentasi para alumni mendapatkan komentar dan pertanyaan dari empat penguji yang terdiri dari direktur pendidikan, wakil direktur pendidikan, manajer pendidikan formal dan nonformal Rumah Yatim.

“Selain mendapat komentar dan pertanyaan, kami pun menilai mereka dari segi tampilan power point, konten yang disampaikan dan cara penyampaian materi,” katanya.

32aeab08b199a591ec48c460e016dae1287ca80f

Ucu mengungkapkan, kegiatan evaluasi perdana ini akan dilakukan setiap semesternya. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan para alumni. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, para alumni menjadi terbiasa untuk tampil di depan umum, dan mengetahui cara presentasi yang baik dan benar itu seperti apa.

“Semoga ketika nanti mereka sidang, mereka sudah terbiasa dan tidak merasa tegang ketika mempresentasikan materi," tutup Ucu.


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 29 Jan 2018

Update 54 - Beasiswa Pendidikan Bagi 80 Anak Non Mukim

46463cb03fc2fb579a2372522e8426f0d06a07d0

Rumah Yatim Area Kalimantan menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 80 anak non mukim yatim dan dhuafa, di Kelurahan Banua Anyar, Kalimantan Selatan, Kamis (25/1). Hal itu merupakan salah satu program pusat dalam membantu dan meringankan beban anak-anak dalam kategori kurang mampu, di bidang pendidikan.

Adapun dari tujuan tersebut, Kepala Asrama Rumah Yatim Banjarbaru, Syafrudin mengungkapkan, kini Rumah Yatim sedang mencari potensi anak-anak berprestasi. Maka dari itu, Rumah Yatim selaku penyelenggara akan memfokuskan program pemberian beasiswa untuk membantu dan meringankan biaya sekolah anak non mukim.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan program yang sedang digalangkannya ini, yaitu program bimbingan belajar (Bimbel) gratis untuk anak yatim dan dhuafa berprestasi. Selain itu, pihaknya juga menyosialisasikan keberadaan kantor layanan zakat dekat lingkungan setempat.

“Acaranya di kantor kas yang baru, sekalian sosialisasi keberadaan kita di situ. Selain kantor, kita juga buka Bimbel, diutamakan bagi yatim dan dhuafa,” ungkapnya, saat diwawancarai Jum’at (26/1).

Lebih lanjut ia menuturkan respon warga sekitar, terutama anak-anak, cukup antusias dan disambut baik. Terlebih di kantor kas tersebut, ada Pusat Pengembangan Potensi Anak (PPPA) yang membuka peluang bagi anak-anak yang kurang mampu atau sempat putus sekolah bisa mengikuti program Bimbel gratis itu.

“Mereka cukup senang waktu saya survei, responnya cukup baik,” katanya.

Ia berharap pemberian beasiswa ini bisa dilaksanakan secara rutin untuk bisa membantu pendidikan anak-anak, agar lebih bermanfaat. Serta hadirnya Rumah Yatim di lingkungan tersebut, dapat membawa dampak positif bagi masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan keberadaan kita membawa dampak positif, membantu pendidikan anak agar lebih bermanfaat," pungkasnya.



#BersamaWujudkanMasaDepanYangLebihBaikBagiMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 25 Jan 2018

Update 53 - Tiga Anak Asuh Akan Ikuti Kontingen Kejuaraan

Rumah Yatim Lodaya Bandung memiliki banyak anak asuh yang ahli di bidang olahraga, salah satunya pencak silat. Setiap minggunya, mereka selalu dilatih untuk melakukan latihan rutin dalam rangka meningkatkan kemampuan pencak silat terhadap anak-anak asuh di Rumah Yatim Lodaya.

Bulan Februari nanti, menurut informasi dari Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung, Dhian Risdhian mengatakan anak asuh akan dikirim untuk mengikuti undangan kejuaraan pencak silat dalam perlombaan tingkat nasional dan internasional.

"Informasi tersebut adalah benar sesuai dengan proposal masuk dengan nomor 04/PPSPB/PBo4/II/2018 tentang Undangan Kejuaraan Pencak Silat kepada Padepokan Padjadjaran Indonesia Cabang Rumah Yatim,” ungkap Dhian saat diwawancarai, Selasa (23/1).

2c000ab6eccbb0e8ea6356f766b2771323a4d1e5

Tiga anak asuh yang akan mewakili perlombaan tersebut adalah Eris Hidayat (16), Zaki Maulana Akbar (14) dan Ervin Pahmi Rizal (14). “Tiga anak yang di ikut sertakan dalam kontingen kejuaraan ini sudah memiliki sabuk hijau dan kuning serta sudah lama aktif dalam pengembangan skill silat ini,” ujarnya.


Ia mengaku, hal ini merupakan sarana untuk menambah pengalaman bagi mereka dan salah satu cara dalam rangka pengembangan skill agar dapat memunculkan keberanian dan bisa menghadapi tantangan yang ada serta sebagai sarana peningkatan prestasi non akademik anak.

“Dan yang terpenting adalah mereka dapat memberikan kontribusi nyata dalam memelihara kebudayaan pencak silat Indonesia,” pungkasnya.

Dhian berharap semoga Allah memudahkan mereka untuk mencapai hasil yang terbaik. "Doakan anak-anak asuh Rumah Yatim semoga diberi kelancaran dan kemudahan, aamiiiin," katanya.



#YatimBerprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 22 Jan 2018

Update 52 - Ima, Anak Asuh RY Miliki Segudang Prestasi

2733591428713fa76f39e821eca7a0eec394cc8f

Wajahnya selalu terlihat berseri, sedikit pemalu tapi aktif di asrama. Senyum ramah selalu menghiasi perbincangan sore itu. Mulanya malu untuk bersua, tapi sejalan waktu yang berlalu, Ima Husnul Khotimah (13) larut dalam perbincangan.


Ima -sapaan akrabnya, salah satu anak asuh Rumah Yatim Cemara yang memiliki segudang prestasi akademik maupun non akademik. Sejak ditinggal sang ayah saat usia lima tahun, semangat Ima tidak surut. Sehari-hari kini, putri Uum Kurniasih ini gemar membaca. Menurutnya membaca merupakan suatu kebutuhan untuk memperdalam pengetahuannya.


Ia sudah tinggal di asrama sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini, dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak mencukupi di dalam keluarganya. Namun, semangat Ima tidak pernah luntur, ia bercita-cita ingin menjadi sosok yang berbeda dari keluarganya. Hal ini, untuk membanggakan sang ibunda dan almarhum sang ayah.


Keterbatasan ekonomi dan ditinggalnya sang ayah, tidak membuat Ima berkecil hati dalam proses menuntut ilmu serta bersosialisasi. Hal ini terbukti dengan diraihnya sejumlah prestasi akademik dan non akademik.


Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia selalu meraih peringkat satu di kelasnya hingga lulus di tahun 2017. Pada Mei tahun kemarin, Ima berkesempatan untuk kembali membuktikan prestasinya dengan mendapat ranking satu di semester awal, dirinya bersekolah di SMP IT Bina Insan Unggul (BIU).


Hal ini membuktikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi halangan Ima untuk tetap berprestasi. Dirinya mengaku semenjak tinggal di asrama Cemara, semangatnya dalam belajar terus meningkat. Hal ini dikarenakan, banyak aktivitas yang mendukung potensinya untuk berkembang.


"Senang soalnya banyak temen-temen asrama yang sering ketawa dan bahagia, yang sederhana itu dirasakan bersama, dan teman-teman asrama juga penghibur kalau lagi pusing," ungkapnya dibalut malu dan senyum.


Selain prestasi akademik di bangku sekolah dasar dan menengah pertama. Ia juga meraih beberapa penghargaan dalam sejumlah perlombaan selama ia duduk di sekolah dasar maupun saat ini di menengah pertama.


Saat duduk di kelas tiga sekolah dasar, dirinya meraih juara satu pada lomba membaca, menulis, dan menghitung (Calistung) tingkat kecamatan. Di tahun berikutnya, saat duduk di kelas empat ia mendapat juara ketiga dalam perlombaan cerdas cermat yang di adakan Universitas Padjadjaran.


Selain itu di tahun kelimanya sekolah, saat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA tingkat sekolah dasar, ia kembali meraih juara satu. Dua perlombaan terkahir yang diikuti Ima, Sains Project dan lomba teka-teki silang di beberapa bulan kemarin. Bisa diraihnya dengan mendapat juara satu di kedua perlombaan tersebut.


Perasaan bangga dirasakan Ima saat sejumlah prestasi bisa ia persembahkan untuk sang ibunda dan mendiang sang ayah. Namun, prestasi yang didapatkan Ima tak serta-merta diraihnya secara instan. Rasa malas dalam belajar, beribadah dan lainnya pernah Ima rasakan selama tinggal di asrama.


"Kadang suka banyak godaan males buat ibadahnya rajin," paparnya.


Selain itu, prestasi akademik yang diraihnya tetap diimbangi dengan ketaatannya dalam menjalankan kewajiban maupun sunah dalam beribadah. Saat ini ia sedang mulai mencoba menjalankan puasa sunah daud. Serta, tetap menambah hafalan ayat suci Alquran dan hadits setiap harinya. "Pertama memang gampang kegoda sama makanan-makanan, tapi udah agak lama udah biasa," tutur Ima.


Kini, rasa rindu Ima kepada sang Ibu dan mendiang ayahnya selalu dicurahkan dalam setiap sujudnya kepada Ilahi. Didikan yang baik hingga Ima terus bersemangat, menjadi rasa rindu tersendiri kepada sang ibu. Harapannya, ia bisa membawa kedua orang tuanya nanti untuk tinggal di surga saat waktunya tiba.



#BantuYatimBerprestasi

#MasaDepanYangLebihCerahUntukMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 19 Jan 2018

Update 51 - Tipografi Alumnus Anak Asuh Mejeng di Dubai

d133867d672e7b930700c9e075eb2226357fedca

Tak ada habisnya karya anak asuh Rumah Yatim yang patut diancungi jempol. Karya-karya anak asuh Rumah Yatim senantiasa membuahkan hasil. Kali ini mahakarya luar biasa datang dari bidang tipografi.


Tipografi merupakan salah satu karya seni yang menggabungkan antara seni dan teknik menulis untuk mengatur tulisan sehingga membuat makna tulisan dapat tersampaikan dengan baik dan terarah secara visual.


Alumnus anak asuh Rumah Yatim, Fikran Arif Sya’bana berhasil meloloskan karya seni tipografinya pada ajang pameran Type Unite Dubai tingkat internasional di Dubai akhir tahun 2017 lalu.


Pameran ini, merupakan pameran internasional tentang poster desain tipografi yang diadakan oleh Fakultas Desain di American University in Emirates (AUE) dan Type Unite yaitu sebuah perkumpulan internasional para profesor seni desain yang berkontribusi dalam pembelajaran dan latihan mengenai tipografi.

984b2381835a0154737a997a8a9ef4651087a748


Fikran mengaku, ia merupakan satu dari 10 peserta perwakilan Indonesia yang karyanya berhasil lolos untuk dipamerkan di Dubai. Karya yang dipamerkan Fikran bertemakan karya seni tipografi tentang sopan santun orang Jawa dan tulisannya menggunakan aksara Jawa.


“Bentuknya kaya pohon rindang gitu, artinya sopan santun membuat orang merasa teduh,” ucapnya saat diwawancarai pada Kamis (18/1) disela-sela waktu senggangnya.


Menurut Fikran, dirinya tak menyangka bisa masuk ke dalam nominasi 10 peserta dari kampusnya untuk mewakili Indonesia dalam ajang pameran internasional tersebut.


“Fikran enggak pernah ikut pameran gede, sekalinya gede berskala internasional, kan gimana gitu, kaget tapi sekaligus bangga pastinya” kata Fikran saat dimintai keterangan tentang apa yang dirasakan setelah karyanya masuk kancah internasional.


Pameran tersebut bertujuan untuk mengumpulkan karya-karya tipografi pelajar dari sembilan negara. Di antaranya, United Arab Emirates (UAE), China, Belanda, Ekuador, Indonesia, Polandia, Korea Selatan, Turki dan Amerika Serikat.


“Ya percaya diri aja sih pas seleksinya juga, enggak dapet salary tapi seenggaknya ini penting untuk portofolio, tapi saya dapet katalog buku dari sana,” tutupnya.



#SaatnyaYatimIndonesiaGoInternasional

#BantuCerahkanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 18 Jan 2018

Update 50 - 75 Anak Asuh Rumah Yatim Berhasil Masuk PTN

67c4a1c19eaf878582122a8d19944312df5aebf2

Alumni anak asuh Rumah Yatim yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, kini telah banyak melanjutkan studi ke jenjang pekuliahan. Sebagian alumni berhasil lolos masuk seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sebagian lainnya berkontribusi penuh mengabdi untuk Rumah Yatim.


Diwawancarai pada Jumat (12/1) di selasar SD El Fitra, Manajer Pendidikan Nonformal Rumah Yatim, Ucu Marlina mengatakan, alumni anak asuh Rumah Yatim telah tersebar di beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.


“Kalau di hitung-hitung sudah ada sekitar 75 orang yang kuliah,” jelas Ina sapaan akrabnya.

e566a231c5d9511525e8803ba796a80430adc514

Ia mengatakan, alumni anak asuh Rumah Yatim sebagian besar diterima di beberapa perguruan tinggi, di antaranya Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), Politeknik Bandung (Polban), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institute Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI) dan masih banyak perguruan tinggi lainnya.


“Alhamdulillah sampai sejauh ini anak-anak lolos masuk ke perguruan tinggi yang bagus dan terkenal, bahkan ketika saya mendaftarkan kesalah satu universitas bergengsi, salah satu anak asuh Rumah Yatim memiliki nilai tes tertinggi di banding siswa lainnya,” paparnya.


Selain itu, Ina juga menambahkan, alumni anak asuh Rumah Yatim yang telah lulus SMA, akan diberi pilihan. Anak-anak bebas memilih untuk melanjutkan kuliah atau terlebih dahulu mengabdi di Rumah Yatim.


“Kalau yang lulus masuk kuliah, silakan kuliah. Ada beberapa pembagian ketika menjadi alumni. Ada yang kuliah, ada juga yang ditugaskan. Ada juga penugasan wajib, satu tahun. Tetapi, ada juga yang memang ingin pulang ke rumahnya. Yang kuliah, dan yang tidak kuliah, biasanya disebarkan di departemen atau unit, itu tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

2181e4043b5cd403f8bb6d9dd2ca0df11b7e9f10

Rumah Yatim menjadi lembaga yang juga mengedepankan pendidikan anak asuh agar kelak dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat dan orang banyak. Masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan anak asuh dalam bidang pendidikan.


“Intinya kan ketika mereka sudah jadi alumni, itu bagaimana cara mereka agar bisa mandiri. Mereka berbeda dari anak-anak pada umumnya. Hal-hal seperti melatih kepercayaan diri, itu kita terapkan, ya anak asuh identik yang seperti itu, mereka harus mandiri," pungkas Ina.



#BersamaWujudkanCitaDanHarapanMereka

#BantuYatimIndonesiaBerprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 17 Jan 2018

Update 49 - Renaldi, Anak Asuh Berprestasi Lanjut Kuliah

4b76008dcae38ded9a62866a5e6d68947cc9f062

Alumni anak asuh Rumah Yatim yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, banyak memiliki prestasi. Salah satu anak berprestasi dari asrama Rumah Yatim adalah Renaldi (19).


Laki-laki kelahiran Ciamis, 24 Oktober 1998, saat ini sedang menempuh studi di salah satu universitas terbaik di Indonesia dan menjadi bagian dari perwakilan Rumah Yatim yang berkuliah di kampus bergengsi tersebut.


Rei, sapaan akrabnya, ia merupakan alumnus SMA El Fitra Bandung dan saat ini sedang duduk di bangku kuliah tingkat satu di Institute Pertanian Bogor (IPB) jurusan Manajemen Agribisnis.

“Tak pernah terbayangkan saya bisa duduk di bangku kuliah dan diterima di IPB,” ucap Renaldi saat diwawancarai Jurnalis Rumah Yatim, Rabu (10/1).

Laki-laki yang hobi mendengarkan musik ini, memiliki segudang cita-cita, salah satunya menjadi pengusaha.


Ia menjadi bagian dari Rumah Yatim sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia tak pernah menyangka sebelumnya, dirinya bisa masuk di IPB.


“Awalnya engga nyangka banget bisa masuk IPB, dulu pas SMA ikut manajemen pendidikan. Tiba-tiba disuruh ngumpulin berkas untuk seleksi masuk perguruan tinggi, alhamdulillah dapet dan diterima,” ujar Rei.


Rumah Yatim memilki program rancangan pendidikan yang dibangun untuk meningkatkan pendidikan anak-anak asuh. Salah satu programnya adalah bimbel (bimbingan belajar). Rumah Yatim juga menjadi media fasilitator sebagai salah satu penunjang keberhasilan anak.


“Saat ini, biaya kuliah Rei, tunjangan pendidikan, biaya hidup sehari-hari, semua itu dibiayain dari Rumah Yatim. Ada beasiswa dan tunjangan juga. Semua biaya kuliah dibiayain sama Rumah Yatim,” tuturnya.


Ia bercerita, dirinya menjadi bagian dari keorganisasian di kampusnya dan ia bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman baru yang menyenangkan.


“Alhamdulillah puji syukur, setelah beberapa bulan merasakan kuliah, senang sekali Rei bisa mendapat pengalaman baru serta teman-teman baru yang menyenangkan,” katanya.


Ia juga mengatakan, sampai detik ini, Rumah Yatim selalu mendukungnya dan menjadi bagian penting di dalam kehidupannya. “Sampai saat ini Rumah Yatim masih berperan dalam kehidupan saya, baik itu di kehidupan sehari-hari maupun yang lainnya serta dalam biaya juga,” jelasnya.


Rei sangat berterima kasih atas bantuan dan pelayanan yang luar biasa dari Rumah Yatim atas semua yang telah diberikan kepadanya. Ia berharap semoga kelak Rumah Yatim semakin maju dan selalu menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang amanah dan bertanggungjawab.


“Terima kasih kepada Rumah Yatim telah membimbing, mengurus saya dan memberi dukungan hingga saya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti ini,” pungkasnya.



#WujudkanMasaDepanYangLebihCerahUntukMereka

Rumah Yatim 13 Jan 2018

Update 48 - KYD Rumah Yatim Seimbangi Prestasi Anak Asuh

ef17bd7ac99304bcb6c7b371364f8390ecf0e2c8

Rumah Yatim memiliki 29 asrama bagi anak asuh, yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Terdapat 319 anak asuh mukim yang tinggal di asrama. Setiap tahunnya, Rumah Yatim mencoba untuk terus mengembangkan potensi anak, agar bisa bersaing dengan anak-anak lainnya.

Prestasi-prestasi sudah ditorehkan anak asuh, baik dalam bidang akademik maupun kediniyahan. Selain prestasi, banyak pula kreasi yang telah anak asuh ciptakan.

“Terkait prestasi itu ada dua hal. Pertama, prestasi akademik yang menyangkut prestasi di sekolah. Kedua prestasi diniyah berkisar tentang hafalan Alquran, hafalan hadits, praktik shalat, fiqih, dan lainnya,” ungkap Manajer Kemandirian Yatim dan Dhuafa (KYD) Rumah Yatim, Joko.

Sedangkan di bidang kreasi atau pengembangan potensi anak, di setiap daerah itu berbeda-beda. Ia menambahkan, ada yang lebih menekankan di bidang olahraga dan ada juga di bidang seni. Di antaranya, bimbingan belajar (bimbel), koding, belajar komputer, les bahasa, karate, taekwondo, futsal, dan menjahit.


327b09eb2546fc522229e48215a53da57e5127fe

“Anak asuh kami itu ada yang pernah membuat aplikasi games sederhana, ada juga satu anak yang dalam satu tahun ini sudah hafal 14 juz,” ujarnya. Dari total 319 anak, sebanyak 210 anak sudah hafal Alquran minimal 1 juz.

“Kita selama ini sudah memaksimalkan dari sisi prestasi anak, baik akademik atau pun diniyah. Nah kita sekarang seimbangkan dengan kualitas akhlaknya,” papar Joko ketika ditanyai perihal rencananya di tahun 2018.

Jadi, anak itu tidak hanya pintar saja, tidak hanya hafal Alquran saja, tapi diimbangi dengan akhlak yang baik. Sehingga nantinya ketika lulus sekolah, atau sudah tidak di Rumah Yatim lagi, anak-anak bagus dari segi skill dan akhlak.

“Karena dari akhlak yang baik akan memunculkan tanggungjawab yang baik. Terutama kami didik anak dengan karakter – karakter yang meneladani Rasulullah SAW,” ucapnya, saat ditemui diruangannya, Senin (8/1).

Selain meningkatkan kualitas anak asuh, di tahun 2018 ini ia akan meningkatkan kualitas kepala asrama, utamanya dalam bidang psikologi. “Untuk menjadi kepala asrama itu harus memahami psikologi. Sehingga ketika menghadapi anak dengan berbagai karakter dan emosinya, dia bisa menanganinya,” tambah Joko. Namun, ia juga akan terus mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.



Jangan merusak kebahagiaan yang kamu miliki dengan rasa khawatir, dan jangan menghancurkan pikiranmu dengan pesimisme. Jangan merusak kesuksesanmu dengan tipu daya dan jangan merusak optimisme orang lain dengan menghancurkannya. Jangan merusak harimu dengan melihat kembali hari kemarin. – Ibnu Qayyim



#BersamaCerdaskanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 11 Jan 2018

Update 47 - Yatim Duren Sawit Antusias Ikuti Les Bahasa

da51efefe3b7c27e5dff39664764b5ef82a02eed

Antusias begitu besar dari sejumlah anak asuh Rumah Yatim Duren Sawit, saat mengikuti les Bahasa Inggris di Asrama Jalam Kolonel Sugiono Blok O No 16 A, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (10/1). Kagiatan ini merupakan bentuk dukungan Rumah Yatim dalam menunjang kemampuan berbahasa anak asuh.

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Yana Supriatna, dalam pembelajarannya anak asuh dimulai dengan belajar cara pengucapan huruf yang baik dan benar. Selain itu, anak asuh pula diberikan teori dasar dalam Bahasa Inggris.

"Karena kebetulan anak-anak Asrama Duren Sawit itu bisa dibilang standar, baik bacaan, cara pengucapan apalagi artinya, untuk pelajaran Bahasa Inggris," ungkapnya.


Kegiatan ini, tambah Yana, merupakan perdana dilakukan di Asrama Duren Sawit. Apalagi khususnya les Bahasa Inggris yang secara langsung diberikan oleh orang yang profesional di bidangnya. Selain itu, ia sangat bersyukur dan bahagia atas antusias yang diperlihatkan oleh anak asuhnya.


"Semoga bisa jadi kegiatan rutin, supaya dapat memberikan dampak kepada anak-anak," paparnya.

Yana berharap, dengan kegiatan les seperti ini anak asuhnya mampu membaca, menulis, serta berkomunikasi dengan baik. Sehingga nantinya anak asuh bisa bersaing di tengah masyarakat secara luas. Selain itu, menurut dia, respon anak asuhnya sangat baik. Hal ini diperlihatkan dari antusias anak asuh saat pembelajaran.

"Respon anak-anak alhamdulillah bagus, mereka senang dengan adanya kegiatan ini," pungkasnya.



Langkah pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, lalu diam dan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya. – Sufyan bin Uyainah


Mari memutus rantai kemiskinan melalui Ilmu dengan membantu mereka mendapatkan lebih banyak lagi ilmu lewat program bimbingan belajar.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 11 Jan 2018

Update 46 - Berdoa Sebelum Beraktifitas di RY Banjarbaru

f2bcc50e50b087a2dc5449e4c714aadff6e73916

Anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, rutin melaksanakan doa pagi bersama sebelum berangkat sekolah, di teras asrama Rumah Yatim Banjarbaru, Rabu (10/1). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang diajarkan pihak asrama, sebelum memulai aktivitas, diawali dengan berdoa.

Indra Abdullah, selaku Manajer Area Kalimantan mengungkapkan kegiatan doa bersama sebelum berangkat sekolah ini, agar anak-anak terbiasa melakukannya setiap hari, sehingga bisa menambah kebaikan untuk semakin dekat dengan Allah SWT.

“Jadi sebelum berangkat mereka kumpul dulu, doa bersama untuk menuntut ilmu,” imbuh Indra saat diwawancarai tim jurnalis.

Lebih lanjut ia memaparkan, selain berikhtiar, anak-anak juga harus menyertakan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya, agar ilmu yang anak dapatkan, bisa menjadi berkah. Sehingga menambah ketaatan dan ketaqwaan mereka kepada Allah.

“Mereka juga harus menyertakan Allah dalam setiap aktivitas, agar kebekahan menyertai langkah mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, doa bersama ini merupakan sebuah kegiatan positif yang harus dibiasakan, dikembangkan, dan dilestarikan, agar menambah kertaqwaan dan ketaatan.

Ia berharap, dengan doa bersama ini, Allah memberikan kecerdasan dalam keimanan anak asuhnya. Serta dengan doa tersebut anak asuhnya bisa selamat dalam perjalanan ke sekolah hingga kembali lagi ke asrama dalam keadaan sehat wal’afiat.


“Barang siapa yang membelai kepala anak yatim kerana Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

#BantuCerahkanMasaDepanMereka
InsyaAllah mereka lah yang akan mengambil andil besar dalam membantj berat nya timbangan amal kebaikan kita nanyi disana...


www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 10 Jan 2018

Update 45 - Teladani Rasul, Anak Asuh Jalani Puasa Sunah

622f3b0d6df7a7206d5a44a98fe260665e5cd38b

Puasa senin kamis merupakan puasa yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Karena hari tersebut merupakan hari dilahirkannya Nabi Muhammad SAW dan hari diutus-Nya sebagai nabi akhir zaman. Kegiatan puasa senin kamis ini rutin dilaksanakan anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung.

Asrama Tanjung Karang menerapkan puasa sunah maupun kegiatan sunah lainnya, sebagai rutinitas yang terbiasa dilakukan. Pihak asrama juga mengajarkan amalan-amalan sunah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Menurut salah seorang pengurus, Dwi Apriana mengungkapkan, puasa sunah yang sudah menjadi rutinitasnya setiap minggu, tidak membuat anak-asuh binaan Rumah Yatim ini, menjadi lelah. Mereka menjalankannya dengan niat karena ibadah kepada Allah SWT. Istiqomahlah yang menjadi kunci dasar anak-asuh tetap enjoy menjalaninya.

“Alhamdulilah, pada senang dan semangat, karena itu sudah menjadi rutinitas kita dan insya Allah istiqomah,” imbuhnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (9/1).

Seperti halnya yang dipaparkan Dwi, menjalani puasa sunah dengan ikhlas, membuat anak-anak tetap semangat, bahkan tidak cepat mengeluh.

“Alhamdulilah enggak, mereka semua menjalankan puasa senin kamis dengan semangat,” terangnya.

Belajar dari hal terkecil membuat anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang semangat dan antusias. Pihak asrama mengajarkan hal-hal yang terkecil, agar anak asuhnya merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sedikit dan sebanyak apapun yang mereka miliki, tetap harus disyukuri, karena itu yang akan mengantarkan anak asuhnya kepada keberkahan dan pribadi yang taat kepada Allah.

“Insya Allah, kami di sini belajar sunah dari hal yang terkecil, dan alhamdulilah juga itu menjadi rutinitas kita yang sudah seperti budaya puasa senin kamisnya,” jelasnya.

Ia berharap walaupun kegiatan puasa senin kamis ini masih dalam tahap pembelajaran, anak-anak bisa terus belajar istiqomah, karena istiqomah adalah sesuatu hal yang sulit untuk terus dipertahankan, tentunya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menjalankan setiap sunah Rasul-Nya.

“Semoga, kegiatan yang ada di Rumah Yatim ini kita dapat menjalankannya dengan baik dan tentunya belajar istiqomah. Karena istiqomah adalah hal yang sulit, tetapi kita harus belajar sedikit demi sedikit, agar nantinya menjadi lebih baik lagi di mata Allah,” pungkasnya.

"Puasa adalah perisai, yang akan melindungimu dari api neraka dan menjagamu dari perbuatan dosa." (HR. Bukhori)

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 9 Jan 2018

Update 44 - Mengetuk Surga Ar Rayyan di RY Kaliurang

924990767e8d1680bc876a8512206dfa579feea9

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya 'Ar-Rayyan', yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Dikatakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim)


Selain bisa memasuki surga Ar-Rayyan, banyak sekali keutamaan yang bisa diraih dari puasa senin kamis, di antaranya dapat menyehatkan tubuh, mengendalikan hawa nafsu dan masih banyak lagi. Mengetahui bahwa banyak sekali fadilah yang dapat diambil dari puasa senin kamis, pengurus Rumah Yatim menginstruksikan seluruh anak asuhnya untuk rutin melakukan puasa sunah tersebut.


Asrama Kaliurang salah satunya, setiap hari Senin dan Kamis, anak asuhnya rutin berpuasa. Kegiatan ini bahkan telah menjadi suatu pembiasaan untuk mereka. Menurut Nurma Madjid salah satu pengurus asrama, banyak sekali manfaat yang telah mereka peroleh, satu di antaranya mereka tidak gampang terkena sakit, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, lebih sabar dan lebih disiplin. Rutin menjalankan puasa senin kamis membuat anak-anak terbiasa bangun pukul 03:00 WIB untuk menjalankan shalat tahajud.


“Anak-anak selalu bersemangat menjalankan puasa ini, Alhamdulillah mereka tidak pernah mengeluh lapar, capek atau haus meskipun jarak ke sekolah jauh,” ujarnya.


Ia berharap, anak asuh dapat terus istiqomah menjalankan puasa senin kamis ini agar mereka memperoleh banyak manfaat dari kebiasaannya tersebut.



Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. — (QS.2:245)

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 6 Jan 2018

Update 43 - Tingkatkan Bahasa Asing Melalui Les Rutinan

d0df58edc94b696543d3fe634a0e9965d3cedc73

Rumah Yatim Cabang Bali rutin mengadakan les bahasa inggris untuk anak-anak asuhnya setiap tiga kali dalam satu minggu.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas bahasa asing di lingkungan asrama Rumah Yatim.

Diwawancarai pada Kamis (04/01), Kepala Asrama Rumah Yatim Cabang Bali Muhammad Abdullah memaparkan, kegiatan les ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Rumah Yatim dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa asing para anak asuh.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 11 orang siswa sekolah dasar dan 7 orang siswa sekolah menengah. Les bahasa ini dipandang mampu menjadi salah satu cara dalam memperbanyak ilmu pengetahuan tentang bahasa asing khsuusnya bahasa inggris.

“Alhamdulillah anak-anak antusias selalu untuk belajar bahasa inggris dan ini merupakan suatu kemajuan yang signifikan dalam membantu anak-anak dalam hal berbahasa,” papar Abdullah.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini senantiasa menjadi kegiatan unggulan di Rumah Yatim Cabang Bali dan menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

“Semoga dengan ini, anak-anak mampu berbahasa asing dengan baik dan benar,” pungkasnya.


_"Jangan merusak kebahagiaan yang kamu miliki dengan rasa khawatir, dan jangan menghancurkan pikiranmu dengan pesimisme. Jangan merusak kesuksesanmu dengan tipu daya dan jangan merusak optimisme orang lain dengan menghancurkannya. Jangan merusak harimu dengan melihat kembali hari kemarin."_(Ibnu Qayyim)

#BersamaWujudkanMasaDepanYangLebihBaikUntukMereka

#BantuBangunOptimismeUntukMasaDepanMerekaYangLebihBaik

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 4 Jan 2018

Update 42 - Evi Christiani: Bersyukur Jadi Bagian Rumah Y

69a5f185eb910cdd2ae95f2e17ec7603931ab607

Evi Christiani Harahap, salah satu anak asuh Rumah Yatim sejak 6 tahun lalu, kini telah tumbuh menjadi perempuan cerdas dan bersahaja. Murah senyum, supel, rajin dan berprestasi, itulah karakter dari perempuan yang akrab dipanggil Evi.


Perempuan kelahiran September 2000 ini, merupakan anak asuh mukim Rumah Yatim Pamulang Tangerang Banten, dirinya sudah yatim sejak usia dua tahun. “Udah enggak pernah liat ayah sejak umur dua tahun,” cerita Evi kepada Jurnalis Rumah Yatim, Rabu (3/1).


Namun, hal tersebut tak menjadikannya putus harapan, ia terus berdoa dan berusaha menjadi yang terbaik demi membanggakan orangtuanya dan nama baik Rumah Yatim. Saat ini, ia telah tumbuh menjadi perempuan pintar penuh prestasi. Tak tanggung-tanggung, beberapa kejuaraan sudah ia raih. Ia mampu menjadi contoh bagi anak asuh yang lainnya. Dirinya berhasil meraih beberapa kali penghargaan, mulai dari Juara I Tahfidz Qur’an selama empat kali berturut turut, Juara Umum Pramuka Penggalang selama tiga kali berturut turut, Juara II Olahraga Basket, Juara II Paduan Suara, Juara II Menulis Puisi, Juara III Menulis Cerpen Islami, dan masih banyak lagi penghargaan yang telah ia terima.


Jurnalis Rumah Yatim berbincang dengan Evi disela-sela kesibukan dalam menjalankan beberapa aktivitas padatnya. Ia bercerita, setidaknya ia harus menjadi orang yang bermanfaat dan berguna untuk Rumah Yatim dan untuk seluruh umat. Dirinya menginginkan kebaikan untuk Rumah Yatim dan untuk semua yang berkontribusi di Rumah Yatim.


“Senang, bahagia banget, bersyukur menjadi orang-orang pilihan yang masuk Rumah Yatim. Terima kasih atas pendidkan dan semuanya yang telah mendidik Evi sampai sejauh ini” jelasnya.


Saat ini, ia duduk di kelas XI di SMA Muhammadiyah 08 Ciputat Tangerang Selatan. Ia selalu masuk peringkat 10 besar disekolahnya.


Kelak ia bercita-cita menjadi seorang guru yang berkolaborasi dengan bidang psikologi. “Evi pengen jadi Guru dan Psikolog. Soalnya, kalau jadi guru kan harus memahami murid-muridnya. Supaya mendalami karakter siswa siswinya, makanya harus paham psikologi juga,” ujarnya.


Perempuan yang hobi membaca buku islami dan menulis puisi ini, terus menorehkan karya-karya terbaiknya lewat tulisan yang ia tuangkan. Ia selalu menjadi salah satu anak asuh yang rajin dan selalu belajar untuk menjadi yang terbaik dan berguna.


“Anaknya pinter, ia selalu suka menulis dan membaca. Kadang tulisan-tulisan dia itu dipajang di mading asrama Rumah Yatim, selalu mendapat rangking juga tiap semester, Evi itu berprestasi,” ucap Mustofa selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang Tangeran.


Ia juga menambahkan, walau terkadang pemalu, tapi Evi merupakan salah satu anak asuh yang rajin dan mau bekerja keras. Evi selalu betah berada di asrama, karya-karyanya selalu menjadi yang terbaik.


Diakhir perbincangan, Evi menceritakan kelak ketika ia sudah lulus dan menjadi orang sukses, ia akan mengabdi untuk Rumah Yatim dan bermimpi membangun sekolah untuk Rumah Yatim.


“Pengen ngabdi dulu, pengen bikin seperti sekolahan kecil-kecilan buat anak yang tidak mampu. Kalau doa untuk Rumah Yatim, semoga sukses selalu dan semoga kelak keluarga besar Rumah Yatim dapat berkumpul di syurganya Allah, aamiin,” harap Evi.



#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org



Rumah Yatim 3 Jan 2018

Update 41 - Anak Asuh Asrama Cinere Pertahankan Prestasi

07ad88853945fa2defc2f3a44836b1c21a003caf

Lahir di tanah pasundan membentuk semangatnya yang kian membara. Ekonomi yang kurang, tidak menjadikan semangatnya menjadi luntur. Sosok sederhana dan ramah menjadi ciri khas remaja yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama.


Dialah Ananda Ayang, remaja 15 tahun yang lahir di Kampung Gunung Goong, Desa Cipurut, Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi. Saat ini tinggal di asrama Rumah Yatim Cinere, Karang Tengah, Cilandak, Jakarta Selatan. Sejak duduk di sekolah dasar, Ananda Ayang menjadi sosok yang pintar diantara rekan sekelasnya.


Sejumlah prestasi pernah ia pertahankan hingga lulus dari sekolah dasar. Salah satunya ialah mendapatkan peringkat pertama, serta masuk dalam tiga besar dari kelas satu hingga enam.


Awal mula kedatangannya ke Ibu Kota Jakarta, sempat mendapat tentangan dari sang ayah. Kekhawatiran sang ayah dengan kerasnya ibu kota menjadi alasan utama. Maklum sejak kecil Ananda Ayang menjadi kebanggaan keluarga.


Saat ini, SMP Ar-Ridha Al Salaam menjadi saksi kepandaian Ananda Ayang. Karena di sekolah inilah Ananda Ayang kembali menorehkan prestasi dalam bidang akademik. Sejak duduk di bangku sekolah pertama, Ananda Ayang selalu masuk dua besar. Namun, sejak duduk di kelas 8 ia selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya.

ebe6cc525aa7036a17837611fb488101a5361abd
Kesibukannya duduk di bangku kelas sembilan saat ini, menjadikan Ananda Ayang harus pintar mengatur waktu. Kegiatan tambahan menuju ujian nasional mendatang tidak membuat Ananda Ayang terlena. Terbukti saat ini, Ananda Ayang telah menghafal Al Quran sebanyak 6 juz.


"Sekarang masuk 7 juz, tapi harus di muroja'ah kembali supaya lancar," ungkap Ananda Ayang.


Ketekunan inilah yang menjadi rasa bangga tersendiri bagi para pengasuh asrama. Sejak kedatangannya diawal ajaran baru tahun 2015, Ananda Ayang memang menjadi sosok yang berbeda.


Anak dari pasangan Ade Ruswandi dan Tati Sumiati ini mempunyai cara khusus untuk dapat menghafal Al Quran. Menurut pemaparannya, ada waktu-waktu tertentu hingga ia bisa menghafal.


"Setiap orang pribadinya berbeda-beda, kalo saya pribadi harus dalam keadaan sepi tapi tidak sepi banget. Intinya harus tenang," paparnya.


Kesehariannya saat ini disibukkan dengan kegiatan pembekalan dan hafalan Al Quran. Selain itu, cita-citanya menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi kunci utama dirinya dalam menjalankan keseharian dengan teratur.


Sebelum kesibukannya saat ini, dalam sehari Ananda Ayang dapat menghafal ayat Al Quran sebanyak 20 ayat pendek. Namun, sejak kesibukan yang menuju ujian nasioanl hanya lima ayat yang bisa ia setorkan setiap harinya.


"Saya ingin membuat bangga kedua orang tua saya," ujar Ananda Ayang.


Disekolah Ananda Ayang terbilang siswa yang aktif. Sejumlah kegiatan ekstrakulikuler diikuti olehnya. Diantaranya ia mengikuti, club Futsal, OSIS, Pramuka, serta Band. Kesibukan inilah yang menjadikan sosok Ananda Ayang menjadi luwes dan mandiri.


"Biasanya saya jadi penjaga gawang kalo main," ujar dia.


Selain pandai dalam akademik, saat duduk di kelas dua SMP Ananda Ayang pernah mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan da'i. Serta beberapa kali mendapat juara dalam mengikuti perlombaan pramuka.


"Alhamdulillah waktu itu dapat juara ketiga," tutur remaja yang gemar musik clasik rock ini.


Rasa bangga dan haru ia sampaikan kepada jurnalis Rumah Yatim selama dirinya tinggal di asrama. Asrama Rumah Yatim berhasil merubah sosok dirinya menjadi pribadi yang lebih sederhana dan mensyukuri hidup. Apalagi menurutnya, di asrama dia bisa leluasa menghafal Al Quran tanpa ada gangguan yang mungkin didapatkannya di rumah.


"Disini enak tenang, bisa fokus kalo menghafal," pungkasnya.



#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 30 Dec 2017

Update 40 - ​Hamid, Bocah 11 Tahun Hafal 6 Juz

ec3dfcf890fc1ba182525be273171a9cb99d899c

Wajahnya selalu tampak gembira, tak pernah terlihat sedih. Senyum ramah dan wajah riang diperlihatkannya kepada semua orang. Mengeluh merupakan hal yang manusiawi, namun bila terus berusaha, rasa lelah itu akan terbayarkan. Dia terus menerus menghafal ayat demi ayat dan lembar demi lembar Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh, meskipun pada awalnya sulit. Namun baginya, apapun kesulitan selalu dijalankan dengan sebaik mungkin.


Ya, inilah sekilas sosok penghafal 6 juz Al Qur’an. Muhamad Hamid adalah anak asuh Asrama Rumah Yatim Antapani Kota Bandung, kelahiran Majalengka 27 Juli 2006. Putra pasangan Alm. Mohamad Hasanudin dan Omah Siti Rohmah ini ialah anak bungsu dari 9 bersaudara. Namun tiga saudaranya sudah meninggal dan ayahnya meninggal ketika ia masih balita.


Hamid sapaan akrabnya, anak laki-laki 11 tahun ini sedang menempuh pendidikan kelas 6 di SD El Fitra Kota Bandung. Di usia nya yang masih sangat belia, ia sudah pandai membaca dan menghafal ayat Al Qur’an 6 juz, dan sedang menuju 7 juz.


Ia mengaku dirinya mulai menghafal semenjak kelas 3 SD. Selama dua setengah tahun itulah, ia manfaatkan waktu luangnya di luar rutinitas sekolah, untuk menghafal ayat demi ayat. Ia lakukan setelah shalat magrib dengan membaca dan mengulang-ngulang ayat yang ia hafal setiap harinya.


“Ngafalinnya mulai dari kelas 3 SD, diulang-ulang setelah shalat magrib,” ujarnya, saat ditemui di Asrama Antapani, Kamis (28/12).


Berawal dari motivasinya ingin menjadi seorang hafidz, ia bersungguh-sungguh menghafal ayat Al Qur’an. Mengulang-ngulang adalah kuncinya untuk menjaga hafalannya tetap diingat, lalu disetorkan untuk dimuroja’ah kepada Pengurus Asrama. Biasanya yang ia hafal dalam sehari itu 5 ayat sampai 10 ayat.


“Sehari biasanya kalau panjang 5 ayat, jika pendek 10 ayat,” ungkapnya.


Selain dilatarbelakangi keinginannya menjadi hafidz, bocah yang sangat menyukai pelajaran matematika ini, ingin membahagiakan orang tua, terutama ayahnya. Ia ingin memberikan hafalan ini sebagai mahkota untuk ayahnya yang sudah meninggalkannya lebih dulu sejak ia balita.


Seperti yang diungkapkan bocah kelahiran Majalengka ini, metode khusus yang ia gunakan untuk bisa cepat hafal ialah dibaca dengan berulang-ulang sebelum dimuroja’ah. Hamid sendiri mengaku tidak lelah untuk terus menerus membaca, mengulang dan menghafal secara continue. Karena semua itu ia lakukan dengan ikhlas, sehingga Allah memberi kemudahan.


Ia pernah meraih juara 1 lomba tahfidz se-SD El Fitra. Anak laki-laki yang baru berusia 11 tahun ini merupakan sosok anak yang inspiratif karena selalu semangat untuk terus menghafal ayat demi ayat Al Qur’an. Kehidupan yang tidak lagi didampingi sang ayah, tidak akan pernah membuat anak ini berhenti menggapai cita-cita menjadi seorang ustadz yang berintelektual sains dan Qur’ani.



#HafidzCilik

#CerahkanMasaDepanMereka

#YatimBerprestasi

Rumah Yatim 28 Dec 2017

Update 39 - SMA El Fitra, Sekolah Baru Yang Miliki Seguda

f433c9a508711ea0637cf2f9887d0cc7011e8d04

Sekolah Menengah Atas (SMA) El-Fitra merupakan salah satu sekolah binaan Rumah Yatim yang berdiri sejak 2 tahun yang lalu. SMA El-Fitra adalah sekolah yang berbasis Islamic dan Scientific.


Kepala SMA El Fitra Tetep Kurnia membenarkan hal tersebut. Diwawancari disela-sela kesibukannya pada Kamis (21/12), Kurnia mengaku SMA El Fitra merupakan sekolah baru namun memiliki segudang prestasi yang telah diraih.


“Bagi sekolah yang baru berdiri selama 2 tahun, Alhamdulillah SMA El Fitra berhasil meluluskan 1 angkatan dan meloloskan 6 orang siswa ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri),” ujarnya.


Sekolah yang baru meluluskan satu angkatan ini, memiliki segudang prestasi, di antaranya Juara II Geo Smart Tingkat ASEAN, Juara I Fotografi tingkat Nasional, Juara II Da’i tingkat Provinsi, dan masih banyak juara lainnya.


PTN yang telah diraih oleh siswa meliputi, Institute Pertanian Bogor (IPB), Politeknik Kesehatan (Poltekes Bandung), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Bahkan yang lulus satu orang di Poltekes mendapatkan peringkat pertama pada tes di perguruan tinggi tersebut, dengan jurusan analis kesehatan,” jelas Kurnia.


Ia mengaku, SMA El Fitra menggunakan metode yang berbeda dibanding sekolah lain yang ada di Kota Bandung. Sejak kelas 10, para siswa sudah dibekali ilmu pengetahuan sesuai dengan prodi dan konsentrasi jurusannya.


“Selanjutnya, ketika mereka kelas 12, sejak semester pertama mereka akan diikutkan les setiap hari sabtu untuk menghadapi ujian sekolah, ujian nasional, dan SBMPTN dan ketika sudah selesai, maka akan diadakan seleksi untuk camp intensif SBMPTN selama 1 bulan,” tutupnya diakhir wawancara.




#BersamaCerdaskanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 28 Dec 2017

Update 38 - Surprise, Ulul Dapat Rangking Pertama

3598b2eae2df349e6c185e4c900995486f33f398

Ulul Azmi, anak asuh Rumah Yatim NTB mendapatkan hasil raport semester pertamanya di kelas 3 SMP 23 Mataram. Dalam kesempatan tersebut, Ulul mendapatkan surprise karena dirinya yang terbiasa hanya mendapatkan rangking lima besar, pada semester ini dia mampu menjuarai kelasnya.


Menurut pengakuan Ulul, hasil tersebut didapatkannya dari kerja kerasnya, dukungan dari Rumah Yatim dan tantangan dari teman-temannya yang berada di tiga besar, mereka bersama-sama berkompetisi merebutkan posisi pertama di kelas. Sungguh tak disangka, Ulul yang sebelumnya dikelas memiliki rangking lima mampu mengalahkan teman-temannya.


Tak hanya prestasi di sekolah, ternyata Ulul yang hobi sepak bola ini pun mampu unjuk gigi di luar sekolah dengan mengantongi juara perlombaan tahfidz tingkat SMP se-Kota Mataram. Untuk hafalan ayatnya, Ulul memiliki hafalan paling banyak di antara anak asrama lainnya yakni 3 juz.


Selain prestasi anak yang ditinggalkan ayahnya sejak kelas 2 SD ini pun, memiliki pribadi yang baik dan sangat rajin membantu di asrama. Sehingga kehadirannya selalu memberikan kebahagian tersendiri bagi Pengurus Asrama, Salma Hasanah.


“Ulul anaknya baik dan rajin membantu,” ungkapnya.


Kerja keras Ulul menjadi anak berprestasi bukan tanpa alasan, keinginannya untuk membahagiakan Sadiah (60) ibunya menjadi motivasi terbesarnya. Mimpinya menjadi seorang dokter memaksanya untuk selalu menjadi yang terdepan. Ulul menyadari mewujudkan mimpinya untuk masuk jurusan kedokteran di kampus impiannya yakni UI membutuhkan usaha yang maksimal. Karena dia yakin dengan menjadi dokter dia mampu membantu orang-orang yang membutuhkan terutama di desanya Mapak Dasan yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan.


“Di kampung saya kurang sekali dokter, jadi saya ingin membantu orang-orang kampung agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujar Ulul.


Selain itu kenangan ayahnya yang meninggal sembari memeluknya tanpa riwayat penyakit yang jelas, membuat ibunya harus banting tulang seorang diri. Ini membuat Ulul semakin kukuh untuk merubah nasib keluarganya yang hidup dalam keterbatasan. Kakak pertamanya terpaksa menjadi TKI dan kakak keduanya mengadu nasib di kota lain tak mampu membuat ibunya yang renta, pensiun dari pekerjaannya yang serabutan.


“Saya ingin kelak ibu berhenti bekerja, saya ingin ibu istirahat dan saya membahagiakannya,” harapnya.


Menjadi anak asuh Rumah Yatim ini sebagai langkah awal mewujudkan mimpinya, dan dia pun kini merasakan mimpinya perlahan-lahan mulai tercapai, atas dukungan Amir Sumarna selaku Kepala Cabang dan Salma selaku pengurus asramanya. Kini dia semakin betah diam di asrama, yang dulu sempat terhalang karena Sadiah tak mengijinkan dirinya tinggal di asrama.


“Pada saat tim Rumah Yatim datang ke desa saya dan mengajak untuk tinggal di asrama, saat itu saya masih SD, saya ingin sekali ikut, tapi ibu tak mengijinkan. Alhamdulillah pada saat masuk SMP ibu mengijinkan dan saya bisa belajar di Rumah Yatim,” papar Ulul yang mengaku bahagia tinggal di Rumah Yatim.



#WujudkanYatimIndonesiaBerprestasi

#BersamaMengantarMerekaPadaCita-citaMulianya

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 28 Dec 2017

Update 37 - Ananda Ayang Pertahankan Juara Kelas

01bb429612219b8e1db5644ca42a27644f269171


Rasa bangga tidak terbendung, itulah yang dirasakan Kepala Asrama Rumah Yatim Cinere. Hal ini dikarenakan anak asuhnya, Ananda Ayang Fahrezi, meraih peringkat pertama di sekolahnya, SMP Ar Ridha Al Salaam, Jl. Pln Raya, Cinere, Kota Depok, beberapa hari yang lalu.


Saat dihubungi via telepon Kepala Asrama tersebut, Imanudin menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih oleh Ananda Ayang. Ia sampai tak bisa berkata apa-apa, karena rasa haru dan bangga atas anak asuhnya itu.


"Bingung, engga bisa berkata-kata," tutur Imanudin, via telepon kepada jurnalis Rumah Yatim, Rabu (27/12) siang.


Prestasi akademik yang dicapai Ananda Ayang ini merupakan kali kedua sejak tahun lalu. Sebelumnya, ia juga mendapatkan posisi nomor satu di kelas saat masih duduk di bangku kelas delapan.


"Alhamdulillah dapat peringkat ke satu di sekolah," ujarnya.


Selain meraih juara ini, menurut Imanudin, Ananda Ayang juga mendapat hadiah dari sekolah. Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap siswa yang berprestasi. Ananda Ayang merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolahnya.


"Syukur Alhamdulillah masih bertahan," kata Imanudin, saat menirukan Ananda Ayang.


Pencapaian yang didapatkan oleh anak asuh Asrama Cinere merupakan pembuktian Rumah Yatim yang tetap konsisten dalam memajukan dunia pendidikan. Serta memberikan ruang yang lebih untuk setiap anak asuhnya berkembang. Baik itu dalam akademik maupun dalam dunia lainnya.



#BersamaBantuWujudkanYatimBerprestasi

#BersamaCerahkanMasa DepanMereka



Rumah Yatim 28 Dec 2017

Update 36 - Anak Asuh Antusias Ikuti Lomba Antar Asrama

a2d8a459ff147c9e2aec64e0f9a063c51e5725fa

Di momen libur sekolah kali ini, anak asuh Rumah Yatim area Yogyakarta yang berada di Asrama Kaliurang dan Monjali sedang sibuk berlatih menyambut kegiatan perlombaan antar asrama yang akan digelar pada Jumat sampai Sabtu (29-30/12) mendatang.

Di antara mereka ada yang sibuk dan serius latihan pidato, memasak, dan menghafalan Al Qur’an. Saking seriusnya, ada di antara mereka yang selalu membawa teks pidato, buku pelajaran, dan Al Qur’an. Ada pula di antara mereka yang sibuk di dapur untuk mengolah berbagai jenis makanan.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus Rumah Yatim, kegiatan perlombaan akan digelar di Asrama Monjali, dengan kegiatan lomba pidato, cerdas cermat, tahfidz quran dan lomba masak. Peserta yang terlibat adalah seluruh anak asuh mukim di asrama Kaliurang dan Monjali.

“Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat antusias dan serius latihan untuk mengikuti perlombaan ini,” ujarnya, Rabu (27/12).

Nuryeni pun menuturkan bahwa tujuan diadakan perlombaan tersebut adalah untuk meningkatkan kreatifitas, ketangkasan, mental dan kepercayaan diri anak asuh. Ia berharap kegiatan lomba ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.



#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

Rumah Yatim 16 Dec 2017

Update 35 - ​Santunan Rutin 64 Anak Yatim Wilayah Sleman

4283c1fe76972aaae98b7ced628bcdf7e8215d84

Memberikan santunan kepada anak asuh non mukim merupakan kegiatan wajib kepala asrama Rumah Yatim. Setiap bulannya, kepala asrama Rumah Yatim selalu mengundang anak asuh non mukim ke asrama untuk diberikan santunan uang tunai. Adapun anak asuh yang tempat tinggalnya berjauhan dengan asrama, maka santunan akan diberikan langsung ke kediaman anak asuh tersebut.

Rumah Yatim Kaliurang merupakan salah satu cabang Rumah Yatim yang telah menggelar kegiatan tersebut. Dipimpin Tosin Koswara, Rumah Yatim Kaliurang memberikan santunan kepada 64 anak asuh non mukimnya yang berada di wilayah Sleman seperti Blekik, Mriyunan, Tempursari, Drono, Rejosari, Blusan, Jetisbaran. Penyerahan santunan digelar di asrama pukul 15:00 – 20:00 WIB.

“Penyerahan santunan digelar usai anak-anak pulang sekolah, dikarenakan waktu pulang sekolah mereka beda-beda jadinya proses penyerahan santunan digelar secara bertahap. Meskipun begitu, penyerahan santunan berjalan lancar,”ujar Tosin.

Tosin menuturkan bahwasannya dari 64 anak asuh yang hadir, ada dua anak asuh yang sangat menginspirasi ia dan para pengurus lainnya. Dua anak tersebut bernama Laura (14) dan Muhammad Ivan (12), kedua anak tersebut merupakan kakak beradik berstatus yatim piatu dan hanya tinggal bersama neneknya. Sudah tiga tahun mereka menjadi anak asuh Rumah Yatim, setiap bulan mereka diantar tetangganya ke asrama untuk menerima santunan.

Namun kali ini mereka berangkat ke asrama berjalan kaki tanpa dibonceng tetangganya. Mereka mengatakan bahwa tetangganya sedang ada keperluan sehingga tidak dapat mengantarkan mereka. Laura menuturkan bahwa mereka berdua berjalan dari daerah Mriyunan yakni daerah tempat tinggalnya menuju asrama dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan, hal tersebut mereka lakukan karena mereka tidak mempunyai uang untuk memesan kendaraan umum.

Kedatangan mereka disambut hangat Tosin, para pengurus dan anak asuh.

Meskipun tampak kelelahan, namun mereka tetap tersenyum, mereka bersyukur karena masih diberi kesehatan sehingga bisa pergi ke asrama untuk menerima santunan. Mereka mengatakan bahwa santunan tersebut akan digunakan untuk membeli peralatan sekolah dan membantu neneknya membeli kebutuhan hidup.

“Terima kasih Abi, ” ungkap mereka berdua usai menerima santunan dari Tosin.

Mereka berdua pun berpamitan pulang, mereka menolak diantar pulang oleh pihak Rumah Yatim dikarenakan mereka ingin berjalan-jalan menikmati indahnya kota Yogyakarta di sore hari.

Tosin mengatakan bahwa Laura dan Ivan telah memberikan inspirasi kepada keluarga besar Rumah Yatim Kaliurang agar senantiasa bersyukur dan tetap semangat menjalani hidup.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 16 Dec 2017

Update 34 - Anak Asuh Rumah Yatim Jadi Mahasiswa UGM

“Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, siapa yang berbuat lebih maka akan dapat hasil yang lebih pula.”

e566a231c5d9511525e8803ba796a80430adc514

Kutipan diatas selalu memotivasi Mohammad Marzuki, anak asuh Rumah Yatim Tegal yang saat ini sedang berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jurusan Ilmu dan Industri Pertanian.

Laki-laki kelahiran Tegal, 08 Agustus 1999 ini, tak menyangka dirinya bisa menjadi salah satu mahasiswa di universitas bergengsi tersebut. Apalagi saat ini Ia mendapat beasiswa penuh dari Rumah Yatim dan bidikmisi.

“Alhamdulillah berkat izin Allah saya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," papar Zuki, sapaan akrabnya.

Zuki menyampaikan, aemua perncapaian itu diperoleh dari kerja keras serta doa yang tidak berhenti dilakukannya. Apalagi pencapaian Zuki saat ini merupakan cita-citanya, serta harapan Ibu dan almarhum Ayahnya.

"Alhamdulillah bisa kuliah di universitas negeri dikabul Allah,” ungkap Zuki.

Menurut Zuki, memperbanyak ibadah, hafalan, belajar dan berdoa merupakan kerja kerasnya untuk mencapai mimpi tersebut. Tidak lupa ia selalu meminta doa ibunya serta pengurus dan teman-temannya di Rumah Yatim Tegal.

Sudah 8 tahun Zuki tinggal di asrama Rumah Yatim Tegal. Tepatnya ketika Zuki masih duduk di bangku kelas 4 SD. Namun, setelah ia resmi menjadi mahasiswa UGM, Zuki mesti meninggalkan Tegal dan pegi ke Yogyakarta. Kini Zuki tinggal di asrama Rumah Yatim Kaliurang Yogyakarta.

Sudah lima bulan Zuki berada di kota gudeg tersebut, disana Zuki adalah seorang remaja yang sangat aktif. Selain aktif berkuliah, mengerjakan tugas dan berorganisasi. Zuki aktif berkegiatan di asrama sebagai pembimbing anak asuh belajar menghafal.

Anak kelima dari tujuh bersaudara ini mengatakan, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya berkuliah saat ini. Zuki berjanji, akan menjadi mahasiswa terbaik di fakultasnya. Agar ia bisa membanggakan ibu, almarhum ayah, saudara, Rumah Yatim dan para donatur yang selalu mendukungnya.

Ia pun berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membalas semua kebaikan Rumah Yatim.

15b39fe506c800baaa5b4e880d4c738e928da19b

“Zuki hanya bisa membalas semua kebaikan Rumah Yatim yang telah mendidik, menyemangati dan menyekolahkan Zuki dengan membimbing dan menyemangati adik asuh," jelas Zuki.

Remaja yang gemar bermain sepakbola ini mempunyai cita-cita yang mulia. Dia berharap, setelah lulus nanti ia akan membangun desanya menjadi desa terbaik dalam segi pertaniannya. Agar masyarakat disana, sambung Zuki, yang dominan petani dan buruh tani bisa menikmati hasil panen yang melimpah.

Selain itu, kelak ia pun ingin mengabdi di Rumah Yatim. Membantu mencerdaskan, memandirikan anak asuh dan menggapai mimpi adik asuhnya.

“Zuki ingin membantu Rumah Yatim dengan kemampuan yang Zuki punya, semoga apa yang Zuki lakukan ini bisa menjadi manfaat besar,” ungkap Zuki

Zuki berpesan kepada teman-temannya di Rumah Yatim, agar selalu bersemangat dan serius untuk meningkatkan ibadah dan belajarnya. Karena, kedua hal tersebut adalah kunci dari sebuah kesuksesan.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memfasilitasi, membimbing dan menyemangati. Semoga semua kebaikan Rumah Yatim dan donatur dibalas oleh Allah. Zuki akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tutup Zuki.


#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

#YatimBerprestasi

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 15 Dec 2017

Update 33 - Ariq Yatim Berprestasi Meski Nephrotik Syndrm

76c3f87300a35969d8d4861270d7c23991fb1f74

Remaja berusia 17 tahun itu sudah 3 tahun ini menderita penyakit nephrotik syndrome atau yang biasa disebut gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urine. Ia salah satu anak asuh mukim Rumah Yatim Antapani Bandung. Selama ia sakit, pihak asrama sudah menanganinya dengan cek-up atau cuci darah setiap bulannya ke rumah sakit. Ariq Abdul Aziz hanya tercenung merasakan sakit yang luar biasa. Ketika penyakit nya kambuh, beberapa bagian tubuh nya menjadi bengkak.


Pembengkakan biasanya terjadi disekitar mata, atau bagian wajah, perut dan bagian bawah tubuh. Ariq Abdul Azis, siswa kelas 2 SMA Negeri 5 Bandung ini sudah menderita penyakit nephrotik syndrom sejak dibangku kelas 3 SMP. Berbagai penanganan seperti pengobatan sudah dilakukan. Pihak asrama juga sudah melakukan berbagai upaya untuk pengobatannya.

“Selama dia disini setiap bulannya kita tangani cek up ke rumah sakit.” Ungkap Irwan selaku Kepala asrama Rumah Yatim Antapani Bandung.

Bukan hanya dari pihak asrama, beberapa donatur dan pihak SMA Negeri 5 Bandung juga turut serta membantu biaya pengobatan remaja yang sangat menyukai mata pelajaran matematika ini.

“Alhamdulilllah sekarang ini dari pihak SMA Negeri 5 ikut membantu.” Imbuh Irwan

Menurut Kepala asrama Rumah Yatim Antapani Bandung, Irwan mengungkapkan bahwa anak asuhnya tergolong anak yang sangat pintar, dan memiliki akhlak yang baik, sehingga banyak pihak yang ber-empati terhadap anak asuhnya. Seperti beberapa orang tua siswa teman sekelasnya ikut membantu biaya pengobatan remaja kelahiran Tasik tersebut.

“Anak nya pintar, alhamdulillah banyak yang sayang sama dia.” Ucap Irwan saat diwawancarai tim jurnalis Rumah Yatim.

Irwan berharap ada lebih banyak lagi donatur yang mau membantu biaya pengobatan anak asuhnya yang sudah ditinggalkan ayah nya ini sejak kecil. Mengingat biaya yang tidak sedikit dalam pengobatan anak asuhnya.

Kini kondisi fisiknya pun tampak mulai melemah dengan raut wajah yang pucat. Ariq sendiri mengaku kalau dirinya cepat lelah jika kegiatan disekolahnya padat.

Penyakit yang dideritanya bukan alasannya untuk menyerah. Walaupun terkadang merasakan sakit yang luar biasa, Ariq tetap semangat meraih prestasi. Keterbatasan kesehatannya bukanlah hambatanya untuk terus berkarya. Keinginannya yang tinggi untuk sembuh adalah harapan terbesarnya. Terbukti dengan prestasi yang pernah diraihnya ialah memenangkan perlombaan olimpiade fisika, roket air, dan beberapa prestasi lainnya.

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka
www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 2 Dec 2017

Update 32 - RY Lodaya Konsisten Berikan Beasiswa Yatim

acf6596fa3ab26b6f66b396ac9133d1bd6ab3f3b

Bandung, Rumah Yatim - Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada 21 anak Yatim dan Duafa non mukim. Pemberian santunan ini dilaksanakan di sekitar wilayah asrama Yatim Apartemen, Jalan Banteng Kecil No 1, Kota Bandung, Jumat (29/11). Kegiatan ini merupakan rutinitas Rumah Yatim dalam mendukung prestasi siswa.

Bantuan ini disalurkan melalui koordinator lapangan, Bu Ai. Adanya Koordinator lapangan merupakan cara Rumah Yatim, agar bantuan beasiswa pendidikan sampai ke sasaran yang tepat.

"Setiap asrama ada terotorial sendiri untuk memberikan santunan, dan penunjukan koordinator merupakan cara upayauntuk panyaluran yang tepat," jelas Dhian, Kepala asrama Lodaya.

Menurut Dhian, kegiatan pemberian beasiswa ini sudah berlangsung hampir tiga tahun. Sasaran penerima tidak hanya siswa kurang mampu dan yatim semata. Akan tetapi, siswa prestasi yang memang diapresiasi oleh Rumah Yatim.

Selain itu, pemberian bantuan ini tidak hanya sebatas beasiswa kepada para siswa. Rumah Yatim juga memberikan bantuan operasional kepada staf guru yang mengajar.

"Kegiatan operasionalnya juga kita (Rumah Yatim) bantu," papar Dhian.

Menurut pemaparan Bu Ai, Rumah Yatim merupakan lembaga yang konsisten dalam memberikan bantuan beasiswa selama ini. Sehingga, sambung Bu Ai, Rumah Yatim tidak hanya membantu secara beasiswa.

"Sangat luar biasa bagi kami, anak-anak tidak dipungut biaya. Baik itu sarana maupun prasarana," tutur Bu Ai, dalam kesempatan lain.

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 30 Nov 2017

Update 31 - Anak Asuh Rumah Yatim Lampung Meraih Juara

Anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung, berhasil meraih juara kategori cerpen terbaik pada perlombaan yang diselenggarakan Fakulta MIPA Universitas Lampung (UNILA) Sabtu lalu. Salah satu anak yang meraih juara terbaik ialah Deka Nisa.

Anak Asuh Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung ini mengungkapkan bahwa tidak disangka dirinya bisa meraih gelar juara dengan kategori cerpen terbaik. Bahkan dirinya mengaku masih memiliki banyak kekurangan dalam tata penulisan cerpen.

“Tidak menyangka yah, karna saya tau masih banyak yang harus saya perbaiki dalam penulisan.” Terang perempuan kelairan tahun 2000, kepada tim jurnalis Rumah Yatim, Selasa (28/11).

Masalah menang ataupun kalah ketika akan menghadapi lomba, Deka mengaku optimis dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah SWT.

“Untuk kalah atau menang nya saya serahkan kepada Allah SWT. Awalnya tidak percaya karena cerpen yang lainnya bagus.” Pungkas Siswi SMK Analis Kesehatan Trijaya ini.

Seperti yang dikatakan Deka, bahwa dirinya tidak mengalami beberapa kendala ketika akan menghadapi lomba di kampus tersebut. Deka menambahkan semua nya berjalan baik dimulai dari proses menuangkan ide-ide dalam tulisan hingga karya tersebut dilombakan.

“Alhamdulilah semua nya lancar dan berjalan dengan baik dan sangat senang.” Ungkap Deka.

Kemudian Deka berharap dengan tulisan tersebut, bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk banyak orang.

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

www.rumah-yatim.org

597ac64d01818a41420968d829a531ab2dd4b0d8

Rumah Yatim 27 Nov 2017

Update 30 - Ariq, Si Mungil yang Rajin Menabung

“terimakasih Rumah Yatim telah membantu aku.” Ucap Ariq Yardan anak asuh non mukim Rumah Yatim Cemara.

f2e74422b04dc64a86cf660aa86cc75b4c3e5c22

Ariq anak yang lucu, meski sudah kelas 4 SD di Sinar Amanah, tapi dia memiliki badan yang kecil dan imut seperti anak kelas 2 SD. Sejak TK ayahnya Eka Naryanto meninggal dunia akibat terjatuh dari motor dan sejak itu ibunya Hetty Widia yang masih setia teradap bapaknya terpaksa harus bekerja sembari fokus membesarkan Ariq.

Saat ibunya bekerja biasanya Ariq dititipkan kepada uwanya. Karena sudah terbiasa Ariq pun terlihat mandiri.

Menurut Nenden Nurrahmi Ibu Asrama Rumah Yatim Cemara Bandung, sudah cukup lama bocah yang bercita-cita jadi pemain bola ini menjadi anak asuh non mukim. Sejak itu Ariq pun sering mengikuti acara donatur dan setiap bulannya mendapatkan santunan non mukim.

Untuk pembinaan Ariq sendiri Nenden mempercayakan kepada koordinator non mukim yakni Nano yang juga adalah guru ngaji Ariq.

Sebagai anak yatim yang sudah tidak mengingat masa-masa indah dengan ayahnya, Ariq tentu tidak bisa manja seperti anak pada umumnya ditambah intensitas pertemuan dengan ibunya pun sangat sedikit, hanya bertemu di sore atau malam hari dan waktu liburan saja.

Namun keceriaan Ariq menghapus itu semua, anak yang sangat mengidolakan Febri pemain persib ini pun senantiasa tersenyum dan ceria selain itu dia pun rajin menabung, setiap santunan yang diberikan oleh Rumah Yatim selalu dia tabung untuk masa depannya. Terkadang uang itu pun dia gunakan untuk keperluan sekolah sehari-hari.

Si Mungil Ariq, saat bertemu dengannya, siapa yang tak ingin menyayanginya. Tak salah kiranya jika Rasul amat mengasihi anak yatim karena pada diri anak yatim selalu terdapat hal yang menyenangkan hati seperti pada saat kita menatap Ariq.

Rumah Yatim 18 Nov 2017

Update 29 - ​Anak Asuh RY, tampil percaya diri di Sekolah

753160d74f6475c3e1693f2a65d6be84c6a396af

Suara tepuk tangan riuh menggema diseluruh arena sekolah SMP Perguruan Ksatria pada Kamis pagi (16/11). Anak anak SMP, SMA dan guru-guru ikut serta tenggelam dalam kegiatan ceramah pagi tersebut. Taufik Abdul Aziz, anak asuh Rumah Yatim Rawasari yang sedang melontarkan beberapa gurauan dan nyanyian menambah susasa kehangatan di Minggu pagi.

Umurnya memang baru 15 tahun, tapi semangatnya menggebu ketika ia menyampaikan ceramah bertemakan “Larangan Berzina” didepan banyak orang. Tampil percaya diri menambah keelokan permainan kata-kata Taufik dalam menyampaikan ceramahnya

Beberapa kali, ia menyelipkan gurauan dan candaan bermakna yang menyambut gelak tawa seluruh pendengar seantero sekolah. Ceramahnya selalu berkesan setiap kali ia diminta berceramah selepas usai shalat dhuha rutin didepan seluruh siswa. Guru-guru senantiasa menyukai cara penyampaian ceramah yang dilakukan Taufik.

“Karena waktu itu Taufik pernah lomba antar kelas dan Alhamdulillah menang juara 1, jadi sama guru dipilih untuk ceramah didepan semua kelas termasuk anak SMA dan SMK juga, karena sekolahnya gabung” ujar Rista selaku ibu asrama Rumah Yatim Rawasari Jakarta

Rista juga mengaku, Taufik adalah anak yang rajin dan berprestasi. Bahkan dibidang akademik, ia selalu mendapat juara umum sejak kelas 7 sampai kelas 9. Selain itu, Taufik juga memilki bakat dalam bidang diniyah yaitu berupa hafalan Al-Qur’an dan Al-Hadist.

“Alhamdulillah memang bagus ceramahnya bahasa yang digunakan tepat dan ngena dengan apa yang dimaksudkan. Ditambah pula ia menjelaskan dengan memberikan dalil dari Al-Qur’an dan hadist tentang apa yang disampaikannya” jelasnya

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

Rumah Yatim 14 Nov 2017

Update 28 - Perkembangan Bimbel Dhuafa setelah 2 Tahun

c1c11944a7b7e2878850e130d79281f11c405b14

Diwawancarai via telepon, Hendi selaku kepala asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung menceritkan beberapa kesibukan anak asuhnya di asrama. Ia mengaku, saat ini anak-anak sedang digencarkan untuk mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) secara intensif setiap sore hari.

Hendi mengaku, Program Bimbel ini sudah berjalan sejak tahun 2014 lalu. Kegiatan bimbel yang diadakan di asrama RY Kedaton ini dilakukan setiap 6 kali dalam satu minggu. Menghabiskan sekitar 3-4 jam setiap harinya.

Kegiatan ini diikuti 10 anak perkelasnya, yang terdiri dari anak asuh mukim dan non mukim. Namun terkadang, ada pula anak asuh non mukim yang turut serta membawa beberapa temannya untuk mengikuti pelajaran tambahan ini.

“Sampai saat ini memang alhamdulillah, jadi bukan hanya yang anak asuh saja, kadang teman-teman disekolah mereka juga pada diajakin ikut bimbel.” ujar Hendi

Menurut Hendi, bimbel ini mengalami banyak perubahan dari tahun ketahunnya. Jika dahulu banyak pesertanya, sekarang jadi berkurang semenjak jadwal bimbel berbenturan dengan jam sekolah siang anak.

“Sedihnya itu terbentur dengan waktu, mereka pada sekolah siang, jam 1 baru berangkat dan pulang jam 5. Sedang dalam seminggu itu kita 6 kali pertemuan dengan 3 guru, dan jamnya setiap jam 2 siang sampai jam setengah lima sore” jelasnya

Tetapi, disisi lain ada kabar gembira juga yang membanggakan Rumah Yatim. Berkat adanya bimbel intensif ini, banyak anak yang mengalami peningkatan dalam prestasinya.

“Alhamdulillah pasca mereka diikutsertakan bimbel, prestasi mereka semakin meningkat, dari 10 besar jadi masuk ke 5 besar.” ungkap Hendi.

Ayo dukung Rumah Yatim untuk mencerahkan masa depan mereka ...

Rumah Yatim 7 Nov 2017

Update 27 - RY Latih Keterampilan Anak dengan Fotografi

6d0c8e1fa21fa2026b9d10660f98a0cb400562b7

Diwawancarai disela-sela kesibukan seorang kepala asrama, Indra Abdullah laki-laki kelahiran 13 November 1985 ini merupakan salah satu kepala asrama yang tekun dan rajin senantiasa memunculkan ide-ide baru untuk anak-anak asuhnya.

Indra, panggilan akrabnya. Ia terus berusaha menjadi kepala asrama yang amanah dan mampu menjadi pemimpin yang bertanggungjawab. Ia memiliki banyak ide kreatif dan inovasi baru, salah satunya adalah mengadakan pelatihan seni fotografi kepada anak-anak asuhnya dan ia sendiri yang melatih secara langsung dengan hanya bermodalkan kamera DSLR dan Tripod.

Ia mengaku, awal mula tujuan pelatihan ini adalah untuk melatih keterampilan (life skill) anak-anak dalam seni fotografi agar bisa tersalurkan. Kegiatan ini bermula dari munculnya ide yang mengharuskan Indra melakukan training fotografi kepada anak-anak asuhnya.

“Tahun 2014 yang lalu, saya sempat mendatangi sebuah Sekolah Fotografi dan Design di Bali, hal tersebutlah yang menjadi ide awal. Akhirnya, anak-anak saya ajarkan kegiatan tersebut” ungkapnya saat diwawancarai mengenai awal mula melakukan pelatihan seni fotografi ini.

Akhirnya, pada Minggu lalu Indra mengajak anak-anak pergi ke Tibumana Waterfall dan Monkey Forest Ubud untuk mengambil angle foto-foto alam, foto para monyet-monyet dan foto pemandangan air terjun.

“Karena memang ada kamera DSLR kepunyaan saya pribadi, anak-anak juga suka fotografi, sehingga ketika ada waktu libur/kosong saya manfaatkan untuk eksplorasi ke tempat-tempat yang masih asri dan bagus untuk pengambilan gambarnya” jelas Indra

Diakhir wawancara, Indra berharap kepada anak-anak semoga mereka mendapatkan pengalaman baru ditempat baru sehingga semakin mengasah kemampuan mereka tentang teknik dan teori dasar tentang fotografi.

#SedekahrefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 4 Nov 2017

Update 26 - Kepedulian untuk Siswa Yatim dan Dhuafa

a147438e95dc1daa9f70a018b771ad2bece3bc72

Hari ini, Senin (30/10) merupakan hari bahagia bagi ke 20 siswa/i Madrasah ibtidaiyah (MI) Nurul Iman Pondok Aren Jl. Cikini dalam RT/RW. 003/01. Dimana, di hari tersebut mereka mendapat santunan paket alat tulis sekolah (ATS) yang berisi tas ransel, buku, pensil, pulpen, wadah pensil, penghapus, serutan dan penggaris dari Rumah Yatim cabang Bintaro, Tangerang.

Santunan ini diserahkan langsung oleh Deddi selaku kepala asrama Rumah Yatim Bintaro kepada ke 20 anak yatim dan dhuafa yang notabennya anak dari para pengepul barang bekas atau pemulung. Penyerahan santunan ini disaksikan oleh Ambiah selaku kepala sekolah dan para guru.

“ Semoga alat tulis sekolah ini bermanfaat ya, semangat terus belajarnya.” Kata Deddi ketika membagikan ATS tersebut

Tampak, ekspresi bahagia ditunjukan anak-anak usai menerima santunan tersebut, saking bahagianya mereka langsung memakai tas ransel tersebut. “ Alhamdulillah terima kasih pak, terima kasih Rumah Yatim dan para donatur, terima kasih telah memberikan saya dan teman-teman tas dan peralatan tulis baru.” Ungkap salah satu anak

Menurut Ambiah, mayoritas anak didik di sekolah ini merupakan anak dari kalangan menengah kebawah. Semua anak membutuhkan santunan, namun ke 20 anak tersebut merupakan anak yang sangat butuh bantuan.

“ total dari 20 anak tersebut, ada beberapa anak yang menggunakan goodie bag sebagai tas sekolah, orang tua mereka yang bekerja sebagai pemulung hanya bisa memberikan tas jenis tersebut dikarenakan keterbatasan biaya. Alhamdulillah sekarang mereka punya tas baru, semoga mereka tambah semangat sekolahnya, terima kasih Rumah Yatim.”

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 2 Nov 2017

Update 25 - Susu Kedelai RY Surabaya Laris di Pasaran

5846afce62acd3133f849ab911b1122923cc7ff8

Membanggakan, anak asuh Rumah Yatim Surabaya sudah membuat produk sule (susu kedelai) hasil kreativitasnya. Selain memproduksi, anak asuh pun sudah mampu memasarkannya di bazar.

"Tak hanya saya, para donatur pun turut bangga atas kreativitas anak-anak." papar Agus Kurnia selaku kepala asrama Rumah Yatim Surabaya

Lema Maryam, Farah Mufidah dan Puji Indah Sari merupakan anak asuh Rumah Yatim Surabaya. Dengan kreativitasnya mereka mampu produksi susu kedelai lezat dengan variant rasa sepeti stroberi, cokelat dan vanila. Ketiga anak asuh tersebut sengaja membuat susu kedele untuk dipasarkan di acara bazar yang digelar di sekolah mereka yakni SMA Al Mizan.

Menurut Agus Kurnia , sehari sebelum acara bazar dimulai, ketiga anak asuh tersebut sudah pergi ke pasar untuk belanja bahan-bahan susu seperti susu kedele, vanili, daun pandan, jahe, botol minuman, perasa cokelat, stroberi dan vanila. Malamnya mereka mulai membuat susu kedelai, tentunya dengan bimbingan Agus dan umi asrama.

534d679ed62d043873fa78367ea4733da2db51c9

“Sule” diambil dari susu dele atau susu kedele merupakan merek produk mereka, merek ini telah mereka desain sejak lama. Alhamdulillah desain buatan mereka bagus dan sangat kreatif.”

Di momen bazar anak-anak mulai memasarkan produk pertama mereka, tak tanggung-tanggung mereka memasarkan 50 botol sule variant rasa. Meski pertama kali memasarkan, produk mereka sudah diminati banyak pembeli. Sampai dipenghujung bazar, mereka mampu menjual 40 botol sule.

“Alhamdulillah untuk tahap awal ini sangatlah bagus, semoga kedepannya produk mereka semakin banyak diminati dan semoga dengan produk ini bisa menjadi jalan mereka untuk hidup mandiri dan sukses.” Pungkas Agus

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 30 Oct 2017

Update 24 - Pendidikan RY untuk anak asuh Non Mukim

3fa5ddab0418553e721eecddd7067b0e83f9edf0

Ada yang berbeda dengan penyaluran santunan non mukim di Rumah Yatim Kedaton, jika sebelumnya kegiatan santunan non mukim diisi dengan pemberian motivasi dari pengurus, lalu dilanjutkan dengan penyerahan santunan.

Kini, kegiatan diisi dengan pengetesan hafalan Al-Qur'an, doa sehari-hari dan baca Al-Qur'an sebelum santunan dibagikan. Pengetesan dilakukan usai pemberian motivasi.

Menurut Hendi selaku kepala asrama Rumah Yatim Kedaton mengatakan bahwa pengetesan dilakukan karena hafalan anak-anak masih sedikit dan bacaan Al Quran mereka masih terbata-bata bahkan ada yang tidak bisa membaca. Menjadi tugas Hendi dan pengurus lainnya untuk membimbing anak-anak menjadi hafidzah dan pembaca Al Qur'an yang Tartil.

" Alhamdulillah meskipun kegiatan ini baru berjalan sekali, namun anak-anak tampak serius menjalaninya. Semoga kegiatan baru ini bisa berjalan dengan baik," ungkap Hendi.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 27 Oct 2017

Update 23 - ​Menjaga Lingkungan dengan Menanam Tanaman​

a4747cd225b19ade5b4b2090cd2ca40062bc3901

Rasulullah SAW Bersabda :” seseorang muslim tidaklah menanam sebatang pohon atau menabur benih ke tanah, lalu datang burung atau manusia, atau binatang memakan sebagian daripadanya, melainkan apa yang dimakan merupakan sedekahnya”. (HR. Bukhori)

Hadits diatas menandakan bahwa dalam islam menjaga lingkungan dengan menanam pohon atau tanaman merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan, apalagi pohon atau tanaman tersebut dapat bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya. Jika makhluk lainnya bisa mengambil manfaatnya maka itu adalah amal sedekah.

Untuk menciptakan lingkungan yang asri, hijau, indah dan sehat Rumah Yatim NTB pun menanam tanaman hias di sekeliling asrama. Kegiatan ini sangat menyenangkan untuk anak-anak yang gemar bermain tanah, mereka bersemangat menanam semua tanaman yang berwarna hijau itu. Mereka menyadari jika tanaman sangat bermanfaat untuk kesehatan ditambah mereka pun memiliki kegiatan menyenangkan.

Menurut Salma Hasanah, Ibu Asrama Rumah Yatim NTB semua anak dilibatkan dalam proses ini, hal itu untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengajarkan pentingnya bertanggungjawab atas apa yang sudah dilakukan.

“tak berhenti menanam saja, tentu kedepannya mereka memiliki tanggung jawab untuk merawatnya dengan cara menyiramnya setiap hari khususnya.” Tutur Salma

#SedekahRefleksikanIman

Rumah Yatim 26 Oct 2017

Update 22 - Karya Ayang, Anak Asuh yang Kreatif

05ca43a8d36fc1684c3f73434e94281f7fd857ba

Kalau seseorang sudah mempunyai bakat kreatif, barang apa pun pasti bisa diubah jadi sesuatu yang berharga di tangannya. Seperti yang dilakukan Ayang Fahkhroji ( 15) salah satu anak asuh Rumah Yatim Cinere yang mampu mengubah barang bekas menjadi barang berharga yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan tangannya, ia mampu mengubah botol minuman bekas, stik ice cream, dinamo dari mobil bekas dan baterai menjadi sebuah helikopter mini yang bisa terbang. Selain helikopter, siswa kelas 3 SMP ini mampu mengubah barang bekas lainnya menjadi barang berharga seperti mobil-mobilan, lampu dan masih banyak lagi.

“ dia itu anak yang sangat kreatif, kalau lagi santai biasanya dia suka nyari barang bekas disekitar asrama, terus dia ubah barang tersebut menjadi kerajinan yang sangat bagus.” Kata Iman selaku kepala asrama Rumah Yatim Cinere

Iman menjelaskan bahwa kerajinan helikopter dapat Ayang kerjakan selama satu minggu, helikopter tersebut dapat terbang seperti mainan helikopter yang harganya ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Kreatifitas Ayang telah menjadi contoh baik untuk anak asuh lainnya, banyak dari anak asuh yang mengikuti langkah Ayang, salah satunya Gilang. Tak segan, Ayang selalu membantu mengajari saudara asuhnya membuat kerajinan.

Selain dikenal sebagai anak yang kreatif, Ayang pun dikenal sebagai anak yang ulet, rajin, pintar dan jago masak. Tidak hanya pintar dalam bidang ilmu pengetahuan, ia pun pintar dalam bidang keagamaan. Kepintarannya membuat adik asuhnya berlomba untuk meminta bantuan mengerjakan tugas sekolah.

“ karena rajin menghafal, ia menjadi salah satu anak dengan hafalan Al-Qur’an dan hadist terbanyak. Ia pun menjadi anak yang berprestasi di sekolah, ia selalu menjadi juara pertama di sekolah.” Pungkas Iman

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 25 Oct 2017

Update 21 - ​Anak Asuh NTB Juarai LKPP II Se-Kota Mataram

2df0d50d6e46f8612f6c7b6b4377bdb637679d3c

Setiap tahunnya kwartir cabang kota Mataram senantiasa mengadakan kegiatan lombaan ketangkasan pramuka penegak II se-Kota Mataram (LKPP). Pada tahun ini anak asuh Rumah Yatim ambil bagian di dalamnya yakni ada Ade Putra Rukmana dan Amalkan yang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan yang diisi dengan kegiatan dan lomba-lomba khas pramuka ini diselenggarakan di SMK Muhammadiah Mataram selama dua hari. Selama kegiatan kedua anak yatim ini mengikuti dengan antusias dan bersungguh-sungguh, sehingga tak heran saat pulang ke asrama mereka pun dengan bangga membawa pulang piala dan piagam penghargaan dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, mereka bisa menunjukan prestasinya dibidang yang mereka sukai.” Papar Salma Hasanah Ibu Asrama Rumah Yatim NTB.

Karena bagi Salma prestasi setiap anak harus dihargai dalam bentuk apapun, kecil atau besarnya sesuatu yang dilakukan seorang anak harus senantiasa diapresiasi oleh orang tua. Meski begitu Salma mengaku tegas apabila anak melakukan sebuah kesalahan, si anak pun harus mendapatkan sangsi yang sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

“kasih sayang itu harus adil dan bijaksana, saat anak melakukan kebaikan dan berprestasi dalam bidangnya maka sudah selayaknya kita berikan mereka penghargaan. Namun apabila mereka melakukan kesalahan sebagai orang tua sudah selayaknya kita menegurnya dan meluruskannya ” ungkapnya.

Kedua piala dan piagam itu mereka tujukan untuk umi mereka yakni Salma yang selama ini sudah membimbing mereka. Karena sosok Salma yang penyayang lagi tegas sudah memacu mereka untuk memberikan yang terbaik.

“Mudah-mudahan mereka tak hanya berprestasi dalam bidang pramuka saja, namun mereka pun bisa menjadi anak sholeh dengan berprestasi dalam bidang agama.” Harap Salma.

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 24 Oct 2017

Update 20 - ​Sukses, Tujuan Yatim Piatu Asal Indrapuri

e52f2609e7d16a2a0fb584b0bf9f71c7b21c552d

“Barangsiapa yang mencari ilmu (agama) untuk diamalkan, maka Allah akan terus memberi taufik padanya. Sedangkan barangsiapa yang mencari ilmu, bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu hanya sebagai kebanggaan (kesombongan)” (Hilyatul Auliya’, 2: 378).

Demi mencari ilmu, Irul mengayuh sepeda tua setiap harinya. Jarak tempuh sejauh 7 km, jalanan yang penuh batu dan lumpur tidak digubris olehnya, baginya pendidikan paling penting dari segalanya.

Irul adalah anak yatim piatu dari Indrapuri, sekarang , bocah manis yang bercita-cita sebagai TNI ini terdaftar sebagai siswa kelas 3 di SMPN 1 Indrapuri. Sekarang ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil peninggalan kedua orang tuanya, meski gubuknya berdekatan dengan cece nya atau bahasa indonesianya tante nya, ia tak ingin merepotkan cece nya itu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Irul selalu bekerja sebagai penjaga warung, kadang sebagai tukang cuci piring di warung-warung, kadang pula menjadi seorang buruh tani membantu cece nya. Pekerjaan tersebut dilakukan usai Irul pulang sekolah. “ Cece adalah keluargaku satu-satunya, aku ngga ingin menyusahkan beliau. Setelah besar nanti, aku janji akan bahagiakan beliau.” ungkap Irul

Setelah dikunjungi tim relawan Rumah Yatim, kondisi gubuk Irul sangatlah memilukan, gubuknya yang hanya berukuran 4x6 meter ini hanya beralaskan lantai dan beratapkan rumbia ( daun sagu). Karena gubuk tersebut sudah tua, jadinya jika hujan besar tiba, Irul terpaksa mencari wadah untuk menampung air hujan.

Barang-barang di gubuk Irul pun sangatlah seadanya, tidak ada alat elektronik seperti radio, televisi dan sebagainya di gubuk tersebut, yang ada hanya lampu yang menjadi alat elektronik terbaik Irul, itupun hanya satu-satunya.

“ ketika melihat kondisi rumah Irul, hati kami sakit sekali. Sedih sekali melihat bocah yang masih dibawah umur ini harus menanggung hidup seroang diri. Semoga Allah memberikan kesehatan dan ketabahan untuk Irul” ungkap Putri salah satu relawan yang berkunjung ke gubuk Irul

Meskipun kondisi Irul memilukan, namun hal tersebut tidak sampai melunturkan semangat Irul menuntut ilmu. Setiap pagi ia sudah siap berangkat sekolah. Jika hujan tiba maka, ia langsung mengantongi sepatu, seragam dan tasnya kedalam sebuah kresek.

“ sekolah ada prioritas pertama saya, menjadi orang sukses adalah impian saya.” Kata Irul kepada Putri

Menurut cece, Irul adalah anak yang penurut, mandiri, pintar dan rajin. Ia selalu menawari Irul tinggal bersamanya, namun Irul selalu menolak. “Irul ditinggal meninggal ayahnya ketika masih duduk di bangku kelas 1 SMP, setahun kemudian ibunya pun pergi meninggalkan Irul selama-lamanya. Sungguh malang nasib ponakanku ini, namun kejadian tersebut menjadikan ia tambah dewasa dan tegar.”

Melihat kegigihan Irul menuntut ilmu dan menghadapi hidup, Rumah Yatim cabang Aceh mengajak Irul untuk tinggal di asrama agar ia bisa fokus bersekolah tanpa harus bekerja. Namun, dikarenakan ia tak mau meninggalkan cece dan gubuk peninggalan ibunya, ia pun menolak ajakan tersebut. Agar bisa meringankan beban Irul, Rumah Yatim menawarkan irul menjadi anak asuh non mukimnya. Dimana ia menjadi anak asuh Rumah Yatim yang biaya pendidikan dan hidupnya ditanggung Rumah Yatim namun masih tinggal di gubuknya, Irul pun setuju.

“terima kasih telah memerhatikan ponakan saya ini, Alhamdulillah ya Allah. Semoga Allah membalas semuanya, semoga impian Irul bisa tercapai .” pungkas Cece

#SedekahRefleksikanIman

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 23 Oct 2017

Update 19 - Fasilitas Komputer Untuk Tugas Sekolah Anak

16b9a8759464f182c8916aaadc8030bf16ae021f

Zaman sekarang, beberapa sekolah mulai dari TK Hingga Universitas tidak lepas dari kegiatan yang berbentuk Teknologi seperti Komputer dan lainnya.Tentu anak-anak pun harus mahir dalam menggunakannya. bukan hanya mahir, namun memiliki barang tersebut terkadang menjadi sebuah keharusan.

Mengetahui hal tersebut, Rumah Yatim Riau pun Bukan hanya memfasilitasi sekedar pangan, papan, dan sandang saja kepada anak-anak. melainkan, Rumah Yatim Riau pun memfasilitasi sebuah komputer untuk membantu Pekerjaan Sekolah (PR).

Terlihat dari salah seorang anak Rumah Yatim yang tinggal di Riau bernama Fadli. Saat itu, Fadli menceritakan bahwa ia mempunyai Tugas pelajaran Bahasa Indonesia untuk mencari tahu tentang Sungai Hijau yang ada di kota Riau.

Dengan keterbatasan informasi yang dimiliki Fadli, Fadli pun langsung memberitahu kepada pengasuh asrama tetang tugas tersebut. Akhirnya Fadli pun mendapatkan beberapa informasi dari fasilitas yang dimiliki Rumah Yatim untuk mereka.

Nursodik, selaku pengasuh asrama pun menyatakan bahwa di Rumah Yatim Riau terdapat fasilitas komputer untuk kepentingan tugas sekolah bersama.“Jadi diasrama Riau ada fasilitas komputer untuk keperluan sekolah anak”. Ungkap Sodik pada Selasa (17/10).

Sodik pun menjelaskan bahwa saat anak-anak menggunaan komputer tersebut, mereka tetap diawasi agar tidak ada penyalahgunaan Komputer. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa, tujuan diadakannya fasilitas tersebut untuk mengajarkan anak-anak agar tidak Gaptek terhadap teknologi yang ada dan untuk mempermudah anak-anak dalam mengerjakan tugas mereka.

#SedekahRefleksikanIman

Rumah Yatim 21 Oct 2017

Update 18 - Mengukir Senyum Anak Yatim di Bulan Muharram

270a32094db8196289e36caedc4b1658742c5a0c

Terlakasana sudah Rumah Yatim Area Banten mengadakan event senyuman untuk 1000 anak yatim di bulan Muharram, khususnya untuk anak-anak yatim yang ada di Kabupaten Lebak Banten. Tepat pada minggu ini (15/10) event di selenggarakan di 2 tempat yakni di Desa Pasir Cikupa dan Desa Cilangkap dengan daerah yang memiliki banyak anak yatim.

Menurut keterangan dari kepala desanya di Desa Cilangkap ada 135 anak yatim yang terdaftar di desanya, sedangkan untuk pasir cikupa ada sekitar 100 anak yatim. Setelah melakukan penggalangan dana yang dilakukan Rumah Yatim Area Banten sekitar 1 bulan lamanya ini, didapatlah dana untuk 100 anak yatim yang langsung dialokasikan untuk membelikan berbagai keperluan sekolah seperti tas, buku, pensil, pulpen, penghapus dan lain sebagainya.

Muslihudin, Manajer Pemberdayaan Rumah Yatim Area Banten mengaggap pemberian ini sangatlah tepat, karena sebentar lagi anak-anak akan masuk ke semester 2, dan biasanya keperluan alat sekolah sangat diperlukan oleh mereka.

Tak salah kiranya anggapan tersebut, terbukti dengan hadirnya anak –anak ketempat acara dengan senyuman manisnya, meskipun mereka cukup menuunggu lama kedatangan pihak Rumah Yatim yang sempat mengalami masalah akibat mobil mogok. Penantian mereka tak sia-sia, apa yang mereka nantikan datang. Tim Rumah Yatim datang dengan membawa perlengkapan sekolah yang mereka sangat butuhkan selama ini.

“Alhamdulillah anak-anak sangat senang mendapatkan perlengkapan sekolahnya.” Papar Muslih.

Rasa bahagia anak-anak yang terdiri dari anak SD dan SMP ini tidak terlepas dari kontribusi para donatur yang sudah mendukung program ini, karena itu Muslih pun tak lupa mengucapkan terimakasih untuk para donatur.

“Terimakasih banyak atas partisipasinya kepada program kami, semoga Allah membalas kebaikan donatur dengan sebaik-baiknya balasan.” Tutur Muslih.

Setelah ini, rencannya pada minggu ini akan kemabli di gelar event serupa untuk 100 anak yatim yang ada di sekitar asrama.

#SedekahRefleksikanIman

Rumah Yatim 18 Oct 2017

Update 17 - Rumah Yatim Tumbuhkan Cinta pada Al - Quran

92e89c782e72c6fb1558aff38c61fe20a8f63345

Saat diwawancarai via sambungan telefon WhatsApp, Safitri selaku penanggungjawab bidang Pendidikan dan Kesehatan (PenKes) asrama Kiaracondong Bandung, menceritakan pengalamannya selama tinggal di asrama Kiaracondong dan menjadi bagian dari penagungjawab bidang PenKes.

Perempuan kelahiran Ciwidey ini, mengaku bahwa ia merasa terharu dan bangga bisa ikut serta dan turut andil dalam mengembangkan Rumah Yatim dan menjadi bagian dari Rumah Yatim. Ia juga menceritakan bagimana saat ini menjadi penanggungjawab Pendidikan dan Kesehatan yang saat ini sedang gencar-gencarnya mengurusi soal program baru

“Saya terharu, pernah suatu ketika anak-anak kadang ketika disuruh mengahafal, mereka tuh benar-benar berusaha untuk menghafal. Sampai menambahkan jam waktu dan sampai mengisyaratkan bahwa mimik wajahnya itu berusaha untuk menghafal sungguh-sungguh”

Safitri juga menambahkan, bahwa tidak banyak kendala saaat ia menghadapi ank-anak asuh yang susah diatur. Ia mengatakan bahwa hanya pada saat awal-awal ketika program baru dimulai, anak-anak ada yang kaget. Tidak terbiasa. Sejauh ini mah lancar terkendali.

“lancar teh Alhadulilah. kendala sedikit. Dampaknya keanak-anak Alhamdulillah banyak. Insya allah ada dampak positifnya. Itu terbukti ketika baru 2 hari dimulai program itu, ada bebrapa anak diantaranya Masrsha sama Ifni, jam set10 udah beres, tapi mreka masih terus-terusan hafalan. Dia ketagihan banget teh” jelasnya

Dampak yang lebih dominan dan spesifik adalah anak-anak asuh semakin dan selalu mencintai al-quran, selalu membawa al-quran kemanapun.. Dampak yang menonjol juga dari segi Akhlak. Menjadi semakin bagus.

“Mudah-mudahan dengan program ini, para orangtua atau donator yang memberikan kepada kita sebagian hartanya, ikut bangga dalam melihat program ini dan merasakan kebanggannya. Dan Rumah Yatim pun ikut mendukung asrama Kiaracondong untuk mencetak para hafidzhoh” ungkap Safitri

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 16 Oct 2017

Update 16 - Asrama Kircon Lakukan Kegiatan Seru

6b6cc451071a0c6eb7e5377cf002a41214e898a9

Sabtu pagi adalah waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan yang ingin dilakukan. Kerana, pada hari Sabtu anak-anak libur kesekolah dan melakukan aktifitasnya di asramanya masing-masing.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian yang dilakukan rutin dan spontan ini, dilakukan oleh anan-anak asuh perempuan asrama Kiaracondong. Mereka melakukan serangkaian kegiatan yang memiliki banyak manfaat dan disukai oleh kalangan anak-anak dan remaja.

“Kita itu jam empat Shubuh udah bangun solat tahajuud bareng, terus hafalan, langsung siap-siap piket mandi. Langsung makan bersama. Langsung mencuci dan lain sebagainya. Jam tujuh pagi beres semua. Dilanjut anak-anak kerja bakti. Sampe jam delapan. Ketika sudah beres, langsung kegiatan olahraga, pertama pemanasan dll. Dan langsung deh permainan tradisional. Setelah beres langsung deh siap-siap sholat dhuha jam sembilan” Jelas Safitri selaku penangungjawab bidang PenKes asrama Kircon ssat diwawancarai via sambungan telepon Sabtu Pagi (07/10)

Permainan tradisional ini dipilih Safitri karena mempunyai banyak manfaat. Ia juga yakin bahwa permainan ini bagus jika dibandingkan dengan permainan zaman sekarang yang kebanyakan memiliki sisi yang negatif.

“Permainan itu mengajarkan kita untuk hidup bersama-sama, melatih kerjsama dan menyayangi sesama teman. Bahkan lebih dari teman atau keluarga. Anak-anak senang, kalau yang satu tidak ikut, yang lainnya menghimbau suruh ikutan. Seperti itu. ada kerjasamnya” jelasnya.

Safitri juga menambahkan bahwa masa-masa diasrama itu sangat mengesankan. Banyak waktu yang apabila dilkukan tidak sesuai tempatnya, akan terbuang sia-sia. Ia juga melihat bahwa anak-anak diasrama Kiaracondong ini mereka itu akur, harmonis, banyak melakukan hal positif.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 14 Oct 2017

Update 15 - ​Rumah Yatim, Biasakan Anak Hafalan Al-Qur’an

06282a59d3c2ac804b9db58217cc1c012489450d

Rumah Yatim, selain mendidik anak asuh mukim, Rumah Yatim juga mendidik anak-anak dari kalangan Non Mukim. Salah Rumah Yatim yang menerapkan hal ini adalah Rumah Yatim yang berada di Tangerang Banten.

Rumah Yatim Tangerang, yang berada di Jalan Beringin Raya No 94 Tangerang Banten ini membiasakan anak dari non mukimnya untuk menyetor hafalan al-qur’an. Kegiatan ini diusung dari Program Rumah Yatim Tangerang itu sendiri.

Kepala Asrama Rumah Yatim Beringin, Ikin Masbukin mengatakan kegiatan ini adalah salah satu program Rumah Yatim yang merupakan program bulanan.

“Setiap anak harus menyetor setoran hafalan dari ayat yang terpendek dan seterusnya setiap sehabis isya” ujar Ikin

Kegiatan pembiasaan ini, sudah diterapkan dan dilakukan sejak tiga bulan yang lalu yang kemudian menjadi program rutim dari Rumah Yatim sendiri. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan setiap sehabis sholat maghrib.

“ini salah satu tambahan kegiatan untuk anak-anak, setiap habis magrib” jelas Ikin

Selain dari itu, ikin juga menambahkan dan berharap agar paling tidak ini menjadi pencerahan untuk anak-anak yang non mukim.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 13 Oct 2017

Update 14 - Perlindungan Rumah Yatim untuk Siti Aisyah

5e2dd616b3cc12f484424e180472d6871095dd17

Rumah Yatim hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Dengan memberikan perlindungan dalam bentuk tempat tinggal, dengan menempatkan anak asuhnya tinggal di asrama, memberikan perlindungan pendidikan agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak sehingga dapat mewujudkan cita-cita dan memutus rantai kemiskinan di keluarganya dan perlindungan lainnya.

Pada saat Rumah Yatim Mengunjungi daerah Pancur Batu Medan, Jumali selaku sekertaris dusun meminta Rumah Yatim untuk melindungi warganya yang seorang anak yatim piatu supaya bisa tinggal di asrama Rumah Yatim. Anak itu bernama Siti Aisyah (8) anak kelas 2 sekolah dasar yang hidup bersama neneknya.

Neneknya hanya menggantungkan hidup dengan mengumpulkan rongsokan pelastik dan terkadang menjadi buruh cuci. Karena sibuk dengan pekerjaanya terkadang Nenek Siti tidak memperhatikan apakah Aisyah sekolah atau tidak. Karena kondisi tersebut Jumali ingin Rumah Yatim membawanya untuk menyelematkan masa depan Siti, agar Siti bisa menjadi generasi unggulan.

Namun sayang saat ini Rumah Yatim Medan belum memiliki asrama putri. Tapi tidak mengecewakan Jumali, Rumah Yatim Medan pun bersedia menjadikan Siti menjadi anak asuh non mukim. “untuk sementara Siti kami jadikan anak asuh non mukim dengan fasilitas santunan non mukim, tapi insya Allah kedepannya jika asrama putri sudah ada di Medan, kami akan tempatkan dia di asrama.” Papar Jajang Khoruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Medan.

Menurut Jumali di Kecamatannya tersebut ada sekitar 120 anak yatim yang berhak mendapatkan bantuan. Melihat hal tersebut Rumah Yatim Medan pun ingin memberikan perlindungan yang sama seperti yang diberikan kepada siti dan anak asuh lainnya yang sudah terdaftar karena itu Jajang pun berencana menjadi mereka anak asuh non mukim dalam bentuk kemitraan agar selain mereka mendapatkan santunan mereka pun dapat terperhatikan pendidikanya oleh mitra.

“insya pada tahun 2018, Rumah Yatim Medan akan membuka santunan kemitraan dan 120 anak yatim tersebut akan menjadi sasaran kemitraan pertama kami.” Imbuh Jajang.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 12 Oct 2017

Update 13 - Buldansyah dan Segudang Prestasinya

Cintailah cinta mereka

Sayangilah sayang mereka

Sebagai tanda ketulusan yang diinginkan mereka

Lirik itu ditujukan untuk anak-anak yatim yang ada di Indonesia, dalam video klip versi Rumah Yatim tersebut ada satu anak yang berlarian bersama anak-anak lainnya yang saat itu masih duduk dibangku sekolah dasar dan kini anak itu pun masih berlari mengejar cita-citanya sebagai seorang guru bahasa Arab, menjadi sastrawan Arab dan Sastra inggris. Dialah Buldansyah anak asuh Rumah Yatim Cinere.

Meski awalnya Buldan sapaan akrabnya merasa tidak betah tinggal di asrama, karena saat dia masuk pada saat kelas 4 SD, namun perjalananya tinggal di Rumah Yatim yang akhirnya membawanya bertemu dengan teman-teman mancanegara karena Rumah Yatim memberikannya kesempatan untuk belajar pesantren Gontor menyadarkannya bahwa lebih betah tinggal di Rumah Yatim ketimbang jauh darinya, sehingga dia pun memutuskan untuk kembali tinggal diasrama setelah 3 tahun lamanya tinggal dipesantren sebagai santri tingkat Madrasah Tsanawiyah.

Selama 3 tahun diam dipesantren Buldan pun mendapatkan berbagai prestasi, kelas 1 dia mendapatkan peringkat 4 dari 400 santri, kelas 2 peringkat 3 dari 500 santri dan kelas 3 peringkat 5 dari 500 santri. Tak cukup dengan itu Buldan pun senantiasa menjadi perwakilan pesantren untuk mengikuti berbagai perlombaan, saat di kelas 1, Buldan sempat memenangkan juara pertama poetry reading, dalam debat bahasa arab dia mendapatkan Juara 2, juara dua pidato bahasa ingggris, lomba tahfidzul quran juz 27-30, mendapatkan juara pertama dengan pertanyaan bahasa Arab.

Dikelas 2 Buldan pun menorehkan prestasi diantaranya, perlombaan pop song antar rayon sebagai juara umum, lomba cerdas cermat juara petama, lomba kaligafi khat dewani juara 2, lomba qirotul kutub juara dua, lomba poetry reading bahasa inggris, bahasa arab, inggris dan bahasa Indonesia juara 3. Di kelas 3 sempat mengikuti lomba poetry reading 3 bahasa dan memenangkan juara 1, cerda cermat juara 2. Perjalananya dipesantrenpun harus terhenti taktkala Buldan sakit di kelas 4, jadi dia hanya merasakan dunia pesantren sampai kelas tiga dan memutuskan kembali ke Rumah Yatim Jakarta dan melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Miftahul Umam.

“kalau sekolah di aliah itu pendidikannya kurang tapi kalau di pesantren itu luar biasa.” Ungkapnya.

Meski begitu Buldan berusaha bersyukur dengan memanfaatkan ilmunya yang dia dapat di pesantren. Dan di Madrasah Aliyah pun dia berusaha mengukir prestasi terbukti hingga 2 semester berturut-turut mendapatkan rangking 1. Kini dia sedang menikmati harinya di asrama Cinere dengan menghafal qur’an. Hapalan Buldan sudah mencapai 7 juz dan saat ini sedang menuju juz 26. Dengan bantuan dari pengurus Buldan yang masih merindukan dunia pesantren ini merasa senang karena dengan dia berada di Rumah Yatim dia mendapatkan ilmu yang banyak, pendidikan agama yang cukup sehingga dia terbebas dari pergaulan yang tidak baik.

“Alhamdulillah, saya banyak mendapatkan ilmu dan kasih sayang, karena pengurus Rumah Yatim sangat mengayomi saya.” Ungkapnya.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 10 Oct 2017

Update 12 - ​Memuliakan Anak Yatim Dibulan Muharram​

b3f753478f5e7bbabc9ac7592705fe579db3cc43

Rumah Yatim Tanjung Karang Pusat Jalan Wolter Monginsidi No 45 Gotong Royong Lampung mengadakan kegiatanan santunan untuk anak non mukim di masjid Nurul Yakin Kelurahan Gotong royong Lampung pada 10 Muharram yang lalu.

Kepala asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, Weli Susanto mengatakan diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk memuliakan anak yatim di bulan Muharram. Masjid yang berada di Jalan Meyjen Sutoyo RT 05 LK 3 Gotong Royong Tanjung Karang Pusat ini dijadikan tempat untuk kegiatan santunan tersebut

“Bentuk santunannya uang tunai teh, tapi ada juga dari donator dan masyarakat yang ada yang memberikan paket sembako dan peralatan sekolah” Ujar Weli saat diwawancarai via WhatsApp kemarin.

Weli juga mengatakan harapannya bahwa dengan diadakannya kegiatan ini, anak-anak yatim bisa mulia dan dimuliakan.

“Semoga momen ini membuka mata masyarakat bahwa banyak orang yang tak berdaya yang perlu urluran tangan” Jelasnya.

Weli berpesan kepada anak-anak non mukim agar tetap terus semangat belajar agar bisa memutus mata rantai kemiskinan. Miskin ilmu dan harta.

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 9 Oct 2017

Update 11 - Tas Sekolah Baru untuk Cucu Acih​

Tepat di tanggal 1 Muharram lalu, Rumah Yatim Tanjung Karang memberikan santunan sembako dan tas sekolah kepada seorang wanita paruh baya yang membawa tiga anak kecil yang berstatus yatim dan dhuafa.

Pemberian santunan ini bermula ketika asrama Rumah Yatim kedatangan seorang ibu yang membawa 3 anak kecil, setelah dipersilahkan duduk dan diberi minum ibu tersebut bercerita maksud dan tujuannya berkunjung ke asrama.

“Tas sekolah anak dan cucu saya sudah robek dan resleting nya sudah dol, saya kasihan kepada mereka. Saya tidak dapat membelikan mereka tas baru karena penghasilan saya sebagai buruh di ladang hanya cukup untuk makan sehari-hari saja” ungkap Acih kepada Ramasari selaku pengurus asrama

Acih pun mengatakan bahwa diri dan anak-anaknya berasal dari daerah Lempasing, ia tidak tega melihat anak dan cucunya merengek minta dibelikan tas baru, Acih yang tidak punya pilihan lain terpaksa mendatangi Rumah Yatim untuk meminta bantuan.

Mendengar keluhan tersebut, Ramasari selaku ibu asrama langsung memberikan 3 buah tas sekolah baru dan satu paket sembako kepada ibu tersebut.

Kami tidak tega mellihat bu Acih dan ketiga anak tersebut datang jauh-jauh untuk meminta bantuan. Alhamdulillah kebetulan di asrama ada kelebihan tiga buah tas baru pemberian donatur beberapa waktu lalu, kami pun langsung memberikannya. Alhamdulillah mereka senang dengan tas itu, semoga tas tersebut bisa bermanfaat.” Papar Ramasari

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat umi Ramasari dan Abi Weli, mereka pun memberikan 3 buah tas baru untuk anak dan cucu saya. Tidak hanya itu, saya pun diberi santunan paket sembako dari mereka. Semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim.” kata Acih sumringah

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 7 Oct 2017

Update 10 - Rumah Yatim Biasakan Anak-Anak Tahfidz

28ba41daa8922d82a786fd8a8051895313fbf8c4

Rumah Yatim yang berada dijalan Ibrahim Aji no 465 kota Bandung ini membiasakan anak-anaknya untuk senantiasa menghafal al-qur’an setelah qiamullail (solat malam) hal ini dilatar belakangi oleh adanya keinginan yang kuat agar anak-anak dapat dengan cepat menghafal al-Qur’an.

Kepala asrama Rumah Yatim Kircon, Harun mengatakan bahwa anak-anak yang berada dirumah yatim Kircon ini, dimulai dari jenjang Sekolah Menengah Pertama sampai menengah atas, mereka selalu dibiasakan untuk menghafal Al-Quran pada saat-saat malam hari setelah qiamullail atau sholat malam.

“Alhamdulillah kita melibatkan anak-anak yang sudah besar untuk membantu belajar dan membimbing, ya harapannya sih tentunya agar anak-anak dapat menggapai cita-citanya dan menjadi generasi-generasi qurani yang berakhlak islami. Amin” jelas Harun

Selain dari itu, harun juga berpesan kepada anak-anak agar selalu tetap semangat dalam menimba ilmu dan jangan ingin kesuksesan dunia saja.

“Hakikatnya, kesuksesan dunia tidak akan pernah diraih, karena dengan meraih kesuksesan akhirat, kesuksesan dunia akan mengikuti ” jelasnya

Harun mengatkan, Rumah Yatim telah menjadi salah satu sarana dan prasarana yang menunjang dalam keberhasilan anak-anak bangsa.

“Semoga rumah yatim menjadi lembaga sosial yang lebih besar agar lebih banyak lagi yang menerima manfaat dan lebih banyak lagi anak-anak yang dapat mewujudkan cita-cita” tuturnya.

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 6 Oct 2017

Update 9 - Meninjau Program Kerja Rumah Yatim


Dilansir dari Facebook yayasan Rumah Yatim. Rumah Yatim merupakan sebuah organisasi sosial yang bertujuan membantu anak anak yatim dan dhuafa agar mereka memilki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih gemilang. ada banyak kegiatan di rumah yatim Ar-Rahman salah satunya program Direktoriat Kemandirian Yatim dan Duafa atau disingkat (KYD).

Program KYD merupakan kegiatan membing anak yatim untuk layak mendapatkan pendidkan setara dengan anak anak lain pada umumnya baik itu dari segi prestasi, ahlak dan agama.

“ program KYD ini diantaranya membingbing anak anak agar berprestasi,bertambah pengetahuannya baik dari ilmiah dan agama, pengembangan skill yang ada didalam diri anak yatim, selain itu mencari donatur untuk membiayai sekolah, dan mencari beasiswa untuk anak anak yang berprestasi agar melanjutkan ke jenjang perkuliahan” ujar Teddy Hendransyah dan Joko Santoso sebagai manager program asrama Direktoriat Kemandirian Yatim dan Duafa (KYD)

Ketika ditanya oleh wartawan Bagaiamana membimbing anak anak yatim ? serempak merek menyatakan bahwa program KYD ini terbagi dalam 2 bagian yakni membimbing anak yatim yang bermukim dan non mukim.

Kegiatan bermukim disini sangat diutamakan daripada yang Non mukim. Kegiatan bermukim dimulai dari jam setengah empat pagi untuk qiyamul lail setelah itu murojaah hafalan hingga subuh lalu melaksanakan kegiatan sarapan dan persiapan berangkat sekolah hingga jam dua siang sampai jam 4 sore kemudian kembali ke asrama untuk melaksanakan kegiatan sekolah dinniyah lalu istirahat hingga magrib. Magrib murojaah hafalan dan mengerjakan tugas sekolah lalu dipersilahkan istirahat. Paparnya pada Jumat (22/9) di Kantor Pusat Rumah Yatim Ar-Rahman.

Sementara Non mukim hanya sebatas bantuan biaya pendidikan berjenjang Standar Operasional Prosedur (SOP) Yakni SD mendapatkan seratus ribu rupiah, SMP mendapatkan dua ratus ribu rupiah dan SMA tiga ratus ribu rupiah. Papar mereka.

Selain itu mereka pun menjelaskan bahwa anak yatim yang bermukim disini diwajibkan untuk menghafal jika SD wajib menghapal minimal 2 juz, SMP minimal 4 juz dan SMA minimal 6 juz. Dengan tujuan agar ketika mereka keluar dari rumah yatim mereka mempunyai bekal untuk kehidupan mereka.

Saat penghujung wawancara pun mereka mengatakan bahwa biaya tempat tinggal anak yatim tersebut dimulai dari sandang pangan dan papannya semua full dibiayai oleh donatur Rumah Yatim.

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 4 Oct 2017

Update 8 - ​Siti : Rumah Yatim Membuatku Menggapai Mimpi

cedbbaa12c5fc8551e348868352015f1f91cc8d6

“Man Jadda Wa jada” barang siapa yang bersungguh sungguh ia akan mendapatkan. Kata mutiara yang terdapat di buku 5 menara karangan Anwar Fuandi ini merupakan salah satu Motivasi Siti Sholihah untuk mencapai kesuksesasannya.

Elih sapaaan akrabnya ini, merupakan mahasiswa semester 1 jurusan Teknologi Manajemen Peternakan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia merupakan salah satu anak yang bisa menggapai kesuksesanya di Rumah Yatim.

Elih yang telah tinggal sekitar 7 tahun di Rumah Yatim ini pun mengatakan bahwa ia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan kuliah di Institut yang terkenal.

“ Alhamdulillah senang sekali bisa memasuki perguruan tinggi,sangat bersyukur dan terimakasih untuk Rumah Yatim yang telah mendidik saya hingga saya bisa merasakan perkuliahan dan menambah wawasan baru saya didunia pendidikan,”. Paparnya saat diwawancara melalui via whats up. Rabu, (27/09)

Ketika di tanya bagaimana ia bisa melanjutkan kuliah ? dengan singkat ia bercerita, bahwa Rumah Yatim yang menyuruhnya untuk melanjutkan kuliah dengan nekad man jadda wajada ia dan 5 kawan lainnya pun mencoba mengikuti tes perguruan tinggi tersebut.

“ man jadda wa jada weh teh Elih mah, dan menurut aku harus nyoba-nyoba mana tau beruntungkan dan alhamdulillah Elih beruntung padahal cuman modal yakin kemauan dan nekad yang kuat teh” paparnya

Disela wawancara pun anak bungsu dari 5 saudara ini pun mengatakan bahwa semua pangan sandang makan ditanggunggung oleh Rumah Yatim dengan syarat IPK harus 3,00.

Disela wawancara pun ia berpesan kepada adik adik Rumah Yatim agar tidak berkecil hati dan tetap tanamakan motivasi Man Jadda Wajada dan selama itu keyakinan baginya bakal jadi kenyataan.

“pesan untuk adik adik tetap semangat, belajar sungguh-sungguh dan jangan menyiakan peluang yang diberikan Rumah Yatim serta jangan berkecil hati karena hidup di Ry justru harus banyak bersyukur”.Ungkapnya.

Baginya, Tinggal di Rumah Yatim adalah suatu kesyukuran karena tinggal di Rumah Yatim dapat meringankan orangtua, selain itu baginya ia dapat di fasilitasi baik sandang pangan dan papan.

Dipenghujung berita pun ia menyatakan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Rumah Yatim dan memotivasi anak anak Rumah Yatim kembali

“ terimakasih Rumah Yatim Syukur selalu yang elih ucapkan ketika mengingat Rumah yatim Untuk adik adik kalau kita punya nekad yang kuat serta di barengi dengan usaha dan doa orang tua insyaallah allah akan memampukan usaha dan impian kita.”. Singkatnya

#SedekahRefleksikanIman

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 3 Oct 2017

Update 7 - Anak Asuh Lolos Seleksi Lomba Nasional

6a0db2d65239cd8d225b388a4ba235be9945b15e

Dua orang siswa asal sekolah binaan Rumah Yatim SMA El-Fitra, Fauzan puji Saputra dan Ibnu Abdillah lolos seleksi Geografi Nasional Geolympiad IV di Universitas Malang hari ini (28/09)

Fauzan Puji Saputra dan Ibnu Abdillah lolos setelah seleksi pada tahapan seleksi awal yang diadakan di Lembang beberapa waktu lalu. Seleksi ini diikuti oleh beberapa sekolah SMA yang ada di Kota Bandung. Dan menyisakan dua orang sebagai pemenang orang yang lolos seleksi ke semifinal

Ditemui di asrama Rumah Yatim Lodaya, Kepala Asrama RY Lodaya Dhian Rahadian menceritakan bagaimana awal mula tahapan seleksi dan mengapa sampai bisa menjadi dua calon yang lolos pada tahap lomba Geografi Nasional Geolympiad IV ini.

“Disamping anaknya juga pintar, Fauzan dan Ibnu yang termasuk kedalam anak-anak di asrama Rumah Yatim Lodaya ini juga mendapat rekomendasi dari para guru-guru. Ada seleksi tahapan yang diikuti oleh beberapa sekolah yang ada dikota Bandung, tahapan pertama diadakan di daerah Lembang. Lolos keduanya. Tahapan selanjutnya lagsung ke semifinal melawan beberapa peserta dari Luar Kota di Universtas Malang.

Para peserta sebelum melakukan tahap semifinal, harus terlebih dahulu membuat makalah untuk dipresentasikan. Dan SMA El-Fitra adalah satu-satunya perwakilan SMA se-Daerah di Kota Bandung.

“Sore hari ini mereka akan berangkat ke Malang menggunakan kerata, dan didampingi oleh gurunya. Selama tiga hari mereka akan mengikuti tahap semifinal di Universitas Malang” ucap Kepala Asrama Lodaya Dhian Rahadhian

Sosok fauzan dan Ibnu yang terkenal pendiam, tetapi ternyata memiliki potensi dan bakat yang luar biasa membuat bangga sekolah dan kepala asrama atas kesempatan ini.

“Ada dua alasan mungkin fauzan dan Ibnu menjadi perwakilan sekolah, pertama mungkin alamiah bakat dari Allah. Kepintaran. Kedua pembelajaran yang senantiasa dilakukan secara terus menerus, baik di sekolah maupun di asrama. Fauzan seniri anaknya pemalu, tidak terlalu banyak vokal, tapi disamping itu dia memiliki potensi dan bakat yang ditemukan. Ibnu juga jarang berbicara namun lebih keakademiknya alhamdulillah namun ada hasil dan actionnya” jelas Dhian

#SedekahRefleksikanIman

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 2 Oct 2017

Update 6 - Anak-anak Rumah Yatim Miliki Empati Alami​

7282e70b1aa87ac82e581400cd35472af0f2c259

Sikap empati merupakan kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik, dan mencoba menyelesaikan masalah serta mengambil perspektif orang lain. Empati sangat penting untuk hubungan yang sehat dan kesejahteraan secara keseluruhan. Dalam komponen afektif empati adalah respons emosional terhadap tekanan orang lain.

Adalah anak-anak laki-laki yang berdomisili di Rumah Yatim Lodaya Bandung Jawa Barat, memiliki rasa empati yang sangat besar. Terlihat alami. Melibatkan hati nurani dan perasaan. Terlihat dari beberapa fakta yang diutarakan oleh Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Dian Risdhian.

“Anak-anak yang tingkatannya sudah besar, ngajarin adik-adiknya. Sebenarnya kami tidak mengarahkan, tetapi kami berharap adanya sikap empati, dari anak yang sudah besar memiliki ilmu yang lebih dari pada adik-adiknya. Jadi suatu ketika, ada adik kecil bertanya kepada Abi, Abi ada PR matematika, dan saya menjawab, coba tanya dulu ke kaka kelasnya” Dhian meceritakan.

“Dan memang benar ada yang mampu. Dan ternyata itu disentralisasikan diruang belajar, anak kls 7 yang tidak bisa, diajarkan oleh anak yang sudah bebrapa tingkat diatas mereka dan itu natural. Dengan sendirinya. Alhamdulillah gitu” Ujarnya

Alamiah sekali kejadian itu. Berdasarkan tagline Rumah Yatim adalah kemandirian, dan ternyata empati itu ada untuk membantu adik adik kelasnya. Rumah Yatim juga sebenarnya melatih publik speaking, Rumah Yatim memilki unit pendidikan. Ada sekolah SD, SMP, SMA juga, Itu artinya bentuk empati dan tanggung jawab itu akan terasa berbeda dangan tenaga yang mungkin dari luar yang sudah jadi jika dibandingkan dengan tenaga yang dididik dari awal.

“Mungkin saya juga bukan orang tua darah merka. Namun ada rasa bangga juga, merasa terharu juga ketika meilhat anak-anak muncul empatinya tanpa disuruh, dan yang kedua saling memilki antara seorang kaka dan adik saling terjalin meskipun tidak ada keterlibatan biolois diantara mereka, mereka disatukan dengan kasih sayang yang ada disini dan dari Rumah Yatim juga dan ternyata alhamdulillah itu menimbulkan rasa persaudaraan yang luar biasa. Jadi mudah-mudahan bisa menjadi contohnya” ungkap dhian dengan Jelas

#SedekahRefleksikanIman

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 30 Sep 2017

Update 5 - Rumah Yatim Lodaya Didik Anak Hafal 17 Juz

e68e1b549d4e9428ae77d27f38377eb339874fe3

Adalah Arifudin, laki-laki asal Cianjur yang tinggal di asrama Rumah Yatim di jalan Lodaya No 91 Kota Bandung Jawa barat. Lahir dari keluarga biasa saja, tak membuatnya putus semangat. Ia terus melanjutkan mimpinya menjadi seorang Hafidz dan seoarang pengajar yang handal.

Sifatnya yang ramah tamah, sopan dan berkarakter, membuatnya disukai teman-temannya. Didikan Rumah Yatim yang mengajarkan kemandirian dan kedisiplinan kini tertanam di benak dan jiwa Arif.

Laki-laki yang akrab disapa Arif ini, melakukan kegiatan sehari-harinya dengan penuh semangat. Diumurnya yang ke 16 tahun, ia mampu menghafal al-quran sebanyak 17 juz. Ini dibuktikan dengan prestasi prestasi yang pernah diraihnya.

Kepala Asrama rumah Yatim Lodaya Dhian Rahadhian mengatakan kebahagiannya ketika diwawancarai mengenai prestasi yang dimiliki Afirudin. Ia mengatakan sosok Arif yang pendiam, namun tak sulit beradaptasi dengan sekitar, sopan, dan pintar menbuatnya semakin terlihat menonjol dan menjadi salah satu perwakilan dari lima asrama dalam kegiatan Karantina Tahfidz yang diadakan di Kuningan selama satu bulan penuh.

“ Arif itu orangnya gak macam-macam, gak neko-neko, santun, sopan, pendiam, senantiasa membantu. Dia juga seorag enterpreneur, dia terkadang membuat lumpia, kerupuk, atau agar-agar kemudian untuk dijualin disekolah” ucapnya

Di Rumah Yatim di Direktorat kemandirian, anak-anak senantiasa mengupdate diri dalam hal kediniyahan. Dalam hal ini adalah tahfidz.

“Alhamdulillah dalam hal ini kegiatan karantina tahfidz, yang bertepatan di Kuningan. Semua asrama mengirimkan perwakilan masing-masing asrama, dan Alhamdulillah yang terpilih itu dua orang, salah satunya Arif” ungkap Dhian Rahadhian Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya

Dan Rumah Yatim merupakan lembaga yang akan selalu insya allah melaksanakan visi dan misinya. Apa yang menjadi harapan dari pada anak-anak yatim khususnya.

“namun, itu semua tergantung dan kembali lagi kepada anak. Istilahnya Rumah Yatim adalah jembatan dan fasilitator, kita kembalikan kepada anak itu sendiri, baik atau tidaknya” jelas dhian

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org


Rumah Yatim 29 Sep 2017

Update 4 - ​Anak Yatim Berprestasi, Buah dari Keikhlasan

2a5dd3db80a9bd1c56dec8a808c55459e6ebd625

“Kuncinya mah asal kita sabar dan ikhlas neng menjalankannya insyaallah semua di perlancar baik rejeki, kesehatan dan lain sebagainya”

Kata kata itulah yang dilontarkan Teddy Hendransyah dan Joko Santoso sebagai manager program asrama yakni Direktoriat Kemandirian Yatim dan Duafa (KYD) ketika diwawancarai tentang Program kerja KYD di Kantor Pusat Rumah Yatim Ar-Rahman pada Jumat, (29/9).

Menurut Joko jumlah Anak Yatim di Bandung ini sekitar 63.325 ribu orang Dengan jumlah anak yatim yang banyak menurutnya, untuk mengurus Anak yatim tidaklah mudah. Tetapi, baginya ini sebagai ladang amal untuk akhiratnya nanti.

Disela sela wawancara, Teddy bercerita bahwa setiap kerjaan pasti ada kendala dan tantangan, baginya tantangan itu mengajarkan mereka tentang arti keikhlasan dan kesabaran.Ketika ditanya wartawan, apa yang menjadi kendala? Serempak mereka menjawab “mungkin bukan kendala yang neng tapi tantangan seperti ketika mencari donatur untuk mereka yang berprestasi, kekurangan dana banyak neng tapi itu semua menjadi tantangan buat kita dan alhamdulillah semua diperlancar oleh Allah.” Ujarnya

Saat Teddy bercerita, Joko pun ikut angkat bicara baginya mengurus anak yatim sebagai proyek atau ladang amal soleh untuk diakhirat nanti. “neng, kita mah bukan melihat dari gaji, karna alhamdulillah gaji kita dicukupkan oleh ALLAH, alhamdulillah anak dan keluarga saya sehat dan berkecukupan semua pasti ada balasan jika kita melakukan dengan sabar dan ikhlas.“ ungkapnya .

Mereka juga sependapat bahwa kebahagiaan yang mereka dapat, sangat terasa, ketik, anak didik mereka sukses karna didikan mereka. Seperti mereka yang mampu menghapal 6 juz di usia mereka yang terlalu muda, lalu mereka mendapatkan prestasi tertinggi disekolahnya, hingga mereka masuk Universitas terkenal seperti ITB dan lain sebagainya dengan beasiswa yang mereka dapatkan dan lulus dengan hasil pujian.
Bukan hanya itu, kebahagiaan yang mereka dapatkan tapi keberkahan dan ketenagan dalam hidup dirasakan oleh mereka serta adanya pacuan untuk membenahi diri mereka lebih baik lagi saat mereka mengurus anak anak yatim tersebut.

#RumahYatim
#SedekahRefleksikanIman
w
ww.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 29 Sep 2017

Update 3 - Kebahagiaan Tidak dapat dinilai dengan Rupiah


  • Joko Santoso : Kebahagiaan Tidak dapat dinilai dengan Rupiah
Manager program asrama Rumah Yatim, Direktorat Kemandirian Yatim dan Dhuafa (KYD) Joko Santoso mengatakan kebahagiannya ketika diwawancarai di kantor Rumah Yatim di Jl. Terusan Jakarta No. 216-220 Kav C Antapani Kota Bandung Jawa Barat.

Menurut Joko santoso anak-anak yang berada di Rumah Yatim yang tersebar dibeberapa wilayah dikota Bandung ini, memiliki latar belakang dan kondisi yang berbeda namun mereka banyak memiliki prestasi yang menjulang dan bakat yang tak terbendung.

“Kami sangat bersyukur dan bangga ketika anak-anak di Rumah Yatim ini memiliki bakat yang sangat baik dan tak terhitung berapa banyak. Ada yang menjadi siswa terbaik disalah satu Universitas yang ada dikota-kota besar, ada pula yang mendapat beasiswa dan bahkan ada yang hafalan qur’annya sudah banyak. Saya saja kalah, anak SMP hafalannya sudah 17 Juz, saya boro-boro” ungkapnya

Hal ini menjadi salah satu program unggulan Rumah Yatim yang terlaksana dengan baik. Hal ini dikarenakan Direktorat KYD yang membidangi dalam program kepengurusan anak sudah bekerja keras dan menjadi bidang yang lebih spesifik dalam pengasuhan anak-anak.

Selain dari itu, banyak program yang dilakukan oleh bidang Direktorat KYD untuk anak mukim dan anak non mukim. Diantaranya, program yang lebih ditonjolkan yakni kepada bidang pengembangan dan prestasi anak-anak, program pendidikan yatim dan dhuafa, program pemenuhan nutrisi baik sandang maupun pangan, ada pula program operasional asrama, sarana bermain, dan lain-lain.

Hal itu yang menjadi tolak ukur keberhasilan yang dicapai saat ini. Bidang KYD berusaha untuk tetap menjadi bidang yang bergerak dalam pengembangan potensi anak dan prestasi akademik yang baik.

“Artinya, kita bersyukur sekali, dengan upaya kita, kesabaran kita, ya bisa loh kita didik. Dan selain itu, anak-anak lain yang telah menjadi alumni Rumah Yatim juga sudah banyak yang mendapat beasiswa. Kita bahagia, kita bangga, bersyukur sekali. Karena kebahagiaan itu tidak dapat dinilai dengan rupiah, ini berkah tak terhitung ” Kata Joko

#SedekahRefleksikanIman
www.rumah-yatim.org



Rumah Yatim 27 Sep 2017

Update 2 - Bisa Kembali Sekolah, Ambarwati Bersyukur

c22a1542532770678c2f98274f0bb231df7920ed

“Kalau saya tidak tinggal di Rumah Yatim, mungkin saya hanya bisa bersekolah sampai SMP saja.” Ungkap Ambarwati anak asuh Rumah Yatim Otista, yang kini duduk di bangku kelas 10 SMA ini. Rasa syukur terus dia tanam meski dia harus meninggalkan ibunda tecinta di kampung halamannya Cianjur. Jalan ini sudah menjadi pilihan baginya karena dengan jalan ini dia bisa membahagiakan dan membanggakan ibunya yang berharap dia bisa menggapai cita-citanya setinggi langit.

Selama disekolah, Ambar selalu menjadi siswa unggulan, dia masih mengenang saat dia mendapatkan rangking 1 untuk pertamakalinya pada waktu kelas 1 SMP, air mata kebahagiaan ibunya menjadi motivasi dia untuk terus maju dan tak menyerah. “Saat saya rangking 1 di SMP, mama menangis karena melihat aku berprestasi.” Kenangnya.

Tapi itu adalah hari terakhir ibunya mengambil rapot Ambar, karena sejak itu dia harus pindah sekolah ke Jakarta bersama Rumah Yatim, namun dia yakin dimana pun dia berada do’a ibu dan kasih sayang ibunya senantiasa mengiringinya, maka pada saat dia sekolah di Jakarta dia bisa membuktikan dirinya dan memperoleh kembali rangking satu kembali.

Meski dia selalu berada dirangking satu, gadis yang sudah menghapal juz 1 dan juz 30 ini juga pernah mengalami kemunduran ke rangking 2, hingga membuatnya kecewa terhadap dirinya sendiri. Dari hal itu diapun belajar untuk tidak menyerah. Karena caranya bersyukur kepada Allah adalah dengan cara terus berusaha sekuat tenaga, memberikan yang terbaik untuk orang-orang tercinta terutama ibunya yang sudah sangat lama hidup sendiri, yakni sejak Ambar berusia 5 tahun.

Banyak aktifitas yang dia lakukan dirumah dari bangun tidur hingga tidur kembali, namun meskipun sangat padat, anak dari 5 bersaudara ini sangat menikmatinya. Bahkan dia amat senang berada di Rumah Yatim, mendapatkan bimbingan dari umi dan abi, meski dia sudah tak memiliki bapak, namun kehadiran Abi Solihin kepala asrama Otista mengisi kekosongan jiwanya mengenai sosok seorang ayah.

Kini dia sedang mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang guru matematika, dia awali dengan mengambil jurusan IPA, meski awalnya sempat ragu, namun keinginanya untuk berbagi ilmu dengan banyak orang dengan menjadi guru matematika, membuat tekadnya bulat ditambah dukungan dari guru-guru disekolah pun menjadikan Ambar lebih mantap melangkah.

www.rumah-yatim.org

Rumah Yatim 25 Sep 2017

Update 1 - Senyum Muharam untuk 1000 Yatim

7148f7cf651335b039aa5b58a2089ff7efad4024

Bukan keinginan mereka dilahirkan dipemukiman pemulung, sehingga mereka harus merasakan berbagai keterbatasan termasuk keterbatasan dalam pendidikan, baik formal maupun non formal. Beruntung ditengah-tengah mereka ada Jumroh Pendiri TPA dan para guru lainnya yang peduli dan tak pamrih mengajarkan mereka tentang pelajaran agama yang mereka anut.

84f4a86fb17f5baa175e1521b035d3bbae199380

Atas perjuangan,para gurunya itu, ditengah-tengah pemukiman mereka ada sekolah TPA al-Furqon yang sederhana dan penuh dengan keterbatasan, karena menurut Jumroh jika hujan turun maka air pun akan menetes kedalam kelas.

Pada pekan kemarin Rumah Yatim mengunjungi mereka, dimana ada 150 anak didik TPA Al-Furqon yang kebanyakan mereka adalah anak-anak pemulung, pengemis, pengamen dan tukang ondel-ondel. Meski dalam keterbatasan, namun semangat mereka tak terbatas apalagi pada saat Rumah Yatim Area Jakarta mengunjungi mereka untuk memberikan santunan alat tulis sekolah berupa tas, buku, pensil, pulpen, dan penghapus.

01ddd40a6b07a76ce5876d837db3525f13cc5bf5

Dengan gembira dan penuh keceriaan mereka menerima perlengkapan sekolah tersebut, karena dengan perlengkapan itu mereka bisa belajar dengan tenang dan senang. Atas kegembiraan yang dirasakan anak-anak, salah satu guru yakni Helmi pun mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Rumah Yatim beserta donaturnya.

2bc20b093421eb2475c1e6447752b4aee3bed9d5

“Terimakasih banyak, dengan adannya Rumah Yatim yang bisa membantu membantu mereka mendapatkan perlengkapan sekolah baru, semoga Allah membalas kebaikan Rumah Yatim dan para donaturnya. “ungkap Helmi.

Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah, event yang bertajuk "Senyum Muharram untuk 1000 Yatim" ini kedepannya akan menyantuni 850 yatim lainnya secara bertahap pada tanggal 1 - 10 Muharram.

www.rumah-yatim.org

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

DONASI SEKARANG

Galang Dana sebagai Fundraiser

Isi form di bawah untuk menjadi Fundraiser penggalangan "Bantu wujudkan yatim Indonesia berprestasi"
Setiap donasi yang Anda kumpulkan akan disalurkan ke Rumah Yatim.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?